Oleh : Jaka Susila/Presidium MD KAHMI Sukabumi/Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi
Wartain.com || Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam perjuangan bangsa. HMI didirikan pada 5 Februari 1947 oleh sekelompok mahasiswa yang dipimpin oleh Lafran Pane, dengan tujuan untuk mensyi’arkan Islam dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam sebuah wawancara, salah satu pengurus HMI mengungkapkan, “HMI terlahir bukan hanya pada situasi pergulatan ideologi atau pemikiran dunia saja, seperti benturan antara komunisme dan kapitalisme global. Namun lahir pada situasi konflik secara fisik juga, dampak dari pasca perang dunia II.”
Lafran Pane, salah satu pendiri HMI, menjawab kegelisahan mahasiswa saat itu, mengenai kesenjangan berkehidupan antara orientasi agama dan keduniawian. “Formulasi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan pun mulai diracik secara apik,” ujar Jaka dalam keterangannya, Jumat 06/02/2026.
HMI tidak hanya digandrungi di kampus berbasis pendidikan Islam saja, namun di kampus-kampus sekuler pun menjadi pilihan mahasiswa. “HMI memiliki kelas dan karakteristik tersendiri, sehingga menjadi salah satu organisasi yang paling diminati oleh mahasiswa,” tambah Jaka.
Dengan sejarah yang panjang dan peran yang penting, HMI terus berjuang untuk mensyi’arkan Islam dan mempertahankan NKRI, serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan berjuang untuk kebaikan bangsa.
HMI juga telah melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional yang berperan penting dalam pembangunan bangsa, seperti Amien Rais, Fuad Bawazier, dan Akbar Tanjung. Mereka semua memiliki latar belakang sebagai aktivis HMI dan membawa nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kepemimpinan mereka.
Dalam perjalanannya, HMI terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tetap relevan dengan semangat kepemudaan dan kemahasiswaan. Dengan demikian, HMI terus menjadi salah satu organisasi yang paling berpengaruh dalam masyarakat dan bangsa Indonesia.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
