26.7 C
Jakarta
Rabu, Oktober 28, 2026

Latest Posts

Sumpah Pemuda dan Jalan Kita Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh: Muhamad Rafi Asyam Putra Hadad Santan/ CEO Bisnisnews.net

Wartain.com – Setiap 28 Oktober kita selalu diingatkan pada satu angka: 1928. Tapi hari ini, saya ingin mengajak pemuda untuk melihat angka lain: 2045.

Tahun 2045, Indonesia akan genap 100 tahun merdeka. Saat itu, saya akan berusia 40-an, dan adik-adik yang sekarang masih di bangku SMP akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Pertanyaannya: Indonesia seperti apa yang akan kita wariskan dan kita terima?

Pemerintah menyebutnya Indonesia Emas. Tapi emas tidak datang dengan sendirinya. Emas harus ditambang, ditempa, dan dijaga. Dan penambangnya adalah kita, para pemuda hari ini.

Jika Sumpah Pemuda 1928 adalah sumpah untuk bersatu merebut kemerdekaan, maka Sumpah Pemuda 2026 adalah sumpah untuk bersatu mengisi kemerdekaan. Mengisinya dengan hal-hal positif.

Saya melihat ada tiga jebakan yang harus kita hindari, dan tiga jalan positif yang harus kita tempuh.

Jebakan pertama adalah Apatisme. Lawannya adalah Kepedulian.

Jangan menjadi pemuda yang apatis, yang merasa “sudah ada yang ngurus”. Indonesia Emas butuh pemuda yang peduli. Peduli pada lingkungan di sekitarnya, peduli pada UMKM di kampungnya, peduli pada literasi di desanya. Mulai dari hal kecil: ikut kerja bakti, ikut mengajar di TBM, ikut mempromosikan wisata Sukabumi di media sosialmu.

Jebakan kedua adalah Konsumtif. Lawannya adalah Produktif.

Transformasi digital memberi kita dua pilihan: menjadi penonton atau menjadi pemain. Pemuda hebat memilih menjadi pemain. Daripada menghabiskan 5 jam sehari hanya untuk scroll, gunakan 2 jam untuk belajar skill baru. Belajar desain, belajar coding, belajar digital marketing, belajar menulis. Indonesia Emas 2045 akan diisi oleh generasi yang produktif, bukan yang hanya konsumtif.

Jebakan ketiga adalah Pesimis. Lawannya adalah Kolaboratif.

Banyak yang bilang, “Susah cari kerja”, “Susah jadi pengusaha”. Saya sebagai CEO muda di Bisnisnews.net merasakan itu. Tapi saya belajar, di era sekarang tidak ada yang bisa maju sendirian. Kuncinya adalah kolaborasi. Pemuda Sukabumi harus saling gandeng. Anak IT gandeng anak pertanian untuk buat smart farming. Anak media gandeng anak pariwisata untuk promosi desa wisata.

Indonesia Emas 2045 bukan milik pemerintah saja. Ia adalah milik kita.

Para pemuda 1928 tidak punya Instagram, tidak punya laptop, tidak punya akses modal seperti kita. Tapi mereka punya satu hal yang mengalahkan segalanya: keberanian untuk bermimpi besar dan bertindak nyata.

Hari ini, kita punya semua alatnya. Tinggal satu yang ditanyakan: Apakah kita punya keberanian yang sama?

Mari kita isi Sumpah Pemuda tahun ini bukan hanya dengan upacara, tapi dengan aksi positif. Satu aksi kecil hari ini, akan menentukan apakah 2045 kita benar-benar menjadi Indonesia Emas, atau hanya Indonesia Cemas.***

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Saatnya Pemuda Tidak Hanya Bersumpah, Tapi Bergerak.

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.