26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 568

Andang Tjahjandi Resmi Dilantik sebagai Sekda Kota Sukabumi Secara Daring

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi resmi melantik Andang Tjahjandi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif pada Rabu (28/5/2025). Pelantikan dilakukan secara daring lantaran Andang saat ini tengah melakukan ibadah haji.

Selain pengukuhan Sekda, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, juga melantik sejumlah pejabat lainnya yang terdiri dari 11 pejabat eselon III, 6 pejabat eselon IV, serta 1 pejabat fungsional. Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Asep Suhendrawan, dan jajaran aparatur Pemkot Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa pengangkatan Sekda definitif ini menjadi bagian penting dari proses penataan birokrasi di lingkungan Pemkot Sukabumi, terlebih menjelang berakhirnya masa jabatan Penjabat Sekda pada 6 Juni mendatang.

“Pelantikan hari ini untuk memastikan keberlangsungan kepemimpinan birokrasi yang solid. Dengan selesainya masa tugas Penjabat Sekda, maka kita tetapkan Sekda definitif untuk menjalankan tugas-tugas strategis pemerintahan ke depan,” kata Ayep Zaki.

Ia menjelaskan bahwa pengangkatan tersebut telah melewati prosedur panjang dan mendapatkan persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Gubernur Jawa Barat, dan Kementerian Dalam Negeri. “Seluruh tahapan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa dinamika mutasi, rotasi, dan promosi jabatan merupakan hal yang wajar dalam manajemen pemerintahan. Menurutnya, penyegaran jabatan ini dibutuhkan untuk menjaga efektivitas kinerja organisasi.

“Praktik rotasi dan promosi jabatan adalah hal yang lumrah dalam sistem birokrasi. Ini bukan sesuatu yang luar biasa, semua daerah melakukan hal serupa,” tegasnya.

Lebih jauh, Ayep Zaki menekankan pentingnya soliditas seluruh jajaran ASN. Ia meminta agar seluruh pegawai bersatu dalam satu barisan kepemimpinan tanpa membentuk kelompok-kelompok yang dapat menghambat sinergi kerja.

“Tidak ada ruang untuk friksi. Semua harus berada dalam satu komando, satu kepemimpinan, untuk mencapai tujuan bersama,” tuturnya.

Dalam arahannya, Wali Kota kembali menggarisbawahi pentingnya upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai prioritas utama. Ia mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi dengan unit kerja masing-masing.

“Segera lakukan koordinasi dan pembenahan internal. Jadikan peningkatan PAD sebagai semangat kolektif. Kalau keuangan daerah kuat, kesejahteraan pegawai pun ikut meningkat,” katanya.

Selain PAD, ia juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan serta kemandirian fiskal sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, stabilitas fiskal akan berperan besar dalam mendukung program-program kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para pejabat yang baru menempati posisinya, sekaligus sebagai momen untuk memperkuat koordinasi antar-instansi demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Akibat Terpeleset, Seorang Anak Laki-laki Hilang di Sungai Cimandiri

0

Wartain.com || Anak laki laki usia 13 hilang tenggelam di sungai Cimandiri tepatnya di Leuwi Panjang Sungai Cimandiri Kp.Kosambi RT 11/RW 03 Desa Padabeunghar Kec Jampangtengah Kab sukabumi, Rabu 28/05/2025.

Menurut laporan Dadi Supardi P2BK Jampang Tengah kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.30. WIB

“Sekira Pukul 07:00 WIB, 6 orang anak usia sekitar 13 Tahun pergi ke sungai Cimandiri hendak mengantar Ekorban berinisial (E) 13 Tahun untuk BAB Karena terpeleset dan tidak bisa berenang korban terjebur dan tenggelam ke sungai,” ucapnya.

Dari informasi yang didapatkan korban sempat meminta bantuan kepada temannya (D) dengan melambaikan tangan.

“Dapa sempat memberikan pertolongan namun tidak berhasil bahkan (D) sendiri hampir ikut tenggelam karena tidak bisa berenang namun Depa berhasil diselamatkan oleh rekan yang lain (A) 13 Tahun,” tambahnya.

Lanjut Dedi menerangkan temen korban selanjutnya melapor ke warga sekitar dan orang tua korban.

Saat ini korban masih dalam pencarian dibantu P2BK Jampang Tengah, Koramil, Polsek serta unsur lainnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Ibu dan Anak di Sukabumi

0

Wartain.com || Dua pria yang menjadi tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap seorang ibu dan anaknya di Kota Sukabumi berhasil diamankan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 1 Mei 2025, di Jalan Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros.

Kedua tersangka, yakni YD alias D (47) dan H alias D (30), ditangkap di dua lokasi berbeda. YD diamankan di kawasan Jakarta Barat pada 12 Mei, sementara H ditangkap di rumah kostnya di Kalimantan Tengah pada 16 Mei.

“Alhamdulillah, dalam waktu dua pekan kami berhasil mengungkap kasus penyiraman air keras yang mengakibatkan dua korban, seorang ibu berinisial YA (36) dan anaknya yang masih berusia 7 tahun, mengalami luka bakar,” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, Rabu (28/5/2025).

YD, warga Tamansari, Jakarta Barat, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, ditangkap di sekitar salah satu hotel di kawasan Mangga Besar. Sementara itu, H, seorang buruh tambang asal Palangkaraya, diamankan di Jalan Baun Bango, Desa Kerengpangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

“YD berperan sebagai pengendara sepeda motor yang mengantar pelaku utama, sementara H merupakan pelaku yang menyiramkan cairan air keras ke arah korban,” jelas Rita.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor, sebuah helm, dan satu kaleng bekas makanan kucing yang diduga digunakan sebagai wadah air keras.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa pelaku H memiliki hubungan asmara jarak jauh dengan korban YA sejak tahun 2024. Namun hubungan tersebut berakhir pada Maret 2025. H disebut merasa cemburu setelah melihat unggahan media sosial YA yang menunjukkan kedekatannya dengan beberapa teman.

“H diketahui kerap memantau aktivitas korban melalui media sosial. Rasa cemburu membuatnya nekat datang ke Sukabumi untuk melakukan aksi keji tersebut,” imbuh Kapolres.

Perjalanan H dimulai dari Kalimantan pada 29 April 2025. Ia sempat singgah di Jakarta untuk mencari air keras, yang dibelinya melalui media sosial seharga Rp800 ribu. Setelah itu, ia menghubungi YD dan meminta untuk diantar ke Sukabumi, membayar jasa ojek sebesar Rp750 ribu.

Setibanya di Sukabumi pada 1 Mei dini hari, keduanya menunggu di depan perumahan korban yang sebelumnya telah dikenali H saat mengirimkan sepeda untuk anak korban. Saat korban dan anaknya tengah berkendara menggunakan sepeda motor, kedua pelaku membuntuti lalu menyalip kendaraan korban. Saat itulah H menyiramkan cairan kimia ke arah korban dan langsung melarikan diri bersama YD.

Kini kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sukabumi Kota. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, antara lain Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman sembilan tahun penjara, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman lima tahun penjara, serta Pasal 76C juncto Pasal 80 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman lima tahun penjara.***(RAF)

Editor : Aab Abdul.Malik

Wabup Andreas dan FSKSS Bahas Persiapan Meraih Swasti Saba Wistara Paripurna

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H.Andreas menerima Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) di Pendopo Sukabumi, Rabu 27 Mei 2025.

Ketua FSKSS Hj.Yani Jatnika Marwan menyampaikan berbagai persiapan untuk meraih predikat swasti saba wistara paripurna Yaitu penghargaan tertinggi di bidang Kesehatan. Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Kesehatan RI kepada kota/kabupaten yang memenuhi standar Kesehatan tertinggi.

“Kita bergerak cepat untuk menyempurnakan berbagai kekurangan. Apalagi tujuan kita untuk mendapatkan swasti saba wistara paripurna,” ujar Ketua FSKSS.

Menurutnya Kabupaten Sukabumi harus bergerak cepat dalam berbagai hal untuk menyiapkan 9 Tatanan yang menjadi prioritas.

Wabup Andreas dan FSKSS Bahas Persiapan Meraih Swasti Saba Wistara Paripurna ( foto : Istimewa)

“Dokumen sudah dikirim ke Propinsi melalui SIPANTAS ( Sistem Informasi Pantau Kabupaten Kota Sehat ), Kita harus menyiapkan segala hal. Ini bukan wistara biasa, tapi paripurna. Mari kita berkomitmen dan bersemangat untuk mendapatkannya,” tambah Hj. Yani.

Wabup mengatakan Kabupaten Sukabumi sehat merupakan dambaan semua, karena itu target meraih Swasti Saba Wistara Paripurna tentunya perlu dukungan semua baik stakeholder maupun warga masyarakat itu sendiri.

“Semua harus ikut berpartisipasi meningkatkan derajat kesehatan sehingga apa yang di dambakan akan bisa kita raih,” ujarnya.

Wabup juga menegaskan adanaya sinergi dan kolaborasi semua pihak akan mendapat dampak positif bagi Kabupaten Sukabumi.

“Kedepan kita dorong terus dan libatkan semua unsur untuk meraih Swasti Saba Wistara Paripurna Mudah mudahan dengan persiapan yang matang dari seluruh unsur, kita bisa meraihnya untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi Gelar Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi menggelar Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan bersama puluhan pemilik kios pangan l, bertempat di gedung DKP, Kabupaten Sukabumi, Rabu 27/05/2025.

Langkah tersebut diambil, dalam rangka menyeimbangkan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat serta mengontrol harga yang dijual kepada konsumen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Hari Riyadi mengatakan, kios pangan merupakan garda terdepan dalam menjaga stok dan stabilitas harga yang ada di pasaran.

“Sebagai wujud dukungan terhadap asta cita Presiden Prabowo, kita harus menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan,” kata Hari.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi Gelar Rakor Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (foto : Aab)

“Pemerintahan sekarang kan kita sama-sama tahu, konsentrasinya adalah : Ketahanan Pangan, Kopdes Merah Putih, Program MBG serta Koperasi Usaha Rakyat. Mari kita dukung itu semua lewat kekuatan kios pangan,” tambah Hari.

Hari berharap, kios pangan di Kabupaten Sukabumi, bisa menjadi jembatan antara konsumen dengan penjual untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan harga yang murah dan terjangkau.

“Kios pangan jangan terlalu memikirkan untung yang besar. Walaupun kecil kita bisa membantu masyarakat. Saya harap ada keselarasan antara kios pangan dan konsumen yang membutuhkan,” harap Hari.***

Foto : Aab

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemberangkatan PMI Ilegal Kembali Berhasil Digagalkan KemenP2MI

0

Wartain.com || KemenP2MI kembali menggagalkan keberangkatan seorang calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal di Kota Dumai, Riau pada Selasa (27/5/2025).

Pencegahan dilakukan melalui tim BP3MI Riau berdasarkan informasi yang kemudian ditelusuri benar ada seorang CPMI perempuan difasilitasi calo mencoba masuk ke Malaysia untuk kerja secara ilegal.

Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan bilang, korban diberangkatkan dari Jawa Timur melalui Bandara Juanda Surabaya dan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru pada Selasa (27/5/2025) pagi.

Bergerak cepat, tim BP3MI Riau berkoordinasi dengan Polres Dumai menelusuri keberadaan korban di Pekanbaru. Keberadaannya kemudian terdeteksi di Dumai.

Korban di Dumai diatur calo menginap semalam, kemudian menempuh jalur darat menuju pelabuhan untuk masuk ke Malaysia keesokan harinya.

Namun, niat tersebut kandas. Korban berhasil diamankan petugas di sebuah wisma penginapan sebelum hendak ke pelabuhan.

Korban lalu dibawa ke Polres Dumai untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara sang calo masih dalam kejaran petugas.

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengingatkan, sudah banyak kasus ekploitasi dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dialami masyarakat Indonesia yang nekat berangkat kerja ke luar negeri secara ilegal.

“Menghindari TPPO dengan berangkat prosedural. Selain mendapatkan penghasilan, terjamin dan aman,” kata Menteri Karding di Jakarta, Selasa (27/5/2025).***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Menteri P2MI Hadiri Pelantikan DPP Kongres Advokasi Indonesia, ini Permintaannya!

0

Wartain.com || Menteri Karding menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kongres Advokat Indonesia, Selasa (27/5/2025). Dalam sambutannya, Karding mengucapkan selamat kepada Siti Jamaliah Lubis yang terpilih sebagai Ketua Umum Kongres Advokat Indonesia periode 2025-2030.

Ia berharap organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi nyata, terutama dalam pelindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia. Karding menyampaikan tiga poin penting yang diharapkannya dari Kongres Advokat Indonesia.

Pertama, ia meminta agar organisasi ini dapat memberikan bantuan hukum bagi pekerja migran Indonesia yang membutuhkan pendampingan di luar negeri.

Kedua, mendorong peran aktif dalam advokasi kebijakan hukum, termasuk revisi regulasi dan pendampingan perjanjian internasional terkait pekerja migran Indonesia.

Ketiga, Karding menekankan pentingnya edukasi hukum bagi pekerja migran Indonesia agar mereka memahami hak-haknya.

Menurutnya, “Jika tiga hal ini dapat diwujudkan melalui kolaborasi KemenP2MI dan Kongres Advokat Indonesia, maka ekosistem perlindungan PMI akan semakin kuat,” tutur Karding.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sukabumi Naik Peringkat dalam Indeks Kota Toleran 2024, Kini Masuk 6 Besar Nasional

0

Wartain.com || Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati posisi ke-6 dalam ajang Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang diselenggarakan oleh SETARA Institute. Prestasi ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana Sukabumi berada di peringkat ke-8.

Penghargaan IKT 2024 diserahkan dalam sebuah seremoni di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (27/5/2025), dan diterima langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang hadir bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Sukabumi.

“Alhamdulillah, tahun ini Sukabumi naik ke peringkat enam sebagai kota paling toleran di Indonesia. Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi hasil dari kolaborasi seluruh lapisan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen untuk memperkuat toleransi dan keberagaman agar tahun depan bisa menembus lima besar,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki dalam wawancara seusai acara.

Indeks Kota Toleran merupakan alat ukur tahunan yang dikembangkan oleh SETARA Institute untuk menilai implementasi nilai-nilai toleransi di berbagai kota di Indonesia. Pada tahun 2024, penilaian melibatkan 94 kota dengan mempertimbangkan empat aspek utama: regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, serta kondisi demografi sosio-keagamaan.

Kota Sukabumi meraih skor 5.968 dan berhasil masuk dalam 10 besar kota paling toleran. Proses pengumpulan data dilakukan oleh Bappeda Kota Sukabumi dengan dukungan dari Bakesbangpol dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

SETARA Institute menilai bahwa Sukabumi mampu menjaga keseimbangan antara kebijakan pemerintah dan dinamika sosial masyarakat dalam menciptakan iklim yang mendukung toleransi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berstatus sebagai kota kecil di Jawa Barat, Sukabumi memiliki semangat besar dalam mempromosikan nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, dan kemanusiaan.

Wali Kota Ayep Zaki juga menegaskan bahwa capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat kebijakan inklusif yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kerukunan antar umat beragama.

“Peringkat ini bukan tujuan akhir, melainkan titik awal untuk terus melangkah maju. Kami ingin Sukabumi menjadi contoh nyata kota yang harmonis, damai, dan inklusif di tengah keberagaman Indonesia,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kalapas Cianjur Ikuti Pengarahan Direktur TI dan Kerja Sama Pemasyarakatan

0

Wartain.com || Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Eris Ramdani, mengikuti kegiatan pengarahan yang disampaikan oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Bapak Hilal, bertempat di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Bandung Selasa, 27/05/2025.

Dalam arahannya, Direktur TI dan Kerja Sama Pemasyarakatan menegaskan pentingnya menindaklanjuti program prioritas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta praktik pungutan liar di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Selain itu, beliau juga mendorong optimalisasi program kemandirian narapidana guna mendukung ketahanan pangan nasional serta peningkatan pendapatan melalui produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola melalui koperasi.

Selain itu dalam arahannya beliau menyampaikan pentingnya evaluasi pengadaan barang dan jasa, peningkatan kewaspadaan terhadap isu integritas, penertiban fasilitas wartelsus (warung telepon khusus), serta penanganan permasalahan kelebihan kapasitas (overcrowding) di lapas dan rutan.

Dalam mendukung program kemandirian, Hilal menyebutkan bahwa sejumlah sektor dapat dioptimalkan, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, serta pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Beliau juga mendorong satuan kerja (satker) untuk mengelola unit usahanya secara lebih profesional dengan bergabung menjadi anggota Induk Koperasi Pemasyarakatan Indonesia.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Lapas Cianjur, Eris Ramdani, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program-program yang telah di canangkan. “Lapas Cianjur siap untuk memberantas peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta pungutan liar di dalam lapas, sebagaimana arahan yang telah disampaikan. Kami ingin Lapas Cianjur menjadi bagian dari pemasyarakatan yang membawa citra positif di tengah masyarakat,” tegasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Siap-siap! Anak Sekolah Tidak Boleh Keluyuran Malam Hari

0
Oplus_131072

Wartain.com || Demi mewujudkan Jabar Istimewa, Gubernur Dedi Mulyadi mengeluarkan Surat Edaran yang ditunjukan untuk seluruh siswa yang ada di Jawa Barat.

Surat Edaran bernomor : 51/PA.03/Disdik, tentang Penerapan Jam Malam Bagi Peserta Didik untuk Mewujudkan Generasi Panca Waluya Jawa Barat Istimewa tersebut, ditunjukkan untuk seluruh Bupati/Wali Kota, Camat, Kades/Lurah, Kemenag dan Disdik.

Dimana dalam Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa terbitnya SE adalah untuk membentuk generasi yang Cageur,  Bageur, Bener, Pinter tur Singer.

Diketahui, ada 4 poin penting yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat yang ada di Jawa Barat, yaitu :

1.  Penerapan pembatasan kegiatan peserta didik di luar rumah pada malam hari, mulai pukul 21.00 – 04.00.

2. Peserta didik yang dimaksud pada poin 1 adalah seseorang yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus.

3. Bersama-sama melakukan pembinaan dan pengawasan dalam penerapan pembatasan kegiatan sebagaimana yang dimaksud pada poin 1, saling berkoordinasi : Bupati/Walikota, Camat sampai Kepala Desa/Lurah dan satuan pendidikan/masyarakat. Serta Disdik Jabar berkoordinasi dengan satuan pendidikan menengah/khusus.

4.  Bupati/Wali Kota berkoordinasi dengan Disdik Kabupaten/Kota dan Disdik Jabar serta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jabar, dalam rangka pelaksanaan pembinaan dan pengawasan  sebagai mana di maksud pada poin 1.

Adapun pengecualian, khusus pada poin 1, bisa tidak dilaksanakan apabila:

a. Peserta didik sedang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah atau pendidikan resmi

b. Peserta didik mengikuti kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan tempat  tinggal atas sepengetahuan orang tua/wali

c. Peserta didik sedang berada di luar rumah bersama orangtua/wali

d. Kondisi keadaan bencana atau darurat

e. Kondisi lainnya dengan sepengetahuan orangtua/wali.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)