Wartain.com || Perjalanan Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi kembali berjalan normal mulai Jumat (24/4/2026). Kepastian ini menyusul selesainya perbaikan jalur yang sempat mengalami penggerusan (gogosan) di petak Cibeber–Lampegan, tepatnya di KM 73+9/0.
Manajer Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa lintasan sudah dapat dilalui kembali sejak Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Dengan pulihnya kondisi jalur, seluruh jadwal perjalanan KA Siliwangi yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah kembali beroperasi seperti biasa.
Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi melalui penjagaan dan patroli rutin di sepanjang jalur rel. Meski demikian, ia mengakui bahwa faktor cuaca dan kondisi alam kerap menjadi tantangan yang sulit diprediksi.
“Pengawasan terus kami lakukan setiap hari, namun gangguan akibat faktor alam memang tidak selalu bisa dihindari,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian gogosan di titik tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi sepanjang tahun 2026, meskipun lokasi tersebut sebelumnya tidak masuk dalam kategori area rawan yang diawasi secara khusus.
Sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (22/4/2026) malam menyebabkan terjadinya penggerusan pada jalur rel di KM 73+9/0.
Dampaknya, perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi sempat terhenti dan hanya beroperasi hingga Stasiun Cibeber tanpa melanjutkan perjalanan ke Sukabumi.
Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga sempat membatalkan enam perjalanan KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat yang dijadwalkan pada Kamis (23/4/2026) akibat kondisi jalur yang belum memungkinkan untuk dilalui.***(RAF)
