26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 570

Ketum SMSI Firdaus Bersama Sekjen Makali Kumar Terima Kunjungan Tim KPK untuk Cegah Korupsi di Sektor Usaha Media Siber

0

Wartain.com || Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan kerja ke kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jl Veteran II – Jakarta Pusat, Selasa pagi 27/05/2025.

Kunjungan dimulai sejak pukul 08.30 sampai dengan pukul 11.00 tersebut, selain untuk bersilaturahmi, juga audensi dengan jajaran Pimpinan SMSI Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, baik KPK maupun SMSI sepakat untuk kerja sama strategis dalam upaya pencegahan korupsi di sektor usaha, khususnya media massa/media siber yang ada di Indonesia.

Rombongan Direktorat Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipimpin langsung oleh Kepala Satgas II, Roro Wide Sulistyowati didampingi tiga orang jajarannya, yakni Angga Hardimasta, Zul Bahari, dan Wahyu Firmasnsyah.

Dari pihak SMSI Pusat, audensi itu diterima langsung oleh Ketua Umum Firdaus bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) H. Makali Kumar, SH, dan tim humas Nasky dan Benny Hasibuan.

Dalam kunjungan kerja itu, Roro Wide memaparkan tugas dan fungsi Dit AKBU, serta menjelaskan alasan pembentukan direktorat ini, untuk membangun budaya antikorupsi di lingkungan dunia usaha, termasuk di lingkungan pers.

“Direktorat ini dibentuk sebagai langkah strategis untuk memberikan edukasi dan membangun budaya antikorupsi di lingkungan dunia usaha. Termasuk dunia usaha di lingkungan pers yang ada di Indonesia. Kami ingin mendapatkan informasi dan masukan dari SMSI dalam mencegah korupsi dan membangun budaya antikorupsi, ” ujar Roro Wide,

Perempuan asal Jawa Barat ini selanjutnya menjelaskan tentang upaya KPK dalam melakukan pencegahan dan membangun budaya antikorupsi sejak dini di lingkungan dunia usaha. Baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan program. Sehingga dalam dunia usaha di lingkungan pers ini, pihaknya mengharapkan masukan-masukan strategis dari organisasi pers, seperti SMSI, untuk dijadikan bahan pertimbangan KPK dalam mengambil keputusan dan langkah strategis. Dari mulai pembuatan badah hukum perusahaan penerbitan media siber, melaksanakan usaha dalam industry pers yang bersumber dari anggaran pemerintah, maupun lainnya.

Sementara itu, Ketum SMSI Firdaus menyambut antusias kedatangan tim dari KPK tersebut. Dia memaparkan secara makro tentang sejarah pers, industri pers maupun perkembangan pers dewasa ini yang sedang tidak baik-baik saja. Karena masyarakat kebanjiran berita dari medsos (media sosial) dan media digital lainnya, termasuk platform-platform asing.

“SMSI yang terbentuk pada tahun 2017 dan kini sudah beranggota mencapai 2700 perusahaan media siber di Indonesia, terus berusaha bertahan dalam industry pers. Sebagai organisasi perusahaan pers yang jumlah anggotanya terbesar di Indonesia, bahkan dunia, SMSI bertekad untuk terus bersinergi dengan semua pihak, termasuk KPK dalam mencegah korupsi dan membangun budaya antikorupsi,” jelas Firdaus.

Untuk melalukan upaya pencegahan Korupsi dan membangun budaya antikorupsi di lingkungan industry pers, SMSI siap bekerjasama dengan KPK melakukan edukasi ke seluruh anggota SMSI di berbagai daerah di Indonesia, baik lewat workshop, seminar, pelatihan maupun lainnya. Termasuk juga, ikut melakukan monitoring dalam pelaksanaan program-program usaha pers yang bersumber dari dana pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Baik itu program publikasi maupun hibah untuk peningkatan SDM insan pers, lewat Uji Kopentensi Wartawan (UKW) melalui Dewan Pers, Hari Pers Nasional (HPN) maupun lainnya.

“Kami berharap audiensi ini menjadi awal dari kemitraan yang bermanfaat dalam menciptakan ekosistem usaha yang bersih dan berintegritas, antara KPK dan SMSI. Khususnya dalam usaha di lingkungan Pers di Indonesia,” harap Firdaus yang mengenakan baju batik warna coklat muda ini.

Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama antara pengurus teras SMSI dengan tim KPK sebagai simbol komitmen kuat, untuk menjalin sinergi dalam pencegahan korupsi. (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Musorkotlub Jadi Momentum Transformasi Tata Kelola Olahraga Sukabumi

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk mendorong profesionalisme dan tata kelola yang transparan dalam dunia olahraga. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Sukabumi periode 2025–2029 yang digelar di Hotel Balcony, Selasa (27/5/2025).

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas dan persatuan dalam membangun fondasi olahraga yang kuat. “Sebagai kepala daerah, saya dipilih untuk menyatukan semua elemen masyarakat, termasuk insan olahraga, untuk menciptakan pemerintahan dan manajemen olahraga yang jujur, adil, dan akuntabel,” ujarnya.

Ayep Zaki menyoroti pentingnya identifikasi cabang olahraga unggulan dan pembangunan tim profesional seperti PERSSI sebagai wajah prestasi kota. “Kita perlu membangun sistem yang bukan hanya mengandalkan semangat, tapi juga didukung oleh tata kelola yang profesional, serta dukungan anggaran yang memadai,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kemajuan olahraga tak bisa dilepaskan dari kekuatan fiskal daerah. Dukungan anggaran untuk atlet dan pelatih berprestasi menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah dalam memajukan olahraga prestasi.

Ketua Panitia Musorkotlub, Emal Hadi Pasha, menyampaikan bahwa forum ini diadakan untuk menetapkan kepengurusan baru KONI Kota Sukabumi periode 2025–2029. Dengan tema “Ayeuna Waktuna Ngahiji, Ayeuna Waktuna Berprestasi,” kegiatan ini mengusung semangat perubahan menuju organisasi olahraga yang lebih solid dan terarah.

Plt. Ketua KONI, Anton, juga menyampaikan bahwa tugas utamanya adalah menciptakan kesatuan di tubuh KONI agar siap menyongsong tantangan pembinaan atlet di masa mendatang. Sementara itu, perwakilan KONI Jawa Barat, Adrian Teja Kusumah, menggarisbawahi pentingnya efektivitas dan efisiensi kerja dalam tubuh KONI.

“Organisasi olahraga harus dijalankan dengan tata kelola yang profesional. Kepengurusan baru nantinya harus bisa menjadi motor penggerak kemajuan olahraga di Sukabumi,” ujarnya.

Musorkotlub bukan hanya forum regenerasi kepemimpinan, tetapi juga momentum strategis untuk mengubah wajah olahraga Sukabumi ke arah yang lebih modern, terukur, dan berprestasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Sukabumi Tandatangani Kesepakatan Bersama PENGDA INI, Tunjang Legalitas Kopdes Merah Putih  

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dengan Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (PENGDA INI) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Selasa, 27 Mei 2025. Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut berkaitan program pembangunan daerah dan peningkatan hukum di Kabupaten Sukabumi. Di mana salah satu berkaitan percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini.

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

H. Asep Japar mengatakan, pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih ditargetkan selesai di Juni nanti. Maka dari itu, kesepakatan bersama ini untuk menunjang percepatan pembentukan. Terutama dari sisi legalitas.

“Dari jumlah notaris yang ada di Sukabumi, semoga bisa mengakomodir pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih sesuai tenggat waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Sukabumi merupakan daerah yang paling awal membentuk program koperasi gagasan Presiden H. Prabowo Subianto di Jawa Barat. Hal itu berkat kesigapan dan kerja keras semua pihak.

“Pembentukan koperasi desa merah putih, kita paling awal di Jabar. Semoga Juni nanti bisa terselesaikan akta notarisnya,” ucapnya.

Apalagi, tujuan pembentukan koperasi ini sangatlah mulia. Terutama dalam menyejahterakan masyarakat di pedesaan atau kelurahan.

“Tujuan akhirnya untuk menyejahterakan perekonomian masyarakat pedesaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PENGDA INI Buddy Setia Permana mengaku optimis bisa menyelesaikan legalitas koperasi. Apalagi dengan jumlah notaris yang ada di Kabupaten Sukabumi.

“Kita punya puluhan notaris yang punya registrasi untuk mengeluarkan akta koperasi. Kita yakin bisa menyelesaikannya sesuai target. Dengan semangat kebangsaan dan kebersamaan, kita yakin bisa melaksanakannya,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wabup Sukabumi Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Kampung Cileungsi Desa Citarik 

0

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Palabuhanratu beberapa hari lalu menyebabkan aliran sungai di Kampung Cileungsi, Desa Citarik meluap hingga menggenangi Jalan Nasional. Merespon adanya kejadian tersebut Wakil Bupati Sukabumi H Andreas langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi dampak banjir tersebut, Selasa (27/5/2025).

Wabup Andreas mengatakan pemerintah akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada langkah penanganan cepat dan jangka panjang.

Adanya kondisi tersebut Wabup menekankan pentingnya sinergi antar instansi untuk mengatasi persoalan banjir, terutama di jalur vital seperti Jalan Nasional ini.

Banjir yang melanda jalur nasional ini sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas, meski tidak ada laporan korban jiwa. Namun, warga tetap diminta waspada mengingat potensi bencana susulan masih ada.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Andreas juga menyambangi salah satu perusahaan tambang di wilayah sekitar, yakni CV Cikadu Berkarya. Kunjungan dilakukan untuk memastikan legalitas operasional perusahaan serta dampaknya terhadap lingkungan.

“Kita tidak bisa berasumsi bahwa tambang ini menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan. Namun, kita mendorong agar perusahaan segera memperpanjang izin operasionalnya,” katanya.

Wabup menegaskan, jika perusahaan telah mengantongi izin resmi, maka status legalitasnya harus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kalau izinnya lengkap, berarti memang sudah disetujui oleh pemerintah. Hanya saja, perusahaan tetap harus memenuhi hak dan kewajibannya. Ketika mereka berusaha di sini, semua perizinan dimudahkan, tapi tidak boleh melanggar aturan yang berlaku,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kapolres Cianjur Memberlakukan Kebijakan Jam Malam Bagi Anak Sekolah

0

Wartain.com || Kapolres Cianjur, AKBP Rohman Yonky Dilatha, S.I.K., M.Si., M.H., memberlakukan kebijakan jam malam yang ditujukan khusus bagi para pelajar yang masih berada di luar rumah setelah pukul 20.00 WIB, Senin 26/05/2025.

Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang rentan terjadi pada malam hari.

Dalam keterangannya, Kapolres Cianjur menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah sesuatu yang baru. Ia menyebutkan “Bahwa penerapan jam malam bagi pelajar telah berlangsung sejak dua tahun terakhir, sebagai upaya nyata untuk melindungi dan membina para pelajar di Kabupaten Cianjur,” ucapnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan terhadap potensi kenakalan remaja, serta bentuk komitmen Polres Cianjur dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman dan kondusif.

Dalam implementasinya, kebijakan ini juga mengedepankan sinergi lintas sektor melalui kolaborasi pentahelix, yang melibatkan unsur pemerintahan, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

Dalam pelaksanaannya, Polres Cianjur menerapkan pendekatan yang bersifat komprehensif. Kegiatan patroli rutin dilakukan secara intensif di sejumlah titik rawan, seperti taman kota, warung internet, dan tempat-tempat nongkrong, guna memastikan tidak ada pelajar yang berkeliaran tanpa alasan yang jelas.

Meski demikian, kebijakan ini tetap mempertimbangkan pengecualian, antara lain bagi pelajar yang mengikuti kegiatan sekolah, kegiatan keagamaan, atau yang tengah membantu pekerjaan orang tua. Pendekatan ini bersifat preventif, dengan harapan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

Selain pendekatan langsung di lapangan, Polres Cianjur juga menerapkan langkah persuasif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua diajak untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak di malam hari.

Sosialisasi mengenai maksud dan tujuan kebijakan ini dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat dapat memahami bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polsek Pameungpeuk Tinjau Lokasi Bencana di Jembatan Wanakari

0

Wartain.com || Sebuah insiden longsor kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Garut. Tanggul dan bagian pinggir jalan di sekitar Jembatan Kampung Wanakari, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk, di laporkan ambrol pada dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Selasa (27/05/2025).

Kejadian tersebut di sebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang memicu meluapnya debit air Sungai Paas.

Kapolsek Pameungpeuk, Iptu Bangbang Sudarsono, menyampaikan bahwa pengecekan langsung ke lokasi, dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa bagian jalan yang ambrol memiliki panjang sekitar 9 meter, lebar antara 0,5 hingga 1 meter, dan tinggi longsoran sekitar 3 meter.

Selain kerusakan pada badan jalan, kejadian ini juga mengganggu fasilitas umum berupa pipa PDAM dan kabel telepon yang tertanam di lokasi tersebut.

Jalan ini merupakan akses nasional yang menghubungkan Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Cibalong, hingga ke wilayah Tasikmalaya, sehingga dampak gangguan cukup signifikan terhadap arus lalu lintas antar wilayah.

Kapolsek menyebutkan sejumlah tindakan telah diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan, seperti pemasangan garis polisi (police line), pemasangan bambu penahan longsor, serta rambu peringatan darurat yang terbuat dari bambu dan kain bendera. Penanganan darurat juga dilakukan bersama unsur terkait dari Polsek Pameungpeuk, UPTD Damkar, relawan PB Garut, dan Kencana Pameungpeuk.

“Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi begitu mendapat laporan. Kerusakan cukup signifikan dengan panjang sekitar sembilan meter dan berdampak pada infrastruktur penting seperti pipa PDAM dan kabel telepon. Saat ini kami sudah memasang police line, rambu peringatan, dan bambu penahan sebagai langkah awal antisipasi. Kami imbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi area tersebut,” ujar Kapolsek saat di lokasi.

Hingga saat ini, proses penanganan dan pengamanan lokasi terus dilakukan sambil menunggu tindakan lebih lanjut dari instansi terkait guna perbaikan permanen.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pergeseran Tanah di Sirnajaya Ancam Bangunan Sekolah Dasar Negeri 

0

Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pasirwangi sejak senin siang hingga malam menyebabkan terjadinya pergeseran tanah di wilayah Kampung Ragamukti, Desa Sirnajaya. Akibat kejadian tersebut, pagar penahan tebing (TPT) SDN 2 Sirnajaya terancam ambruk, Selasa (27/05/2025).

Menindaklanjuti hal tersebut, anggota Polsek Pasirwangi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, retakan tanah yang terjadi memiliki panjang sekitar 24 meter dan lebar 2 meter.

Jika kondisi ini terus berlanjut, di khawatirkan akan menyebabkan kerusakan serius pada bangunan pagar sekolah.

Kapolsek Pasirwangi, IPTU Wahyono Aji, S.H., M.H., dalam laporannya menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, seperti menutup akses ke lokasi retakan tanah untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan dan memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi bencana di musim penghujan.

“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Kerugian akibat potensi kerusakan tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta, Namun kami imbau warga tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah lanjutan,” ujar IPTU Wahyono Aji.

Pihak Polsek Pasirwangi telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk perbaikan TPT dan pagar sekolah yang terancam roboh sebagai upaya pencegahan terhadap kerusakan lebih lanjut.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Toleransi dan Seni Jadi Pilar Harmoni Kota Sukabumi di Peringatan HUT ke-49 BKGS

0

Wartain.com || Perayaan Hari Ulang Tahun ke-49 Badan Kerjasama Gereja-gereja Sukabumi (BKGS) yang berlangsung di Gereja Kristen Pasundan, Senin (26/5/2025), menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat toleransi dan kolaborasi lintas agama di Kota Sukabumi. Acara ini tidak hanya menampilkan kemeriahan seni paduan suara, tetapi juga menghadirkan pesan-pesan perdamaian yang kuat dari para tokoh agama dan pemerintah.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang hadir bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), menegaskan pentingnya peran semua elemen masyarakat, termasuk komunitas gereja dan umat Islam, dalam membangun kehidupan kota yang damai dan inklusif.

“Sukabumi adalah salah satu kota toleran di Indonesia. Ini bukan hanya label, tapi tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Ayep Zaki. Ia juga menyoroti peran FKUB dan perlunya regulasi seperti Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai fondasi kebijakan kerukunan umat beragama.

Uniknya, peringatan HUT BKGS kali ini juga dimeriahkan dengan lomba paduan suara antar gereja. H. Ayep Zaki secara langsung menyerahkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para pemenang, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi seni budaya dalam mempererat persaudaraan.

Ketua BKGS, Pendeta Kristiyanto, menyampaikan bahwa organisasi ini telah menjadi wadah pemersatu gereja-gereja di Sukabumi sejak berdiri pada 25 Mei 1976. Ia juga mengumumkan bahwa BKGS kini sedang dalam proses legalisasi sebagai badan hukum setelah mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dengan tema “Selaras, Setata, Harmonis”, BKGS menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga suasana damai di tengah keberagaman. “Kami percaya, seni, iman, dan dialog yang terbuka bisa menjadi kunci menjaga Sukabumi tetap sejuk dan dikenal luas sebagai kota yang harmonis,” tutur Pendeta Kristiyanto.

Melalui kegiatan seperti ini, toleransi di Sukabumi tidak hanya menjadi wacana, tetapi hidup dalam praktik keseharian masyarakat—diperkuat oleh spiritualitas, kolaborasi antar umat beragama, dan ekspresi seni budaya yang menyatukan.***(RAF).

Editor : Aab Abdul Malik

Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan : Pelajaran dari Nabi Khidir untuk Kehidupan Modern

0
Oplus_131072

Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar

Wartain.com || Dalam Hadits Jibril, para sahabat diajarkan tentang pentingnya memahami As-Sa’ah. As-Sa’ah merupakan salah satu hal penting yang ditanyakan malak Jibril kepada Rasulullah SAW.

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ…..

” Kemudian dia (Jibril) berkata, “Beritahukan aku tentang As-Sa’ah (hari kiamat)” (HR Muslim)

Secara harfiah As-Sa’ah bermakna waktu, yang mana waktu ini memiliki siklus (Dawur) yaitu masa lalu, sekarang, dan masa depan. Dan suatu saat siklus waktu ini akan berakhir (kiamat)

Untuk Menyelami Hikmah As-Sa’ah dalam hadits Jibril yang dikaitkan dengan kiamat, mari kita belajar dari kisah Nabi Khidir di dalam surat Al Kahfi. dalam Hadits dijelaskan bahwa surat Al Kahfi memiliki kaitan erat dengan fitnah Dajjal di akhir zaman menjelang berakhirnya As-Sa’ah (kiamat).

Abu Umamah meriwayatkan hadits Rasul SAW yang berbunyi, “Sesungguhnya di antara fitnahnya, ia (Dajjal) memiliki surga dan neraka. Nerakanya adalah surga, dan surganya adalah neraka. Siapa diuji dengan nerakanya, hendaklah ia memohon pertolongan Allah SWT dan membaca awal Surat Al-Kahfi.” (HR Ibnu Majah, Tirmidzi, & Hakim)

Memahami Siklus Waktu Pada Kisah Nabi Khidir

Kisah Nabi Musa Belajar Kepada Nabi Khidir dalam Al-Qur’an dapat ditemukan dalam Surah Al-Kahfi ayat 60-82.
Dalam kisah nabi Khidir terdapat hikmah dan pelajaran (‘ibrah) yang bisa kita petik yang berhubungan dengan konsep As-sa’ah (siklus waktu), yaitu:

1. Melubangi kapal

Nabi Khidir Melubangi kapal nelayan didasarkan pada pemahaman atas pengetahuan *”masa kini”*. Ketika nabi Khidir melubangi kapal, disaat yang sama (di depan perjalanan) terdapat raja zalim yang suka merampas kapal bagus yang melewati wilayahnya. Dengan bocornya kapal, maka kapal milik nelayan miskin yang sedang ditumpangi nabi Khidir akan dipandang rusak dan tidak layak untuk disita, sehingga nelayan itu selamat (kapalnya tidak dirampas).

2. Membunuh anak kecil

Karena nabi Khidir menguasai pengetahuan *”Masa Depan”*, Nabi Khidir membunuh anak kecil tersebut, beliau tahu kalau nanti setelah besar anak itu akan menjadi orang kuat yang durhaka, membunuh orang tuanya, dan banyak membuat kerusakan kepada orang-orang yang beriman.

3. Nabi Khidir Mendirikan tembok roboh

Ini adalah buah dari pemahaman nabi Khidir dari pengetahuan tentang *”masa lalu”* atau sejarah, dimana dimasa lalu dibawah dinding tembok itu telah tersimpan harta karun peninggalan orang tua dua anak yatim yang bisa dipergunakan kelak disaat mereka dewasa.

Pelajaran dari kisah Nabi Khidir untuk kehidupan modern

Pemahaman yang mendalam tentang As-sa’ah -Masa lalu, saat ini, dan masa depan- dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengambil sikap dan keputusan. Oleh karena itu maka diperlukan Beberapa Ilmu pengetahuan yang digali dari siklus waktu, diantaranya:

a. Ilmu pengetahuan yang digali

Berdasarkan pada pemahaman waktu “masa kini” yaitu “ilmu-ilmu terapan”, contohnya seperti ilmu teknologi informasi, ilmu transportasi, ilmu politik, ilmu kontruksi, ilmu manufaktur, ilmu energi, ilmu fisika nuklir dan sebagainya.

Ilmu pengetahuan ini sangat dibutuhkan untuk Meningkatkan kualitas hidup, Meningkatkan efisiensi dan produktivitas, Meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam berbagai sektor.

Di dalam Al Qur’an sendiri banyak berbicara tentang ilmu terapan ini, Diantaranya tentang pembuatan kapal nabi Nuh (surat hud ayat :37), Pembuatan Tembok Besi Zulkarnain-Ya’juj & Ma’juj (Al-Kahfi: 96-98), dan pembuatan baju besi nabi Dawud (Al-anbiya:80)

b. Ilmu yang digali berdasarkan

Pengetahuan waktu “masa lalu” yaitu ilmu sejarah dan ilmu-ilmu yang berhubungan dengannya, contohnya seperti filologi, arkeologi, ilmu riwayat dan sebagainya.

Sejarah bukanlah dongeng masa lalu, sejarah harus difahami sebagai bagian dari siklus kehidupan yang memiliki ketersambungan dengan hari ini dan masa depan. sejarah harus menjadi landasan dalam meneguhkan perjuangan dan spirit berkemajuan, yang mana pada sejarah masa lalu itu terdapat pelajaran untuk kebaikan di hari ini dan masa depan bagi orang-orang yang berakal sehat.
Allah berfirman dalam Surat Yusuf ayat 111:

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Artinya: “Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur’an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

c. ilmu yang digali berdasarkan

Pemahaman waktu “masa depan” yaitu memahami hal-hal yang bersifat futuristik. Khususnya peluang di masa depan berdasarkan analisa data dan fakta ilmiah, contohnya seperti analisa prediksi moneter, prediksi sosial, prediksi kesehatan, prediksi politik -baik nasional, regional, maupun internasional-, Ilmu komputer dan kecerdasan buatan (AI), kajian mendalam ilmu Falak (Astrologi) dan sebagainya, begitu juga dengan analisa masa depan berdasarkan kajian Al-Qur’an dan hadits-hadits tentang akhir zaman (Eskatologi).

Kesadaran spiritual

Sebagai catatan, Ilmu-Ilmu yang diajarkan nabi Khidir diatas akan sia-sia, tidak bermanfaat, bahkan cenderung berbahaya bagi kehidupan, apabila tidak dilandasi dengan aqidah Islam (Tauhid) dan tidak dibangun diatas kesadaran spiritual yang benar.

Olèh karena itu maka tidak boleh ada sekulerisasi dalam pengajaran dan pendidikan.

Ketika tauhid dan kesadaran spiritual terintegrasi dengan harmoni, disaat itulah maka akan lahir ilmu laduni. Yaitu adanya kesadaran bahwa ilmu pengetahuan merupakan pemberian dan hanya titipan dari pemilik ilmu yang hakiki yakni Allah SWT. Dengan begitu maka manusia akan selamat dari kesombongan atau mendzalimi orang lain dengan pengetahuan nya. dan inilah puzzle terakhir yang harus difahami dari perkataan nabi Khidir As kepada nabi Musa As
وَمَا فَعَلۡتُهُۥ عَنۡ أَمۡرِیۚ

Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. [Surat Al-Kahfi: 82]

Penutup

Itulah ilmu-ilmu yang diajarkan oleh Nabi Khidir kepada Nabi Musa. Ilmu yang seharusnya kita jadikan pijakan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Terlebih arus globalisasi modern sedang deras-derasnya mendera kita, sehingga tanpa sadar kita banyak melupakan dan mengabaikan sejarah masa silam. kita lupa asal usul dan akhirnya hilang jati diri bangsa, melupakan kebudayan agung dari para leluhur kita di tanah Nusantara. lupa kalo kita adalah negeri agraris, kita adalah negeri maritim penguasa lautan yang ulung, kita adalah bangsa besar penguasa dunia.

Padahal pada pengetahuan masa silam ini banyak hal yang bisa kita gali dan pelajari di negeri ini. Contoh Seperti Gunung Padang yang merupakan bukti bahwa kita adalah induk peradaban dunia, Atlantis Negeri modern di masa lalu diduga kuat adalah Nenek moyang kita. Kebudayaan dan peradaban leluhur bangsa kita ini sangat maju. Kita kaya raya dalam segala hal, ragam, corak etnis, bahasa, budaya, sejarah, teknologi, hasil bumi dan lautnya. Namun tidak sedikit dari kita sering merasa minder akibat dari mengabaikan sejarah besar bangsa kita sendiri.

Setelah nabiyullah Khidir mengajarkan ilmu itu Khidir berkata
هذا فراق بيني وبينك
“Inilah perpisahan antara aku dengan engkau. (Al Kahfi: 78)

Perpisahan Khidlir-Musa bukan peristiwa kegagalan ilmu, melainkan peneguhan telah selesainya pelajaran. Musa mengambil dari Khidir ilmu yang sebelumnya tidak dimilikinya. dan dalam prakteknya Bahwa sehebat apapun perjuangan Musa melawan Fir’aun, ia tetap memerlukan “kehadiran” kuasa Allah. Maka dihadirkanlah Khidlir di majma’al Bahrain yang mengajarkan ilmu laduni, yakni bangkitnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang terintegrasi dengan kesadaran spiritual.

Kuasa bumi tidak bisa berdiri sendiri. Tetap ada kuasa langit. Disinilah bertemunya antara pengetahuan, penerapan ilmu, dan kesadaran. Yaitu terintegrasinya antara ilmu, siyasah, dan spiritual pada setiap tindakan dalam setiap siklus waktu yang melingkupinya.***

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Unggul Telak, Yandra Pimpin DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Periode 2025-2028 

0

Wartain.com || Melalui pertarungan yang sangat ketat, Yandra Utama Santosa secara demokratis terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVI yang digelar di Yon Armed, Cikembang, Senin, 26 Mei 2025, sekira pukul 21.45 WIB.

Dalam pemilihan, Yandra menang telak dengan meraih 91 suara pemilih, mengalahkan tiga calon lainnya, Angga Perwira Sukmawinata dengan 50 suara, Restu Martiani meraih 2 suara, dan Hadi Azka Nugraha yang merupakan putra anggota DPR RI Iman Adinugraha tidak mendapat suara. Dan terdapat 2 suara yang tidak sah.

Fitriyadi, salah satu tim pemenangan Hadi Azka Nugraha, mengatakan bahwa suara Hadi Azka, sengaja di kosongkan karena sudah bersepakat koalisi dengan Yandra Utama Santosa.

“Kita audah sepakat koalisi dengan Yandra, jadi raihan 91 suara itu sudah gabungan,” ungkap Fitriyadi singkat.

Profil Yandra Utama Santosa

Aktivis Ikatan Pemuda Muhammadiyah ini dikenal pula sebagai seorang pengusaha muda. Yandra memiliki latar belakang keterlibatan dalam organisasi yang cukup kuat, ia tercatat pernah memimpin dan menjadi pengurus teras sejumlah organisasi sejak menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Aktivis Ikatan Pemuda Muhammadiyah ini dikenal pula sebagai seorang pengusaha muda. Yandra memiliki latar belakang keterlibatan dalam organisasi yang cukup kuat, ia tercatat pernah memimpin dan menjadi pengurus teras sejumlah organisasi sejak menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).

Visi Yandra menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya pemuda untuk mewujudkan Pemuda Negarawan, wujudkan KNPI yang lebih visioner, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pemuda dan masyarakat Kabupaten Sukabumi. Yandra menginginkan KNPI menjadi laboratorium pemuda dalam melahirkan dan mengolah ide serta gagasan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)