26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 31, 2026

Latest Posts

Aksi Saling Dorong dan Bakar Ban Warnai Unjuk Rasa IMM Sukabumi, Protes Penolakan Solat Id

Wartain.com || Aksi unjuk rasa yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi Raya kembali mengguncang pusat Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026). Puluhan massa turun ke jalan dan memadati kawasan Balai Kota, menyuarakan protes atas ditolaknya penggunaan Lapang Merdeka sebagai lokasi pelaksanaan Salat Id.

Di bawah guyuran hujan, demonstrasi berlangsung memanas. Sejumlah peserta aksi membakar ban di tengah jalan hingga menimbulkan kepulan asap hitam. Ketegangan pun meningkat ketika massa berupaya mendekati area Balai Kota dan terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan yang berjaga.

Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Diki Agustina, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan yang telah berlangsung sejak lama. Ia menyebut, Muhammadiyah sebelumnya telah menempuh prosedur resmi dengan mengajukan permohonan penggunaan Lapang Merdeka pada 20 Maret 2026,
namun berakhir dengan penolakan.

“Proses sudah kami jalani sesuai aturan, tapi hasilnya tetap ditolak. Ini yang memicu kekecewaan kami,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi proses komunikasi antara pihak Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Sukabumi yang dinilai tidak menghasilkan titik terang. Menurutnya, dialog yang dilakukan terkesan hanya formalitas tanpa solusi konkret.

“Pembahasan yang terjadi tidak substansial, cenderung normatif, dan tidak memberikan kepastian. Bahkan janji revisi Perwal pun belum ada realisasinya,” kata Diki.

Lebih jauh, ia menyoroti ketidakkonsistenan kebijakan pemerintah dalam pemanfaatan ruang publik. Diki mempertanyakan alasan pelarangan kegiatan ibadah di Lapang Merdeka, sementara kegiatan lain seperti hiburan masih diperbolehkan berlangsung.

“Ini yang kami anggap tidak adil. Seharusnya ada standar yang jelas dan tidak diskriminatif,” tegasnya.

Selain itu, massa juga menyayangkan tidak hadirnya Wali Kota Sukabumi dalam aksi tersebut. Mereka berharap dapat berdialog langsung, namun hingga aksi berakhir, harapan itu tidak terwujud.

“Kami ingin penjelasan langsung dari wali kota dan sekda, tapi keduanya tidak hadir. Ini sangat kami sesalkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Muhammadiyah saat menghadiri pelaksanaan Salat Id di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Namun bagi IMM, permintaan maaf tersebut belum cukup tanpa adanya langkah nyata.

“Permintaan maaf saja tidak cukup. Kami menuntut kejelasan dan tanggung jawab,” kata Diki.

Aksi yang berlangsung hingga menjelang malam itu akhirnya dibubarkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski massa meninggalkan lokasi, IMM menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian dari pemerintah daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.