26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Latest Posts

Puluhan Warga Sukabumi Diduga jadi Korban Penipuan Bermodus Parsel Lebaran

Wartain.com – Puluhan warga Sukabumi alami kisah pilu usai diduga menjadi korban tindak pidana penipuan berkedok arisan parsel lebaran. Bahkan kerugian yang mereka alami mencapai ratusan juta rupiah.

Kepada Wartain.com pada Kamis (26/9/2024), Resi Rahmawati (32) menuturkan, ia dan 15 warga lainnya diduga ditipu oleh sepasang suami istri berinisial ISS (istri) dan NF (suami) dengan nominal mencapai Rp235.494.000.

Resi menyebut, aksi penipuan yang dilakukan oleh sepasang suami istri tersebut mulai tercium pada 4 April 2024 lalu beberapa saat sebelum hari Raya Idul Fitri.

Lebih lanjut Resi mengungkapkan, paket parsel tersebut seharusnya berisi sembako, snack khas lebaran, dan uang tunai. Namun pihaknya hanya menerima sembako dan snack, sementara uang tunai yang terduga pelaku janjikan tak kunjung diberikan.

“Sebagian besar parselnya itu sudah dikirim. Terus besoknya uang tunainya nggak ada, saya tanyain, katanya uangnya di lock (dikunci) di banknya,” kata Resi.

“Si pelaku pas H- berapa gitu waktu mau lebaran dia bilang uang tunainya itu kepake karena suaminya ketipu investasi jahe,” tambahnya.

Resi mengatakan dua tahun sebelumnya ia sempat memesan parsel yang sama kepada terduga pelaku. Namun tidak pernah menemui kendala apapun.

“Ini kali ketiga (ikut arisan parsel), pertama itu saya ikut untuk keluarga saya, yang kedua dan ketiga itu saya jadi reseller terus yang kesatu dan kedua itu lancar, nah pas di tahun ketiga itu mulai tidak lancar,” katanya.

Atas kejadian tersebut ia harus menanggung kerugian hingga Rp90 juta rupiah, karena ia berperan sebagai reseller dan konsumennya cukup banyak.

Mencium aroma-aroma penipuan, Resi dan korban lainnya sempat mencari kedua terduga pelaku hingga ke keluarganya. Bahkan kasus ini sempat ia laporkan ke pihak kepolisian.

“Sampai tanggal 31 Mei ditungguin si pelaku itu masih nggak ada, dari situ kita korban-korban itu bikin grup katanya ada yang udah ke rumahnya, ada yang udah nyari juga nihil nggak ada hasil,” tukasnya.

“Karena kita menganggap tidak ada itikad baik dari pelaku, akhirnya saya bersama yang lain juga ber 16 ikut lapor ke polisi. Laporannya di tanggal 8 Juni 2024. Sebenarnya total korban ada 34 tapi yang ikut lapor cuman 16 orang” lanjut Resi.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diberikan pihak kepolisian kepada para korban pada 24 September 2024, polisi menyebut pihaknya telah menerbitkan surat perintah membawa dua orang terlapor karena tidak mengindahkan panggilan dari polisi sebanyak dua kali.

Lebih lanjut, dalam SP2HP itu polisi menyebut pihak terlapor sudah tidak ada di alamat yang diketahuinya, dsn polisi akan segeran melakukan gelar perkara.

“Harapan mah semuanya juga pengen uangnya kembali. Untuk penanganan polisi juga saya harap bisa secepat mungkin, karena kita kalau nggak minta tolong ke polisi harus minta tolong ke siapa lagi,” pungkas Resi.***(RAF)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.