Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan pentingnya kemandirian fiskal dalam upaya percepatan penurunan stunting. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Surat Edaran dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pemerintah Daerah dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting, Jumat (16/5/2025), di Ruang Pertemuan Bappeda Kota Sukabumi.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bappeda, Kepala DP2KBP3A, serta Tenaga Ahli Kebijakan Publik INEY Kemendagri, BPK Imam Almuttaqin.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa stunting tidak hanya permasalahan kesehatan, tetapi juga tantangan struktural yang berkaitan langsung dengan hak dasar warga negara. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk penguatan kebijakan fiskal di tingkat daerah.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada dana pusat. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi BUMD serta BLUD adalah fondasi utama untuk membiayai program-program strategis, termasuk penurunan stunting,” ungkap Ayep Zaki.
Ia mengungkapkan, dalam 54 hari terakhir, PAD Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dari sektor Bunut, Waluya, dan PDAM. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap arah kemandirian fiskal yang diupayakan pemerintah kota.
Lebih lanjut, Wali Kota juga menyerukan pentingnya kepatuhan para pelaku usaha dalam membayar pajak dan melengkapi perizinan usahanya. Menurutnya, fiskal yang sehat hanya bisa dibangun lewat transparansi, akuntabilitas, dan kejujuran dalam kepemimpinan.
“Pengalaman saya membayar pajak secara penuh adalah bentuk nyata komitmen terhadap keadilan fiskal. Semua pihak harus ambil bagian,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya sinergi antarsatuan kerja perangkat daerah (SKPD), pelibatan aktif masyarakat, dan peran strategis Bappeda dalam merancang kebijakan yang berdampak langsung.
Dengan tekad menjadikan Kota Sukabumi sebagai kota yang bebas stunting, Ayep Zaki mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama secara konkret. “Mari kita wujudkan Kota Sukabumi Bercahaya, yang mandiri secara fiskal dan sejahtera untuk semua,” tutupnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Maik
