26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 73

Harga Sembako di Pasar Panggeleseran Naik Jelang Idul Adha 1447 H

0
Oplus_131072

Wartain.com – Memasuki pekan terakhir sebelum Idul Adha 1447 H, aktivitas jual beli di Pasar Panggeleseran, Kabupaten Sukabumi mulai ramai. Namun di balik keramaian itu, sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga pada beberapa komoditas pokok.

Kenaikan paling terasa terjadi pada daging sapi. Dari yang sebelumnya dijual Rp140.000 per kg, kini harganya melambung ke kisaran Rp160.000 hingga Rp165.000 per kg. Lonjakan ini membuat sejumlah pembeli menunda pembelian.

Budi Raharjo, pedagang di Kios Sri Rezeki, membenarkan adanya kenaikan tersebut. Menurutnya, permintaan daging sapi meningkat tajam karena warga mulai bersiap untuk kurban.

“Betul, harga daging sapi hari ini ada kenaikan. Kami jual di angka 160-165 ribu per kg, dimana hari sebelumnya kami hanya menjual di harga 140 ribu per kg,” ujar Budi saat ditemui di kiosnya, Senin 25/05/2026.

Ia menjelaskan, selain permintaan yang tinggi, keterlambatan pasokan dari rumah potong hewan juga menjadi penyebab utama. Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir disebut mengganggu distribusi.

Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam potong relatif stabil. Jimy, pedagang ayam, menyebut kenaikan hanya terjadi sekitar Rp1.000-Rp2.000 per kg. Saat ini ayam dijual Rp37.000-Rp38.000 per kg, naik dari Rp35.000-Rp36.000 per kg pekan lalu.

Harga Sembako di Pasar Panggeleseran Naik Jelang Idul Adha 1447 H (Foto : Aab)

“Kalau daging ayam harganya stabil ya. Hari ini kami menjual di angka 37-38 ribu per kg,” ungkap Jimy. Ia menyebut stok ayam dari peternak masih lancar sehingga harga tidak naik tajam.

Di sektor sayur mayur, cabai dan bawang merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tinggi. Cabai merah keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kg, sementara cabai merah besar dari Rp48.000 menjadi Rp65.000 per kg.

Harga bawang merah juga ikut merangkak naik ke Rp56.000 per kg dari sebelumnya Rp40.000 per kg. Kenaikan ini membuat ibu-ibu rumah tangga mengeluh saat berbelanja.

Galih Hilmi Alfiano, pemilik Kios Sayur PD TS Doa Ibu, mengatakan kenaikan hanya terjadi pada beberapa jenis sayuran saja. “Harga sayuran di sini masih terbilang stabil ya. Hanya cabai merah dan bawang merah yang kenaikannya cukup signifikan,” tuturnya.

Sementara itu, harga bahan pokok lain masih bertahan stabil. Beras dijual Rp12.000-Rp14.000 per kg, minyak sayur curah Rp22.000 per kg, minyak kemasan Rp18.000-Rp20.000 per liter, telur ayam Rp29.000-Rp30.000 per kg, dan bawang putih Rp35.000 per kg.

Dengan kondisi ini, warga yang hendak membeli kebutuhan Idul Adha diminta lebih cermat dalam berbelanja. Pedagang berharap pasokan kembali lancar dalam beberapa hari ke depan agar harga bisa berangsur turun.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Siaga Banjir! Sukabumi Diprediksi Hujan Deras Lagi Hari ini

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi memprediksi Kabupaten Sukabumi akan diguyur hujan petir pada siang hingga sore hari, Senin (25/5/2026). Cuaca ekstrem ini berpotensi memengaruhi aktivitas warga, terutama di wilayah rawan banjir.

Berdasarkan data prakiraan cuaca terbaru, pagi hari di Sukabumi masih didominasi kondisi berawan dengan suhu 24-26°C dan peluang hujan hanya 16-23%. Namun kondisi berubah drastis mulai pukul 13.00 WIB.

Memasuki siang, hujan petir diprediksi turun dengan peluang mencapai 100% pada pukul 13.00 hingga 14.00 WIB. Suhu bertahan di kisaran 26°C dengan kelembapan 83-85%. Intensitas hujan berangsur berkurang menjadi hujan ringan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.

“At 01PM, it will be Thunderstorms at 26 celsius with 100% chance of precipitation”. Pada pukul 15.00 WIB, peluang hujan masih tinggi di angka 91% dengan suhu 25°C.

Memasuki malam hari, cuaca diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Suhu turun ke 22°C dengan kelembapan mencapai 100%. Peluang hujan kecil hanya 13-19%.

Suhu tertinggi hari ini diprediksi mencapai 27°C dan terendah 20°C. Matahari terbit pada pukul 05.56 WIB dan terbenam pukul 17.42 WIB.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi warga di daerah rawan banjir seperti Palabuhanratu, yang kemarin sudah mengalami banjir akibat meluapnya Sungai Cipalabuan. Curah hujan tinggi berpotensi menambah debit air sungai jika turun dalam durasi lama.

Masyarakat diimbau membawa perlengkapan hujan dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan petir berlangsung antara pukul 13.00-15.00 WIB. Pengendara juga diminta berhati-hati karena jalanan berpotensi licin dan jarak pandang berkurang.

Kualitas udara di Sukabumi hari ini masih dalam kategori baik dengan AQI 31.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sungai Meluap, 10 Rumah di Cempaka Putih Palabuhanratu Terendam Banjir

0

Wartain.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi mengakibatkan aliran sungai Cipalabuan meluap dan merendam permukiman warga, di Kampung Cempaka Putih, RT 05/RW 11, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Minggu (24/5/2026). Berdasarkan penuturan warga setempat, sedikitnya ada 10 rumah warga yang terendam luapan air.

Menurut kesaksian salah seorang warga terdampak, Yandi (29), luapan air sungai mengalir dengan cepat dan langsung memasuki area pemukiman setelah di guyur hujan dari pukul 14:00 debit air meningkat tajam akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Air sungai naik cepat sekali karena hujan deras dari tadi. Warga di sini langsung panik karena air tiba-tiba sudah masuk ke pemukiman. Di lingkungan RT 05 ini saja, perkiraan kami sudah ada sekitar 10 rumah yang terendam air luapan,” tutur Yandi.

Kondisi air yang merendam rumah warga memicu kepanikan di lokasi. Yandi menambahkan, saat ini warga terdampak sedang bergotong-royong untuk menyelamatkan barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih aman.

“Sekarang kami bersama tetangga lain masih sibuk menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang aman dulu. Kami sangat berharap ada bantuan cepat untuk penanganan luapan sungai ini agar tidak semakin meluas,” tambah Yandi.

Warga di sekitar bantaran sungai masih terus bersiaga mengantisipasi adanya kenaikan debit air susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Jelang Iduladha, Warga Diimbau Tak Panik Hadapi PMK: Daging Tetap Aman Jika Diolah dengan Benar

0

Wartain.com – Menjelang pelaksanaan Iduladha 2026, isu mengenai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait keamanan hewan kurban dan konsumsi daging. Di tengah meningkatnya kekhawatiran, masyarakat diminta tetap tenang dan memahami informasi yang tepat mengenai penyakit tersebut.

PMK merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau. Gejalanya dapat berupa demam, muncul luka di area mulut, produksi air liur berlebih, hingga gangguan pada kaki yang membuat hewan sulit berjalan.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa risiko penularan PMK kepada manusia sangat rendah dan hingga saat ini kasus penularan ke manusia tergolong sangat jarang.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Riki Barata, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan dan daging diolah dengan benar.

“Daging dari hewan yang sehat dan telah melalui pemeriksaan dokter hewan pada umumnya aman dikonsumsi, terutama jika dimasak hingga matang,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Untuk memastikan keamanan menjelang Iduladha, pemerintah daerah bersama dinas terkait memperketat pengawasan terhadap lalu lintas dan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan sejak di pasar ternak, lokasi penjualan, hingga tempat pemotongan.

Menurut Riki, langkah tersebut bertujuan memastikan hewan yang diperdagangkan maupun disembelih berada dalam kondisi layak dan tidak membawa penyakit menular.

Masyarakat juga diminta lebih cermat saat memilih hewan kurban. Hewan dengan kondisi lemah, mengalami luka berat pada mulut, atau tidak mampu berdiri disarankan untuk tidak dibeli.

Selain itu, bagian organ yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan dianjurkan tidak dikonsumsi.

Riki menambahkan, aspek kebersihan selama proses penyembelihan dan pengolahan daging tetap menjadi kunci utama menjaga keamanan pangan.

Penggunaan peralatan yang bersih serta memastikan daging dimasak hingga matang dinilai menjadi langkah sederhana namun efektif.

Dengan pengawasan yang diperketat dan meningkatnya edukasi kepada masyarakat, pelaksanaan ibadah kurban diharapkan dapat berlangsung aman tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap PMK.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Mulai Tutup TPS di Pinggir Jalan

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi mulai memperkuat langkah penanganan persoalan sampah dengan menyiapkan penataan sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS), menyusul kondisi TPS Cikundul yang dinilai perlu penanganan segera.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, penataan dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus membangun sistem pengelolaan yang lebih terkendali.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut atas adanya surat dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang berkaitan dengan kondisi TPS Cikundul.

“Konsep penataan TPS ke depan, karena sekarang sudah darurat TPS Cikundul dan sudah ada surat dari KLH, sehingga kita perlu skema tempat yang tidak menghasilkan sampah itu harus diselesaikan dan ditutup,” ujar Bobby, Minggu (24/5/2026).

Sebagai tahap awal, Pemkot telah menerapkan sterilisasi di kawasan Lapang Merdeka. Kebijakan tersebut disebut memberikan dampak cukup signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang biasanya meningkat pada akhir pekan.

“Sterilisasi Lapang Merdeka mampu mengurangi sampah hingga 50 persen. Biasanya saat Sabtu dan Minggu sampah mencapai 6 ton, sekarang berkurang menjadi sekitar 2,5 hingga 3 ton. Itu hasil yang baik,” katanya.

Setelah evaluasi awal tersebut, pemerintah berencana melanjutkan penataan ke sejumlah TPS yang berada di jalur protokol kota. Upaya tersebut akan dibarengi dengan penguatan edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah sejak dari rumah.

Pemkot mendorong agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti plastik, dapat disalurkan melalui bank sampah. Sementara limbah organik diarahkan untuk diolah menjadi pupuk menggunakan metode biopori maupun pola pengolahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Untuk mendukung sistem pengolahan, pemerintah juga menyiapkan pengadaan mesin pencacah plastik yang akan digunakan pada fasilitas TPS3R. Saat ini proses tersebut masih menunggu dukungan pembiayaan dan peluang kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kita akan coba satu dulu di TPS3R dengan mesin baru, nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Kami juga terus mengawal program ini sambil menunggu anggaran,” ungkap Bobby.

Di sisi lain, ia mengakui penanganan persoalan sampah saat ini juga dipengaruhi kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi keterbatasan anggaran.

“PAD memang meningkat, tapi untuk menutup anggaran yang berkurang dari dana transfer daerah itu masih berat. Karena dana transfer dipotong, akhirnya PAD digunakan untuk menutup kekurangan tersebut,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Beberapa Rumah di Kampung Pangsor Lio Palabuhanratu Terendam Banjir Akibat Sungai Cipalabuan Meluap

0

Wartain.com – Hujan deras yang mengguyur Palabuhanratu sejak siang hingga menjelang magrib menyebabkan Sungai Cipalabuan meluap dan merendam permukiman warga. Sejumlah rumah di Kampung Pangsor Lio RT 01/RW 025, Palabuhanratu, terdampak banjir pada Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya lima rumah warga di Kampung Pangsor Lio terendam air. Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 17.30 WIB seiring intensitas hujan yang terus meningkat sejak sore.

Ule (28), warga setempat, mengaku panik saat air mulai merangsek masuk ke dalam rumah. Ia bersama keluarga langsung menyelamatkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman.

“Saat air mulai masuk ke rumah, kami langsung panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Hujannya deras sekali dari siang sampai malam, kami sekeluarga benar-benar khawatir apalagi sungai terus meluap,” ujar Ule.

Hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih mengguyur kawasan Palabuhanratu. Warga tetap bersiaga mengantisipasi debit air yang kembali meningkat. Sejumlah barang berharga terlihat sudah dipindahkan untuk menghindari kerusakan akibat banjir.

Tak hanya di Kampung Pangsor Lio, banjir juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lain di wilayah Palabuhanratu. Luapan air menggenangi jalan dan area permukiman di sejumlah kawasan.

Ule berharap hujan segera reda dan ada penanganan cepat dari pihak terkait agar air cepat surut. Kekhawatiran juga muncul jika hujan deras kembali turun pada malam hari.

“Kami berharap hujan segera reda dan ada penanganan cepat supaya air cepat surut. Kita juga khawatir kalau hujan terus turun malam ini,” katanya.

Warga setempat saat ini terus memantau kondisi debit air sungai guna mengantisipasi banjir susulan. Kehati-hatian dilakukan dengan segera mengamankan barang-barang penting demi meminimalisir kerugian lebih besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Cara Unik Bobotoh Sukabumi Rayakan Gelar Persib, Bubur Ayam Dibagikan Gratis untuk Warga

0

Wartain.com – Perayaan keberhasilan Persib Bandung menjuarai kompetisi musim 2025/2026 tidak hanya berlangsung di stadion atau pusat keramaian. Di Kota Sukabumi, euforia kemenangan Maung Bandung juga hadir dalam bentuk aksi sederhana yang menyentuh hati.

Seorang pedagang bubur ayam keliling bernama Otang (35) memilih merayakan momen juara dengan berbagi kepada warga. Ia membagikan seluruh dagangannya secara cuma-cuma sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menunaikan nazar yang telah dipanjatkan sebelumnya.

Aksi itu dilakukan sehari setelah Persib memastikan gelar juara usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026).

Sejak Minggu (24/5/2026) dini hari sekitar pukul 05.30 WIB, Otang sudah mulai berkeliling menggunakan gerobak buburnya di kawasan Jalan Proklamasi, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Namun berbeda dari rutinitas biasanya, pagi itu ia tidak menjajakan dagangan untuk dijual.

Setiap warga yang ditemuinya dipersilakan menikmati semangkuk bubur ayam tanpa dipungut biaya.

Awalnya, banyak warga yang mengira Otang sedang menggelar promosi. Namun rasa penasaran itu terjawab setelah mereka mengetahui alasan di balik aksi tersebut.

Pedagang yang sehari-hari tinggal di Rusunawa Cikundul itu ternyata sedang memenuhi nazarnya apabila Persib berhasil menjadi juara.

“Ini bentuk syukuran Persib juara. Dari beberapa hari lalu memang sudah niat, kalau Persib menang saya ingin berbagi bubur ayam gratis,” ujar Otang.

Bagi Otang, keberhasilan tim kebanggaannya bukan sekadar hasil pertandingan sepak bola. Ada kebahagiaan dan rasa bangga yang ingin ia sebarkan kepada orang-orang di sekitarnya melalui cara yang sederhana namun bermakna.

Meski harus mengeluarkan modal lebih besar dari biasanya, ia mengaku tidak mempermasalahkannya. Menurutnya, berbagi di momen istimewa justru menjadi harapan datangnya keberkahan untuk usaha yang dijalani setiap hari.

“Tidak merasa rugi, insyaallah malah jadi berkah. Mudah-mudahan dagangan semakin lancar dan rezekinya bertambah,” katanya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sungai Cangehgar Meluap, Fasum dan Fasos Terendam

0

Wartain.com – Kampung Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali dilanda banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama, Minggu (24/5/2026).

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB dan belum juga reda. Debit air Sungai Cangehgar diketahui mulai meningkat sejak pukul 15.00 WIB sebelum akhirnya meluap sekitar pukul 16.30 WIB.

Luapan air sungai menyebabkan Jalan Raya Pelabuhanratu tergenang banjir. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti karena arus air cukup tinggi dan menghambat akses lalu lintas.

“Air naiknya cepat sekali setelah hujan deras turun terus menerus. Jalan raya sampai tidak bisa dilalui kendaraan karena genangan cukup tinggi,” ujar Arif (37), salah seorang warga setempat.

Selain menggenangi jalan raya, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, termasuk Puskesmas Palabuhanratu. Ketinggian air diperkirakan mencapai lebih dari satu meter di area sekitar bangunan puskesmas.

Rumah warga yang berada di dekat aliran sungai tepatnya di Kampung Cangehgar RT 02/RW 03 turut terdampak banjir.

Berdasarkan penuturan salah satu warga, Bayu (40) menuturkan, sedikitnya tujuh rumah terendam air. Sejumlah toko di pinggir jalan juga ikut tergenang akibat luapan Sungai Cangehgar.

“Ada sekitar 7 rumah warga terendam banjir, toko-toko juga sama terus ini puskesmas ngeri selalu tinggi airnya,” tutur Bayu

Sementara itu, memasuki pukul 18.45 WIB, genangan air di Jalan Raya Pelabuhanratu mulai surut dan arus lalu lintas kembali normal. Meski demikian, material lumpur yang tertinggal di badan jalan masih menjadi perhatian warga dan pengguna jalan.

“Sekitar magrib air mulai perlahan surut dan kendaraan sudah bisa lewat lagi. Tapi kondisi jalan masih dipenuhi lumpur sehingga pengendara harus tetap hati-hati saat melintas,” tambah Bayu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Mahasiswa di Sukabumi Jadi Garda Pelestarian Budaya di Tengah Arus Digital

0

Wartain.com – Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, peran generasi muda dinilai semakin penting dalam menjaga identitas budaya bangsa. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Harmoni Budaya yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB di IPB Kota Sukabumi, Minggu (24/5/2026).

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyebut kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang kolaborasi dan edukasi yang memperkuat semangat persatuan melalui keberagaman budaya.

“Harmoni Budaya menjadi ruang kolaborasi, ruang edukasi, sekaligus ruang pemersatu di tengah keberagaman budaya bangsa Indonesia,” ujar Bobby.

Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari bahasa, adat istiadat, kesenian hingga tradisi yang menjadi identitas sekaligus kekuatan bangsa. Namun kekayaan tersebut membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tetap hidup dan relevan.

Bobby menilai mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menjadi peserta pendidikan formal, tetapi juga perlu hadir sebagai agen perubahan yang menjaga nilai kebangsaan melalui kegiatan seni dan budaya.

“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seni dan budaya menunjukkan masih kuatnya kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan dan akar budaya yang dimiliki Indonesia,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga diberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas dan menampilkan berbagai ekspresi budaya yang diharapkan dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap keberagaman Indonesia.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan melahirkan inovasi baru di bidang seni dan budaya yang tidak hanya bernilai pelestarian, tetapi juga memberi dampak sosial, pendidikan, hingga ekonomi.

“Budaya dinilai bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai kekuatan masa depan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan pendidikan bagi masyarakat,” tegas Bobby.

Di akhir kegiatan, Bobby mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan mencintai budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus modal menghadapi masa depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Persib Bandung Juara Tiga Kali Beruntun, Dedi Mulyadi Lepas Konvoi dan Janjikan Bonus Rp1 Miliar

0

Wartain.com – Ribuan warga dan pendukung setia Bobotoh memadati kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Minggu (24/5/2026). Lautan manusia tersebut antusias menyambut konvoi tim Persib Bandung yang merayakan keberhasilan merengkuh gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Dalam prosesi pelepasan konvoi bertajuk Persib Juara tersebut, pelatih Bojan Hodak bersama seluruh punggawa tim dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.

Sebelum resmi melepas iring-iringan Maung Bandung Dedi Mulyadi mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi prestasi yang ditunjukkan oleh Persib. Ia pun menaruh harapan besar agar tren positif ini terus berlanjut di musim depan.

“Hari ini luapan kegembiraan bobotoh merayakan prestasi luar biasa karena tiga kali jadi juara adalah sesuatu luar biasa. Tapi kalau empat kali jadi juara berarti di atas luar biasa spesial,” kata Dedi.

Dedi juga berpesan agar euforia perayaan ini tetap menjaga ketertiban, penuh kedamaian, dan membawa pesan damai bagi masyarakat luas.

“Dan seluruh perayaan ini harus menjadi perayaan kebahagiaan, penuh cinta dan membangun citra yang positif bahwa Bandung dan Jabar merupakan ruang terbuka bagi siapapun untuk berbahagia di sini,” tambah Dedi.

Selain memuji performa di lapangan, Dedi Mulyadi turut mengapresiasi tata kelola manajemen Persib Bandung. Menurutnya, Persib telah membuktikan diri sebagai potret klub sepak bola modern yang mandiri dan sehat secara finansial tanpa bergantung pada sokongan negara.

“Paling utama, Persib merupakan klub profesional tanpa harus dapat campur tangan pemerintah. Saya tegaskan Persib klub profesional, tanpa campur tangan pemerintah, dan jadi juara itu profesional sejati,” tegas Dedi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)