26.7 C
Jakarta
Minggu, November 8, 2026

Latest Posts

Persoalan Asmara Diduga Jadi Pemicu Pengeroyokan VR hingga Tewas di Sukabumi

Wartain.com – Persoalan asmara diduga menjadi pemicu pengeroyokan terhadap VR (32), pria asal Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, yang berujung pada kematian. Korban dianiaya di depan Perumahan Benteng Residence, Jalan Caringin Ngumbang, RT 01/RW 08, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief mengungkapkan, aksi kekerasan tersebut diduga dilatarbelakangi kecemburuan. Para pelaku diketahui memiliki hubungan keluarga dengan seorang perempuan berinisial W, termasuk suaminya yang berinisial DR alias B.

“Ya ada kecemburuanlah, kecemburuan antara korban dan pelaku. Dan pelaku lainnya yang mendukung dari suami,” kata Arief, Minggu (8/11/2026).

Polisi telah mengamankan dua orang terduga pelaku, yakni DR alias B yang merupakan suami W dan diduga sebagai pelaku utama, serta NM alias A yang merupakan adik W. Keduanya diketahui sudah mengenal korban sebelum peristiwa pengeroyokan terjadi.

Arief menjelaskan, NM juga diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Sementara itu, polisi masih memburu dua orang lainnya yang diduga ikut melakukan pengeroyokan dan memiliki hubungan keluarga dengan W.

“Ya, kenal. Pelaku utama yang sudah diamankan itu adalah suami saksi W ya, berinisial DR alias B. Kemudian NM, itu adik saksi W yang sudah diamankan ada perannya juga dan ada alat yang digunakan oleh yang sudah diamankan. Yang kedua orang ini yang belum kita amankan juga adalah adik-adik dari saksi W,” ujarnya.

Dalam aksi pengeroyokan tersebut, DR diduga melakukan pembacokan terhadap korban di bagian punggung menggunakan senjata tajam. Luka yang dialami VR disebut menembus hingga organ vital dan mengakibatkan pendarahan hebat.

Menurut Arief, berdasarkan hasil autopsi, luka terbuka di bagian punggung tersebut menjadi penyebab utama kematian korban.

“Pelaku utama yang melakukan kekerasan yang di punggung, yang mengakibatkan luka terbuka dan itu yang mengakibatkan tadi hasil otopsi korban meninggal dunia,” tutur Arief.

Kedua terduga pelaku berhasil ditangkap polisi dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian. DR diamankan di kediamannya di Kecamatan Gunungpuyuh, sedangkan NM ditangkap di wilayah Kecamatan Cikole.

Dari tangan para pelaku, polisi turut menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi pengeroyokan, di antaranya celurit, senjata berbentuk kujang Patimura, dan pisau belati.

“Alatnya sudah diamankan, satu celurit ya, kemudian sajam yang berbentuk kujang patimura, kemudian pisau belati,” jelasnya.

Sementara itu, penyidik masih berupaya mengejar dua terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap. Polisi juga belum dapat meminta keterangan dari W yang menjadi saksi dalam kasus tersebut karena kondisinya masih mengalami trauma dan ketakutan.

“Saksi W belum bisa (diperiksa), karena tadi kita datangi masih trauma, masih ketakutan, belum bisa kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Polisi masih terus mendalami kasus pengeroyokan maut tersebut, termasuk mengungkap peran masing-masing pelaku dalam insiden yang menewaskan VR.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.