26.7 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Latest Posts

Menjaga Jantung Negeri “Pertamina”: Sinergi Siliwangi di Balik Terangnya Jakarta dan Sekitarnya

Oleh : Aam Abdul Salam/ Pengamat Energi, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi

Wartain.com || Di balik hiruk-pikuk klakson di jalanan Jakarta, gemerlap lampu di pemukiman Banten, hingga deru mesin industri di Jawa Barat, ada satu detak jantung yang tak pernah berhenti memompa: *Pertamina*. Sebagai tulang punggung energi nasional, Pertamina bukan sekadar perusahaan, melainkan “jantung utama” yang memastikan kehidupan masyarakat tetap bergerak.

Namun, menjaga detak jantung ini tetap stabil bukanlah tugas Pertamina sendirian. Sebagai aset negara, Pertamina adalah milik rakyat. Di sinilah filosofi luhur masyarakat Jawa Barat, *Siliwangi*, menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan dan kemandirian energi di tanah Pasundan.

Penopang Ibu Kota

Wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten adalah segitiga emas penyangga ekonomi bangsa. Di kawasan ini, instalasi bangunan, jaringan pipa, hingga depo Pertamina berdiri tegak sebagai infrastruktur vital. Jika instalasi ini terganggu, maka lumpuhlah napas ekonomi di jantung ibu kota.

Kesadaran bahwa aset-aset ini adalah “milik bersama” menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi. Bukan hanya soal pipa dan tangki raksasa, tapi soal memastikan setiap dapur warga tetap mengepul dan setiap kendaraan tetap melaju untuk mencari nafkah.

Spirit “Silih” dalam Menjaga Aset

Rakyat Jawa Barat memiliki warisan nilai yang sangat relevan dalam menjaga kedaulatan energi: *Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh*. Filosofi Siliwangi ini bermuara pada semangat *Kerja Bareng* atau sinergi.

Masyarakat tidak lagi memandang instalasi Pertamina sebagai bangunan asing yang dibatasi pagar kawat, melainkan sebagai bagian dari lingkungan mereka yang harus dijaga bersama. Dengan semangat silih asuh, warga ikut mengawasi dan mengamankan jaringan infrastruktur dari potensi gangguan.

Sinergi antara aparat, perusahaan, dan masyarakat lokal menciptakan barikade pertahanan yang kuat. Keamanan aset bukan lagi soal penjagaan fisik semata, melainkan soal ikatan batin antara rakyat dan perusahaan milik negara tersebut.

Mandiri di Tanah Sendiri

Membangun kemandirian energi dimulai dari rasa memiliki yang tinggi (sense of belonging). Saat rakyat Jawa Barat bersatu padu menjaga instalasi di wilayahnya, mereka sedang membangun benteng ketahanan energi nasional.

Pertamina yang kuat adalah hasil dari rakyat yang peduli. Dengan gotong royong dan sinergi tanpa henti, kita memastikan bahwa jantung energi ini akan terus berdetak, membawa Indonesia menuju kemandirian yang sejati. Sebab, menjaga Pertamina berarti menjaga napas kehidupan kita sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.