Wartain.com || Kementerian P2MI/BP2MI terus meningkatkan kualitas pelindungan serta memperluas penempatan pekerja migran Indonesia terampil ke pasar kerja global.
Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya di luar negeri. Namun, juga sebagai strategi peningkatan kesejahteraan dan devisa nasional.
Saat memberikan kuliah umum di Muhammadiyah Boarding School, Yogyakarta, Sabtu (19/7), Wakil Menteri P2MI/Wakil Kepala BP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengatakan “Fokus sekarang bukan sekadar kuantitas, tetapi kualitas pelindungan bagi para pekerja migran,” ucapnya.
Wamen Dzulfikar melanjutkan, ia ingin memaksimalkan penempatan pekerja migran terampil ke negara-negara dengan pasar kerja yang menjanjikan.
Ia melanjutkan, menjadi pekerja migran harus siap fisik dan siap mental karena jauh dari keluarga. Tidak hanya itu, menjadi pekerja migran juga harus pintar beradaptasi untuk semua lingkungan karena adat budaya di luar negeri berbeda.
Wamen Dzulfikar menyambung, Kementerian P2MI/BP2MI terus menegaskan pentingnya migrasi aman dan prosedural, dimulai dari akses informasi resmi, pelatihan keterampilan dan sertifikasi, hingga dokumen dan proses penempatan yang sesuai aturan seperti skema Government to Government (G to G) atau Private to Private (P to P).
Tak hanya itu, Kementerian P2MI/BP2MI juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk terlibat aktif sebagai bagian dari solusi. Mereka bisa menjadi agen edukasi literasi migrasi di kampus dan komunitas, relawan dalam kampanye hukum ketenagakerjaan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
