26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 584

Jangan Lupakan Pelukan Rakyat Itu : Rakyat Rindu Ayah Bangsa

0
Oplus_131072

Oleh : Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Bapak Presiden Prabowo anda pernah berkata: Aku hanya ingin mengabdi pada rakyat dan negeri ini di sisa hidupku. Bahwa jabatan bukan ambisi, tapi panggilan. Kini bapak telah di ambang tahta tertinggi, dan badai mulai mengetuk pintu.

Di jalanan, suara rakyat mulai retak. Mereka turun bukan karena benci, tapi karena takut. Mereka tidak ingin negeri ini menjadi milik sekelompok nama, dikelilingi kroni dan dinasti. Mereka merindukan pemimpin yang memeluk, bukan yang mencengkeram.

Pak Presiden kami tercinta, kami tahu siapa engkau. Engkau tumbuh dari derap sepatu laskar. Hidupmu adalah strategi, siasat, dan medan perang. Tapi bukan untuk melawan rakyatmu. Ini saatnya engkau menunjukkan: seorang kesatria tak hanya tahu cara menaklukkan, tapi juga cara merangkul.

Banyak mata memandangmu sekarang. Ada yang menunggu engkau berubah jadi tiran, dan ada yang berharap engkau tetap menjadi prajurit yang setia kepada rakyat. Jangan biarkan mereka yang culas, yang pandai bermain mata dengan agen asing, yang memanipulasi konstitusi demi syahwat kekuasaan, mencuri nama baikmu.

Engkau bisa menegakkan keadilan tanpa amarah. Engkau bisa menertibkan barisan tanpa kekerasan. Tapi yang paling penting, engkau bisa mencabut akar pengkhianatan itu—jika engkau berani menatap wajah mereka yang menyamarkan kerakusannya dalam baju sahabat.

Pak Presiden Prabowo,
engkau belum terlambat. Peluklah rakyatmu yang marah. Datangi mereka, dengarkan, bukan dengan mikrofon, tapi dengan hati. Turunkan wajah wajah yg culas, yang rakus, angkat wajah-wajah yang jujur. Tegakkan republik ini dengan satu tangan di dada dan satu tangan di bahu rakyat.

Jika engkau lakukan itu, sejarah akan mencatat: Prabowo bukan hanya menang pemilu, tapi menang atas godaan kekuasaan. Dan itu, adalah kemenangan yang jauh lebih baik. Salam cinta dari ari kyai kyai dan rakyat kampung di lembah sunyi cahaya.***

Foto : Ilustrasi/Pngtree

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aktivis ’98 Gelar Refleksi Reformasi & Diskusi Publik : Tolak Gelar Pahlawan untuk Suharto

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sejumlah organisasi dan jaringan aktivis Reformasi 1998 seperti Barikade 98, REPDEM, Pena 98, Gerak 98, FK 98 dan Perhimpunan Aktivis 98, akan menggelar Refleksi Reformasi dan Diskusi Publik bertema “Tolak Gelar Pahlawan untuk Suharto” pada Sabtu, 24 Mei 2025 di Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Acara ini digagas sebagai bentuk keprihatinan terhadap upaya segelintir elit yang tengah mendorong pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, sosok yang dikenal sebagai pemimpin tirani rezim Negara Orde Baru selama 32 tahun.

“Pemberian gelar Pahlawan kepada Soeharto adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat Reformasi 1998 dan luka sejarah bangsa ini. Ini bukan hanya soal gelar, tapi soal ingatan kolektif kita atas pelanggaran berat HAM, KKN, dan kekerasan negara terhadap rakyat,” ujar Simson Simanjuntak, panitia diskusi yang juga salah satu Ketua DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) ini.

Diskusi ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan aktivis HAM, di antaranya:
• Dr. Abraham Samad
• Ray Rangkuti
• Ubedilah Badrun
• Hengki Irawan
• Anis Hidayah
• Beka Ulung Hapsara
• Jimmy Fajar (Jimbong)
• Mustar Bona Ventura

Dengan moderator: Abiyasa Yudhaprawira

Selain narasumber tersebut, direncanakan juga hadir sejumlah aktivis 98 lainnya untuk memperkuat konsolidasi nasional antara lain Adian Napitupulu, Beny Rhamdani, Wanto Klutuk Sugito serta tokoh tokoh pergerakan aktivis 98 lainnya.

Diskusi publik ini akan menjadi ruang konsolidasi lintas generasi dalam menjaga nilai-nilai reformasi, melawan lupa, dan menolak glorifikasi atas rezim otoriter yang penuh pelanggaran HAM dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Simson, mengimbau peserta untuk mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka dan perlawanan terhadap lupa sejarah.

“Kami tidak akan diam. Kami adalah saksi dan pelaku sejarah. Reformasi adalah darah dan air mata, bukan seremoni yang bisa dihapus dengan satu gelar,” tegas Simson.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disposal Mortir Berhasil Dimusnahkan Tim Jihandak Gegana Brimob Polda Jabar

0

Wartain.com || Sebuah amunisi bom jenis mortir yang ditemukan warga pada Sabtu malam (17/5/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di Kampung Cibadak, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, berhasil dievakuasi dan dimusnahkan oleh tim penjinak bom (Jihandak) Gegana Sat Brimob Polda Jawa Barat.

Proses evakuasi dan pemusnahan atau disposal tersebut dilakukan pada Minggu pagi (18/5/2025) sekitar pukul 08.45 WIB di area perkebunan yang aman dan jauh dari permukiman warga di Kampung Caringin, Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangtengah.

Kapolsek Sukawening, IPTU Budiman Suhardiana, S.H., memimpin langsung kegiatan pengamanan bersama jajaran personel Polsek Sukawening, anggota Koramil Sukawening, dan pihak Kecamatan Karangtengah.

Hadir juga dilokasi Danramil Sukawening dan Camat Karangtengah untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan disposal tersebut.

“Kami pastikan proses disposal dilakukan dengan protokol keamanan yang ketat, agar tidak menimbulkan dampak apa pun bagi masyarakat sekitar,” ungkap IPTU Budiman.

Tim Jihandak Gegana Sat Brimob Polda Jabar yang dipanggil untuk menangani mortir tersebut berhasil melakukan pemusnahan secara terkendali dan aman. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap benda-benda mencurigakan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau kepada warga sekitar untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga sebagai bahan peledak, dan tidak mencoba memindahkan atau menyentuhnya secara langsung.” Pungkas IPTU Budiman.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Program PTSL di Kota Sukabumi Tidak Dilanjutkan Tahun Ini, Layanan Tetap Berjalan

0

Wartain.com || Tahun 2025 ini, Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Sukabumi dipastikan tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk melaksanakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor ATR/BPN Kota Sukabumi, Susanti.

Menurut Susanti, keputusan ini diambil oleh Kementerian ATR/BPN pusat karena Kota Sukabumi telah dinyatakan sebagai “Kota Lengkap”. Status tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar bidang tanah di wilayah ini sudah terpetakan dan terdaftar secara resmi dalam sistem pertanahan nasional.

Meski demikian, Susanti menegaskan bahwa penghentian program PTSL tidak akan memengaruhi kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Kantor ATR/BPN tetap membuka layanan untuk masyarakat yang pernah mengikuti program ini namun belum menerima sertifikat tanahnya.

“Kami masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Jika ada warga yang merasa pernah mendaftar program PTSL namun hingga kini belum menerima sertifikat, silakan datang langsung ke kantor. Karena pada pelaksanaan sebelumnya, kami bekerja dalam waktu terbatas dengan target yang besar, dikhawatirkan ada beberapa yang belum sempat terselesaikan,” jelasnya, Minggu (18/5/2025).

Ia juga mengimbau agar masyarakat aktif menindaklanjuti pendaftaran yang pernah dilakukan, agar hak atas tanah yang dimiliki dapat tersertifikasi secara resmi dan sah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polemik Penjualan Fasum/Fasos di Perum Mangkalaya, Warga Gelar Audiensi dengan Pengembang di Aula Kantor Desa

0

Wartain.com ||  Puluhan warga Perumahan Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menggelar audiensi pada Minggu (18/5/2025) di Aula Desa Mangkalaya. Pertemuan ini merupakan respons atas kekhawatiran warga terkait dugaan penjualan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) oleh pihak pengembang.

Audiensi turut dihadiri oleh perwakilan pengembang Ibu Meli, Kepala Desa Mangkalaya Riva Aristiani, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi II Mochammad Reza Taojiri, tokoh masyarakat Yusuf KCG, serta mantan Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan protes atas dugaan komersialisasi lahan fasum/fasos yang seharusnya menjadi hak publik. Mereka menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan regulasi perumahan dan berpotensi merugikan masyarakat luas.

Tokoh masyarakat Yusuf KCG menyatakan bahwa warga tidak tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini sesuai dengan jalur hukum.
“Kami, masyarakat, akan mengawasi proses ini sesuai aturan hukum yang berlaku agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang hanya mementingkan keuntungan pribadi atau golongan. Jika dibiarkan, hal seperti ini bisa menjadi masalah yang lebih besar di masa depan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ibu Meli dari pihak pengembang mengklaim bahwa penjualan dilakukan berdasarkan dokumen legal. Namun, hal ini langsung dipertanyakan oleh warga dan para tokoh yang hadir karena belum ada serah terima resmi fasum/fasos kepada pemerintah daerah.

Anggota DPRD Mochammad Reza Taojiri menegaskan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap aturan. Ia menyatakan akan membawa kasus ini ke ranah pembahasan DPRD dan mendesak dinas terkait melakukan verifikasi atas legalitas lahan yang dipermasalahkan.

Mantan Kepala Dinas Perkim, Dedi Chardiman, juga mengingatkan bahwa setiap pengembang wajib menyerahkan fasum/fasos kepada pemerintah daerah. “Selama belum diserahterimakan, tidak boleh ada transaksi atau pengalihan fungsi atas lahan tersebut,” ujarnya.

Aparat Desa Mangkalaya, Riva Aristiani, menyatakan bahwa pihak desa siap mendampingi warga dan akan mengoordinasikan langkah lanjut dengan pemerintah kecamatan dan dinas teknis.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk menunda segala bentuk aktivitas di lahan yang disengketakan hingga ada keputusan resmi dari otoritas terkait.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Maju Sebagai Calon Ketum, Restu Martiani Siap Wujudkan Perubahan di DPD KNPI Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com || Restu Martiani, satu-satunya kandidat perempuan dalam pencalonan Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi pada Musda ke XVI tahun 2025. Ia menyatakan kesiapannya untuk membawa semangat perubahan dan pembaruan dalam tubuh organisasi kepemudaan tersebut. Dalam proses pengambilan nomor urut yang berlangsung hari ini, Minggu (18/5), Teh Restu resmi mendapatkan nomor urut 3.

“Alhamdulillah proses verifikasi dan pengambilan nomor berjalan dengan baik. Saya mendapat nomor 3, semoga menjadi tanda semangat baru bagi KNPI dan pemuda-pemudi Sukabumi,” ungkap Restu dalam wawancara dengan awak media.

Mengusung visi perubahan paradigma kepemudaan yang lebih progresif dan kolaboratif, Teh Restu menegaskan komitmennya untuk menjadikan KNPI sebagai wadah aktualisasi pemuda yang lebih terbuka, dinamis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Di hari yang sama, Teh Restu juga menghadiri kegiatan Korps Alumni KNPI yang berlangsung di Gedung Islamic Center, sebagai bentuk penghormatan dan upaya membangun sinergi dengan berbagai elemen yang telah mewarnai sejarah KNPI Kabupaten Sukabumi.

“Saya berharap dukungan dari semua unsur dan rekan-rekan pemuda dalam proses pemilihan nanti, insya Allah tanggal 26 Mei 2025 kita akan mulai membangun arah baru bagi masa depan pemuda Sukabumi yang lebih cerah,” tambahnya.

Dengan kehadiran sosok perempuan dalam kontestasi ini, Teh Restu membawa semangat keberagaman, inklusivitas, dan harapan baru untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Gelar Diskusi Lintas Generasi, Prof Endin : Musda Jangan Dijadikan Ajang Transaksional

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sukabumi, akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke XVI yang Insya Allah akan dilaksanakan di tahun 2025 ini.

Diketahui, dari hasil Pleno pantia SC telah di tetapkan 4 Calon Ketua Umum DPD KNPI Kab. Sukabumi, diantaranya; Yansra Utama Santoso, Hadi Azka Nugraha, Angga Perwira dan Restu Martiani.

Pada kesempatan Musda KNPI XVI Kabupaten Sukabumi kali ini, banyak pihak ikut andil termasuk para alumni KNPI yang tergabung dalan Korp Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Sukabumi, dengan menyelenggarakan Diskusi dan Silaturahmi Lintas Generasi, sebagai ajang Pengujian wawasan Calon Ketum DPD KNPI Kab Sukabumi, dan yang tidak kalah penting juga arahan dari para senior-senior KNPI Kab. Sukabumi, bertempat di Gedung Islamic Center , Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Minggu 18/05/2025.

Salah satu diantara tokoh KNPI Kab. Sukabumi yang hadir serta memberikan arahan pada acara tersebut adalah Prof. Dr. H. Endin Nasrudin. M.Si (Mantan Sekertaris DPD KNPI Jabar). Dalam kesempatan tersebut beliau mengatakan,  “jangan jadikan momen Musda menjadi ajang transaksional untuk melenggangkan calon ketua umum, semua pihak  harus tetap saling merangkul,”  tegas prof Endin yang pernah terjun langsung menjadi MC calon Ketum pada salah satu masa.

Kemudian masih kata Endin, “semua harus tetap menjaga marwah KNPI sebagai organisasi pemuda, serta tetap fokus bahwa KNPI adalah laboratorium pengkaderan kepemimpinan serta sebagai kawah candradimuka untuk berkiprah,” tambahnya

Diakhir  sesi Prof. Endin juga menyampaikan  pesan, “tetap solid dan harus saling merangkul.  Jadikan momen Musda sebagai ajang untuk menunjukan skill sebagai pemuda penerus bangsa,” pesannya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pembangunan Gerai Mie Gacoan di Kota Sukabumi Tuai Sorotan Warga

0

Wartain.com || Kota Sukabumi kini semakin dilirik oleh para investor, terutama dalam sektor usaha kuliner. Salah satu merek kuliner yang tengah naik daun, Mie Gacoan, dikabarkan tengah mempersiapkan pembukaan gerai baru di Jalan Otista, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole.

Meski kehadiran Mie Gacoan diharapkan dapat membawa angin segar bagi perekonomian lokal, seperti membuka lapangan kerja dan menggairahkan sektor UMKM, proses pembangunan gerai tersebut justru menuai kritik dari sebagian warga sekitar.

Sejumlah warga menilai, pelaksanaan proyek pembangunan ini tidak sepenuhnya mengindahkan ketentuan dan prosedur yang berlaku, terutama dalam aspek perizinan dan pelibatan masyarakat lokal.

Mauly Fahlevi Prawira (32), tokoh pemuda dari kawasan Kebon Kalapa, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek tersebut. Ia menyebut bahwa sejak awal pembangunan, tidak ada warga sekitar yang dilibatkan dalam pekerjaan konstruksi, padahal banyak tenaga kerja lokal yang dinilai cukup kompeten.

“Kami awalnya sangat antusias, berharap pembukaan Mie Gacoan bisa memberikan peluang kerja bagi warga sekitar. Tapi nyatanya, sejak awal pembangunan pun tidak ada satu pun warga yang diajak terlibat,” ujar pria yang akrab disapa Levi, Minggu (18/5/2025).

Levi juga mempertanyakan legalitas pembangunan tersebut. Ia menilai proses pembangunan berjalan terlalu tergesa-gesa tanpa transparansi, bahkan hingga kini warga belum mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

“Pembangunan seharusnya dimulai setelah semua izin resmi dikantongi. Kami mendesak pihak Dinas terkait untuk segera turun tangan dan meninjau langsung lokasi proyek. Selain itu, kami juga meminta agar difasilitasi pertemuan antara warga dengan pemilik atau manajemen perusahaan,” tambahnya.

Levi menegaskan bahwa investasi di wilayah Kota Sukabumi seharusnya berorientasi jangka panjang, dengan tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. “Sekecil apa pun risikonya, warga sekitar yang akan pertama kali merasakan dampaknya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Harga Emas Antam Naik Rp 25.000 per Gram, Galeri24 Justru Turun

0

Wartain.com || Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Minggu (18/5/2025). Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik sebesar Rp 25.000 menjadi Rp 1.891.000 per gram. Tak hanya harga jual, harga beli kembali (buyback) juga mengalami kenaikan serupa, yakni naik Rp 25.000 menjadi Rp 1.738.000 per gram.

Kebijakan perpajakan terkait pembelian emas batangan pun mengalami perubahan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir kini dibebaskan dari kewajiban membayar Pajak Penghasilan (PPh). Namun, pihak penjual tetap diwajibkan memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari nilai transaksi, turun dari sebelumnya yang sebesar 0,45 persen.

Harga emas tersebut berlaku untuk pembelian di Butik Emas Graha Dipta, Pulogadung, Jakarta. Perlu dicatat bahwa harga dapat berbeda di gerai Antam lainnya.

Berikut rincian harga emas batangan Antam per 16 Mei 2025:

1 gram: Rp 1.891.000

5 gram: Rp 9.230.000

10 gram: Rp 18.405.000

25 gram: Rp 45.887.000

50 gram: Rp 91.695.000

100 gram: Rp 183.312.000

250 gram: Rp 458.015.000

500 gram: Rp 915.820.000

1.000 gram: Rp 1.831.600.000

Sementara itu, di Pegadaian, harga emas batangan Antam tercatat lebih tinggi, yaitu Rp 1.939.000 per gram.

Berbanding terbalik dengan Antam, harga emas Galeri24 justru mengalami penurunan. Di situs resminya, Galeri24 mencatat penurunan harga emas sebesar Rp 18.000 menjadi Rp 1.889.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp 1.907.000. Harga buyback juga turun Rp 21.000 menjadi Rp 1.739.000 per gram.

Rincian harga emas Galeri24 hari ini adalah sebagai berikut:

1 gram: Rp 1.889.000

2 gram: Rp 3.720.000

5 gram: Rp 9.231.000

10 gram: Rp 18.412.000

25 gram: Rp 45.915.000

50 gram: Rp 91.756.000

100 gram: Rp 183.422.000

250 gram: Rp 458.329.000

500 gram: Rp 916.206.000

1.000 gram: Rp 1.832.410.000

Perkembangan harga ini menunjukkan fluktuasi yang dinamis di pasar emas domestik, sehingga penting bagi konsumen untuk selalu memantau harga dari berbagai sumber sebelum melakukan transaksi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Dorong Perekonomian Umat Lewat Wakaf Produktif

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian berbasis keumatan melalui pengembangan wakaf produktif. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara GP Ansor dan Lembaga Wakaf Doa Bangsa yang berlangsung pada Sabtu (17/5/2025), di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, turut hadir menyaksikan langsung prosesi kerja sama tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mengarusutamakan wakaf sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Ini adalah tonggak sejarah. Semangat ansar sebagai penolong kini hadir dalam bentuk pengelolaan wakaf. Potensinya sangat besar, apalagi kita telah memiliki aset senilai Rp1,2 miliar dan juga obligasi syariah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program ini akan dijalankan secara sistematis dan cepat, serta terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk fundriser lain, guna memperkuat ekosistem investasi syariah di daerah.

Ketua GP Ansor, Sudar Fauzi, menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai bagian dari silaturahmi strategis yang dilandasi visi bersama. “Dari 14 poin visi Wali Kota, kami melihat gerakan wakaf sebagai salah satu yang paling selaras dengan misi kami. Ini bukan hanya bentuk dukungan, tetapi juga penegasan bahwa wakaf bisa menjadi solusi nyata bagi masalah ekonomi umat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa wakaf tak sebatas zakat, infak, dan sedekah, melainkan bisa berkembang menjadi aset produktif yang dikelola secara profesional.

Senada dengan itu, Entus Wahidin dari Lembaga Wakaf Doa Bangsa menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga amanah pengelolaan wakaf demi kemaslahatan bersama. “Kami pastikan bahwa wakaf ini tidak akan keluar dari tujuan utama. Bahkan, di tingkat kota, belum ada konsep wakaf produktif seperti yang sedang kita bangun ini. Ini bukan untuk yayasan, tapi untuk masyarakat luas,” jelasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik