26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 21, 2026

Latest Posts

Soekaboemi Tempo Doeloe 2025 Digelar, Angkat Kisah Tersembunyi Sejarah Sukabumi

Wartain.com || Pameran dan Festival tahunan Soekaboemi Tempo Doeloe kembali hadir di tahun 2025. Menginjak edisi ke-6, kegiatan ini akan digelar di kompleks bersejarah Wisma Wisnu Wardhani, Jalan Bhayangkara No. 219, Kota Sukabumi pada Sabtu dan Minggu (21-22/6/2025)

Lokasi yang dulunya merupakan kediaman Notaris Schotel, mess perwira polwan pertama di Indonesia, hingga rumah perenang legendaris Belanda dan tokoh parlemen dunia, Erica Terpstra, kini disulap menjadi pusat pelestarian sejarah Sukabumi.

Pendiri Museum Ki Pahare sekaligus Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah, mengatakan bahwa Soekaboemi Tempo Doeloe bukan sekadar festival tahunan, tetapi bagian dari upaya kolektif membangkitkan kembali sejarah lokal yang mulai dilupakan.

“Tahun ini kami mengangkat tema PUSAKA: Kisah-kisah Tersembunyi dari Sukabumi. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah lokal yang belum banyak diangkat ke permukaan, seperti keberadaan dua lapangan terbang kolonial di Sukabumi, kolam renang Tjimelati, hingga tokoh-tokoh dunia yang berasal dari kota ini,” ujar Irman saat ditemui, Sabtu (21/6/2025).

Irman menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga edukasi sejarah melalui berbagai bentuk pameran, atraksi budaya, hingga diskusi tematik. Sejumlah museum, komunitas budaya, dinas pemerintahan, dan pelaku wisata akan terlibat aktif dalam kegiatan ini.

“Kami menggandeng banyak pihak, mulai dari Museum Palagan Bojongkokosan, Museum Prabu Siliwangi, komunitas Gentra Kosasih, Museum Tionghoa Soekaboemi, hingga komunitas reenactor dari seluruh Indonesia. Tak ketinggalan juga Travel Mart yang difasilitasi oleh ASITA dan Dinas Pariwisata,” jelas Irman.

Salah satu sorotan pameran tahun ini adalah kehadiran stan khusus Pahlawan Nasional KH. Ahmad Sanoesi yang menampilkan karya dan koleksi pribadi semasa hidup. Pameran ini akan menjadi titik penting bagi warga Sukabumi untuk lebih mengenal tokoh besar daerahnya.

Festival akan dibuka dengan kirab budaya yang melibatkan berbagai komunitas seni, diiringi oleh marching band Setukpa Polri. Selain pameran, pengunjung akan dimanjakan oleh bazaar kuliner dari masa tempo doeloe hingga makanan kekinian, serta hiburan nonstop setiap 30 menit mulai dari debus, barongsai, musik akustik, keroncong, hingga layar tancap.

“Kegiatan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan Milangkala ke-8 Yayasan Dapuran Kipahare. Kami sedang bertransformasi menuju manajemen yang lebih profesional tanpa meninggalkan semangat kerelawanan dan kecintaan pada sejarah,” ungkap Irman.

Dalam momentum ini, Dapuran Kipahare juga meluncurkan sejumlah unit baru, termasuk Kipahare Tour yang fokus pada wisata sejarah seperti Walking Tour dan Heritage Tour, serta pusat oleh-oleh Koh Aming yang terletak di kawasan Danalaga Square. Yayasan juga mengelola Museum Tionghoa Soekaboemi bersama Perkumpulan Hakka dan turut mendukung pelestarian situs bersejarah seperti Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir.

“Kami tidak sekadar membuat event, tapi juga menciptakan ekosistem sejarah dan budaya yang hidup, menyatu dengan masyarakat. Tujuan kami sederhana: agar generasi mendatang tak lagi buta sejarah kotanya sendiri,” tutup Irman.

Soekaboemi Tempo Doeloe 2025 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan shuttle bus yang disediakan untuk tur keliling kota. Festival ini diharapkan menjadi magnet wisata baru dan ruang apresiasi sejarah bagi seluruh lapisan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.