26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Inkubator Bisnis 2025

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan dengan memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu wujud komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Inkubator Bisnis 2025 oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Balcony pada Rabu (9/7/2025), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama jajaran Diskumindag serta peserta dari berbagai sektor UMKM di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa UMKM, khususnya di bidang kuliner yang mendominasi sektor usaha di Sukabumi, memerlukan peningkatan standar dan karakter produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Produk UMKM harus punya kualitas dan identitas yang kuat. Saya ingin Kota Sukabumi menjadi kota persinggahan, bukan sekadar tempat lewat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemkot tengah mempersiapkan pembangunan besar-besaran dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan, mulai dari infrastruktur seperti sistem drainase, perbaikan jalan lingkungan, trotoar, penerangan umum, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tradisional. Seluruh pembenahan ini ditujukan untuk menciptakan kota yang tertata, ramah wisatawan, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Tak hanya soal infrastruktur, Ayep Zaki juga menekankan pentingnya kesiapan mental para pelaku UMKM dalam menyongsong perubahan. “UMKM harus punya mental tangguh. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, tapi pelakunya juga harus siap bertransformasi dan beradaptasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Sukabumi juga menjalankan program permodalan berbasis wakaf produktif, yang setiap bulannya disalurkan kepada pelaku usaha ultra mikro. Dana ini dikelola secara syariah oleh Nadzir Wakaf Do’a Bangsa, tanpa bunga dan tanpa agunan, menjadikannya instrumen keuangan inklusif dan berkeadilan.

Wali Kota berharap skema permodalan berbasis wakaf ini dapat menjadi fondasi sistem ekonomi alternatif yang mampu menopang kebutuhan pelaku usaha kecil secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan keberkahan dalam berwirausaha.

Lebih lanjut, ia mendorong terbentuknya komunitas UMKM yang solid, mampu berbagi pengalaman dan saling mendukung. “Kalau infrastrukturnya mendukung, pasarnya tertata, dan produknya punya nilai jual, maka UMKM bisa menjadi raja di kotanya sendiri,” tuturnya.

Pelatihan inkubator bisnis ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Sukabumi dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, strategi pemasaran, manajemen keuangan, dan penguatan jejaring. Diharapkan, pelatihan ini mampu melahirkan UMKM tangguh yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara merata.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.