Wartain.com || Mahasiswa Institut Teknologi Garut (ITG) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, menghadirkan kontribusi nyata di bidang sosial dan lingkungan.
Program yang berlangsung pada Juli hingga Agustus 2025, ini meliputi perancangan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) beserta gambar kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pembuatan peta kontur wilayah desa, serta Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk pengelolaan sampah.
Kegiatan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan prioritas desa, sekaligus memberikan dampak langsung kepada Masyarakat.
Desain Rutilahu untuk Hunian Lebih Layak
Salah satu fokus utama program adalah membantu pemerintah desa dalam mendesain Rutilahu, termasuk menyusun gambar kerja teknis dan RAB yang mengacu pada standar konstruksi. Desain ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga, menggunakan material efisien namun tetap memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan.
“Desain yang kami buat bukan hanya menggambar rumah, tapi juga memikirkan bagaimana rumah tersebut layak huni dan terjangkau biayanya,” ungkap salah satu anggota tim KKN ITG, Lucky Moch Syakur, A.
Peta Kontur sebagai Panduan Pembangunan
Selain bidang perumahan, tim KKN ITG juga membuat peta kontur wilayah Desa Cisero. Peta ini memuat informasi topografi yang akurat, sehingga bermanfaat sebagai acuan dalam pembangunan infrastruktur, penataan wilayah, dan mitigasi bencana. Dengan teknologi pemetaan digital, data kontur desa disajikan dalam format yang mudah dipahami oleh perangkat desa dan masyarakat.
“Peta kontur ini akan membantu kami dalam merencanakan pembangunan secara tepat sasaran,” ujar Kepala Desa Cisero.

Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah
Membangun TPS untuk Lingkungan Bersih
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting program ini. Mahasiswa ITG bersama warga desa membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dirancang agar lebih higienis dan mudah diakses.
“TPS ini menjadi titik pengumpulan sampah sebelum diangkut ke tempat pengolahan akhir, sekaligus mengurangi masalah sampah berserakan di lingkungan,” ujar peserta KKN.
“Dengan adanya TPS, warga diharapkan lebih tertib dalam mengelola sampah rumah tangga, sehingga kualitas lingkungan desa tetap terjaga.” ungkap salah satu anggota tim KKN ITG lainnya
Dukungan Pemerintah Desa dan Masyarakat
Program KKN Tematik ITG di Desa Cisero mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, perangkat wilayah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa membawa perubahan positif, bukan hanya pada hasil fisik yang terlihat, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penataan lingkungan dan hunian yang layak.
“Mahasiswa ITG memberikan ilmu yang bermanfaat dan hasil kerja nyata. Desa kami sekarang punya peta kontur, desain rumah layak huni, dan TPS sampah,” sebut Kepala Desa.
Membangun Desa dengan Ilmu dan Aksi Nyata
Program ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Lewat keahlian teknis, mahasiswa ITG berhasil membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Cisero, baik dari aspek sosial maupun lingkungan.
Diharapkan kegiatan ini tidak berhenti pada masa KKN, melainkan menjadi langkah awal bagi pembangunan desa yang lebih terencana, sehat, dan ramah lingkungan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Salman/Biro Garut)
