Wartain.com || Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun diduga menjadi pelaku pembakaran beruntun sejumlah rumah warga di Gang Amarta IV, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Ia telah diamankan warga saat hendak melakukan aksinya kembali pada Sabtu (3/5/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Ketua RW 06, Ajis Muslim, mengungkapkan bahwa anak tersebut tertangkap basah oleh warga saat hendak membakar rumah untuk kesekian kalinya.
“Ketangkap basah subuh sekitar jam 04.30-05.00 saat salat subuh. Lokasinya masih di wilayah RW 06,” ujar Ajis.
Setelah diamankan, anak tersebut langsung dibawa ke Polsek Citamiang oleh warga, termasuk salah satu korban yang merupakan anggota kepolisian. Ajis menegaskan bahwa tidak terjadi tindakan main hakim sendiri karena pelaku masih anak-anak.
“Dia langsung diamankan dan dibawa ke Polsek. Tidak dihakimi, karena dia masih anak kecil. Walaupun warga marah dan sedih, kita juga sebagai orang tua harus bijak,” jelasnya.
Ajis menambahkan, anak tersebut masih merupakan warga lingkungan RW 06. Pihaknya telah berkomunikasi dengan orang tua si anak dan menduga aksi pembakaran itu terinspirasi dari tontonan film.
“Kami sudah menekankan kepada orang tuanya untuk lebih ketat mengawasi dan membimbing anak tersebut. Ini jadi pembelajaran bagi semua orang tua,” katanya.
Orang tua pelaku, menurut Ajis, menyatakan kesanggupan untuk memperbaiki kerugian yang diderita para korban.
Setelah dilakukan musyawarah dengan warga, diputuskan bahwa keluarga pelaku akan pindah tempat tinggal demi menjaga situasi kondusif dan kesehatan mental keluarga.
“RW 4, 5, dan 6 sepakat agar pelaku tidak tinggal di sekitar lokasi kejadian. Ini bukan paksaan, melainkan kesepakatan bersama demi kebaikan bersama, termasuk anak dan istrinya agar tidak mengalami tekanan mental,” ujarnya.
Ajis juga telah meminta pihak berwenang memberikan pendampingan psikologis kepada anak tersebut.
Sebelumnya, serangkaian peristiwa kebakaran rumah secara misterius terjadi sejak Rabu (30/4/2025) di kawasan Gang Amarta IV, yang meresahkan warga setempat.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
