26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Kota Sukabumi Bersiap Terapkan Teknologi RDF untuk Atasi Sampah

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Komitmen ini mencuat usai peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng sebagai fasilitas RDF oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, pada Kamis (31/7/2025) di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Acara peresmian turut dihadiri Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Sukabumi Asep Japar, serta perwakilan dari berbagai daerah. Kota Sukabumi diwakili oleh Wakil Wali Kota Bobby Maulana, yang menyampaikan bahwa penerapan RDF menjadi salah satu solusi paling efektif dalam pengelolaan sampah akhir, baik dari sisi efisiensi maupun biaya operasional.

“Sebagaimana disampaikan Pak Menteri, RDF adalah metode paling praktis dan hemat biaya dalam pengelolaan akhir sampah. Kami berharap bisa mengadopsi teknologi ini di TPA Cikundul,” ujar Bobby.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Sukabumi telah merancang uji coba pemrosesan sampah menggunakan peralatan penghancur, pencacah, pencuci, dan pengepres sampah nonorganik. Tahap awal uji coba akan dilakukan di wilayah Sukakarya sebelum diperluas ke wilayah lain.

“Jika hasilnya positif, kami akan memperbanyak unit pengolah di kecamatan lain, dan menjalin kerja sama dengan PT Semen Jawa (SCG) agar sisa sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan seminimal mungkin,” lanjut Bobby.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, menekankan bahwa RDF merupakan pendekatan strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti batu bara, sekaligus mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks. Ia mengapresiasi langkah PT Semen Jawa yang siap menggantikan 30 persen kebutuhan batu bara dengan RDF.

“Penggunaan RDF menjadi kunci penyelesaian masalah sampah. Namun, kuncinya tetap di pemilahan dari sumbernya, yakni rumah tangga. Untuk itu, kami mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah,” ucapnya.

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman dalam kesempatan yang sama menyatakan, RDF Cimenteng bisa menjadi model praktik baik bagi daerah lain di Jawa Barat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. RDF adalah salah satu jalan keluar yang konkret,” katanya.

Langkah Kota Sukabumi ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Selain mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat, inisiatif ini juga sejalan dengan upaya menekan volume residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.