26.7 C
Jakarta
Rabu, Juni 10, 2026

Latest Posts

Sopir Bus yang Diduga Menabrak Anggota Drumband di Sukabumi Menyerahkan Diri ke Polisi

Wartain.com || Sang sopir bus yang diduga melindas dua anggota drumband hingga tewas di Jalur Lingkar Selatan, Sukabumi menyerahkan diri ke polisi.

Sebelumnya kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (29/6/2024) di Jalur Lingkar Selatan, Sukabumi tepatnya di dekat Simpang Mangkalaya, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa tersebut bermula saat sebuah motor berjenis matic yang ditumpangi tiga orang personel drumband yang akan pentas diduga bersenggolan dengan sebuah bus yang menyebabkan motor terjatuh dan korban tewas terlindas.

Akibatnya dua orang atas nama MJM (17) dan RF (15) tewas di tempat dengan mengalami luka yang serius di bagian kepala, sedangkan satu korban lain MRP (10) mengalami luka ringan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota Ipda Andhika Prathista mengatakan, sang sopir bus berinisial T (58) warga Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian dengan didampingi oleh pihak manajemen bus tersebut pada Sabtu 29/6/2024 sekitar pukul 19.00 WIB.

“Pertama-tama untuk terkait bus Laju Utama, Alhamdulillah kemarin saat malam sekitar pukul 7 malam sopir dan dari anggota dari kantornya juga datang dan dari pengakuannya sih bahwa tidak mengetahui segala macam HP-nya tidak aktif karena lagi dicas lalu datang ke sini lalu kita dalam proses pemeriksaan sampai sekarang saat ini,” ujar Andhika pada Minggu (30/6/2024).

Lebih lanjut, Andhika menuturkan, bus dengan nomor polisi F 7651 SD dengan trayek Sukabumi-Tanjung Priok tersebut dengan melaju dengan kecepatan landai berkisar 30-40 km/jam.

Awalnya sang sopir mengaku tidak menyadari kalau bus nya telah berserempetan dengan korban.

“(Kecepatan) 30-40km landai. Sopir sendiri itu dia untuk ininya pertama dia ga sadar dikarenakan kan juga ramai terus juga merasa jalan pelan memang ada suara hentakan aja gitu misalkan tak gitu terus makanya dia melipir ke kiri melihat cuma dipikirnya bukan apa apa segala macam jadi dia lanjut lagi sampai ke terminal,” jelasnya.

Sementara itu sang sopir T menuturkan, dirinya sama sekali tidak merasa menyenggol motor korban sebelum ada salah satu warga yang memberi tahunya.

“Sebetulnya bapak pan kecepatan 40 abis nurunin penumpang sekitar 100 meter jalan gigi baru empat tiba-tiba katanya saya nyenggol motor ga terasa emang waktu itu cuman ada yang ngeberhentiin katanya pak bapak nyenggol motor,” ujar T.

“Pas dilihat betul ada orang yang tergeletak di jalan cuman banyak iringan massa di belakang bawa drum band ya udah saya telepon pengurus kan bus ada pengurusnya,” tambahnya.

Dirinya tidak menyadari kejadian tersebut karena pandangannya fokus kedepan dengan kondisi jalanan yang terbilang sepi.

Mengetahui kejadian tersebut T menghubungi pihak PO bus untuk laporan. Setelah itu dirinya diminta untuk mengamankan penumpang yang berjumlah 15 orang ke Terminal Tipe A Kota Sukabumi.

Lebih lanjut, setelah menurunkan penumpang di terminal, dirinya beranjak ke pool untuk mengamankan bus dan melapor ke kepala pool.

“Akhirnya saya lapor pengurus dulu nyelamatin penumpang dulu ke terminal, mobil ke pool, lapor ke kepala pool sama pengurus sampai saya traumanya pulang dulu maksudnya cari ketenangan dulu ijin dulu sama orang tua hp nya kebetulan saking ku panik ga dicas mati ke ibu saya minta doa restu gak bawa hp,” jelas T.

“Akhirnya saya ketemu pengurus akhirnya saya ke sini. Sekitar tabuh 6 lah kan saya dari ibu jam 5 mandi dulu apa,” tandasnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum melakukan penetapan tersangka, kendati demikian sang sopir masih dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.