Oleh : Dadang Sahroni/Warek I UMN Sukabumi dan Presidium MD KAHMI Sukabumi
Wartain.com – 10 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026. Hari yang dikenal sebagai Asyura ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Banyak peristiwa besar terjadi dan amalan sunnah yang pahalanya dilipatgandakan Allah SWT.
Secara bahasa, Asyura berarti “kesepuluh”. Karena jatuh pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Para ulama menamainya “Sayyidul Ayyam” atau rajanya hari di bulan Muharram karena kemuliaannya.
Keutamaan pertama adalah puasa Asyura yang menghapus dosa setahun. Rasulullah ﷺ bersabda: _“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya”_ HR. Muslim. Ini pengampunan untuk dosa-dosa kecil.
Peristiwa di balik puasa Asyura adalah kemenangan Nabi Musa AS atas Firaun. Pada 10 Muharram, Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dengan membelah Laut Merah. Firaun beserta bala tentaranya ditenggelamkan.
Meneladani itu, Nabi Muhammad ﷺ berpuasa Asyura setelah hijrah ke Madinah. Beliau melihat orang Yahudi berpuasa dan bertanya alasannya. Setelah tahu itu hari kemenangan Musa, beliau bersabda: _“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”_ HR. Bukhari.
Agar berbeda dengan Ahlul Kitab, Nabi ﷺ berniat puasa dua hari: 9 Muharram Tasu’a dan 10 Muharram Asyura. Tahun 2026 bertepatan Selasa 23 Juni dan Rabu 24 Juni. Jika hanya mampu satu hari, maka utamakan tanggal 10.
Keutamaan ketiga, 10 Muharram tercatat sebagai hari dikabulkannya doa para nabi. Nabi Adam AS diterima taubatnya, Nabi Nuh AS selamat dari banjir besar, Nabi Ibrahim AS selamat dari api Namrud, dan Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan.
Nabi Yusuf AS dikeluarkan dari sumur, Nabi Ayub AS disembuhkan dari penyakitnya, serta Nabi Idris AS diangkat derajatnya juga terjadi pada 10 Muharram. Rangkaian peristiwa ini menambah kemuliaan hari tersebut.
Keutamaan keempat, 10 Muharram juga disebut “Hari Anak Yatim”. Para ulama dan pesantren menjadikan tanggal ini momentum memuliakan anak yatim. Tradisi mengusap kepala yatim dan memberi santunan sudah berlangsung sejak lama.
Mengusap kepala anak yatim memiliki pahala besar. Setiap helai rambut yang disentuh karena Allah dicatat sebagai kebaikan. Ini meneladani kasih sayang Rasulullah ﷺ yang sangat perhatian kepada kaum dhuafa dan anak yatim.
Karena itu, masjid, lembaga zakat, dan komunitas di Kabupaten Sukabumi biasanya menggelar santunan 10 Muharram. Anak yatim diundang, diberi makan, pakaian baru, dan uang saku agar mereka merasakan kebahagiaan di hari mulia ini.
Keutamaan kelima adalah anjuran melapangkan nafkah untuk keluarga. Ulama menganjurkan orang tua menambah belanja untuk istri dan anak di hari Asyura. Siapa yang melapangkan rezeki keluarganya hari itu, maka Allah akan melapangkan rezekinya setahun ke depan.
Amalan lain yang disunnahkan: memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, memotong kuku, dan mandi sunnah. Semua dilakukan sebagai wujud syukur atas nikmat dan pertolongan Allah.
Perlu diluruskan, Islam tidak mengajarkan ritual meratap, memukul dada, atau melukai diri di 10 Muharram. Teladan Nabi ﷺ jelas: puasa, bersedekah, dan berbuat baik. Peristiwa Karbala memang terjadi tanggal ini, tapi fokus ibadah kita tetap mengikuti sunnah Nabi.
Jadi, 10 Muharram 2026 menjadi momentum ganda. Bagi diri sendiri, raih pengampunan lewat puasa Asyura. Bagi sesama, tebarkan kasih lewat santunan anak yatim. Dua amalan ini menyambung hubungan dengan Allah sekaligus dengan manusia.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
