26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 565

100 Hari Kerja Syakur–Putri, Salman Rizkatillah : Garut Hebat yang Dijanjikan Belum Terlihat

0

Wartain.com || Kritik tajam terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Garut dari Salman Rizkatillah, Syakur–Putri, yang akan memasuki 100 hari masa kerja pada esok hari. Menurutnya, berbagai janji kampanye yang pernah disampaikan kepada masyarakat belum menampakkan hasil yang nyata di lapangan.

“Sudah seratus hari berlalu, tapi saya tidak melihat ada satu pun program besar yang benar-benar berjalan sesuai janji mereka saat kampanye,” tegas Salman saat  ditemui wartain.com, Jumat 30/05/2025.

Salman menilai bahwa masyarakat Garut membutuhkan bukti, bukan sekadar narasi. Ia menyebut, selama tiga bulan pertama kepemimpinan ini, Dampak terhadap masyarakat dari gebrakan yang menyentuh persoalan mendesak seperti perbaikan infrastruktur dasar, akses kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat kecil juga kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kalau kita turun langsung ke lapangan, kondisi jalan di banyak kecamatan masih rusak parah dengan diatasi penambalan jalan yang hanya dampak sementara, pelayanan kesehatan belum membaik, dan UMKM masih dibiarkan jalan sendiri. Padahal dulu itu beberapa yang mereka janjikan akan jadi prioritas,” katanya.

juga mempertanyakan arah kebijakan Syakur–Putri yang dinilainya masih kabur. Ia mengatakan bahwa waktu 100 hari seharusnya cukup untuk menunjukkan pijakan awal kepemimpinan, bukan sekadar konsolidasi internal.
“Jangan berdalih masih adaptasi. Kepemimpinan itu harus siap sejak hari pertama. Rakyat tidak bisa terus disuruh menunggu,” ujar Salman dengan nada serius.

Ia juga mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap pasangan kepala daerah ini sangat tinggi, karena kampanye mereka dulu dipenuhi janji perubahan. Namun, menurutnya, hingga kini belum ada tanda-tanda perubahan yang dimaksud.

“Kepercayaan itu mahal. Kalau di awal saja tidak bisa memenuhi ekspektasi, bagaimana nanti selama lima tahun ke depan?” katanya menambahkan.
Salman Rizkatillah menegaskan bahwa, dirinya akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan tidak segan menyuarakan kritik jika pemerintah tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Saya bukan ingin menjatuhkan. Tapi kalau yang dijanjikan tidak ditepati, saya akan terus bicara.,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Sal/Biro Garut)

Resmi! Panitia Kongres PWI Pusat Sudah Terbentuk, ini Formasinya!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kongres Persatuan PWI disepakati digelar pada 30 Agustus 2025.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Zulmansyah Sekedang, juga menyepakati susunan Panitia Kongres Persatuan, Kamis (29/05/2025), dalam pertemuan lanjutan di Jakarta.

Panitia Kongres Persatuan diharapkan mulai bekerja pada Senin, 2 Juni 2025. Panitia Kongres, yang terdiri atas Steering Committee (SC) dan Organising Committee (OC).

SC dan OC akan mempersiapkan dan melaksanakan Kongres Persatuan yang dijadwalkan digelar di Jakarta paling lambat 30 Agustus 2025.

Dalam kesepakatan baru, yang diberi nama “Tindak Lanjut Kesepakatan Jakarta”, kedua pihak juga menyepakati SK Panitia Kongres Persatuan. Seperti Kesepakatan Jakarta 16 Mei Mei lalu, kesepakatan Jakarta ini juga ditandatangani di atas kertas materai, dengan mediator Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers.

“Satu langkah lagi sudah ada kemajuan dalam kesepakatan menuju Kongres Persatuan PWI dengan terbentuknya Steering Committe dan Organising Committe. Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana sudah dapat bertemu pekan depan untuk membahas event besar bagi PWI tersebut. Tentu masih ada hal-hal yang dibicarakan untuk mencapai titik temu, tetapi itu kita sikapi dengan tone positif. Dengan niat baik Insya Allah semua akan berjalan baik,” kata Hendry.

“Silahkan SC dan OC mulai bekerja untuk Kongres PWI Persatuan. Kami 100 persen percaya SC dan OC amanah. Tidak boleh lagi ada intervensi dari pihak manapun terhadap SC maupun OC, serta semua pihak harus patuh taat dengan keputusan SC dan OC. Semoga semua upaya untuk PWI bersatu kembali dimudahkan dan dilancarkan,” kata Zulmansyah.

Dalam Kesepakatan Jakarta, kedua pihak sepakat membentuk panitia kongres secara bersama-sama.

SK mengenai komposisi dan nama-nama SC dan OC tersebut dipayungi oleh Kesepakatan Jakarta tertanggal 16 Mei 2025 yang berbunyi: “Panitia (SC dan OC) Kongres Persatuan akan disusun bersama dan disepakati oleh kedua belah pihak”. Mereka, secara bersama-sama, akan mempersiapkan dan menyelenggaran Kongres Persatuan.

Kedua pihak sepakat untuk mendiskusikan satu nama anggota SC yang berasal dari pihak netral. Kendati posisi ini masih kosong, keduanya setuju SC dan OC sudah bisa bekerja mempersiapkan kongres.

Berikut susunan Panitia Kongres Jakarta yang disepakati kedua pihak:

SC Kongres Persatuan:

Ketua: Zulkifli Gani Ottoh

Wakil Ketua: Atal S Depari

Sekretaris: Dwikora

Anggota:

1. Zacky Antoni

2. Wina Armada

3. Lutfil Hakim

OC Kongres Persatuan:

Ketua: Marthen Selamet Susanto

Wakil Ketua: Raja Parlindungan Pane

Sekretaris: Tb Adhi

Wakil Sekretaris: Firdaus Komar

Bidang Persidangan:

1. Haris Sadikin

2. Sarjono

Bidang Pendanaan:

1. Muhammad Nasir

2. Musrifah

Bidang Akomodasi:

1. Sarwani

2. Kadirah

Bidang Transportasi:

1. Herwan Pebriansyah

2. Mercys Charles Loho.(***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Warga Sukabumi Tolak Spanduk Provokatif Soal Penggabungan Wilayah ke Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Dapil 4, menyuarakan penolakan tegas terhadap keberadaan sejumlah spanduk liar yang berisi ajakan agar beberapa kecamatan bergabung ke dalam wilayah administrasi Kota Sukabumi. Spanduk-spanduk tersebut dinilai provokatif dan tidak mewakili aspirasi warga secara keseluruhan.

Spanduk dengan narasi bernada ajakan dan candaan tersebut ditemukan terpasang di titik-titik strategis, di antaranya kawasan Tugu Adipura Cisaat dan Jalur Lingkar Selatan Gunungguruh. Salah satu spanduk berbunyi “Teu cukup ngopi, tapi Cisaat kudu gabung ka Kota. Biar warga Cisaat makin well!!” Sementara lainnya bertuliskan “Ceuk Bapa Aing Lamun DOB Hese, Sawareh Kecamatan ka Kota Keun! Tos Waktosna Gunungguruh Jadi Kota”, lengkap dengan foto Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dipasang tanpa seizin pihak terkait.

Warga menilai pesan-pesan dalam spanduk tersebut tidak hanya provokatif, tetapi juga berpotensi menimbulkan perpecahan dan keresahan sosial. Tokoh pemuda Kampung Cibencoy, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Muhammad Sayyid Agil (33), menyampaikan keprihatinannya atas pemasangan spanduk tersebut tanpa melalui musyawarah atau dialog terbuka.

“Ini bukan aspirasi warga, tapi manuver sepihak yang bisa memicu konflik horizontal. Sudah ada yang dicopot, tapi sebagian masih terpasang. Ini tugas Satpol PP untuk segera menertibkannya,” tegas Sayyid saat ditemui pada Jumat (30/5/2025).

Ia menambahkan, pola dan desain spanduk yang seragam menandakan adanya unsur terorganisir, bukan inisiatif spontan masyarakat. Sayyid menduga kuat bahwa isu penggabungan wilayah ini tengah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk mendorong agenda politik tertentu, di tengah mandeknya pembahasan Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Warga memang berinteraksi erat dengan Kota Sukabumi dalam aktivitas sehari-hari. Tapi itu tidak berarti kami ingin bergabung. Justru mayoritas mendukung pemekaran wilayah seperti Kabupaten Sukabumi Utara (KSU), bukan melebur ke kota,” tandasnya.

Wacana penggabungan beberapa kecamatan seperti Cisaat, Gunungguruh, dan wilayah lainnya di Dapil 4 Kabupaten Sukabumi (termasuk Kadudampit, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Cireunghas, dan Gegerbitung) ke Kota Sukabumi sempat mencuat beberapa tahun lalu. Kini, isu tersebut kembali bergulir dengan cara yang dinilai destruktif.

Ketua KNPI Kecamatan Gunungguruh, Ujang Abdurohman, menyayangkan tindakan pemasangan spanduk tersebut. Menurutnya, aksi tersebut mencederai semangat persatuan dan tidak memiliki dasar legitimasi.

“Spanduk ini jelas bukan representasi suara mayoritas. Kami tegas menolak penggabungan wilayah dan tetap mendukung terbentuknya DOB seperti KSU. Ini lebih realistis dan sesuai dengan cita-cita pemerataan pembangunan,” jelas Ujang.

Ia juga menekankan pentingnya peran Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas wilayah dan ketertiban ruang publik. “Segera tertibkan spanduk-spanduk ini dan usut tuntas siapa aktor di baliknya. Jangan sampai masyarakat dibingungkan oleh narasi yang menyesatkan,” imbuhnya.

Sejumlah tokoh juga mengingatkan bahwa wilayah seperti Cisaat memiliki nilai historis tinggi dalam struktur pemerintahan Kabupaten Sukabumi, termasuk keberadaan fasilitas strategis seperti Gedung Korpri dan kantor-kantor dinas.

Warga pun berharap pemerintah daerah bertindak cepat dan bijak, bukan hanya menertibkan atribut provokatif, tetapi juga membangun ruang dialog yang sehat agar aspirasi warga tidak dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Galian C Tidak Berstandar Pengamanan, Tebing Longsor di Cirebon Makan Korban Belasan Orang

0

Wartain.com || Diduga galian C tidak menggunakan standar pengamanan atau tidak sesuai aturan, sebuah tebing mengalami longsor yang mengakibatkan belasan orang alami kecelakaan. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat 30/05/2025, sekira  Pukul 10.20 s/d 15.00 WIB.

Diketahui,  lokasi Galian C tersebut milik sebuah koperasi pesantren (Kopontren) Al-Azhariyah, di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang dikelola oleh H. Karim.

Laporan sementara, jumlah korban sekitar 17 orang, yang hingga pukul 15.00 Wib korban sudah ditemukan 5 orang meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka-luka, dan langsung di bawa ke RS Sumber Hurip dan Pukesmas Dukupuntang.

Selain korban meninggal dan luka-luka, dalam kejadian tersebut  juga menimpa 5 unit mobil Dumptruck dan 3 unit Beko yang  tertimpa material longsoran.

Dugaan sementara, bahwa longsor galian C Gunung Kuda disebabkan oleh fenomena alam dan prosedur penggalian yang tidak aman atau tidak sesuai dengan aturan sehingga tanah gunung galian C tersebut mengalami longsor.

Dimana, dalam peristiwa kejadian longsor di Galian C Gunung Kuda tersebut sedang ada aktifitas penambangan, sehingga terdapat belasan korban jiwa dan beberapa unit kendaraan.

Diduga Galian C Tidak Berstandar Pengamanan, Tebing Longsor di Cirebon Makan Korban Belasan Orang (foto : Istimewa)

Data sementara yang terhimpun :

Korban meninggal dunia dan luka tertimbun longsor yang sudah di evakuasi, terdiri :

1. Korban meninggal dunia :

a. Nama SANURI, 47 Tahun,  Blok Dukumulya, Desa Semplo, Kec. Palimanan (Meninggal di TKP).

b. Nama ANDRI Bin Suwarsa 40 Tahun, Kel. Padabeunghar, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan (Meninggal di TKP)

c. Nama SUKADI Bin Sana, 48 Tahun, Buntet Pesantren, Astana Japura (Meninggal di TKP)

d. Nama KENDRA Alias Bureng, Alamat Blok Wanggungwangi, Desa Girinata, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon (ditemukan Meninggal di TKP)

e. Nama RION FIRMANSYAH, Alamat Gunung Santri, Kepuh Palimanan (Meninggal di Rs Sumber Urip)

2. Korban luka – luka di RS. Sumber Urip :

a. Nama RIO, Alamat Cikalahang, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon.

b. Nama RINO, Alamat Cikalahang, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon.

c. Nama SISWANTO, Alamat Leumunding, Kab. Majalengka.

d. Nama SUWADI, Alamat Girinata Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon.

e. Nama ABDUL ROHIM, Alamat Kertajati, Kab. Majalengka.

f. Nama AJI, Alamat Desa Beberan Kec. Palimanan Kab. Cirebon.

g. Nama SAFITRI, Alamat Kertajati, Kab. Majalengka.

h. *Nama TARYANA, Umur 46 thn*, Alamat Indramayu.

i. Nama ANDI,  Umur – Alamat Waragati Kec. Palasah Kab. Majalengka.

3. Korban luka – luka di Pukesmas Dukupuntang :

a. Nama ERVAN RUDIANSYAH, Umur 12 tahun,  Alamat Blok Siliasih Pabedilan.

b. Nama HERI, umur 35 tahhn, Alamat Mayung, Kec. Gunung Jati.

c. Nama IRWAN JULIANTO, Umur 31.tahun, Alamat Desa Cipanas, Kec. Dukupuntang.

Sampai berita ini tayang, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban, dan dimungkinkan masih banyak korban yang belum ditemukan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bahas Nasib Pengemudi Ojol, Ketum PPJNA 98 : Dasco Berjuang untuk Kepentingan Rakyat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan politisi PDIP Adian Napitupulu rupanya menjadi sorotan luas, terutama di kalangan aktivis dan jaringan pergerakan. Salah satu kelompok yang ikut memantau dinamika ini PPJNA 98. Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan bahwa langkah Dasco ini mencerminkan keberpihakan nyata terhadap kepentingan rakyat kecil, khususnya para pengemudi ojek online (ojol).

Pertemuan antara Dasco dan Adian Napitupulu dilaporkan membahas berbagai persoalan mendasar yang dihadapi pengemudi ojol. Mulai dari ketidakpastian pendapatan, regulasi yang tumpang tindih, hingga minimnya jaminan sosial.

Kata Anto, Dasco menunjukkan perhatian serius dengan mengajukan sejumlah opsi penyelesaian yang konkret. Salah satunya adalah mendorong pembentukan regulasi yang lebih berpihak kepada pekerja, termasuk jaminan keamanan kerja, batas minimal tarif yang manusiawi, dan penguatan posisi tawar pengemudi terhadap perusahaan aplikasi.

“Ini bukan sekadar obrolan politisi elite, tapi pertemuan dua tokoh aktivis lama yang sama-sama paham penderitaan rakyat. Dasco membawa semangat keberpihakan yang selama ini jarang muncul dari kursi kekuasaan,” ujar Anto kepada wartwin.com, Kamis (29/5/2025).

Bagi PPJNA 98, figur Dasco mungkin lebih dikenal publik sebagai politisi Partai Gerindra dan elite parlemen, namun di mata para aktivis senior, Dasco tetap dilihat sebagai bagian dari generasi reformasi yang memiliki rekam jejak aktivisme.

Anto menekankan bahwa sikap Dasco ini bukan tiba-tiba, melainkan konsisten dengan jejak langkahnya yang kerap membuka ruang dialog lintas kelompok. Pertemuan dengan Adian — yang merupakan ikon aktivis 98 dari kubu PDIP — semakin mempertegas bahwa soal kepentingan rakyat, sekat-sekat partai bukan halangan.

“Dasco tidak memandang kepentingan ojol ini sebagai isu kecil atau sektoral. Ini menyangkut wajah Indonesia hari ini: jutaan rakyat bekerja tanpa perlindungan memadai. Dia menunjukkan dia bukan hanya politisi menara gading,” kata Anto.

Dari sisi analisa politik, pertemuan Dasco dan Adian ini patut dicermati lebih dalam. Di satu sisi, ia menunjukkan keseriusan kedua kubu besar — Gerindra dan PDIP — untuk menanggapi isu konkret rakyat, di luar hiruk-pikuk politik kekuasaan menjelang Pilkada serentak dan persiapan Pemilu 2029.

Namun, pertemuan ini juga memberi sinyal lain: potensi koalisi informal antar-elite yang berangkat dari kesamaan akar gerakan. Dasco dikenal sebagai komunikator ulung di kubu Gerindra, sedangkan Adian sering menjadi jembatan komunikasi PDIP dengan jaringan aktivis. Jika keduanya makin sering bertemu untuk isu rakyat, bukan tidak mungkin akan muncul pola baru dalam komunikasi politik nasional — di mana isu-isu sosial mendapat panggung lebih besar.

Bagi para pengemudi ojol sendiri, harapan tentu terletak pada hasil konkret: apakah langkah-langkah ini akan mengubah regulasi, membawa perbaikan tarif, atau hanya berhenti sebagai manuver politik simbolik. PPJNA 98 tampaknya yakin bahwa Dasco punya keseriusan nyata.

“Ini bukan soal politik sempit. Ini soal keberanian mengubah nasib jutaan rakyat kecil,” pungkas Anto.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dapur Ummi 12, Simbol Keberhasilan Pembinaan UMKM di Sukabumi

0

Wartain.com || Setelah hampir lima tahun tumbuh dan berkembang melalui program pembinaan pemerintah daerah, UMKM Dapur Ummi 12 akhirnya meresmikan gerai permanennya di Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole. Peresmian yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menjadi simbol keberhasilan pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku usaha mikro lokal.

Dede Wahyudi, pemilik Dapur Ummi 12, menyampaikan bahwa perjalanan usahanya tak lepas dari dukungan dan perhatian pemerintah kota. Sejak awal merintis, ia telah menerima bantuan berupa alat produksi modern serta pendampingan intensif dalam pengelolaan usaha.

“Semua ini berawal dari kepedulian dan komitmen terhadap UMKM, bahkan sebelum Pak Ayep menjabat sebagai Wali Kota. Kami adalah bukti nyata bahwa jika UMKM dibina dengan serius, hasilnya bisa seperti ini,” kata Dede, Jumat (30/5/2025).

Gerai baru Dapur Ummi 12 kini berdiri tidak hanya sebagai tempat produksi dan penjualan, tetapi juga sebagai pusat inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya. Dengan mengandalkan kualitas produk dan komitmen terhadap kemandirian, usaha rumahan ini berkembang menjadi bisnis yang profesional dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang hadir meresmikan gerai tersebut didampingi oleh Camat Cikole dan Lurah Cisarua, menyampaikan bahwa keberhasilan Dapur Ummi 12 harus menjadi pelecut semangat bagi UMKM lainnya di kota ini.

“Ini bukan sekadar grand opening, ini adalah bukti nyata bahwa UMKM kita bisa naik kelas. Dapur Ummi 12 menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, usaha mikro bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.

Ayep menambahkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendorong pembinaan UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, UMKM adalah fondasi ekonomi kerakyatan yang harus diperkuat demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Peresmian Dapur Ummi 12 bukan hanya seremoni biasa, melainkan momentum penting dalam menunjukkan bahwa mimpi pelaku usaha kecil bisa terwujud—dengan kerja keras dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pelaku Pencurian Emas di Cibatu Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Garut

0

Wartain.com || Unit III Pidana Umum Satreskrim Polres Garut bersama Tim Sancang berhasil mengamankan perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian emas di Toko Emas Kenzi, Pasar Baru Cibatu, Kabupaten Garut.

AKP Joko Prihatin, S.H Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut menyampaikan bahwa tersangka pencurian tersebut diketahui bernama “TG” (44), warga Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, yang diamankan pada Kamis malam (29/5/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya.

Kasus pencurian ini pertama kali dilaporkan oleh korban yaitu Muhammad Alfan A dan juga selaku pemilik toko emas tersebut.

Kejadian ini diketahui terjadi pada hari Senin, tanggal 26 Mei 2025, sekitar pukul 12.45 WIB di salah satu toko emas yang tepatnya terletak di Pasar Cibatu Kampung Parakantelu, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan berpura-pura menjadi pembeli. Saat pelayan toko lengah, pelaku mengambil dua buah perhiasan emas, yaitu 1 buah gelang motif Sifa Hadju seberat 8,5 gram dan 1 buah kalung motif Nuri seberat 5 gram, tanpa seizin pemilik/pelayan toko emas tersebut.

Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 8.850.000,- (delapan juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah).

“Kami berhasil mengamankan seorang perempuan yang diduga sebagai pelaku pencurian emas di wilayah hukum Polres Garut. Penangkapan dilakukan setelah tim melakukan serangkaian penyelidikan dan pelacakan cepat. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Garut bersama barang buktinya,” ujar AKP Joko Prihatin.

Jaket warna biru jeans, kerudung warna hitam tas berwarna krem dan 2 lembar nota pembelian dari Toko Emas Kenzi menjadi barang bukti tersangka pencurian emas tersebut.

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan. kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama dalam menjalankan usaha, guna menghindari kejadian serupa.” Pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polres Sukabumi Kota Ungkap 16 Kasus Narkoba dan Obat Berbahaya, 19 Orang Diamankan

0

Wartain.com || Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap 16 kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkoba dan obat berbahaya di wilayah hukumnya. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 19 orang yang diduga terlibat berhasil diamankan.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, menyampaikan bahwa dari total 19 terduga pelaku, 13 orang di antaranya diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja, sedangkan enam lainnya terkait dengan peredaran obat keras terbatas.

“Para pelaku ditangkap di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Cikole, Warudoyong, Cisaat, hingga Sukabumi,” ujar Rita, Jumat (30/5/2025).

Adapun rincian 13 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba yakni:
J.L (50), C.A (39), A.S (21), R.A (19), R.P (21), D.T (32), D.R (40), R.N (25), S.F (36), H.J (25), O.N (29), Y.J (35), dan R.S (25).
Sedangkan enam pelaku peredaran obat keras terbatas adalah:
V.T (28), F.Y (22), M.A (22), A.R (30), D.W (29), dan A.M (29).

Dari para pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa; Narkotika jenis sabu seberat 2 ons 50,31 gram, Ganja seberat 9,73 gram, 40 butir obat psikotropika, 11.666 butir obat keras terbatas, 11 unit timbangan, 20 unit ponsel, 2 alat isap sabu (bong).

“Jika diuangkan, nilai barang bukti yang berhasil diamankan mencapai sekitar Rp436 juta dan telah menyelamatkan kurang lebih 12.700 jiwa dari jeratan narkoba,” ungkap Kapolres.

Rita menjelaskan bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan berbagai modus, baik melalui transaksi langsung maupun sistem tempel dengan petunjuk tertentu. Mereka juga memiliki peran yang bervariasi, mulai dari kurir hingga pengedar, dengan lama beroperasi antara 3 bulan hingga satu tahun.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan berbagai pasal, antara lain; Pasal 111 ayat (1), 112 ayat (2), 114 ayat (1) dan (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 62 UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, pasal 435 dan 436 UU RI No. 17 Tahun 2003 tentang Kesehatan.

“Ancaman hukuman yang dikenakan terhadap para pelaku berkisar mulai dari 5 tahun penjara hingga seumur hidup,” tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Presiden Prabowo Tolak Buka Hubungan dengan Israel, Begini Respon Muhammadiyah  

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas merespons sikap pemerintah Indonesia yang tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel jika masih menjajah Palestina.
Anwar menegaskan hal itu juga sesuai dengan nilai-nilai Indonesia yang sangat menolak penjajahan karena tidak memiliki nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Sikap tegas itu telah dinyatakan dengan jelas dalam alinea pertama pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/5).

“Jika Israel ingin membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia maka peluang itu baru bisa terbuka jika Israel berhenti menjajah tanah Palestina dan memberikan kemerdekaan penuh kepada rakyat Palestina,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anwar menegaskan setelah mengakui kemerdekaan Palestina, Israel juga harus bertanggung jawab terhadap aksi genosida yang telah dilakukan sebelumnya.

“Israel tentu harus bertanggung jawab terhadap tindakan genosida dan semua perbuatan buruk yang telah mereka lakukan selama ini terhadap rakyat dan negeri Palestina,” tegasnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengakui dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, jika Palestina merdeka. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/5).

“Sudah di berbagai tempat, di berbagai forum, saya sampaikan sikap Indonesia, bahwa Indonesia memandang hanya penyelesaian Two State Solution, kemerdekaan bagi bangsa Palestina, merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang benar,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya solusi untuk mencapai kemerdekaan Palestina. Namun, Prabowo juga mengatakan harus ada pengakuan dan jaminan hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sambut Musim 2025-2026, Persib Bandung Siap Datangkan Pemain Anyar, Siapa Saja?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bos Persib yang juga Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan, kata pengamat Persib Rony Anwari mengatakan bahwa Persib sudah deal dengan 5 pemain untuk musim depan.

Hanya saja tidak disebutkan apakah 5 pemain sudah deal dengan Persib Bandung itu berasal dari pemain luar negeri atau lokal.

Kemungkinan besar, kata Rony, Persib akan mengumumkannya dengan kejutan yang berbeda dengan pengumuman pemain baru Persib seperti musim lalu.

Namun begitu, dia meminta Bobotoh untuk sabar menunggu pengumuman resmi dari manajemen Persib Bandung soal pemain baru Persib Bandung.

“Bagaimana cara mengumumkan pemain kita tunggu di Persib official,” ujar Rony Anwari di kanal Youtubenya.

Rony Anwari juga membahas soal pemain baru Persib yang pantas menggantikan Nick Kuipers yang sudak tak bersama Persib lagi musim depan.

Menurutnya, untuk menjawab soal siapa pemain yang pas menggantikan Nick Kuipers di lini belakang Persib Bandung?

Salah satu nama pemain yang muncul dan layak menggantikan Nick Kuipers di Persib Bandung yaitu Matko Zirdum.

Siapa Matko Zirdum?

Rony Anwari menilai Matko Zirdum layak menggantikan Nick Kuipers.

Terlebih nama Matko Zirdum taka sing bagi Bobotoh yang sering menyimak bursa transfer Persib Bandung sejak musim lalu.

Karena Matko Zirdum hampir gabung Persib Bandung musim lalu.

Namun karena beberapa hal, Matko Zirdum tidak jadi gabung Persib Bandung.

Musim lalu, Matko Zirdum nyaris gabung Persib Bandung dan sudah berada di Bali. Hanya saja gagal karena satu hal.

“Karena budget,” ujarnya.

Musim lalu harga Matko Zirdum masih tinggi di atas Rp 5 miliar, sehingga Persib memilih Gustavo Franca untuk mendampingi Nick Kuipers.

Tadinya Matko Zirdum akan dikontrak Persib Bandung untuk menggantikan Alberto Rodriguez yang memilih bergabung dengan klub Liga India.

Saat itu Alberto Rodriguez baru saja membawa Persib Bandung juara Liga 1 2023/2024.

Profil Matko Zirdum

Matko Zirdum selaras dengan peremajaan Persib Bandung karena usia bek Eropa ini masih 26 tahun.

Matko Zirdum lahir di Kroasia pada 21 Juli 1998.

Sebagai calon pengganti Nick Kuipers di Persib Bandung, Matko Zirdum memiliki tinggi badan yang lebih tinggi dari Nick Kuipers.

Nick Kuipers memiliki tinggi badan 193 cm. Sedangkan Matko Zirdum memiliki tinggi badan 195 cm.

Matko Zirdum juga adalah mantan pemain timnas Kroasia U-21 yang pengalaman Eropanya bagus.

Posisi bermain Matko Zirdum adalah bek tengah, sama dengan Nick Kuipers.

Sebagai pemain Eropa, Matko Zirdum akan mudah beradaptasi dengan taktik Bojan Hodak yang menerapkan sepakbola simpel, khas Eropa.

Satu lagi kelebihan Matko Zirdum yaitu berasal dari negara yang sama dengan Bojan Hodak dan asistennya Igor Tolic serta pelatih fisik Persib Miro Petric.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)