26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 587

Dua Pekan Berlalu, Pelaku Penyiraman Air Keras di Sukabumi Masih Misterius

0

Wartain.com || Hampir dua pekan pasca-peristiwa penyiraman air keras yang menimpa seorang ibu dan anak di Baros, Kota Sukabumi, aparat kepolisian belum juga berhasil mengungkap identitas pelaku di balik aksi keji tersebut.

Peristiwa tragis itu menimpa Yulian Anggraeni (37) dan anaknya pada Kamis (1/5/2025) lalu, sekitar pukul 07.15 WIB. Insiden terjadi di Jalan Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, ketika Yuli—sapaan akrabnya—sedang dalam perjalanan mengantar anak ke rumah kerabat sebelum berangkat kerja.

“Pagi itu saya lagi naik motor, mau belok ke rumah saudara buat nitip anak. Pas motor saya perlambat, tiba-tiba dari arah belakang dua orang pria langsung nyiram muka saya pakai air keras,” tutur Yuli, Jumat (16/5/2025).

Yuli mengaku tidak sempat mengenali pelaku karena serangan dilakukan secara tiba-tiba dan berlangsung sangat cepat. Rasa panas yang seketika menjalar di tubuhnya membuat ia langsung panik.

“Begitu kena siraman, saya belum langsung sadar itu air keras. Tapi nggak lama kemudian mulai terasa panas luar biasa. Saya lihat pelakunya dua orang, naik motor boncengan, langsung kabur ke arah Jalur. Karena panik, saya reflek merobek baju buat ngurangin rasa panas di tubuh,” jelasnya.

Dari peristiwa itu, luka terparah diderita Yuli di bagian wajah dan tangan kirinya. Sementara sang anak hanya mengalami luka ringan. “Kayaknya pelaku nyiram dari arah kanan, jadi yang kena parah wajah sama tangan kiri saya,” tambah Yuli.

Meski tak melihat wajah pelaku secara jelas, Yuli sempat memperhatikan bahwa motor yang digunakan berwarna hitam dengan aksen merah. Ia juga mengakui memiliki kecurigaan terhadap seseorang yang dikenalnya, namun enggan menyebutkan identitas orang tersebut untuk saat ini.

“Sempat ada rasa curiga ke seseorang, tapi belum bisa saya buka. Dia bukan orang asing banget, saya tahu siapa dia, tapi bukan yang deket juga,” ujarnya dengan nada hati-hati.

Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD R. Syamsudin SH selama hampir dua pekan, kondisi luka bakar yang dialami Yuli dan anaknya perlahan membaik. Kini, mereka menjalani perawatan rawat jalan meski kondisi fisik Yuli masih jauh dari pulih total.

“Sekarang perban masih terus diganti tiap hari. Lukanya belum kering semua, jadi masih harus penanganan medis,” ucapnya.

Lebih dari sekadar luka fisik, Yuli juga mengungkapkan bahwa ia kini hidup dalam bayang-bayang trauma. Rasa takut menghantuinya baik di rumah maupun saat hendak kembali bekerja.

“Saya hanya ingin pelakunya segera ditangkap. Saya benar-benar trauma. Keluar rumah takut, di rumah juga jadi nggak tenang. Ini benar-benar mengganggu hidup saya,” tutupnya dengan haru.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini. Warga pun berharap aparat dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan yang mengejutkan warga Baros tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kabar Gembira bagi Petani, Mentan Siapkan Anggaran untuk Serap 1 Juta Ton Jagung

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk menyerap 1 juta ton jagung. Total anggaran yang disiapkan Rp 5 triliun.
Harga yang digunakan untuk pembelian itu seusai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 5.500/kilogram (kg). Hal ini disampaikan Amran saat menghadiri panen raya jagung di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (16/5/2025).

“Ada berita menggembirakan, ini berita gembira untuk petani jagung, itu insyaallah kami alokasikan untuk pembelian jagung, seluruh Indonesia, Rp 5 triliun untuk beli jagung, untuk 1 juta ton,” ujar Amran dalam keterangannya.

Ia menyebut, produksi jagung nasional mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Amran mengatakan pencapaian ini juga didukung oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia.

“Hari ini kami mewakili petani Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri beserta seluruh jajarannya, ikut men-support Kementerian Pertanian atas gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia untuk komoditas jagung. Hasilnya adalah produksi kita naik, itu tertinggi ini dalam sejarah, 39%, dan ini harus kita syukuri,” ujar Amran.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sigit mengatakan kegiatan panen komoditas jagung di Bone kali ini merupakan bagian dari panen kuartal kedua yang berlangsung di 474 hektare di Sulawesi Selatan. Puncak panen raya diprediksi akan berlangsung pada Juni mendatang.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan panen khususnya di wilayah Bone dengan luas kurang lebih 49,3 hektare untuk di lokasi ini. Sementara untuk hari ini juga dilaksanakan panen di 474 hektare khusus di wilayah Sulawesi Selatan. Ini merupakan rangkaian panen kuartal kedua yang akan kita laksanakan nanti puncaknya di bulan Juni,” ungkap Sigit.

Sigit menambahkan pihaknya tengah menyiapkan tambahan gudang yang sesuai dengan standar Bulog untuk mengoptimalkan penyerapan hasil jagung petani.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

AMP Gelar Aksi di Kantor BPN Sukabumi, Soroti Dugaan Maladministrasi Agraria

0

Wartain.com || Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Petani (AMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Sukabumi, Jumat (16/5/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan penyimpangan dalam pelayanan pertanahan di wilayah tersebut.

Sekitar pukul 14.30 WIB, massa mulai memadati halaman depan Kantah yang berlokasi di Jalan Raya Jalur Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat. Mereka membawa spanduk bernada kritik dan melakukan orasi secara bergantian, menuntut perbaikan kinerja institusi tersebut.

Situasi sempat memanas saat terjadi dorong-dorongan antara massa dan aparat kepolisian dari Polres Sukabumi Kota. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada pagar gerbang kantor.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi AMP, Diki Agustina, mengecam keras kinerja Kantah Sukabumi yang dinilainya sarat praktik maladministrasi dan tidak berpihak pada masyarakat. Menurutnya, instansi tersebut telah kehilangan kepercayaan publik akibat sejumlah dugaan pelanggaran prosedur dalam pengurusan pertanahan.

“Alih-alih menyelesaikan konflik agraria, Kantor ATR/BPN justru kerap menjadi sumber masalah. Banyak laporan masyarakat tentang pungli, manipulasi data, dan penerbitan sertifikat yang tak sesuai prosedur,” ujar Diki.

Salah satu kasus yang disorot AMP berasal dari Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas. Diki mengungkapkan, terjadi dugaan perampasan lahan milik Ir. Adi Warsita Adinegoro oleh seorang bernama H. Yuliawan. Dugaan itu berawal dari lima Akta Jual Beli (AJB) yang diterbitkan tahun 2009 dan dijadikan dasar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada 2019.

“Proses penerbitan sertifikat melalui PTSL berlangsung sangat cepat, tanpa verifikasi yang memadai. Ini membuka celah besar untuk terjadinya penyimpangan,” tambahnya.

AMP juga menyoroti adanya tumpang tindih data dalam dokumen Letter C yang dijadikan dasar AJB tersebut. Padahal, Kantor Pertanahan Sukabumi pada tahun 1994 pernah mengeluarkan surat resmi yang menunjukkan data berbeda.

Berdasarkan temuan tersebut, AMP menyampaikan enam tuntutan kepada ATR/BPN Kabupaten Sukabumi, antara lain; Memproses secara hukum oknum yang menerbitkan sertifikat atas nama H. Yuliawan, Menghapus segala bentuk pungutan liar, Membatalkan SK dan peta bidang yang diproses menggunakan dokumen yang diduga palsu, Memproses pendaftaran lahan milik Ir. Adi Warsita Adinegoro secara sah, Melakukan konfrontasi antara pihak-pihak terkait untuk mengungkap kepemilikan lahan yang sebenarnya, dan Menindak tegas penyalahgunaan wewenang sesuai Undang-Undang Administrasi Pemerintahan.

“Reforma agraria tidak akan pernah tercapai jika negara terus berpihak pada kepentingan segelintir elit dan membiarkan rakyat kecil dipinggirkan,” tegas Diki.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak ATR/BPN Kabupaten Sukabumi terkait tuntutan yang dilayangkan AMP.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Ade Ikuti Asistensi, Monitoring dan Evaluasi Capaian Universal Coverage Jamsosnaker 

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H Ade Suryaman didampingi instansi terkait mengikuti kegiatan asistensi dan monitoring serta evaluasi pelaksanaan capaian Universal Coverage Jamsosnaker (UCJ) secara virtual bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bina Bangda) Kemendagri, Jumat (16/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Daerah Palabuhanratu ini dihadiri juga oleh jajaran BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sukabumi dan instansi terkait.

Direktur SUPD IV Kemendagri, Paudah, menjelaskan bahwa program Jamsosnaker merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja dari risiko sosial ekonomi, seperti kecelakaan kerja, sakit, kehilangan pekerjaan, hingga usia lanjut. Program ini dinilai krusial dalam mencegah meningkatnya angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.

“Manfaat perlindungan dari jaminan sosial ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, sehingga pekerja dapat lebih fokus dan produktif,” ujarnya.

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan Jamsosnaker mencapai 99,5 persen pada 2045 dengan tahapan awal sebesar 52,5 persen pada 2025. Namun, hingga saat ini, capaian secara nasional baru menyentuh angka 35,86 persen.

Untuk mempercepat realisasi tersebut, Presiden RI telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 yang menginstruksikan pemerintah daerah agar menyusun regulasi dan mengalokasikan anggaran guna menjamin seluruh pekerja, termasuk ASN dan non-ASN sebagai peserta aktif Jamsosnaker.

Usai mengikuti forum tersebut, Sekda Kabupaten Sukabumi H Ade Suryaman menyampaikan bahwa sebagian besar pegawai non-ASN di Kabupaten Sukabumi sudah terdaftar dalam program Jamsosnaker.

“Untuk pegawai non-ASN dan guru di SKPD, sudah tercatat 14.066 orang terdaftar. Sementara pekerja rentan seperti nelayan dan petugas kebersihan juga sudah kami daftarkan dan bayarkan termasuk perangkat desa sebanyak 7.541 orang melalui APBDes,” ujarnya.

Meski demikian, Sekda mengakui masih ada kelompok masyarakat rentan dan miskin ekstrem yang belum terjangkau. Ia menyebut, bahwa Pemda Sukabumi tengah mengevaluasi data dan menyusun rencana bersama Dinas Tenaga Kerja dan instansi keuangan daerah untuk memperluas cakupan peserta sesuai dengan amanat pusat.

“Kita akan menelusuri dan sinkronkan termasuk dengan program BPJS Kesehatan. Intinya, sesuai arahan Presiden semua pekerja miskin ekstrem harus terdata dan dibiayai sesuai dengan kemampuan fiskal daerah,” tandasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wabup Andreas Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi, H Andreas mewakili Bupati, H Asep Japar menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang pembentukan dana cadangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2029. Paripurna berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Jumat (16/5/2025).

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali. Dalam rapat ini seluruh fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum mereka terhadap Raperda secara lisan maupun tertulis.

Penyampaian pandangan umum dimulai oleh Fraksi Partai Golkar, disusul secara berurutan oleh Fraksi Partai Gerindra, PKS, PDIP, PAN, PKB, Demokrat, serta PPP. Masing-masing fraksi memberikan masukan, tanggapan, serta saran atas Raperda tersebut.

Selanjutnya, seluruh pandangan umum fraksi akan dijawab secara resmi oleh Bupati Sukabumi pada Rapat Paripurna DPRD berikutnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

FSKSS Matangkan Persiapan untuk Meraih Predikat Swasti Saba Wistara Paripurna  

0

Wartain.com || Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) menyempurnakan berbagai persiapan untuk meraih predikat swasti saba wistara paripurna Yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang Kesehatan. Di mana, penghargaan tersebut diberikan Kementerian Kesehatan RI kepada kota/kabupaten yang memenuhi standar Kesehatan tertinggi.

“Kita bergerak cepat untuk menyempurnakan berbagai kekurangan. Apalagi tujuan kita untuk mendapatkan swasti saba wistara paripurna,” ujar Ketua FSKSS dalam rakor yang digelar di Pendopo, Jumat, 16 Mei 2025.

Seperti namanya paripurna, Kabupaten Sukabumi pun harus paripurna dalam menyiapkan. Sehingga, harus bergerak cepat dalam berbagai hal untuk mencapai itu semua.

“Kita harus menyiapakan segala hal. Ini bukan wistara biasa, tapi paripurna. Mari kita berkomitmen dan bersemangat untuk mendapatkan swasti saba wistara paripurna ini,” ucapnya.

Hal tersebut pun diamini Staf Ahli Setda Kabupaten Sukabumi Jujun Junaeni. Menurutnya, berbagai perangkat daerah harus mendukung semua ini. Apalagi, keberadaan FSKSS membantu sejumlah perangkat daerah dalam mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang sehat.

“Perangkat daerah tolong persiapkan sarana dan prasarananya. Semua itu agar kita persiapan dalam penilaian Kota/Kabupaten Sehat bisa semakin sempurna. Ini sebetulnya tugas kita di perangkat daerah, namun kita bersyukur dibantu forum ini,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Langkah Muda Saeful ke Tanah Suci: Ketika Mimpi Kecil Berbuah Nyata di Usia 18 Tahun

0

Wartain.com || Pagi itu, langit Kota Sukabumi masih berselimut kabut tipis ketika Muhammad Saeful Falah (18) berdiri di antara ratusan jemaah calon haji lainnya di halaman Balai Kota Sukabumi. Ransel hitam tergantung di bahunya, dan wajahnya tampak tenang, meski rona bahagia tak bisa disembunyikan. Ia bukan hanya akan menapakkan kaki di Tanah Suci untuk pertama kalinya—ia juga tercatat sebagai jemaah calon haji termuda dari Kota Sukabumi pada musim haji 2025.

Masih duduk di bangku kelas 3 SMA, Saeful mungkin belum menyelesaikan masa putih-abu, tapi ia akan lebih dulu menyempurnakan rukun Islam kelima. “Alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat bersama keluarga. Sudah didaftarkan sejak saya umur sembilan tahun,” tuturnya dengan suara pelan, namun mantap.

Keberangkatan Saeful bukan sebuah kebetulan. Ini adalah buah dari tekad dan visi panjang kedua orang tuanya yang sudah menanamkan nilai-nilai Islam sejak ia masih kanak-kanak. Mereka ingin anak-anaknya tak hanya sukses secara akademik, tetapi juga spiritual.

“Orang tua saya selalu bilang, ibadah haji itu bukan hanya soal usia, tapi kesiapan hati dan niat. Karena itu saya sudah didaftarkan sejak kecil,” ujar Saeful, mengingat momen saat namanya pertama kali masuk dalam antrean panjang jemaah haji Indonesia.

Kini, delapan tahun setelah niat itu ditanamkan, Saeful akhirnya berangkat. Bukan sendiri, tapi bersama dua kakaknya dan kedua orang tuanya—menjadikan mereka satu keluarga utuh dalam rombongan Kloter 30 asal Sukabumi.

Berangkat haji di usia muda bukan perkara ringan. Saeful sadar bahwa ibadah ini menuntut fisik dan mental yang prima. Beberapa bulan terakhir ia membiasakan diri berolahraga dan menjaga pola makan agar tubuh tetap bugar. “Biar kuat nanti saat thawaf dan wukuf di Arafah,” katanya sambil tersenyum.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang turut melepas keberangkatan jemaah, memberikan apresiasi khusus kepada Saeful. “Anak ini luar biasa. Di usia 18 tahun, dia sudah berhaji melalui jalur reguler. Ini bukan hal yang mudah dan sangat layak dijadikan inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ucapnya.

Sebanyak 269 calon jemaah haji diberangkatkan pagi itu. Namun di tengah ratusan jamaah, langkah Saeful terasa istimewa. Ia membawa bukan hanya koper dan bekal perjalanan, tetapi juga mimpi kecil yang tumbuh besar—mimpi yang kini, di usia belia, ia realisasikan dengan penuh kesadaran dan syukur.

Ketika bus perlahan meninggalkan halaman balai kota, Saeful melambaikan tangan, matanya menatap ke depan. Tanah Suci menantinya. Dan ia siap melangkah, membawa semangat muda dan warisan nilai yang telah tertanam kuat sejak masa kecil.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Wali Kota Sukabumi Tekankan Kemandirian Daerah sebagai Kunci Penurunan Stunting

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan pentingnya kemandirian fiskal dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Surat Edaran dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting, Jumat (16/5/2025), di Ruang Pertemuan Bappeda Kota Sukabumi.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kepala DP2KBP3A, serta Tenaga Ahli Kebijakan Publik INEY Kemendagri, BPK Imam Almuttaqin.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa stunting tidak hanya permasalahan kesehatan, tetapi juga tantangan struktural yang berkaitan langsung dengan hak dasar warga negara. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk penguatan kebijakan fiskal di tingkat daerah.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada dana pusat. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi BUMD serta BLUD adalah fondasi utama untuk membiayai program-program strategis, termasuk penurunan stunting,” ungkap Ayep Zaki.

Ia mengungkapkan, dalam 54 hari terakhir, PAD Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dari sektor Bunut, Waluya, dan PDAM. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap arah kemandirian fiskal yang diupayakan pemerintah kota.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menyerukan pentingnya kepatuhan para pelaku usaha dalam membayar pajak dan melengkapi perizinan usahanya. Menurutnya, fiskal yang sehat hanya bisa dibangun lewat transparansi, akuntabilitas, dan kejujuran dalam kepemimpinan.

“Pengalaman saya membayar pajak secara penuh adalah bentuk nyata komitmen terhadap keadilan fiskal. Semua pihak harus ambil bagian,” ujarnya.

Ia pun menekankan pentingnya sinergi antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD), pelibatan aktif masyarakat, dan peran strategis Bappeda dalam merancang kebijakan yang berdampak langsung.

Dengan tekad menjadikan Kota Sukabumi sebagai kota yang bebas stunting, Ayep Zaki mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama secara konkret. “Mari kita wujudkan Kota Sukabumi Bercahaya, yang mandiri secara fiskal dan sejahtera untuk semua,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Maik

Jumat Penuh Berkah, Satgas Yonif 131/Brajasakti Tebar Kebaikan untuk Warga Perbatasan Papua

0

Wartain.com ||  Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Papua, pada Jumat (16/05/2025). Dalam semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi, Satgas Yonif 131/Brajasakti melalui Pos Kotis menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan bubur gratis di Masjid Miftahul Huda.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga sekitar yang datang untuk menikmati hidangan sederhana namun penuh makna. Letda Inf Fuji Basuki, Pasiter Satgas Yonif 131/Brajasakti, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Satgas terhadap masyarakat perbatasan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan kebaikan, serta menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Semoga kehadiran kami dapat memberikan manfaat positif,” ujarnya.

Ucapan terima kasih datang dari Ustad Ma’ruf Amin (56), Ketua BKM Masjid Miftahul Huda. Ia mengapresiasi inisiatif Satgas yang telah membawa suasana keakraban dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya makanan, tapi kehangatan dan perhatian yang diberikan sangat kami rasakan,” ucapnya dengan haru.

Kegiatan sederhana ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI dan rakyat, membawa harapan dan semangat di perbatasan negeri.***

Foto/Sumber : Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Percepatan Investasi dan Kemudahan Berusaha, Wabup : Harus Bermanfaat Bagi Perekonomian Masyarakat 

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi dan Kemudahan Berusaha di Aula DPMPTSP Palabuhanratu, Jumat (16/5/2025).

Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi, H Andreas bersama sejumlah pejabat terkait, pelaku usaha, dan perwakilan instansi teknis lainnya.

Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengatakan, dua isu strategis menjadi fokus utama dalam rapat tersebut yaitu persoalan kemacetan di kawasan industri dan penataan sektor peternakan. Menurutnya, pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menciptakan iklim investasi yang aman dan berkelanjutan.

“Kemacetan yang ditimbulkan dari aktivitas industri harus diselesaikan secara serius. Pemerintah daerah siap memfasilitasi penataan ulang kawasan industri agar tidak menimbulkan dampak sosial di lingkungan sekitar,” terangnya.

H Andreas meminta agar perusahaan segera melakukan penyesuaian seperti perluasan lahan parkir dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area industri. Hal ini dinilai sebagai langkah awal yang penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan masyarakat.

“Investasi harus memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari dampak eksternal aktivitas industri,” jelasnya.

Percepatan Investasi dan Kemudahan Berusaha, Wabup : Harus Bermanfaat Bagi Perekonomian Masyarakat  (foto : Istimewa)

Wabup juga berharap pertemuan tersebut dapat memunculkan gagasan dan langkah bijaksana dari para pelaku usaha demi kemajuan Kabupaten Sukabumi ke depan.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa Satgas ini merupakan implementasi dari arahan Bupati Sukabumi untuk mengatasi kendala usaha yang kerap muncul di lapangan. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat lima kecamatan yang menjadi titik rawan kemacetan akibat konsentrasi aktivitas usaha, yaitu Cibadak, Parungkuda, Cicurug, Sukalarang, dan Cikembar.

“Satgas telah menyusun sejumlah rekomendasi strategis mulai dari perluasan celukan jalan, penataan PKL, pembangunan jalur alternatif, peningkatan keberadaan petugas lapangan, hingga pembangunan fasilitas pedestrian dan marka jalan,” paparnya.

Di sektor peternakan kata Ali, Pemkab Sukabumi juga menemukan sejumlah persoalan mendasar, terutama dalam hal legalitas dan perizinan. Dari data sementara, banyak perusahaan peternakan yang terkendala dalam pemenuhan syarat dokumen seperti analisis dampak lalu lintas (andalalin), serta belum memenuhi standar teknis lainnya.

“Pemerintah akan terus mengawal sektor ini agar tidak hanya memenuhi aspek administratif, tapi juga mampu berjalan sesuai standar teknis yang mendukung keberlanjutan,” tuturnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)