26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 569

Di Bawah Kitab Suci Janji Mengabdi Harus Ditepati

0
Oplus_131072

Wartain.com || Lalu, satu pesan tegas dari Pak Sekda, “Laksanakan tugas dengan bebeakan!”

Itulah pesan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar), Herman Suryatman pada Pengangkatan CASN Tahun 2025 dirangkaikan dengan Pengambilan Sumpah Janji PNS Tahun 2022 di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (27/5/2025).

“Laksanakan tugas kita untuk membantu, memberdayakan, memberikan pelayanan agar masyarakat sejahtera, mandiri, dan mendapatkan keadilan. Harus habis-habisan, bebeakan, totalitas, hasilnya pasti optimal,” tegasnya.

Pengangkatan CASN 2025 yang dirangkaikan dengan Pengambilan Sumpah Janji PNS 2022 tersebut diikuti 4.539 pegawai. Sebelas di antaranya CASN 2025 yang mengabdi di Dinas Pendidikan Jabar, terdiri dari 10 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi guru dan 1 PNS tenaga teknis.

Salah satu ASN, Krispianus Bai tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Setelah mengabdi sebagai guru selama lebih dari dua dekade, hari ini ia resmi diangkat menjadi ASN di Lingkungan Pemprov Jabar sebagai PPPK formasi guru.

“Pesan dari Pak Sekda, kita semua mesti menghormati adat Sunda, salah satunya bekerja dengan baik (melalui filosofi Panca Waluya). Apalagi dalam pelayanan, sebagai guru agama Katolik, saya harus melayani anak didik di sekolah dengan baik supaya mereka memiliki kesempatan ke depan,” katanya.***

Foto : Disdik Jabar

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ketika Tahu Tak Lagi Menggetarkan : Mengapa Ilmu Tak Mencegah Dosa?

0
Oplus_131072

Oleh :  Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com ||  Ada yang patah di dalam jiwa manusia hari ini. Ia tahu, tapi tidak takut. Ia mengerti, tapi tidak gentar. Ia hafal ayat, hadis, dan hukum, tapi tetap melangkah menuju maksiat seolah Allah tak melihat.

Inilah zaman ketika pengetahuan tentang Allah tidak lagi membuat orang tunduk, ketika hafalan dalil tak lagi meneteskan air mata, ketika khutbah demi khutbah hanya menggema di udara tanpa menyentuh daging dan darah.

Ilmu jadi hiasan, bukan jalan keselamatan.
Para ahli ilmu menyampaikan larangan, menjelaskan keharaman, merinci dosa. Tapi kehidupan mereka tak mencerminkan kedahsyatan ayat yang mereka lantunkan. Masyarakat pun ikut mendua: mulutnya mengucap Allah, tangannya merangkul dunia, hatinya kosong dari rasa hadir-Nya.

Apa yang salah? Bukan pada ilmunya. Tapi pada hatinya. Ilmu telah kehilangan roh, kehilangan rasa takut, kehilangan cinta. Ia jadi kering, dingin, dan dangkal. Ia hanya ada di kepala, tak turun ke dada.
Dulu, ilmu membawa getar. Hari ini, ilmu sekadar gelar.

Tahu bahwa zina itu haram, tapi tetap melakukannya. Tahu bahwa riba dilaknat, tapi tetap menjalaninya. Tahu bahwa lidah bisa mencelakakan, tapi terus menyebar fitnah. Tahu Allah Maha Melihat, tapi bertindak seolah Dia absen.

Inilah tahu yang tak lagi menyelamatkan.
Maka bukan sekadar dakwah yang dibutuhkan. Tapi kebangkitan jiwa. Gerakan sadar hati. Aksi penyadaran yang menusuk. Bukan sekadar ceramah, tapi penyeruan yang mengguncang.

Kita butuh mereka yang berilmu dan hidup dalam ilmu. Yang berbicara dan tubuhnya menangis. Yang menyeru dan hatinya bergetar. Kita butuh wajah yang mengingatkan akhirat hanya dengan menatapnya.

Aksi yang dibutuhkan bukan revolusi sosial, tapi revolusi spiritual.
Saat ilmu bertemu rasa takut, lahirlah nurani. Saat tahu bertemu cinta, lahirlah taat. Saat dalil bertemu hati yang hidup, lahirlah manusia yang bersujud, menangis, dan lari dari dosa meski bisa bersembunyi.
Hari ini, ilmu sudah ada. Tapi ruhnya hilang. Yang harus dicari bukan pengetahuan baru, tapi penyucian jiwa.

Karena hanya hati yang hidup yang bisa mendengar suara Allah — bahkan di balik pintu maksiat yang terkunci rapat.
Mari beraksi: bukan dengan banyak bicara, tapi dengan banyak menggugah jiwa.
Bukan menambahkan hafalan, tapi menambahkan getaran.

Karena dosa tak akan berhenti dengan tahu. Ia hanya tunduk pada hati yang mencintai dan takut kepada-Nya.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pesantren Persis Jadi Pusat Inovasi Pertanian Sirkular : Awal Revolusi Hijau dari Pesantren

0

Wartain.com || Komunitas pesantren kini mulai menempati posisi strategis sebagai pelaku utama dalam gerakan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Melalui penelitian yang dipresentasikan oleh Ade Rahmat, kader Hima Persis, dalam The 3rd International Conference on Pesantren (ICOP) 2025, Pesantren Persis dinilai layak menjadi pusat inovasi pertanian sirkular berbasis pesantren, sekaligus pionir revolusi hijau pesantren di Indonesia. Senin 26/05/2025.

Riset yang mengusung judul “Pesantren-Based Circular Economy: A Study of the Persis Agropreneur Pesantren Community” ini menjadi yang pertama mengkaji dan mendokumentasikan praktik pertanian sirkular di lingkungan pesantren.

Tidak hanya sebagai konsep, ekonomi sirkular diterapkan secara nyata dalam rantai produksi pesantren—mulai dari pengelolaan lahan, produksi tanaman, pengolahan limbah, hingga pemasaran hasil pertanian—dengan pelibatan aktif santri dan masyarakat.

Penelitian dilakukan di dua pesantren basis komunitas agropreneur Persis, yaitu PPI Al-Ma’ruf Ciwidey dan PPI Cikajang Garut, yang telah menjalankan sistem pertanian terpadu dan berkelanjutan.

Praktik pengelolaan limbah menjadi pakan ikan dan pupuk organik, serta pemanfaatan lahan wakaf secara produktif, menjadi contoh nyata bagaimana pesantren bisa menjadi kekuatan baru dalam transformasi sistem pangan nasional.

Pesantren Persis menunjukkan bahwa inovasi tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman, bahkan dapat menjadi bagian dari upaya nyata membangun ekosistem ekonomi hijau berbasis spiritualitas.

Langkah ini diyakini akan membuka jalan bagi replikasi di pesantren lain, menjadikan pesantren sebagai pusat peradaban ekologis masa depan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Anak Adalah Investasi Masa Depan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hal itu disampaikan oleh Kepala DP3AKB Jawa Barat (Jabar), dr. Siska Gerfianti dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Melalui Satuan Pendidikan Ramah Anak Demi Jabar Istimewa di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (27/5/2025). Kegiatan ini diikuti oleh kepala SMA, SMK, dan MA se-Jabar.

“Untuk itu, kita harus menjaga anak-anak karena tingkat kekerasan terhadap anak ini masih tinggi dan sebagian besar terjadi di sekolah,” ungkapnya.

Karena anak-anak ini merupakan tanggung jawab bersama, lanjutnya, maka jika terjadi kasus kekerasan, anak (korban) harus dilindungi dan diselamatkan. “Ini harus kita perhatikan, kasih solusi. Kekerasan terhadap anak di mana pun tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Di sinilah, tambahnya, mata, telinga, dan hati bapak/ibu guru sebagai pendidik agar bersama-sama menjaga para peserta didik. “Tugas kita semua untuk memutus rantai kekerasan terhadap anak. Jika ada keluhan, jangan ragu segera ambil tindakan (skorsing),” tegasnya.

Mewakili Plt. Kadisdik Jabar, Kepala Bidang PKLK Disdik Jabar, Ai Nurhasan menjelaskan, perlindungan anak merupakan hal yang sangat penting.

“Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan Jabar memiliki 2 model. Pertama, melalui program Pendidikan Karakter Panca Waluya guna mengembalikan mereka pada track (jalur) yang benar. Kedua, mengeluarkan surat edaran penerapan jam malam dan pembatasan penggunaan gadget,” ungkapnya.

Ai berharap, dengan kolaborasi berbagai pihak, semua permasalahan bisa diselesaikan. “Mudah-mudahan ini menjadi project bersama dalam mewujudkan anak-anak Jabar yang hebat,” pungkasnya.***

Foto : Disdik Jabar

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kadisdik Apresiasi Pelaksanaan O2SN SD Tingkat Kabupaten Sukabumi 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang memberikan apresiasi kegiatan O2SN SD Tingkat Kabupaten  yang berlangsung di Kompleks SDN Model Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa – Rabu 27-28/05/2025.

Selain para Kepala Sekolah, Guru PJOK se-Kabupaten Sukabumi, acara pembukaan O2SN SD ini, juga di hadiri langsung oleh Kadisdik Kabupaten Sukabumi.

Ditemui wartain.com disela-sela monitoring pertandingan, Kadisdik,  menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan O2SN SD sebagai wadah dalam mengembangkan karakter dan talenta para siswa sejak dini.

“O2SN bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sebagai momentum dalam memperkuat pendidikan karakter melalui semangat berjuang, kerjasama tim, serta menjaga dan menjunjung tinggi sportivitas” ujar Eka Nandang.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada para kepala sekolah dan guru untuk memberikan support dan ruang bagi para siswa untuk pengembangan bakat dan minat yang mereka miliki.

Kadisdik Apresiasi Pelaksanaan O2SN SD Tingkat Kabupaten Sukabumi  (foto : Aab)

Selain itu, Kadisdik juga memberikan apresiasinya, dan mendorong pihak sekolah untuk dapat menjadi pelopor dalam pengembangan bakat siswa.

“Selamat berlomba, menjadi juara adalah tujuan, namun sportivitas, kebersamaan dan kekompakan, itu yang lebih utama,” jelas Eka Nandang.

Diketahui, ada 11 mata lomba dan Cabor yang dipertandingkan untuk tingkat kabupaten. Walaupun hanya 3 cabang saja yang akan dipertandingkan di tingkat provinsi dan nasional.

“Untuk tingkat kabupaten kita ada 11 Cabor yang dipertandingkan. Tali, hanya 3 Cabor saja yang akan tanding di tingkat provinsi dan nasional. Yaitu; Senam, Karate dan Pencak Silat. Walaupun demikian, anak-anak tetap akan diberikan apresiasi sebagai siswa yang berprestasi,” pungkasnya.***

Foto : Aab

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Dul

Yoseph Mahdi Terpilih Aklamasi sebagai Ketua KONI Kota Sukabumi 2025-2029

0

Wartain.com || Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi menggelar Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Muskorkotlub) 2025 pada Selasa, 27 Mei 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di sebuah hotel kawasan Jalan Selabintana, Kota Sukabumi, dan menghasilkan keputusan penting: Yoseph Mahdi Yunansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Kota Sukabumi untuk periode 2025–2029.

Usai pemilihan, Yoseph menyampaikan bahwa amanah sebagai Ketua KONI merupakan tanggung jawab besar yang harus diembannya dengan penuh keseriusan. Ia menyatakan siap membangun sinergi dengan seluruh pengurus cabang olahraga (Pengcab) demi kemajuan prestasi olahraga di Kota Sukabumi.

“Dipilih melalui mekanisme apapun, tanggung jawab ini tetap berat. Ini bukan hanya soal jabatan, tapi tentang beban yang harus saya pikul. Saya bersyukur, tapi lebih dari itu, saya merasa terpanggil untuk bekerja maksimal,” ujar Yoseph kepada awak media.

Dalam waktu dekat, Yoseph akan memfokuskan perhatian pada dua agenda utama. Pertama, menyiapkan struktur kepengurusan atau kabinet baru KONI. Ia menargetkan proses ini rampung sebelum memasuki bulan Juni. Kedua, mempersiapkan pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda).

“Kami akan segera koordinasi dengan Pengcab yang akan terlibat dalam BK Porda. Tapi sebelum itu, penyusunan kabinet jadi prioritas. Mulai besok prosesnya berjalan,” jelasnya.

Mengenai keterbatasan anggaran, Yoseph menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menurunkan semangat dan target KONI. Ia lebih memilih berfokus pada perencanaan program dan pencapaian target prestasi.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran, tidak akan ada kemajuan. Kita harus kreatif dan bekerja cerdas. Fokus kita adalah hasil, anggaran akan kita upayakan sebisa mungkin,” tegasnya.

Yoseph juga mengingatkan kepada jajaran pengurus baru untuk menyatukan visi dan langkah demi tercapainya tujuan bersama. Ia menegaskan pentingnya loyalitas terhadap Wali Kota Sukabumi sebagai pembina utama KONI.

“Pesan saya kepada pengurus, mari kita bersatu, satu arah, satu warna. Kita harus patuh pada arahan Pak Wali Kota karena beliau adalah pembina KONI. Ini penting untuk memastikan KONI berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Paksi Extrass Kembali Gelar Aksi Lingkungan “Save Sukabumi Utara”

0

Wartain.com || Organisasi pecinta alam dan pendaki gunung Paksi Extrass akan kembali menggelar aksi lingkungan bertajuk Save Sukabumi Utara di kawasan wisata alam Pondok Halimun (PH), Desa Perbawati dan Desa Sudajaya Girang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-55 organisasi tersebut.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang pertama kali dilaksanakan pada 27 Mei 2023. Ketua Panitia Save Sukabumi Utara 2, Muhammad Junior Subagja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian kawasan Sukabumi Utara.

“Kawasan Sukabumi Utara memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati serta potensi sumber daya air. Namun, kini kawasan ini terancam oleh pencemaran, alih fungsi lahan, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” ungkap Junior dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/5/2025).

Melalui kegiatan ini, Paksi Extrass ingin mendorong keterlibatan aktif komunitas, generasi muda, serta masyarakat umum dalam upaya pelestarian lingkungan. Beberapa aktivitas yang akan dilaksanakan meliputi aksi bersih-bersih sepanjang jalur menuju kawasan Pondok Halimun hingga aliran Sungai Cipelang, penanaman pohon di titik-titik strategis, serta edukasi lingkungan melalui diskusi interaktif bertema “Krisis Ekologis dan Peran Komunitas” yang akan digelar di Kosim Farm Venturer.

“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama. Melalui sinergi komunitas pecinta alam, masyarakat lokal, dan pemerintah, kami percaya gerakan ini bisa memberi dampak positif,” tambahnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pecinta alam dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, pengelola objek wisata Pondok Halimun, warga sekitar, hingga pihak pemerintah.

Profil Paksi Extrass

Didirikan pada 28 Mei 1970 di Sukabumi, Paksi Extrass atau Explorer and Tripper Association merupakan organisasi yang bergerak di bidang kegiatan alam bebas dan pelestarian lingkungan. Resmi berbadan hukum sejak 2022 dengan nomor registrasi AHU-0006881.AH.01.07.Tahun 2022 dari Kementerian Hukum dan HAM, organisasi ini memiliki visi besar membangun karakter generasi muda melalui kegiatan berbasis alam terbuka.

Empat fokus utama yang diusung Paksi Extrass meliputi pendidikan, penjelajahan, kegiatan sosial, dan perlindungan alam—mencerminkan komitmen mereka dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sukabumi Menuju Kota Agribisnis Modern, Inovasi Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi

0

Wartain.com || Kota Sukabumi terus memantapkan diri sebagai daerah agribisnis modern yang berbasis pada kreativitas dan kemandirian ekonomi. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dalam pembukaan Pelatihan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura yang diselenggarakan Sekolah Agribisnis Kreatif Sukabumi di Kawasan Agribisnis Cikundul (KAC), Selasa (27/5/2025).

Menghadapi keterbatasan sumber daya alam seperti tambang dan industri besar, Wali Kota menegaskan bahwa Sukabumi harus membangun masa depan ekonominya melalui potensi lokal yang dikelola secara kreatif. “Kita tidak punya tambang, tapi kita punya ide. Kreativitas dan inovasi adalah kekuatan utama kita untuk bersaing,” ujar Ayep Zaki di hadapan peserta pelatihan.

Didampingi oleh Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Nuraeni Komarudin, Kepala DKP3 Adrian Hariadi, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan, Wali Kota memaparkan visi besar menjadikan Sukabumi sebagai pusat benih padi dan jagung nasional pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak kemandirian pangan sekaligus pengungkit ekonomi pertanian lokal.

Tak hanya sektor hulu, Pemkot Sukabumi juga fokus pada penguatan sektor hilir, termasuk pengolahan hasil pertanian yang bernilai tambah. Pelatihan di KAC menjadi bagian dari strategi menyulap produk pertanian menjadi komoditas unggulan yang dapat bersaing di pasar.

Ayep Zaki juga menguraikan strategi penguatan fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi peran BUMD, BLUD, serta pengelolaan pajak dan retribusi secara transparan. Salah satu program unggulan adalah kampung wakaf yang dikolaborasikan dengan program bantuan untuk UMKM dan pelaku usaha ultra mikro.

“Kami sudah salurkan bantuan ke 58 UMKM, dan akan terus bergulir ke wilayah lain setiap bulan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk ekonomi kerakyatan yang kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integritas dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, visi pembangunan tidak akan berjalan jika tidak dijalankan oleh aparatur yang jujur dan amanah. “Kota ini membutuhkan birokrasi yang bersih dan melayani, bukan transaksional,” tegasnya.

Pelatihan yang digelar ini tidak hanya menjadi sarana edukasi teknis, tetapi juga cerminan transformasi Sukabumi sebagai kota dengan ekosistem agribisnis modern dan berkelanjutan, yang berpihak pada petani, pelaku usaha kecil, dan pembangunan ekonomi lokal berbasis inovasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wakili Kecamatan Nagrak, Nathan Tempati Posisi 3 Bersama Cabor Tenis Meja O2SN SD Tingkat Kabupaten Sukabumi 

0

Wartain.com || Mewakili Kecamatan Nagrak, Nathan Maulana meraih juara 3 bersama cabang olahraga Tenis Meja pada ajang O2SN SD atau Lomba Bakat Minat Olahraga Siswa (LBMOS) SD  tingkat Kabupaten Sukabumi, bertempat di SDN Model Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Selasa 27/05/2025.

Nathan yang duduk di bangku kelas 4 SDN 3 Pawenang tersebut, hanya menempati posisi 3 bersama, setelah sebelumnya kandas di babak semi final.

Pada babak semi final, Nathan berhasil dikalahkan oleh perwakilan Kecamatan Kebonpedes, Zabda Lukissa Fairuz dalam pertarungan 4 set dengan skor 1-3.

Sebelum babak semi final, Nathan berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah. Pada babak 32 besar Nathan di tantang oleh perwakilan Kecamatan Cisaat, Ia bisa menyudahi perlawanan dengan skor 3-0.

Memasuki babak 16 besar, Nathan ketemu perwakilan Kecamatan Cisolok. Pun seperti babak 32 besar, Nathan tidak mendapatkan perlawanan berarti dari kompetitornya, Ia berhasil unggul dengan skor 3-0.

Di babak berikutnya atau perempat final, Nathan ditantang utusan dari Kecamatan Cidahu. Walaupun sempat mendapatkan perlawanan, Nathan berhasil mengatasi gigihnya atlit dari Cidahu dengan skor 3-0.

Di babak semi final, Nathan mendapatkan musuh yang seimbang. Melawan utusan dari Kecamatan Kebonpedes, Zabda Lukissa Fairuz, Nathan bermain 4 set. Lewat pertarungan yang sangat ketat dan terus kejar mengejar angka, Nathan tidak kuasa mengalahkan Zabda alias Boy. Perlawanan Nathan berhasil dihentikan oleh Boy dengan skor 1-4.

Ditemui wartain.com setelah selesai pertandingan, Nathan mengungkapkan perasaan gembiranya walaupun belum  menjadi yang terbaik di Cabor tenis meja ajang O2SN SD tingkat Kabupaten Sukabumi untuk mewakili sekolahnya dan Kecamatan Nagrak.

Foto : Aab

“Ini untuk kedua kalinya Saya gagal dan tidak dapat juara 1. Pada tahun yang lalu juga sama, tapi, Saya sangat senang. Mudah-mudahan di tahun berikutnya saya bisa menjadi yang terbaik,” ucap Nathan singkat.

Sementara itu, pelatih yang sekaligus orangtua kandung Nathan, Yudi Sutiadi mengungkapkan bahwa belum berhasilnya Nathan dalam Cabor tenis meja, itu memang lawan-lawannya yang lebih siap.

“Sampai di titik ini juga sudah Alhamdulillah. Sebenarnya kalau untuk kualitas ke empat peraih posisi 4 besar itu sama-sama setara. Hanya saja siapa yang paling siap, inilah hasilnya,” ungkap Yudi.

Selanjutnya, untuk tahun depan dirinya akan terus menggembleng dan memberikan porsi latihan yang akan ditambah, terutama fokus dan mental bertanding.

“Ya, nanti di tahun berikutnya persaingan akan lebih ketat. Saya akan terus gembleng, baik skill, strategi, fisik maupun mental bertanding,” lanjut Yudi.

Yudi berharap, pada ajang O2SN berikutnya, Nathan bisa menampilkan permainan terbaiknya, sehingga menjadi kampiun sesuai dengan harapan.

“Di tahun berikutnya, Saya berharap Nathan bisa meraih juara 1. Tentunya dengan kesiapan yang matang,” pungkas Yudi.

Sebagai informasi tambahan, untuk juara Cabor Tenis Meja O2SN SD Tingkat Kabupaten Sukabumi adalah sebagai berikut : Juara 1, Aden Yusuf Jaelani perwakilan Kecamatan Sukaraja. Juara 2, Zabda Lukissa Fairuz perwakilan Kecamatan Kebonpedes, Juara 3 bersama, Nathan Maulana perwakilan Kecamatan Nagrak dan  Naufal Rasyid Sidiq perwakilan dari Kecamatan Ciemas.***

Foto : Aab

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Dul

PLN UID Jawa Barat Dukung Upaya Kerja Sama Internasional Pemprov Jabar dengan Provinsi Chungcheongnam – Korea Selatan

0

Wartain.com || PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mendukung penuh langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjalin kemitraan internasional dengan Provinsi Chungcheongnam, Korea Selatan. Hal ini ditandai dengan kehadiran General Manager PLN UID Jawa Barat dalam agenda Courtesy Call yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Courtesy Call yang dihadiri Gubernur Chungcheongnam-do Kim Tae Heum dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini menjadi momentum penting dalam membuka peluang kerja sama lintas negara di bidang energi bersih, teknologi ramah lingkungan, ekonomi hijau, serta pembangunan berkelanjutan. PLN UID Jawa Barat turut hadir sebagai representasi sektor energi yang siap mendorong terciptanya ekosistem energi masa depan yang lebih hijau dan modern.

Bentuk dukungan PLN UID Jabar dalam mendukung transisi energi di wilayah Jawa Barat diwujudkan melaui berbagai inisiatif strategis, mulai dari pengembangan layanan berbasis green energy, penyediaan infrastruktur kendaraan listrik seperti SPKLU, hingga digitalisasi layanan kelistrikan.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, menyambut baik langkah kolaboratif ini dan menilai bahwa kerja sama internasional menjadi jembatan penting dalam pertukaran teknologi dan inovasi di sektor energi.

“PLN UID Jawa Barat siap berperan aktif mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang diusung Pemprov Jabar. Melalui sinergi lintas negara seperti ini, kami optimis tercipta lompatan besar dalam pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia,” ujar Tonny, Senin 26/05/2025.

PLN terus berkomitmen menjadi mitra utama pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian target net zero emission Indonesia pada tahun 2050. Partisipasi PLN dalam forum-forum internasional mencerminkan transformasi perusahaan menuju entitas energi global yang tangguh, inovatif, dan kolaboratif.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)