Wartain.com || Seekor penyu hijau ditemukan mati dalam kondisi sudah terdampar di Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh nelayan dan masyarakat yang merupakan kelompok sadar wisata atau pokdarwis Minajaya. Detik-detik ketika warga menemukan bangkai penyu direkam dan videonya beredar di media sosial.
Analis Rehabilitasi Konservasi Penyu Pangumbahan Ade Hendri Yunanto membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia bangkai penyu ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025) pagi. Pihak konservasi penyu Pangumbahan yang mendapat laporan kejadian ini bergegas ke lokasi.
“Dari hasil identifikasi penyu itu berjenis kelamin betina yang telah berusia 30 tahunan. Penyu memiliki panjang 78 centimeter dan lebar 64 centimeter, dengan berat diperkirakan 90 Kg,” kata Ade.
Ade menuturkan terdapat luka jeratan pada bagian leher. Dilihat dari kondisinya, Ade memperkirakan penyebab kematian penyu diduga karena tidak sengaja terjerat jaring ikan di laut. Kemudian penyu itu mati dan terbawa arus hingga terdampar di kawasan pantai Minajaya.
“Ada jeratan kemungkinan besar jeratan ini dari [jaring ikan] nelayan yang mana ini tidak ada unsur kesengajaan. Mungkin seperti ini dikala nelayan menurunkan jaring dan dibawah ada penyu lalu tidak sengaja terjerat,” kata Ade.
Ade menyatakan, bangkai penyu itu telah dikubur di pesisir pantai Minajaya, lokasi pantai tempat ditemukannya penyu mati berjarak kurang lebih 25 kilometer dari tempat konservasi penyu Pangumbahan.
Lebih lanjut Ade mengungkapkan sejak januari 2025 hingga Juli 2025 sudah ada 2 penyu yang ditemukan mati, kejadian sebelumnya terjadi pada 15 Mei 2025 di Pantai Cibuaya, Kecamatan Ciracap, penyebabnya karena terkena baling-baling perahu.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
