Wartain.com || Hampir dua pekan pasca-peristiwa penyiraman air keras yang menimpa seorang ibu dan anak di Baros, Kota Sukabumi, aparat kepolisian belum juga berhasil mengungkap identitas pelaku di balik aksi keji tersebut.
Peristiwa tragis itu menimpa Yulian Anggraeni (37) dan anaknya pada Kamis (1/5/2025) lalu, sekitar pukul 07.15 WIB. Insiden terjadi di Jalan Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, ketika Yuli—sapaan akrabnya—sedang dalam perjalanan mengantar anak ke rumah kerabat sebelum berangkat kerja.
“Pagi itu saya lagi naik motor, mau belok ke rumah saudara buat nitip anak. Pas motor saya perlambat, tiba-tiba dari arah belakang dua orang pria langsung nyiram muka saya pakai air keras,” tutur Yuli, Jumat (16/5/2025).
Yuli mengaku tidak sempat mengenali pelaku karena serangan dilakukan secara tiba-tiba dan berlangsung sangat cepat. Rasa panas yang seketika menjalar di tubuhnya membuat ia langsung panik.
“Begitu kena siraman, saya belum langsung sadar itu air keras. Tapi nggak lama kemudian mulai terasa panas luar biasa. Saya lihat pelakunya dua orang, naik motor boncengan, langsung kabur ke arah Jalur. Karena panik, saya reflek merobek baju buat ngurangin rasa panas di tubuh,” jelasnya.
Dari peristiwa itu, luka terparah diderita Yuli di bagian wajah dan tangan kirinya. Sementara sang anak hanya mengalami luka ringan. “Kayaknya pelaku nyiram dari arah kanan, jadi yang kena parah wajah sama tangan kiri saya,” tambah Yuli.
Meski tak melihat wajah pelaku secara jelas, Yuli sempat memperhatikan bahwa motor yang digunakan berwarna hitam dengan aksen merah. Ia juga mengakui memiliki kecurigaan terhadap seseorang yang dikenalnya, namun enggan menyebutkan identitas orang tersebut untuk saat ini.
“Sempat ada rasa curiga ke seseorang, tapi belum bisa saya buka. Dia bukan orang asing banget, saya tahu siapa dia, tapi bukan yang deket juga,” ujarnya dengan nada hati-hati.
Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD R. Syamsudin SH selama hampir dua pekan, kondisi luka bakar yang dialami Yuli dan anaknya perlahan membaik. Kini, mereka menjalani perawatan rawat jalan meski kondisi fisik Yuli masih jauh dari pulih total.
“Sekarang perban masih terus diganti tiap hari. Lukanya belum kering semua, jadi masih harus penanganan medis,” ucapnya.
Lebih dari sekadar luka fisik, Yuli juga mengungkapkan bahwa ia kini hidup dalam bayang-bayang trauma. Rasa takut menghantuinya baik di rumah maupun saat hendak kembali bekerja.
“Saya hanya ingin pelakunya segera ditangkap. Saya benar-benar trauma. Keluar rumah takut, di rumah juga jadi nggak tenang. Ini benar-benar mengganggu hidup saya,” tutupnya dengan haru.
Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini. Warga pun berharap aparat dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan yang mengejutkan warga Baros tersebut.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik











