Wartain.com || Banjir merupakan bencana yang luar biasa, akan tetapi itu menjadi agenda alam tiap tahun, terjadinya banjir bisa saja akibat adanya kerusakan alam baik itu dari hulu maupun hilir bisa juga akibat adanya pendangkalan, pada tahun 2016 melanda dan memporak-porandakan Kecamatan Cidolog yang menjadi titik terparah adalah Wilayah Desa Cidolog.
Iwan Febrya biasa disapa Iwong warga Desa Cidolog Menuturkan banjir yang melanda tahun 2016, menjadi harapan besar warga masyarakat Kecamatan Cidolog adanya tindak lanjut program yang telah menjadi skala prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat Melalui Dinas Sumberdaya Air (DSDA), Senin (26/05/25).
Cidolog yang akhirnya menjadi pembahasan utama para pejabat mulai tingkat Daerah, Provinsi hingga pusat hingga timbullah perencanaan dibuat sodetan kali Cidolog dengan anggaran yang fantastis namun dalam perjalanan tertunda akibat adanya Covid 19 namun pembahasan itu tetap berjalan secara virtual sampai beberapa kali ganti Camat.
Pada tahun 2023 sodetan sudah masuk tahap final informasi yang didapat dari pihak kecamatan, namun masuk di tahun 2024 anggaran sodetan tersebut hilang tidak ada jejak namun perencanaan itu berganti nama Normalisasi sepanjang kali Cidolog yang melintasi tiga desa.
Warga cidolog saat ini menanti dan menunggu kepastian terkait Normalisasi kali yang katanya lagi dalam tahap lelang Pemprov di Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat.
“Semoga upaya pemerintah Jabar dibawah Kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat ini bisa mewujudkan dan terlaksana Normalisasi Kali Cidolog,” harap Iwong.***
Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong kegiatan edukatif yang membentuk karakter generasi muda. Salah satunya melalui Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar Tingkat Kota Sukabumi Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, pada Senin (26/5/2025) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Acara ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi lebih jauh merupakan langkah strategis dalam membentuk peserta didik yang religius, percaya diri, dan memiliki daya saing. Ratusan siswa SD se-Kota Sukabumi berpartisipasi dalam berbagai lomba yang mengasah keahlian di bidang keagamaan dan keterampilan seni Islam.
“Lewat kegiatan seperti ini, kita sedang menyiapkan generasi yang tak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat dan siap tampil di tingkat yang lebih tinggi,” ujar H. Ayep Zaki. Ia menambahkan, nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, dan keikhlasan tidak lahir secara instan, namun perlu ditanamkan sejak dini melalui berbagai pendekatan, salah satunya lewat kegiatan kreatif keagamaan.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Bobby Maulana, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama Kota Sukabumi, para kepala sekolah, guru PAI, serta para dewan juri. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak yang menilai Pentas PAI sebagai program pembinaan karakter yang relevan dan visioner.
Menurut Ayep Zaki, keberlanjutan program ini harus dijaga. “Ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi bagian dari pembangunan karakter yang berkelanjutan. Kami ingin anak-anak Sukabumi tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara spiritual dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Dengan mengusung motto “Menata Kebaikan”, Pemerintah Kota Sukabumi menjadikan pembinaan generasi muda sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah. Pekan Keterampilan dan Seni PAI menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.***(RAF)
Wartain.com || Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi, Iyan Muhidin (81), dinyatakan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Almarhum merupakan warga Kampung Selaeurih RT 03 RW 05, Desa Surade, Kecamatan Surade.
Informasi ini disampaikan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, pada Senin (26/5/2025). Menurutnya, almarhum mulai merasakan keluhan kesehatan pada Kamis malam, 22 Mei 2025, waktu Arab Saudi.
“Pada pukul 19.00 waktu setempat, almarhum mengeluhkan sesak napas, nyeri, dan pembengkakan pada kaki. Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal, termasuk pemberian obat,” terang Abdul.
Namun, kondisi almarhum tak kunjung membaik hingga keesokan paginya. Tim kesehatan kemudian mengambil langkah lanjutan dengan memasang selang kateter dan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Berdasarkan saran medis, Iyan dirujuk ke Abeer Hospital, Makkah, pada Jumat pagi (23/5/2025).
“Sekitar pukul 08.00, almarhum dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Setelah sampai di Abeer Hospital, beliau langsung mendapatkan tindakan medis seperti pemeriksaan darah, suntik obat, EKG, oksigenasi, hingga nebulasi,” kata Abdul.
Sayangnya, kondisi Iyan Muhidin yang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung bengkak, semakin memburuk. Dalam keadaan sesak napas berat dan gelisah, almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 10.10 waktu Arab Saudi.
“Penyebab meninggal dunia adalah gagal jantung. Almarhum disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Pemakaman Soraya, Mekah,” imbuh Abdul.
Iyan Muhidin tercatat sebagai bagian dari kloter 39 JKS gelombang kedua. Ia berangkat dari Kabupaten Sukabumi pada 19 Mei 2025 dan terbang ke Jeddah pada 20 Mei 2025.
Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Sukabumi, namun juga menjadi pengingat bahwa menunaikan ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang penuh perjuangan, terutama bagi para jemaah lanjut usia.***(RAF)
Wartain.com || Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, pada Minggu malam, menyebabkan terjadinya tanah longsor di Kampung Cisarua, RT 001 RW 006, Desa Hanjuang, Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.15 WIB dan mengakibatkan sejumlah kerusakan infrastruktur serta akses transportasi terganggu.
Kapolsek Bungbulang AKP Yuslianto mengatakan tanah longsor tersebut menutup jalur penghubung vital Bungbulang–Mekarmukti, Material longsor menutupi badan jalan sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, saluran irigasi di sekitar lokasi juga tersumbat, mengakibatkan aliran air terputus. Material longsor bahkan sempat menutupi sebagian teras rumah warga dan merusak area persawahan.
“tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga bersama unsur pemerintah setempat telah bergotong-royong melakukan upaya pembersihan material longsor demi membuka kembali akses jalan dan memulihkan saluran irigasi.” Ujar Kapolsek saat dilokasi, Senin (26/05/2025).
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau sudah aman dan terkendali, Polsek Bungbulang mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Garut Selatan.***
Wartain.com || Polres Cianjur bersama Polsek jajaran melaksanakan press release hasil pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang berlangsung selama tujuh hari, terhitung sejak 19 hingga 25 Mei 2025.
Press release dipimpin oleh Kasatresnarkoba Polres Cianjur AKP Herman, S.H., didampingi oleh Kasatsamapta Polres Cianjur AKP Yudistira Nugraha, S.H., serta Kanit Turjawali IPDA Gingin Ginanjar, S.Pd., M.M.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Cianjur.
Selama pelaksanaan KRYD, Polres Cianjur beserta Polsek jajaran berhasil mengamankan 119 buah knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (knalpot brong).
Penertiban ini dilakukan guna menekan gangguan kebisingan dan menjaga ketertiban umum.
Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 282 botol atau kantong minuman keras (miras) dari berbagai lokasi. Dalam kegiatan tersebut, satu orang yang diduga menjual atau mengedarkan miras turut diamankan dan akan diproses melalui mekanisme penegakan hukum tindak pidana ringan (tipiring).
Pelaksanaan KRYD akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Polres Cianjur.***
Wartain.com || Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat paripurna ke-20 tahun sidang 2025 pada hari Senin, 26 Mei 2025, di ruang rapat utama DPRD. Rapat ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029.
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.IP., didampingi oleh Wakil Ketua I DPRD, Yudha Sukmagara, dan Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, SM. Turut hadir Wakil Bupati, H. Andreas, SE, para anggota DPRD, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para Camat se-Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya.
Agenda rapat paripurna ini adalah:
Penyampaian Jawaban Bupati terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD atas Raperda tentang RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029.
Penetapan Pembentukan Panitia Khusus DPRD Yang Membahas Raperda tentang RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029.
Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.Ip, menjelaskan bahwa pandangan umum fraksi DPRD sebelumnya adalah wujud kontrol, aspirasi, dan evaluasi politik terhadap substansi dan arah kebijakan pembangunan daerah jangka menengah lima tahunan. Pandangan ini mencerminkan komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara kritis dan konstruktif.
Wakil Bupati H. Andreas, SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RPJMD 2025-2029 dirancang selaras dengan arah pembangunan nasional dan provinsi. Dokumen ini akan menjadi kompas utama pembangunan daerah lima tahun ke depan dengan mengusung visi Mubarokah (maju, unggul, berbudaya dan berkah).
Fokus utama RPJMD 2025-2029:
Pembangunan Infrastruktur: Program Tumaninah akan menjadi andalan untuk membangun infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah, termasuk akses ke kawasan industri, pertanian, hingga destinasi wisata.
Penanggulangan Kemiskinan: Pemerintah Kabupaten Sukabumi bertekad mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan lintas sektor dan berbasis data mikro wilayah.
Isu Lingkungan dan Ketahanan Pangan: Penguatan indeks kualitas lingkungan hidup serta pengembangan sistem pangan berbasis inovasi agromaritim menjadi target utama. Ketahanan pangan, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta mitigasi bencana akan terintegrasi dalam RPJMD.
Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi ke-20 Tahun Sidang 2025, Agenda Jawaban Bupati (foto : Istimewa)
Peningkatan Layanan Publik: Pemerintah daerah menanggapi masukan dari Fraksi PKS dengan memastikan peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, termasuk ketersediaan dokter spesialis di wilayah selatan Sukabumi, serta memperkuat perlindungan anak dan keluarga.
Bupati Sukabumi berharap dukungan dari seluruh fraksi DPRD untuk percepatan pengesahan Perda RPJMD, yang ditargetkan selesai dalam enam bulan pasca pelantikan kepala daerah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat transformasi daerah menuju masyarakat yang Mubarokah.
Selanjutnya, rapat menetapkan susunan keanggotaan Panitia Khusus (PANSUS) DPRD yang akan membahas Raperda RPJMD. Keanggotaan PANSUS ini terdiri dari perwakilan dari berbagai fraksi di DPRD, yaitu:
Fraksi Partai Golongan Karya dan PAN:
H. Deni Gunawan, S.IP,
Mochamad Reza Taojiri, Mansurudin, A.Md
Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya:
Teddy Setiadi,
Hera Iskandar
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa:
Bayu Permana,
Hamzah Gurnita, SH
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera:
Hj. Leni Liawati, S.Si,
Uden Abdunnatsir
Fraksi PDI-Perjuangan:
Sendi A. Maulana,
Hj. Elis Ernawati
Fraksi Partai Demokrat:
Ariestiandi,
Rudi Heryanto
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan:
Hj. Zakiyah Rahmah Addawiyah, SE,
H. Andri Hidayana
Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.Ip, mengharapkan agar Pansus segera melaksanakan rapat internal untuk memilih pimpinan Pansus, menyusun jadwal kerja, dan memulai proses pembahasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pembentukan Pansus ini diharapkan dapat membuat proses pembahasan Raperda RPJMD berjalan efektif dan menghasilkan peraturan daerah yang berkualitas demi kemajuan Kabupaten Sukabumi.***
Wartain.com || Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Deden Saepul Hidayat saat membuka Bimbingan Teknis Hotline Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 di Aula UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (26/5/2025).
Jadi, ungkap Plt. Kadisdik, kegiatan ini sangat penting karena tugas agen hotline ini memiliki peran yang sangat strategis.
Plt. Kadisdik pun menyampaikan 3 hal yang harus menjadi pegangan dalam proses manajerial. Pertama, pahami product knowledge. “Product knowledge itu penting dipahami oleh Bapak/Ibu sekalian. Seperti, regulasi dan ketentuan-ketentuannya semua harus dipelajari dalam upaya memberikan informasi dan solusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kedua, tambahnya, operational excellence yang harus dikelola dengan baik. “Kita harus memiliki komunikasi yang baik secara tulisan maupun verbal,” ucapnya.
Ketiga, lanjutnya, customer satisfaction (kepuasan pelanggan). “Jika pengaduan sedikit, berarti luar biasa bagus (excellent). Sebaliknya, kalau semakin banyak pengaduan berarti sistem yang dibangun belum excellent dan ujung-ujungnya ke customer satisfaction (kepuasan masyarakat),” jelasnya.
Untuk itu, Plt. Kadisdik mendorong seluruh agen hotline untuk memahami product knowledge agar tidak salah memberikan informasi. “Kemudian, operational excellence (informasi) harus terukur. Mudah-mudahan, ketiga hal ini bisa dilaksanakan sebaik-baiknya,” harapnya.
Kegiatan yang juga diisi pemaparan materi hotline SPMB 2025 oleh Kepala Balai Tikomdik, Firman Oktora ini diikuti 81 agen hotline SPMB 2025.***
Wartain.com || Sebuah video berdurasi 3 menit 7 detik yang diunggah oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Rahma Sakura Ramkar, tengah menjadi sorotan publik. Dalam unggahan TikTok melalui akun pribadinya, @rahmasakuraramkar, Rahma melontarkan kritik tajam terhadap dua pabrik besar di Kecamatan Sukalarang: PT Pratama Abadi Industri dan PT GSI 2.
Rahma, yang juga tercatat sebagai anggota DPRD termuda periode 2024–2029 dari Partai Golkar, mempertanyakan kepatuhan kedua perusahaan terhadap kewajiban pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menilai, baik pelaporan maupun implementasi program CSR oleh dua perusahaan tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni Perda Kabupaten Sukabumi Nomor 05 Tahun 2023 dan Perbup Nomor 30 Tahun 2024.
“Dua pabrik besar di Sukalarang tidak mengeluarkan program CSR. Emang boleh?” ujarnya dalam video yang menuai banyak dukungan dari warganet.
Data dan Fakta di Lapangan
Rahma menyebutkan, berdasarkan laporan resmi yang diterima dari Bapelitbangda Kabupaten Sukabumi—lembaga yang membawahi pelaksanaan CSR—PT GSI 2 tidak menyampaikan laporan CSR selama tiga tahun terakhir. Sementara PT Pratama Abadi Industri, meski kerap mendapat penghargaan, dinilai tidak menjalankan program CSR yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Programnya justru cenderung menyasar ke internal perusahaan, seperti pemberian bantuan ke instansi atau memberangkatkan umrah karyawan. Padahal CSR seharusnya menyasar masyarakat sekitar,” jelas Rahma.
Ia juga menegaskan bahwa program CSR idealnya disusun bersama pemerintah desa, kecamatan, dan tokoh masyarakat, serta harus memberikan manfaat nyata bagi warga yang tinggal di sekitar perusahaan (ring 1 hingga ring 3).
Kritik atas Sistem Penghargaan
Salah satu poin yang menjadi sorotan Rahma adalah soal pemberian penghargaan CSR oleh pemerintah daerah kepada perusahaan yang dinilainya belum menjalankan kewajiban dengan baik.
“Kalau hanya karena rajin melapor lalu diberi penghargaan, apa gunanya regulasi? Harusnya yang dinilai adalah dampak dari programnya, bukan sekadar administrasi,” kata Rahma.
Bukan Sekadar Kritik, Tapi Tanggung Jawab Moral
Rahma menjelaskan, kritik yang ia sampaikan bukan tanpa dasar. Ia mengaku telah melakukan validasi langsung ke desa dan kecamatan di wilayah Sukalarang. Hasilnya, diketahui bahwa program CSR dari kedua perusahaan belum pernah melibatkan masyarakat secara langsung atau disaksikan oleh perangkat desa.
“Saya berasal dari Sukalarang. Ini bukan hanya soal jabatan, tapi soal tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat,” tegasnya saat dikonfirmasi, Senin (26/5/2025).
Meski isu CSR secara teknis berada di bawah Komisi II DPRD, Rahma tetap aktif menjalin komunikasi dengan Bapelitbangda sebagai bentuk kepedulian terhadap wilayah pemilihannya.
Harapan pada Penegakan Aturan
Rahma juga menyoroti lemahnya penegakan aturan terhadap perusahaan yang tidak melaksanakan CSR sebagaimana mestinya. Ia menyayangkan tidak adanya sanksi administratif, padahal dalam peraturan disebutkan bahwa pelanggaran dapat dikenai teguran, surat peringatan, bahkan penutupan sementara operasional.
“Mereka tidak lapor, tidak melaksanakan, tapi malah diberi penghargaan. Ini kan ironis,” ujar Rahma.
Investasi Penting, Tapi Kewajiban Sosial Tak Boleh Dilupakan
Meski vokal dalam menyuarakan persoalan ini, Rahma menegaskan bahwa dirinya tidak menghendaki perusahaan ditutup. Ia menyadari pentingnya peran perusahaan dalam menyediakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, ia berharap komitmen sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar tidak diabaikan.
“Kita semua butuh investasi, tapi perusahaan juga jangan menutup mata terhadap lingkungan sekitar. Ada hak masyarakat yang harus dipenuhi,” pungkasnya.***(RAF)
Wartain.com || Bupati Sukabumi H. Asep Japar membuka Musyawarah Daerah (Musda) XVI Pemuda/KNPI Kabupaten Sukabumi di Gedung yang terletak di wilayah Kecamatan Cikembar, Senin, 26 Mei 2025. Dalam musda ke XVI ini, beragendakan pemilihan calon ketua.
Dalam kesempatan tersebut, H. Asep menyambut baik adanya musda ini. Bahkan, H. Asep optimis melalui musda ini KNPI dapat merumuskan kembali penguatan perannya sebagai agen pemersatu.
“Termasuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat semangat kemandirian, serta aktif berkontribusi dalam berbagai bidang demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih maju dan berkah,” ujarnya.
Apalagi, KNPI berperan strategis dalam menyatukan visi dan persepsi pemuda. Terutama berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, keteladanan, dan keagamaan.
“Semua itu sejalan dengan apa yang dicita-citakan dalam mengimplementasikan Perda Kabupaten Sukabumi nomor 6 tahun 2020 tentang kepemudaan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi Reggy Afriansyah mengatakan, terdapat empat bakal calon (Balon) yang akan menggantikannya untuk memimpin organisasi kepemudaan. Mereka ialah Yandra Utama Santosa, Angga Perwira Sukmawinata, Restu Martiani, dan Hadi Azka Nugraha.
“Silahkan bersaing dengan sehat. Sampaikan visi-misi kepada para pemilih,” ungkapnya.
Dirinya berharap, musda ini berjalan kondusif dan aman. Bahkan kepemimpinan baru nanti harus bisa lebih baik
“Siapapun yang terpilih, mari kita dorong KNPI agar lebih baik,” bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, Reggy pun berterima kasih atas kesempatannya memimpin KNPI selama dua periode. Menurutnya, banyak pengalaman selama memimpin berorganisasi.
“Banyak pengalaman dan pembelajaran ketika berada di KNPI. Dimulai dari menjalin relasi dan kebersamaan. Terima kasih kepada para senior yang telah membimbing selama ini,” pungkasnya.***
Wartain.com || Petualangan seorang pendaki wanita berinisial ERW (37), warga asal Bandung Barat, berubah menjadi situasi darurat saat ia mengalami kecelakaan di jalur pendakian Gunung Salak via Cimelati, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (25/5/2025).
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh sesama pendaki bernama Dadi Naryadi sekitar pukul 18.00 WIB kepada Pos SAR Khatulistiwa. Dalam laporannya, Dadi menyampaikan bahwa ERW tergelincir dan terjatuh di sekitar Pos 4, tepat pada saat hujan deras mengguyur kawasan pegunungan tersebut.
“Korban mengalami cedera pada pergelangan kaki kanan akibat terjatuh saat cuaca sedang buruk sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Koordinator Pos SAR Khatulistiwa, Haikal Sadam, saat dikonfirmasi pada Senin (26/5/2025).
Mendapat laporan tersebut, tim SAR Khatulistiwa segera berkoordinasi dengan petugas Volunteers Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) serta relawan dari SIGAP Pasundan. Tim gabungan bergerak cepat menyusuri jalur pendakian untuk mengevakuasi korban.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan kesigapan semua pihak, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung diberikan pertolongan pertama,” tambah Haikal.
Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang licin dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca dan kesiapan fisik sebelum memulai perjalanan ke jalur-jalur ekstrem seperti Gunung Salak.***(RAF)