26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 83

Pawai Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Jalur Siliwangi Ditutup dan Rekayasa Arus Lalin Dimulai Pagi ini

0

Wartain.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi memberlakukan rekayasa arus lalu lintas dan penutupan jalan sementara di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada hari pelaksanaan Festival Hari Nelayan ke-66 tahun 2026. Langkah ini diambil guna mengamankan jalannya tradisi arak-arakan adat tahunan yang menyedot perhatian ribuan warga. Kamis, 21 Mei 2026.

Kasat Lantas Polres Sukabumi mengungkapkan bahwa rekayasa jalur ini disiapkan sebagai bentuk pelayanan agar para pengguna jalan tetap dapat berkendara dengan aman, nyaman, dan tertib di tengah kepadatan massa.

Puncak kepadatan diprediksi terjadi di sepanjang rute pawai budaya yang mengambil titik awal (start) dari Pendopo Sukabumi dan bergerak menuju Alun-alun Palabuhanratu, melewati rute jalan protokol, hingga berakhir (finish) di Dermaga Palabuhanratu serta kawasan Alun-alun Gadobangkong.

Berdasarkan skema resmi Satlantas Polres Sukabumi, penutupan total diberlakukan pada jalur utama dari arah Pos G. Butak yang mengarah ke Alun-alun Gadobangkong hingga tembus ke arah Dermaga (Pos TPI). Penutupan jalan dipastikan mulai berlaku sejak pukul 07.00 WIB hingga seluruh rangkaian acara adat selesai.

Catatan Rekayasa Arus Lalu Lintas:

Jalur yang Ditutup Total: Sepanjang jalur pesisir dari Pos G. Butak, melewati Alun-alun Gadobangkong, Polsek Palabuhan, hingga simpang Dermaga (Pos TPI).

Jalur Alternatif (Bisa Dilewati): Kendaraan dari arah Citepus diarahkan memutar melalui jalur atas (PDAM), Taman Bunga, Pangsor, atau memutar lewat Kodim dan Cikidang menuju Cangehgar untuk menghindari area steril pawai.

Pihak kepolisian juga telah menempatkan personel gabungan di berbagai titik rawan kemacetan guna mengarahkan pengendara ke jalur alternatif. Satlantas Polres Sukabumi mengimbau seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mengantisipasi waktu perjalanan selama rekayasa lalu lintas ini diberlakukan secara situasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ketua DPC HNSI Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Nelayan Nasional ke-66

0

Wartain.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Sukabumi, H. Dede Ola, menyampaikan ucapan selamat Hari Nelayan Nasional ke-66 yang diperingati pada 21 Mei 2026 di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Dalam momentum tahunan yang sarat nilai budaya, tradisi, dan kebersamaan tersebut, H. Dede Ola mengajak seluruh masyarakat pesisir serta para nelayan untuk terus menggali potensi kelautan demi meraih keberkahan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Selamat Hari Nelayan Nasional ke-66 Kabupaten Sukabumi. Mari bersama menggali potensi, meraih berkah dengan soliditas dan sinergitas,” ujar H. Dede Ola.

Ia juga menyampaikan harapan dan doa terbaik bagi seluruh nelayan di Kabupaten Sukabumi agar semakin maju, mandiri, dan memperoleh keberkahan dalam setiap aktivitas usaha yang dijalankan.

“Mudah-mudahan nelayan Sukabumi semakin maju, sejahtera, dan mendapatkan keberkahan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Semoga semangat kebersamaan terus terjaga demi kemajuan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Menurut H. Dede Ola, Hari Nelayan Nasional bukan sekadar perayaan tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan nelayan, menjaga budaya maritim, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Ia menilai, sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan melalui kolaborasi antara nelayan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Perayaan Hari Nelayan Nasional di Palabuhanratu sendiri telah menjadi agenda budaya dan wisata yang dikenal luas oleh masyarakat. Berbagai rangkaian kegiatan budaya, sosial, hingga hiburan rakyat rutin digelar setiap tahunnya dan mampu menarik antusiasme masyarakat.

Selain sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang diperoleh para nelayan, peringatan Hari Nelayan Nasional juga dinilai mampu memperkuat promosi wisata bahari dan budaya lokal Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Jojo On Fire! Hancurkan Pertahanan Denmark demi Amankan Tiket 16 Besar Malaysia Masters

0

Wartain.com – Langkah impresif kembali dipertontonkan oleh tunggal putra unggulan keempat Indonesia, Jonatan Christie. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini tampil perkasa untuk mengunci satu tempat di babak 16 besar Malaysia Masters 2026 setelah melibas wakil Denmark, Magnus Johannesen, pada Rabu (20/5/2026).

Bertanding di lapangan Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jonatan sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi lawannya untuk mengembangkan permainan. Jojo menyudahi perlawanan Johannesen dalam waktu yang relatif singkat melalui kemenangan dua gim langsung dengan skor mencolok 21-9 dan 21-15.

Pada gim pertama, Jonatan langsung tancap gas dengan kombinasi serangan bertubi-tubi yang membuat Johannesen kedodoran. Pertahanan rapat yang digalang Jojo membuat tunggal putra Denmark tersebut frustrasi dan kerap melakukan kesalahan sendiri, hingga gim pertama ditutup dengan margin skor yang sangat jauh.

Memasuki gim kedua, Johannesen sempat mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih sabar dan mengajak reli panjang. Namun, Jonatan yang sedang dalam kondisi on fire mampu membaca perubahan taktik tersebut dengan baik dan tetap memegang kendali permainan hingga poin-poin kritis.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa Jonatan Christie datang ke Kuala Lumpur dengan persiapan fisik dan strategi yang sangat matang. Sebagai salah satu tumpuan utama Merah Putih, Jojo menegaskan statusnya sebagai penantang gelar yang wajib diwaspadai oleh para rivalnya di turnamen berhadiah total ratusan ribu dolar AS ini.

Usai laga, Jonatan menyatakan akan langsung melakukan evaluasi bersama pelatih untuk menghadapi babak selanjutnya. Ia berharap bisa terus menjaga konsistensi permainannya agar dapat melangkah lebih jauh dan membawa pulang trofi juara ke tanah air.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ginting Mengamuk di Axiata Arena, Jinakkan Ambisi Wakil Tuan Rumah dalam Dua Gim Langsung

0

Wartain.com – Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sukses mengamankan tiket menuju babak 16 besar turnamen Perodua Malaysia Masters 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Ginting menumbangkan wakil tuan rumah, Justin Hoh, pada laga babak pertama yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (20/5/2026).

Tampil di hadapan publik lawan tidak membuat mental Ginting goyah. Pemain asal Cimahi tersebut langsung memperagakan permainan cepat dan menyerang sejak awal gim pertama. Hasilnya, Ginting sukses menyudahi perlawanan Justin Hoh lewat pertarungan straight game yang meyakinkan dengan skor akhir 21-16 dan 21-14.

Sejak awal laga, Justin Hoh sebenarnya mencoba memberikan perlawanan ketat dengan memanfaatkan dukungan penuh dari para suporter Malaysia yang memadati stadion. Namun, kematangan mental dan variasi pukulan tipuan khas Ginting terbukti masih terlalu tangguh bagi tunggal putra muda Negeri Jiran tersebut.

Pada gim kedua, dominasi Ginting semakin tidak terbendung setelah ia berhasil mengunci perolehan poin lawan di angka 14. Penempatan bola yang akurat di depan net serta smes silang yang mematikan menjadi kunci utama pemain peringkat atas Indonesia ini dalam mendulang poin demi poin dengan cepat.

Kemenangan ini sangat krusial bagi Ginting demi menjaga asa Indonesia di sektor tunggal putra pada turnamen BWF World Tour Super 500 ini. Di sisi lain, hasil positif ini juga memperpanjang tren positif Ginting dalam menghadapi pemain-pemain non-unggulan di babak-babak awal turnamen besar.

Dengan hasil ini, Anthony Sinisuka Ginting berhak melaju ke babak 16 besar yang akan digelar pada Kamis esok. Ginting kini langsung mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan strategi terbaik demi menghadapi lawan berikutnya yang diprediksi akan memberikan perlawanan lebih sengit.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Polres Sukabumi Kota Bongkar Dua Kasus Sabu, Hampir 91 Gram Barang Bukti Disita

0

Wartain.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam dua operasi yang dilakukan pada 18 hingga 19 Mei 2026, polisi berhasil menangkap dua terduga pelaku dan menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat bruto mencapai 90,98 gram.

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan informasi dan penyelidikan yang dilakukan petugas terhadap aktivitas peredaran narkotika di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Dua perkara ini kami ungkap di lokasi dan waktu yang berbeda, yakni di wilayah Gunungpuyuh dan Sukalarang. Dari kedua tersangka kami mengamankan barang bukti sabu dengan total berat bruto sekitar 90,98 gram,” kata Tenda, Rabu (20/5/2026).

Kasus pertama terungkap pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah rumah kontrakan di Kampung Karangtengah, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial US (42), warga Kecamatan Gunungpuyuh.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sebuah tas berwarna biru yang berisi lima paket sabu dalam plastik klip bening. Selain itu ditemukan pula satu dompet kecil berisi paket sabu, timbangan digital, serta telepon genggam yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran.

Dari lokasi tersebut, total barang bukti sabu yang disita mencapai 46,72 gram bruto.
Menurut hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh narkotika tersebut dari seseorang berinisial B yang saat ini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Keterangan sementara, barang tersebut didapat dari seseorang berinisial B dan saat ini masih kami lakukan pengejaran,” ujar Tenda.

Polisi menduga sabu tersebut akan diedarkan kembali di wilayah Sukabumi.

Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah rumah yang berada di Kampung Manglid, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Dalam perkara ini, petugas mengamankan seorang pria berinisial UN (23). Dari tangan tersangka, polisi menemukan satu tas tangan berwarna hitam yang berisi satu paket sabu ukuran sedang dan 50 paket sabu berukuran kecil yang telah dibungkus menggunakan lakban cokelat.

Polisi juga menyita timbangan digital, plastik klip kosong, serta dua unit telepon seluler.
Total barang bukti sabu yang diamankan dari kasus kedua mencapai 44,26 gram bruto.

Berdasarkan pengakuan tersangka, narkotika tersebut diperoleh dari seseorang berinisial A yang saat ini masih dalam proses pengejaran aparat.

AKP Tenda menyebut tersangka UN diduga menjalankan peran sebagai pengedar dengan metode sistem tempel atau map yang menyasar wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan pemasok dan kemungkinan keterkaitan dengan peredaran narkotika lainnya,” tambahnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Keduanya terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

DKUKM Kabupaten Sukabumi Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas Lewat Workshop Geokuliner CPUGG

0

Wartain.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat pengembangan usaha mikro melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM sektor kuliner. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop Pengembangan Geokuliner Kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGG) yang digelar di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku UMKM kuliner dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Workshop ini menjadi wadah pembinaan sekaligus penguatan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk kuliner khas daerah yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan pasar digital.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital dan pengembangan produk geokuliner berbasis potensi lokal. Materi pertama disampaikan oleh Coach Marketing Wiranesia, Endang Sumarni, yang mengangkat tema optimalisasi pemasaran digital melalui pembuatan konten kreatif.

Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial dan strategi konten yang tepat menjadi salah satu kunci penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya tarik produk di era digital saat ini.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Owner Andays Cake sekaligus Pendamping UMKM Naik Kelas 2026, Daisem. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mempertahankan ciri khas kuliner lokal Sukabumi dengan sentuhan inovasi agar mampu memiliki nilai tambah dan diminati pasar yang lebih luas.

DKUKM Kabupaten Sukabumi menilai sektor geokuliner memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan CPUGG yang terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan. Kuliner khas daerah dinilai tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

Melalui kegiatan ini, DKUKM berharap para pelaku UMKM dapat terus meningkatkan kualitas produk, kreativitas usaha, hingga kemampuan pemasaran digital sehingga geokuliner khas Sukabumi semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pesilat Italia Ramaikan Sunda Camp di Sukabumi, Pencak Silat Didorong Mendunia

0

Wartain.com – Suasana Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Kota Sukabumi, Rabu (20/5/2026), dipenuhi semangat persaudaraan lintas budaya. Ratusan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berkumpul dalam kegiatan tahunan bertajuk Sunda Camp. Di antara peserta yang hadir, rombongan pesilat asal Italia menjadi perhatian tersendiri.

Belasan pesilat dari negara Eropa tersebut tampil percaya diri membawakan gerakan pencak silat di hadapan peserta dan tamu undangan. Meski berasal dari negara yang tidak memiliki akar budaya pencak silat, gerakan yang mereka tampilkan terlihat luwes dan mampu menarik perhatian penonton.

Sebanyak 11 pesilat Italia menampilkan pencak silat aliran Sera. Sementara peserta lainnya ikut menghidupkan suasana dengan memainkan musik pengiring Padungdung menggunakan alat musik tradisional seperti kendang dan gamelan. Secara keseluruhan terdapat 16 pesilat Italia yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sunda Camp yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi ruang pertemuan sekaligus ajang pertukaran pengetahuan antarperguruan dan lintas negara. Tidak hanya menampilkan kemampuan teknik, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mengenalkan nilai budaya yang melekat dalam pencak silat.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath sekaligus Guru Besar Pencak Silat Aliran Sang Maung Bodas, Fajar Laksana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan beragam aliran agar para peserta dapat saling memahami kekayaan tradisi pencak silat.

“Kita sharing dari berbagai macam aliran untuk memahami kekayaan pencak silat yang begitu banyak variasinya, dan alhamdulillah tadi jadi pelajaran buat anak-anak kita,” ujar Fajar.

Menurutnya, kehadiran peserta dari Italia menjadi bukti bahwa pencak silat kini tidak lagi berkembang hanya di Indonesia atau Asia, tetapi mulai mendapat tempat di berbagai negara.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga eksistensi pencak silat yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO agar terus berkembang dan dikenal lebih luas.

“Kesempatan ini juga dalam rangka memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia, diharapkan bisa menyebar, terutama di Italia hari ini yang dipimpin oleh Guru Max,” katanya.

Ada momen khusus dalam pelaksanaan tahun ini. Guru Besar Perguruan Pukulan Pencak Silat Sera asal Italia, Massimiliano Morandini atau Guru Max, memperkenalkan buku hasil penelitiannya berjudul Shamanism, Rituals, and Practices of Power in Pencak Silat, Maen Po and Silek.

Buku tersebut merupakan hasil riset selama dua dekade yang mendokumentasikan praktik, filosofi, hingga ragam aliran pencak silat di Indonesia dan Malaysia. Salah satu yang turut dibahas adalah aliran Sang Maung Bodas yang berkembang di Ponpes Dzikir Al Fath.

Menurut Fajar, isi buku tersebut tidak hanya membahas seni bela diri, tetapi juga menyentuh aspek budaya, pengobatan tradisional, hingga ritual dan tradisi masyarakat Sunda yang kemudian diperkenalkan ke pembaca internasional.

Sementara itu, Guru Max mengaku telah mengenal dan menekuni pencak silat selama sekitar 45 tahun. Baginya, pencak silat bukan sekadar teknik bertarung, melainkan sarana pembentukan karakter, jiwa, dan spiritualitas.

“Tahun demi tahun saya jatuh cinta dengan budaya Sunda. Menurut saya, pencak silat Sunda melahirkan banyak aliran penting di dunia sekarang,” ungkapnya.

Saat ini ia terus membangun jejaring dengan komunitas pencak silat di sejumlah negara Eropa seperti Belanda dan Prancis untuk memperluas perkembangan pencak silat di kawasan tersebut.

Selain memperkuat komunitas, Guru Max juga mulai menjalin komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia dan Italia agar pencak silat dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan budaya antarnegara.

“Saya sedang membangun koneksi dengan embassy sekarang dengan Indonesia. Kita mulai berbicara untuk membangun koneksi dengan Italia dan embassy Indonesia,” tuturnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan Ketua RT/RW Datangi DPRD Kota Sukabumi, Tagih Janji P2RW dan Dana Rp10 Juta per RT

0

Wartain.com – Suasana ruang rapat DPRD Kota Sukabumi berubah menjadi lautan aspirasi pada Rabu (20/5/2026). Ratusan ketua RT dan RW dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi memadati ruang sidang untuk menyampaikan tuntutan terkait keberlanjutan program P2RW hingga realisasi dana abadi Rp10 juta per RT.

Jumlah peserta yang datang membuat ruang rapat tak mampu menampung seluruh peserta. Sebagian duduk di kursi sidang, sementara lainnya memilih duduk lesehan di lantai. Dalam audiensi tersebut, sejumlah perwakilan menyampaikan kekecewaan mereka terhadap sejumlah program yang dinilai belum terealisasi.

Koordinator Forum Komunikasi RT/RW Kota Sukabumi, Mauly Fahreza Perwira, menegaskan kehadiran mereka bukan untuk meminta bantuan, tetapi memperjuangkan hak masyarakat yang selama ini disampaikan melalui para pengurus lingkungan.

“Kami bukan datang untuk mengemis ataupun meminta-minta. Kami hadir untuk menuntut hak serta mendesak Wali Kota memenuhi janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat,” ujar Mauly.

Forum RT/RW membawa empat poin tuntutan utama. Salah satunya meminta agar Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) tetap dipertahankan karena dianggap menjadi program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk pembangunan skala lingkungan.

Menurut Mauly, P2RW selama ini lahir dari hasil musyawarah warga dan menjadi salah satu instrumen pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan di tingkat RT dan RW.

Selain itu, forum juga menyoroti persoalan keterlambatan pencairan insentif bagi RT, RW, Linmas, marbot, hingga kader Posyandu. Mereka menilai persoalan tersebut terus berulang dan berdampak pada para pengurus di lapangan.

“Bahkan kemarin ada RT/RW yang mengeluh sampai tidak bisa lebaran karena insentif belum cair,” katanya.

Isu lain yang disampaikan adalah pengelolaan dana kelurahan yang dinilai perlu lebih melibatkan RT, RW, dan unsur kelembagaan masyarakat agar pelaksanaan pembangunan lebih transparan dan tepat sasaran.

Tuntutan terakhir menyangkut janji dana abadi sebesar Rp10 juta per RT setiap tahun yang sebelumnya sempat disampaikan pada masa kampanye kepala daerah.

“Kalau dihitung lima tahun masa jabatan berarti Rp50 juta per RT. Sampai saat ini kami belum melihat realisasinya,” ujar Mauly.

Ia menyebut sebanyak 346 anggota forum hadir dalam audiensi tersebut. Bahkan, mereka mengancam akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar apabila tidak ada kepastian terkait tuntutan yang diajukan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Djuanda memastikan pihaknya tetap berkomitmen memperjuangkan keberlanjutan program P2RW agar dapat masuk dalam skema APBD 2026.

“P2RW tidak akan hilang. Kami perjuangkan masuk di anggaran murni, atau jika belum memungkinkan akan diupayakan melalui anggaran perubahan,” kata Wawan.

Ia menjelaskan program tersebut sebenarnya telah masuk dalam pembahasan RKPD dan Banggar DPRD, namun terdapat kendala teknis penganggaran serta berkurangnya Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Terkait janji dana Rp10 juta per RT, Wawan menyebut terdapat hambatan regulasi karena nomenklatur “dana abadi” tidak dapat digunakan dalam mekanisme anggaran daerah. Meski demikian, DPRD bersama pemerintah daerah disebut tengah mencari formulasi agar program tersebut tetap bisa diwujudkan.

Sebagai bentuk komitmen, Wawan bahkan menyatakan siap mengambil sikap tegas apabila program P2RW tidak masuk dalam perubahan anggaran.

“Saya tidak akan tanda tangan APBD Perubahan kalau P2RW sampai tidak ada,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gempa di Malaysia Masters! Zaki Ubaidillah Cetak Sensasi Besar Singkirkan Lakshya Sen

0

Wartain.com – Kejutan besar yang mengguncang panggung bulutangkis dunia tercipta di babak 32 besar Malaysia Masters 2026. Pemain muda masa depan Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, secara luar biasa sukses menumbangkan raksasa tunggal putra India yang juga merupakan unggulan kedelapan turnamen, Lakshya Sen, pada Rabu (20/5/2026).

Bermain tanpa beban di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Zaki membalikkan semua prediksi pengamat dengan menaklukkan pemain peringkat atas dunia tersebut. Tidak tanggung-tanggung, pebulu tangkis muda Indonesia ini menang lewat permainan straight game langsung yang dominan dengan skor akhir 21-17 dan 21-11.

Sejak awal gim pertama dimulai, Zaki langsung menggebrak dengan permainan berani dan tidak gentar menghadapi nama besar Lakshya Sen. Penempatan bola-bola sulit dari Zaki berulang kali mengecoh Sen, membuat tunggal putra andalan India tersebut tertekan dan gagal keluar dari ritme permainan yang dikendalikan Zaki.

Kejutan semakin menjadi-jadi di gim kedua saat performa Zaki justru kian meningkat tajam. Dengan stamina yang prima, Zaki sukses mendikte jalannya pertandingan dan memotong setiap serangan Sen, hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor telak 21-11 yang disambut gemuruh penonton.

Kemenangan sensasional ini langsung menempatkan nama Moh. Zaki Ubaidillah sebagai buah bibir di turnamen BWF World Tour Super 500 ini. Hasil ini tidak hanya mengantarkannya ke babak 16 besar, tetapi juga menjadi bukti nyata regenerasi sektor tunggal putra Indonesia yang kian menjanjikan.

Keberhasilan menumbangkan pemain bintang seperti Lakshya Sen dipastikan akan mendongkrak rasa percaya diri Zaki secara drastis. Kini, pemain muda tersebut siap melanjutkan dongeng indahnya di Malaysia Masters 2026 dan menjadi ancaman serius bagi lawan-lawan berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Terjebak Tikungan Tik-Tak China, Langkah Leo/Daniel Terhenti Prematur di Malaysia

0

Wartain.com – Kabar duka menyelimuti sektor ganda putra Indonesia di babak awal turnamen Perodua Malaysia Masters 2026. Pasangan berjuluk The Babies, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, terpaksa angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan oleh wakil muda China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, pada Rabu (20/5/2026).

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Leo/Daniel harus terlibat dalam drama pertarungan sengit yang menguras fisik dan emosi. Melalui drama rubber game selama tiga gim, ganda putra Indonesia ini akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor ketat 19-21, 21-13, dan 15-21.

Pertandingan berjalan sengit sejak gim pertama di mana kedua pasangan saling kejar-mengejar poin dengan tempo tinggi. Sayangnya, di poin-poin kritis jelang akhir gim pertama, Leo/Daniel melakukan beberapa kekeliruan kecil yang berhasil dimanfaatkan ganda China untuk mencuri kemenangan 19-21.

Leo/Daniel sempat membuka asa setelah bangkit secara luar biasa pada gim kedua dengan tampil menekan dan menang telak 21-13. Namun momentum positif tersebut gagal dipertahankan di gim penentu, di mana Hu/Lin langsung mengambil alih serangan dan membuat ganda Indonesia banyak bertahan.

Kekalahan prematur di babak 32 besar turnamen berlevel Super 500 ini tentu menjadi pukulan telak bagi Leo/Daniel. Sektor ganda putra yang selama ini menjadi lumbung gelar bagi Indonesia harus kehilangan salah satu wakil terbaiknya di hari pertama turnamen.

Hasil minor ini dipastikan menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih ganda putra Indonesia setelah kembali ke pelatnas. Leo/Daniel dituntut untuk segera membenahi konsistensi dan fokus mereka di poin-poin kritis demi menghadapi turnamen-turnamen penting berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)