26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 596

Gelar Reses ke-2, Jalil Abdillah Banyak Terima Aspirasi Konstituen  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Jalil Abdillah, anggota DRPD Kabupaten Sukabumi, Fraksi Partai Demokrat,  menggelar reses ke-2 tahun sidang 2025 di Aula Kantor Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (7/5/2025).

Reses tersebut menjadi ajang penghimpunan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga konstituen partai.

Dalam reses anggota DPRD Kabupaten Sukabumi ini, Jalil Abdillah mendengarkan langsung berbagai masukan masyarakat yang mencakup sektor pendidikan, infrastruktur pertanian, perbaikan jalan, serta pelayanan kesehatan.

Jalil menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga di daerah pemilihannya yang meliputi enam kecamatan.

“Semua aspirasi ini akan kami sampaikan dalam pembahasan anggaran dan perencanaan pembangunan. Meski tidak semuanya bisa langsung direalisasikan pada tahun ini, namun akan menjadi prioritas dalam pengajuan program tahun 2026,” ujar Jalil kepada wartawan.

Dalam sektor pendidikan, Jalil berkomitmen memperjuangkan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah di Kecamatan Cibadak. Sementara itu, dalam bidang kesehatan, ia menyoroti pentingnya optimalisasi layanan Puskesmas Pembantu (Pustu) di setiap desa.

Kegiatan reses ini turut dihadiri Kepala Desa Warnajati beserta jajarannya. Mereka menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses serta harapan agar setiap aspirasi warga dapat ditindaklanjuti demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Harga Emas Tak Bergerak di Masa Libur Panjang

0

Wartain.com || Pada masa libur panjang Hari Raya Waisak 2025, bursa harga emas hari ini yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Senin (12/5/2025), menunjukkan tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS dan Galeri24, tidak mengalami perubahan harga jual dari hari sebelumnya.

Emas Antam stabil di angka Rp2.004.000 per gram setelah kemarin naik tipis Rp2.000. Begitu pula emas Galeri24 yang tetap dibanderol Rp1.925.000. Sementara emas buatan UBS tetap di angka Rp1.949.000 per gram selama dua hari beruntun.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:

Harga emas Antam:

– Harga emas Antam 0,5 gram: Rp1.054.000

– Harga emas Antam 1 gram: Rp2.004.000

– Harga emas Antam 2 gram: Rp3.945.000

– Harga emas Antam 3 gram: Rp5.891.000

– Harga emas Antam 5 gram: Rp9.783.000

– Harga emas Antam 10 gram: Rp19.508.000

– Harga emas Antam 25 gram: Rp48.638.000

– Harga emas Antam 50 gram: Rp97.194.000

– Harga emas Antam 100 gram: Rp194.306.000

– Harga emas Antam 250 gram: Rp485.489.000

– Harga emas Antam 500 gram: Rp970.759.000

– Harga emas Antam 1000 gram: Rp1.941.476.000.

Harga emas UBS:

– Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.054.000

– Harga emas UBS 1 gram: Rp1.949.000

– Harga emas UBS 2 gram: Rp3.867.000

– Harga emas UBS 5 gram: Rp9.556.000

– Harga emas UBS 10 gram: Rp19.009.000

– Harga emas UBS 25 gram: Rp47.428.000

– Harga emas UBS 50 gram: Rp94.661.000

– Harga emas UBS 100 gram: Rp189.246.000

– Harga emas UBS 250 gram: Rp472.976.000

– Harga emas UBS 500 gram: Rp944.838.000

Harga emas Galeri24:

– Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp1.010.000

– Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.925.000

– Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.792.000

– Harga emas Galeri24 5 gram: Rp9.409.000

– Harga emas Galeri24 10 gram: Rp18.769.000

– Harga emas Galeri24 25 gram: Rp46.805.000

– Harga emas Galeri24 50 gram: Rp93.536.000

– Harga emas Galeri24 100 gram: Rp186.978.000

– Harga emas Galeri24 250 gram: Rp467.214.000

– Harga emas Galeri24 500 gram: Rp933.967.000

– Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.867.933.000.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(RAF)

PWM JABAR Berkolaborasi bersama UMMI, Dukung Wakaf Uang dan Sensus Aset Persyarikatan

0

Wartain.com || Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menjadi tuan rumah pelaksanaan workshop mobilisasi gerakan wakaf uang dan sensus aset Persyarikatan Muhammadiyah Jawa Barat pada Sabtu (10/5/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting Muhammadiyah dan Aisyiyah dari tingkat cabang hingga wilayah, serta Sekretaris Daerah Kota Sukabumi.

Rektor UMMI, Dr. Reny Sukmawani, M.P., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan peserta. “Suatu kehormatan bagi Universitas Muhammadiyah Sukabumi menjadi tempat terselenggaranya acara penting ini,” ujarnya.

Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Mohammad Ramdan Widi Irfan, SE.,MM.,CWC, menyampaikan tujuan utama workshop ini. “Kami ingin Majelis Wakaf kali ini memobilisasi warga masyarakat Muhammadiyah, khususnya di Jawa Barat, untuk menggalakkan usaha wakaf uang. Misi kami adalah memastikan seluruh aset Persyarikatan Muhammadiyah tercatat atas nama Persyarikatan,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Bapak Andang Tjahyadi, S.T.,M.KM., menyoroti relevansi wakaf di tengah tantangan sosial ekonomi. “Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, wakaf hadir sebagai solusi Islam yang penuh keberkahan. Wakaf uang menjadi bentuk yang relevan dan mudah dilakukan, yang pengelolaannya secara produktif dapat disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial seperti pendidikan, bantuan anak yatim, layanan kesehatan, pembangunan masjid, pesantren, dan lainnya,” jelasnya.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Drs. Dikdik Dahlan Lukman, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menyoroti potensi pengembangan wakaf di Muhammadiyah. “Selama ini, pemanfaatan wakaf baru terfokus pada masjid, madrasah, dan makam, mencapai hampir 79%. Di Muhammadiyah sendiri, belum semua potensi wakaf terdayagunakan secara optimal,” ungkapnya.

Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga Muhammadiyah Jawa Barat dalam gerakan wakaf uang serta memperkuat pengelolaan dan pendataan aset Persyarikatan.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Laka Lantas di Simpang Degung, Satu Nyawa Melayang

0

Wartain.com || Seorang wanita berinisial SN (18) harus meregang nyawa usai terlibat dalam kecelakaan di Simpang Degung, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Minggu (11/5/2025) dini hari.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, IPDA Andika Pratistha mengatakan, kecelakaan maut tersebut melibatkan sebuah sepeda motor yang ditumpangi SN dan dikemudikan LH (16) bertabrakan dengan sebuah minibus yang dikemudikan KR (52).

“Kecelakaan bermula ketika kendaraan roda dua datang dari arah Jalan Benteng menuju arah Jalan Bhayangkara. Kemudian di perempatan jalan, datang mobil Nissan Grand Livina dari arah Jalan Sudirman menuju Jalan KH Ahmad Sanusi yang langsung menabrak sepeda motor hingga pengemudi dan penumpang sepeda motor terjatuh,” ucap Andika.

Usai kejadian tersebut pengendara sepeda motor beserta penumpangnya dilarikan ke Rumah Sakit Assyifa untuk mendapat penanganan medis. Namun nahas SN harus meregang nyawa saat dilakukan perawatan karena mengalami luka serius dibagian kepala.

“Akibat kecelakaan lalu lintas tersebut untuk korban dilarikan ke Rumah Sakit Assyifa, tapi sangat disayangkan dalam penindakan medis untuk saudara SN meninggal dunia di rumah sakit akibat kecelakaan tersebut. Sementara LH hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan penyebab kecelakaan akibat sepeda motor dipacu dengan kecepatan tinggi.

“Barang bukti yang kita amankan ada berupa satu kendaraan mobil Grand Livina dan satu kendaraan Honda Beat. Sopir sendiri masih kita minta keterangan dan juga saksi yang berada di lokasi sedang kita dalami penyelidikan,” ucapnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap kecelakaan lalu lintas yang di mana utamakan keselamatan dibandingkan dengan kecepatan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pengusaha Kafe di Sukabumi Keluhkan Pemungutan PB1: Minim Sosialisasi

0

Waetain.com || Kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi terkait pungutan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk sektor makanan dan minuman sebesar 5 persen menuai reaksi dari para pelaku usaha kafe dan coffee shop. Mereka mengaku tidak hanya kaget dengan besaran pajak yang diberlakukan, tetapi juga dengan proses pemberitahuannya yang dinilai mendadak dan minim sosialisasi resmi.

Idzar, seorang manajer di salah satu kafe ternama di Sukabumi, menjelaskan bahwa para pengusaha kafe sempat mengusulkan skema penyesuaian bertahap terhadap tarif pajak yang diminta pemerintah, yang awalnya mencapai 10 persen. Komunitas pengusaha kafe meminta agar tarif dimulai dari 2,5 persen, lalu naik bertahap hingga 10 persen. Namun, dalam praktiknya, pemerintah langsung menetapkan tarif awal sebesar 5 persen.

“Awalnya kami minta negosiasi dimulai dari 2,5 persen, naik perlahan. Tapi ternyata langsung ditetapkan 5 persen. Itu juga baru dikabari lewat media sosial, bukan melalui surat resmi,” ujar Idzar, Minggu (11/5/2025).

Pajak ini dibebankan kepada konsumen setiap kali melakukan transaksi, bukan ditanggung oleh pengusaha kafe. Namun, para pelaku usaha khawatir kenaikan harga secara tidak langsung akan memengaruhi minat pelanggan. Pengelola juga diwajibkan menyetorkan PB1 melalui aplikasi PANTAS yang terhubung langsung ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Menurut Idzar, kebijakan ini diberlakukan mulai 5 Mei 2025 sebagai uji coba pungutan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, keterbatasan informasi dan pendekatan sepihak pemerintah membuat banyak pengusaha merasa tidak dilibatkan dalam proses penyusunan kebijakan.

“Banyak teman-teman di komunitas coffee shop merasa kebijakan ini disamaratakan. Padahal, ada kedai kecil yang penjualannya sangat terbatas, tapi tetap dikenakan PB1. Harusnya bisa dibedakan berdasarkan segmentasi usaha,” keluhnya.

Meski saat ini belum ada langkah resmi untuk mediasi atau protes terbuka, Idzar menegaskan bahwa para pengusaha akan terus memantau dampak kebijakan tersebut. Jika terbukti merugikan, kemungkinan besar akan ada permintaan evaluasi ulang ke pemerintah daerah.

“Kita lihat dulu beberapa minggu ke depan. Kalau ternyata pengaruhnya besar terhadap omzet atau kenyamanan pelanggan, kami harap akan ada ruang dialog kembali,” katanya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sambut Libur Panjang, Polres Garut Tingkatkan Pengamanan Area Wisata

0

Wartain.com || Menyambut libur panjang (long weekend) yang dimulai pada akhir pekan ini, Polres Garut meningkatkan pengamanan di sejumlah objek wisata populer di daerah tersebut. Minggu (11/05/2025).

Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan yang berkunjung, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau gangguan keamanan.

Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengatakan bahwa pengamanan difokuskan pada beberapa destinasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan selama libur panjang, di antaranya Pantai Sayang Heulang, Pantai Santolo, Kawah Papandayan, Situ Bagendit dan Objek Wisata Darajat Pass.

“Pengamanan kami tingkatkan di objek wisata yang berpotensi ramai dikunjungi, guna memberikan rasa aman kepada pengunjung. Selain itu, petugas juga akan melakukan patroli rutin dan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan wisata,” ujar Kapolres Garut.

Pada hari ini objek wisata di Wilayah Kabupaten Garut terpantau sudah ramai dikunjungi ribuan pengunjung diantaranya Pantai Sayang Heulang berjumlah 240 pengunjung, Pantai Santolo berjumlah 450 pengunjung, Kawah Papandayan berjumlah 3.812 pengunjung, Situ Bagendit berjumlah 587 pengunjung dan Objek Wisata Darajat Pass berjumlah 1.443 pengunjung.

Polres Garut telah menyiapkan sejumlah personel dan kendaraan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta mengatur keramaian yang mungkin terjadi.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak pengelola objek wisata untuk memastikan fasilitas penunjang keselamatan, seperti jalur evakuasi dan pos pengamanan, tersedia dengan baik.

“Selain pengamanan fisik, kami juga menghimbau kepada pengunjung untuk selalu mematuhi protokol keselamatan, baik di jalan raya maupun di objek wisata, Dengan adanya pengamanan yang lebih intensif ini, diharapkan dapat menciptakan suasana liburan yang aman dan menyenangkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Garut selama long weekend.” Pungkas Kapolres Garut.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Inta )

Mewahnya Berkemah di Kaki Gunung Gede Pangrango: Menginap di Tengah Kebun Teh Sukabumi

0

Wartain.com || Libur telah tiba! Langit biru, udara sejuk, dan hamparan hijau yang memanjakan mata menjadi sajian pembuka begitu Anda melangkah ke Goalpara Estate Camp, sebuah destinasi wisata alam yang tersembunyi di kaki Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat.

Terletak di Jalan Goalpara, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, kawasan ini berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut—cukup tinggi untuk membelai wajah Anda dengan semilir angin gunung yang segar, namun tidak terlalu jauh untuk dijangkau dari pusat kota.

Goalpara Estate Camp bukanlah tempat berkemah biasa. Ini adalah bentuk baru dari glamping—kemewahan di alam bebas. Di sini, berkemah tak lagi berarti tidur di atas matras tipis dan berjibaku dengan nyamuk. Pengalaman yang ditawarkan bak menginap di hotel butik, lengkap dengan kamar mandi pribadi yang dilengkapi air hangat, kasur nyaman, bahkan teko listrik untuk menyeduh teh hangat sambil menikmati kabut pagi dari balik jendela tenda.

Terdapat tujuh tenda premium yang disediakan, masing-masing berkapasitas dua hingga empat orang. Namun bagi para pencinta petualangan sejati yang tetap ingin mendirikan tenda sendiri, Goalpara juga menyediakan area khusus untuk camping mandiri, tanpa menghilangkan sentuhan harmonis yang jadi ciri khasnya.

Harga yang ditawarkan pun sebanding dengan pengalaman yang didapat. Untuk satu malam di tenda premium berkapasitas dua orang, pengunjung cukup merogoh kocek mulai dari Rp975.000. Sementara untuk tenda yang menampung hingga empat orang, tarifnya mulai dari Rp1.475.000 per malam.

Namun bukan hanya soal kenyamanan fisik. Tempat ini juga merawat sisi spiritual—rasa damai dan koneksi dengan alam. Di sekeliling, terbentang kebun teh luas yang bisa dijelajahi dengan bersepeda santai. Saat pagi menjelang, Anda bisa duduk di beranda tenda, menyeruput kopi lokal yang bijinya dipetik langsung dari kebun petani setempat.

Tak hanya menikmati, Anda pun bisa ikut menanam. Ya, pengunjung diberi kesempatan untuk menanam benih kopi khas Sukabumi. Uniknya, Anda akan mendapat kabar perkembangan pohon kopi yang Anda tanam, menjadikan perjalanan ini bukan sekadar singgah, tapi juga meninggalkan jejak.

Goalpara Estate Camp bukan sekadar tempat bermalam. Ia adalah pelarian dari penat, pelukan hangat dari alam, dan pengingat akan keindahan yang masih ada di tengah riuhnya dunia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sambut Hari Kebangkitan Nasional, PLN Hadirkan Promo Diskon Tambah Daya 50%

0

Wartain.com || Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei mendatang, PT PLN (Persero) menghadirkan promo spesial Diskon Tambah Daya 50%. Program ini merupakan wujud PLN untuk terus mendukung semangat kebangkitan dan kemajuan masyarakat Indonesia melalui kemudahan akses layanan kelistrikan.

Melalui program bertajuk “Bangkit Lebih Terang”, pelanggan dapat menikmati potongan biaya sebesar 50% untuk layanan tambah daya mulai dari daya 450 VA hingga 5.500 VA yang ingin menambah daya hingga maksimal 7.700 VA. Promo berlaku mulai dari 10 Mei hingga 23 Mei 2025. Pelanggan yang memenuhi syarat dapat menikmati kemudahan tambah daya dengan harga spesial melalui transaksi di aplikasi PLN Mobile.

Untuk dapat mengikuti program ini, pelanggan harus telah menjadi pelanggan PLN sebelum 1 Mei 2024, melunasi seluruh kewajiban tagihan listrik, serta melakukan minimal satu transaksi pembelian token (untuk pelanggan prabayar) atau pembayaran tagihan (untuk pelanggan pascabayar) melalui PLN Mobile selama periode promo.

Setiap akun PLN Mobile dapat memperoleh maksimal empat voucher tambah daya untuk ID pelanggan (IDPEL) yang berbeda. Namun, setiap IDPEL hanya dapat mengikuti promo satu kali selama periode berlangsung. Program ini juga tidak dapat digabungkan dengan promo tambah daya lainnya dan pelanggan yang mengikuti program ini tidak dapat mengajukan permohonan turun daya setidaknya selama satu tahun sejak realisasi tambah daya.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Yuniar Budi Satrio, menyampaikan bahwa program diskon tambah daya ini dihadirkan sebagai bentuk dukungan PLN untuk memudahkan pelanggan memenuhi kebutuhan listrik yang terus berkembang, baik untuk aktivitas rumah tangga maupun usaha.

“Melalui promo ini, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas listrik dengan biaya yang lebih ringan. Harapannya, tambahan daya ini bisa mendukung aktivitas sehari-hari, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang usaha baru. PLN berkomitmen untuk selalu hadir memberikan layanan terbaik dan solusi kelistrikan yang memudahkan pelanggan,” ujar Budi.

Proses permohonan dan pembayaran dilakukan sepenuhnya melalui PLN Mobile, dan setelah proses verifikasi serta konfirmasi pembayaran, petugas PLN akan melakukan penyambungan serta penyesuaian daya di lokasi pelanggan. Proses dilakukan sesuai standar keamanan dan ketentuan teknis yang berlaku tanpa perubahan jenis layanan atau penguatan jaringan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Tonny Bellamy, menegaskan bahwa program promo ini sejalan dengan upaya PLN dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses listrik yang lebih memadai.

“Kami memahami bahwa kebutuhan listrik masyarakat terus berkembang, seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan penggunaan peralatan listrik yang semakin beragam. Melalui program ini, PLN memberikan kemudahan agar masyarakat bisa meningkatkan kapasitas daya listrik secara lebih terjangkau. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan produktivitas masyarakat,” jelas Tonny Bellamy.

PLN mengajak seluruh pelanggan untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Segera unduh aplikasi PLN Mobile dan nikmati kemudahan layanan kelistrikan dalam satu genggaman.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Kota Sukabumi Catat Inflasi Tertinggi se-Jabar pada April 2025

0

Wartain.com || Kenaikan harga kebutuhan pokok terus menekan daya beli masyarakat Kota Sukabumi. Meski inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) per April 2025 tercatat sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, kota ini kembali mencatat inflasi tertinggi se-Jawa Barat sebesar 2,74 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,52.

Kepala BPS Kota Sukabumi, Urip Sugeng Santoso, menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi sepanjang Januari hingga April 2025 didorong oleh kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,22 persen. Diikuti kelompok peralatan rumah tangga (1,05 persen), perawatan pribadi (0,54 persen), dan pakaian serta alas kaki (0,5 persen).

“Emas perhiasan, kopi bubuk, minyak goreng, hingga nasi dengan lauk adalah beberapa komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi tahun ini,” ujar Urip dalam keterangannya, Minggu (11/5/2025).

Meskipun lebih rendah dibanding inflasi pada April 2024 yang mencapai 2,88 persen, tekanan harga tetap mempengaruhi pengeluaran rumah tangga. “Harga kebutuhan pokok yang terus naik secara perlahan namun konsisten telah mengurangi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Kepala Sub Bagian Umum BPS Kota Sukabumi, Wisnu Eka, menyebutkan inflasi terjadi karena kombinasi berbagai faktor, mulai dari tingginya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), perilaku spekulatif pedagang, hingga terganggunya distribusi barang.

Menariknya, hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi tipis sebesar -0,01 persen. Namun, ini tidak cukup untuk menahan laju inflasi secara keseluruhan yang tetap lebih tinggi dibanding kota lain seperti Bogor (1,86 persen) dan Depok (1,87 persen).

“Inflasi adalah ancaman senyap. Ketika tidak terkendali, ia perlahan mengikis kekuatan beli masyarakat dan melemahkan perekonomian lokal,” kata Wisnu.

Oleh karena itu, BPS mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Strategi pengendalian harga pangan, efisiensi distribusi, serta kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam meredam tekanan inflasi yang terus berulang setiap tahun.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

“Siswa Generasi Emas” Cianjur dapatkan Pengetahuan tentang Pembinaan Pemasyarakatan di Lapas Cianjur

0

Wartain.com || Kepala Lapas Cianjur berikan Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Generasi Emas Cianjur seputar Pemasyarakatan (Sabtu, 10 Mei 2025). Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian. Turut hadir dalam kegiatan ini sebagai pembina, Danyon Yonif Raider 300/ Brajawijaya (Letkol.Inf. Ardha Cairova Pari Putra).

Kepala Lapas Cianjur, Eris Ramdani memandu Bupati Cianjur, Danyon Yonif Raider 300/ Brajawijaya, jajaran Forkopimda dan Siswa Generasi Emas Cianjur untuk meninjau Area Perkebunan, Blok Hunian, Area Perikanan dan Peternakan, Masjid At-taubah serta Penampilan ragam kegiatan pembinaan dan Kesenian Panghegar Lembaga Pemasyarakatan sebagai pengenalan program-program Lembaga Pemasyarakatan Cianjur;

Pada Kesempatan ini para Siswa Generasi Emas, Danyon Yonif Raider 300/Brawijaya turut melaksanakan penanaman bibit Cabai, pemberian pakan Ikan Lele dan Panen Telur Ayam.

Kegiatan selanjutnya diawali dengan sambutan dari Pembina Siswa, yaitu Danyon Yonif Raider 300/ Brajawijaya, Letkol.Inf. Ardha Cairova Pari Putra. Danyon Yonir Raider menyampaikan terimakasih atas penyambutan dari Lapas Cianjur yang begitu luar biasa. Pada kesempatan ini juga Siswa mendapatkan pengetahuan tentang Lembaga Pemasyarakatan serta program pembinaan yang berada di Lapas Cianjur;

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan Penguatan Siswa Generasi Emas yang disampaikan oleh Kepala Lapas Cianjur, Eris Ramdani dengan tema “Pemasyarakatan Napi menjadi Santri” yang menjadi salah satu program Lapas Cianjur dalam tugas dan fungsi membina Warga Binaan.

Dalam kesempatan ini, Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian dalam sambutannya menyampaikan “Siswa Generasi Emas ini merupakan Siswa pilihan dalam rangka peningkatan kedisiplinan dan menjadi pribadi dengan jumlah kebaikan yang terus bertambah.” (***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)