26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 135

Keselamatan Bukan Soal Gender, Tapi Soal Keadilan Kebijakan

0

Oleh: Anisa Aulia, Guru Honorer/Pegiat Literasi

Wartain.com || Dalam setiap situasi darurat, satu prinsip seharusnya tidak pernah goyah: semua nyawa memiliki nilai yang setara. Karena itu, pendekatan keselamatan yang masih dibingkai dalam perspektif gender—laki-laki sebagai pihak yang “siap menanggung risiko” dan perempuan sebagai pihak yang “harus dilindungi”—perlu dikaji ulang secara serius.

Pandangan semacam ini mungkin berangkat dari niat baik, tetapi dalam praktiknya justru melanggengkan ketidakadilan. Ketika laki-laki secara implisit ditempatkan di posisi paling berisiko, sementara perempuan diasumsikan lebih aman, kebijakan tersebut tidak lagi berbasis pada prinsip keselamatan universal, melainkan pada stereotip lama yang tidak relevan dengan kebutuhan keselamatan modern.

Masalah utamanya bukan sekadar soal teknis—misalnya penempatan gerbong atau posisi evakuasi—melainkan cara pandang yang mendasarinya. Keselamatan publik tidak boleh disusun berdasarkan asumsi siapa yang “lebih kuat” atau “lebih pantas berkorban”. Sebab, dalam kondisi darurat, risiko tidak memilih jenis kelamin. Api, kecelakaan, atau bencana tidak pernah membedakan laki-laki dan perempuan.

Pendekatan berbasis gender dalam konteks ini berpotensi menimbulkan dua masalah sekaligus. Pertama, membebani laki-laki dengan ekspektasi sosial sebagai “tameng”, yang pada akhirnya mengabaikan hak mereka atas perlindungan yang setara. Kedua, mereduksi perempuan sebagai pihak yang selalu harus diselamatkan, tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kemandirian individu.

Padahal, jika tujuan utama kebijakan adalah melindungi semua orang, maka pendekatannya harus berbasis pada standar keselamatan yang objektif dan terukur. Fokus seharusnya diarahkan pada desain sistem evakuasi yang efisien, manajemen risiko yang matang, serta perlindungan bagi kelompok rentan yang memang secara faktual membutuhkan prioritas—seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Inilah titik pentingnya: kerentanan tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kondisi. Dengan menempatkan kerentanan sebagai dasar kebijakan, bukan identitas, kita bergerak menuju sistem keselamatan yang lebih adil dan rasional.

Lebih jauh lagi, kebijakan yang adil juga harus menghindari dikotomi “siapa diselamatkan lebih dulu” versus “siapa yang harus siap berkorban”. Narasi semacam itu tidak hanya problematis secara etis, tetapi juga berisiko melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem keselamatan itu sendiri.

Kita membutuhkan paradigma baru—bahwa keselamatan adalah hak kolektif, bukan distribusi peran berbasis stereotip. Negara, penyelenggara transportasi, dan pemangku kebijakan harus memastikan bahwa setiap prosedur darurat dirancang untuk meminimalkan korban secara menyeluruh, bukan mengatur siapa yang lebih layak menjadi korban.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kebijakan keselamatan bukanlah siapa yang paling siap menghadapi risiko, melainkan seberapa kecil kemungkinan risiko itu merenggut nyawa siapa pun.

Sebab, tak ada satu pun manusia yang diciptakan untuk menjadi tameng bagi yang lain.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Vendor Jelaskan Kendala Teknis Pembangunan Jembatan Tegaldatar, Target Material Tiba Akhir Mei 

0

Wartain.com || Pihak pelaksana pembangunan Jembatan Tegaldatar dari PT Dua Tunggal Teknik memberikan penjelasan terkait keterlambatan proyek yang sempat menjadi perhatian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan setelah pertemuan bersama pihak kecamatan dan stakeholder untuk meluruskan informasi yang berkembang di lapangan, di Aula Kecamatan Lengkong, Rabu (29/04/2026).

Musjianto Vendor PT Duta Tunggal Theknik menyebut keterlambatan pekerjaan lebih disebabkan oleh miskomunikasi serta kendala teknis yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.

“Untuk tanggapan hasil pertemuan hari ini bahwa sebenarnya adalah miskomunikasi dengan sistem yang ada. Warga taunya ini seperti proyek pemerintah takutnya mandek, padahal ini dibangun oleh perusahaan swasta yang punya sistem sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal proyek ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan. Namun dalam pelaksanaannya, proyek menghadapi hambatan akibat kondisi cuaca ekstrem serta ditemukannya kerusakan pada komponen utama jembatan.

“Ternyata setelah berjalan dan diganggu oleh cuaca yang ekstrem, ada dua komponen besar yang rusak, komponen utama, maka harus diganti baru,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum diputuskan penggantian, komponen jembatan terlebih dahulu melalui proses inspeksi oleh konsultan guna menentukan bagian yang masih layak digunakan dan yang harus diganti.

“Dari situ setelah diinspeksi, diinformasikan ke pihak owner, lalu mulai proses produksi komponen pengganti,” tambahnya.

Saat ini, komponen utama berupa girder tengah dalam tahap produksi dan diperkirakan akan dikirim pada akhir Mei 2026.

Setelah material tiba di lokasi, pekerjaan akan dilanjutkan ke tahap pemasangan. “Estimasi kemungkinan besar paling maksimal di akhir Mei sudah dikirim. Setelah itu kita lanjut ke pemasangan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa progres pekerjaan di lapangan saat ini telah mencapai tahap fondasi, dengan sisa pekerjaan sekitar 30 persen. “Pekerjaan sudah sampai fondasi dudukan, tinggal kurang lebih 30 persen lagi,” katanya.

Terkait material lama dari jembatan sebelumnya, ia memastikan bahwa hanya komponen yang masih layak yang akan digunakan kembali.

Sementara material yang sudah tidak layak, tidak akan dipakai dalam konstruksi. “Yang masih layak hasil inspeksi itu masih bisa dipakai, yang tidak layak sudah tidak terpakai,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keputusan terkait pemanfaatan material bekas sepenuhnya berada di tangan pihak owner, dan dalam pertemuan telah disepakati bahwa sebagian material akan diserahkan untuk dimanfaatkan oleh warga.

Selain itu, pihak vendor tetap berkomitmen memberdayakan masyarakat setempat dalam proses pembangunan. “Untuk pekerja, sesuai komitmen kita memberdayakan masyarakat, sampai saat ini masih dibantu oleh warga,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya berharap pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, serta jembatan yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat.

“Harapannya ketika jembatan ini sudah selesai bisa dipergunakan, dijaga, dan selalu komunikasi apabila ada kerusakan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Progres Jembatan Tegaldatar Terkendala Material, Camat Lengkong Pastikan Pekerjaan Segera Dilanjutkan

0

Wartain.com || Pembangunan Jembatan Tegaldatar di wilayah Kecamatan Lengkong akhirnya menemui titik terang setelah dilakukan pertemuan antara pihak kecamatan, pelaksana, dan stakeholder terkait.

Pertemuan tersebut digelar untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat mengenai keterlambatan proyek yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Dilaksanakan di Aula Kecamatan Lengkong, Rabu (29/04/2026).

Camat Lengkong, Ade Rikman, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah audiensi, melainkan undangan dari pihak kecamatan guna meminta kejelasan progres pembangunan, mulai dari aspek perizinan hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

“Sebenarnya sih bukan audiensi, karena kami yang mengundang mereka, biar ada kejelasan sampai sejauh mana progres pembangunan Jembatan Tegaldatar, dari perizinan sampai ke teknis pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Menurut Ade, keterlambatan pekerjaan disebabkan oleh menunggu material utama berupa girder yang saat ini masih dalam proses fabrikasi di Jakarta. Ia berharap material tersebut dapat segera tersedia agar pekerjaan dapat kembali dilanjutkan.

“Memang menunggu bahan yaitu girder yang sedang fabrikasi di Jakarta, dan mudah-mudahan ini katanya sampai tanggal 25 Mei maksimal, tapi mudah-mudahan sesegera mungkin ada pengerjaan lagi,” katanya.

Selain itu, penghentian sementara pekerjaan juga dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara semua pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

“Harapannya sih sesegera mungkin itu dilaksanakan dan jalin komunikasi, koordinasi dengan stakeholder yang di bawah sehingga tidak ada miskomunikasi,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas terkait material jembatan lama yang sempat jatuh ke sungai. Warga sebelumnya mempertanyakan apakah besi-besi tersebut akan dimanfaatkan kembali atau diserahkan kepada masyarakat.

Ade menyebutkan bahwa sebagian besar material lama tersebut dipastikan tidak akan digunakan kembali dan akan diserahkan kepada warga, yang nantinya akan diperkuat dengan surat resmi.

“Alhamdulillah barusan disampaikan bahwa besi tersebut tidak akan digunakan lagi. Sebagian besar bisa dimanfaatkan oleh warga Tegal Data dan nanti akan dikuatkan dengan surat resmi,” ungkapnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Persiapan ASEAN Championship 2026, John Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC di Jakarta

0

Wartain.com || Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, resmi memanggil 23 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Jakarta sebagai persiapan menyongsong ajang ASEAN Championship 2026. Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 30 Mei 2026 ini menjadi langkah awal krusial bagi skuad Garuda. Selama lima hari, para pemain akan ditempa dengan sesi latihan intensif dan pertandingan internal yang berfungsi sebagai parameter evaluasi akhir bagi staf pelatih.

Keputusan pemanggilan nama-nama tersebut merupakan hasil dari pemantauan panjang yang dilakukan Herdman bersama tim teknis terhadap performa individu di kompetisi domestik sepanjang musim. Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa TC ini adalah panggung pembuktian bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka.

“Ini adalah momen penting bagi para pemain untuk mengamankan tempat di skuad utama,” ujar Herdman. Selain memperebutkan posisi di ajang regional, mereka yang tampil menonjol juga diproyeksikan untuk memperkuat tim pada agenda FIFA Matchday bulan Juni mendatang.

Dalam daftar yang dirilis, komposisi skuad diisi oleh kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, mulai dari trio kiper Nadeo Argawinata, Muhammad Riyandi, dan Cahya Supriadi, hingga barisan gelandang kreatif seperti Thom Haye dan Marselino Ferdinan. Nama-nama langganan seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman juga tetap dipercaya untuk mempertajam lini serang bersama talenta naturalisasi Jens Raven. Kehadiran para pemain ini diharapkan mampu membentuk kedalaman tim yang solid sebelum terjun ke turnamen utama.

ASEAN Championship 2026 sendiri akan digelar mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, di mana Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff. Turnamen ini tidak hanya menjadi ujian bagi perkembangan kompetitif tim di bawah asuhan John Herdman, tetapi juga menjadi ambisi besar Indonesia untuk menegaskan dominasinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola di level Asia Tenggara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pimpin Timnas Mini Soccer ke Italia, Shin Tae-yong Resmi Kembali ke Indonesia

0

Wartain.com || Sosok pelatih karismatik asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), resmi kembali ke Indonesia dengan peran baru yang cukup mengejutkan publik sepak bola tanah air. Bukan kembali menangani timnas lapangan besar, STY secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Mini Soccer Indonesia (Football 7) di bawah naungan Indonesia Football 7 Federation. Kabar kembalinya pelatih berusia 55 tahun ini terkonfirmasi setelah ia mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (28/4/2026) malam, di mana ia disambut langsung oleh mantan penerjemah setianya, Jeong Seok-seo. Rabu, 29 April 2026.

Langkah strategis ini diambil oleh federasi guna mempersiapkan skuad Garuda Mini Soccer menghadapi ajang bergengsi Intercontinental Cup 2026 yang akan digelar di Italia dalam waktu dekat. Penunjukan STY dinilai sebagai gebrakan besar untuk mendongkrak prestasi sekaligus popularitas olahraga sepak bola format tujuh pemain tersebut di kancah internasional.

Kehadiran STY diharapkan mampu membawa standar disiplin dan kualitas taktik tingkat tinggi yang pernah ia terapkan di Timnas Senior Indonesia ke dalam ekosistem mini soccer yang kini sedang berkembang pesat.

Prosesi pengenalan resmi STY sebagai nakhoda baru dijadwalkan berlangsung dalam sesi konferensi pers di Menara Imperium, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/4/2026). Dalam tugas barunya ini, STY akan segera memimpin proses seleksi pemain sebelum bertolak ke Eropa.

Meskipun sempat terjadi simpang siur mengenai federasi mana yang ia tangani, kepastian ini menegaskan bahwa STY tetap memiliki ikatan kuat dengan publik olahraga Indonesia, sekaligus menandai babak baru kariernya di lapangan hijau dalam format yang lebih ringkas namun kompetitif.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

SMSI Sukabumi Raya Gandeng KPP Pratama, Dorong Perusahaan Pers Taat Pajak

0

Wartain.com || Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya menggandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukabumi menggelar sosialisasi perpajakan untuk perusahaan pers. Kegiatan berlangsung di Aula PLUT Cikembar, Rabu (29/4/2026).

Sosialisasi diikuti pengurus dan anggota perusahaan pers se-Sukabumi Raya. Langkah ini jadi komitmen SMSI mendorong tertib administrasi dan literasi pajak di kalangan insan media.

Ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman atau Kang Sule, menegaskan perpajakan bukan sekadar kewajiban. “Ini instrumen penting bagi pembangunan daerah. Alhamdulillah hari ini bisa sosialisasi bersama KPP Pratama Sukabumi,” ujarnya.

Kang Sule menambahkan, SMSI akan terus menjangkau seluruh anggota agar dapat edukasi perpajakan berkelanjutan. SMSI juga siap memfasilitasi perbaikan legalitas hukum perusahaan pers sesuai ketentuan.

“Kami siap bantu pelaporan pajak bagi perusahaan pers di Sukabumi Raya. SMSI ini milik bersama, dan kami terbuka bagi perusahaan pers yang ingin bergabung,” kata Kang Sule.

Perwakilan KPP Pratama Sukabumi, Hendra Saputra, memaparkan tantangan wajib pajak saat ini. Kendala utama ada di proses pendaftaran, baik orang pribadi maupun badan usaha.

SMSI Sukabumi Raya Gandeng KPP Pratama, Dorong Perusahaan Pers Taat Pajak (foto : SRM)

Selain itu, perhitungan pajak kerap jadi hambatan. Penyebabnya keterbatasan literasi, akses informasi, serta rendahnya inisiatif wajib pajak mencari pemahaman lebih lanjut.

Hendra menjelaskan, sistem pajak Indonesia berkembang sejak akhir 1990-an. Dulu fokus pada administrasi individu, kini sudah terintegrasi menyeluruh untuk memudahkan layanan wajib pajak.

Dalam sosialisasi, peserta diberi pemahaman klasifikasi wajib pajak: orang pribadi dan badan usaha. Badan usaha meliputi PT, CV, firma, dengan skala usaha mikro, kecil, hingga menengah.

Puncak kegiatan ditandai dengan aktivasi perusahaan anggota SMSI ke sistem perpajakan daring melalui platform Coretax. Langkah ini jadi upaya konkret mendorong kepatuhan dan kemudahan administrasi.

Melalui kegiatan ini, SMSI Sukabumi Raya berharap kesadaran pajak meningkat. Tujuannya memperkuat profesionalisme perusahaan pers sebagai entitas bisnis yang taat regulasi dan ikut membangun daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Dinas PU Sukabumi Tingkatkan Profesionalitas ASN, Kepala UPTD Jampangkulon Resmi Purna Tugas

0

Wartain.com || Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan pembinaan aparatur yang melibatkan pegawai dari UPTD Wilayah Ciemas dan Jampangkulon. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor UPTD PU Wilayah Jampangkulon pada Rabu (29/4/2026).

Dalam kesempatan itu, agenda pembinaan dirangkaikan dengan momen perpisahan Kepala UPTD Jampangkulon, Yudi Kuswandi, yang akan memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 Mei 2026.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, beserta jajaran pegawai dan anggota Dharma Wanita. Kepala Dinas PU, Uus Pirdaus, menyampaikan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan Yudi Kuswandi selama menjabat. Ia menilai kontribusi yang diberikan selama ini menjadi contoh positif bagi seluruh pegawai.

“Hari ini kita melepas Pak Kacab Jampangkulon, Pak Yudi, yang akan memasuki masa purna bakti per 1 Mei. Kami mengapresiasi dedikasi dan kinerja beliau selama ini, yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Uus menegaskan bahwa kegiatan pembinaan pegawai merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur sipil negara (ASN), khususnya di sektor pekerjaan umum.

“Kami memastikan ASN di Dinas PU harus profesional. Kalau tidak, tata kelola infrastruktur kita tidak akan optimal dan masyarakat bisa merasa tidak puas terhadap layanan kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, mencakup aspek teknis, manajerial, serta sosial kultural sebagai fondasi utama dalam menciptakan ASN yang unggul.

“Kami mendorong seluruh jajaran, baik di Jampangkulon maupun Ciemas, untuk terus meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural. Tiga kompetensi ini menjadi dasar utama dalam mencetak ASN yang profesional,” ungkapnya.

Selain itu, Uus menyoroti peran penting pengawasan dalam pelaksanaan proyek, khususnya yang melibatkan pihak ketiga. Menurutnya, Dinas PU memiliki kewenangan penuh untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan kontrak.

“Ketika kita berhadapan dengan pihak ketiga yang tidak sesuai dengan kaidah dalam kontrak, kita berhak mengambil tindakan sesuai aturan perundang-undangan. Kalau terjadi wanprestasi, bisa kita tindak, bahkan sampai pada sanksi blacklist,” jelasnya.

Ia menambahkan, peran tim teknis dan pengawas menjadi kunci dalam menjaga kualitas pekerjaan di lapangan agar sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. “Kita punya hak dan kewajiban dalam kontrak. Pihak ketiga wajib melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan.

Setelah itu, mereka berhak mendapatkan pembayaran. Jadi kami pastikan seluruh proses berjalan profesional agar masyarakat tidak dirugikan dan justru mendapatkan manfaat maksimal,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Duka Mendalam atas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Pentingnya Keselamatan Transportasi Umum

0

Wartain.com || Duka mendalam menyelimuti masyarakat atas terjadinya kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur yang menelan korban jiwa dan luka-luka. Peristiwa tragis ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menghadirkan kesedihan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ucapan bela sungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari M. Nabil Luthfi yang turut menyampaikan rasa prihatin dan empati yang mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan transportasi serta kepedulian terhadap sesama.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban yang mengalami luka-luka segera diberikan kesembuhan,” ujar M. Nabil Luthfi.

Dalam pernyataannya, ia juga memberikan perhatian khusus kepada para perempuan dan ibu-ibu yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Mereka dikenal sebagai sosok yang tak kenal lelah, bekerja keras demi keluarga, serta menjadi tulang punggung dalam kehidupan rumah tangga.

Kehilangan para perempuan, khususnya ibu-ibu, bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi lingkungan sekitar yang selama ini merasakan kasih sayang, pengorbanan, dan ketulusan mereka. Sosok ibu adalah sumber kekuatan dalam keluarga, yang hadir dengan cinta tanpa batas, memberikan semangat, serta menjadi penopang di tengah berbagai kesulitan hidup. Duka ini menjadi pengingat betapa berharganya peran mereka dalam kehidupan kita semua.

“Kehilangan sosok ibu adalah kehilangan yang sangat besar. Mereka adalah pahlawan bagi keluarga, yang setiap harinya berjuang tanpa pamrih. Semoga pengorbanan mereka menjadi amal kebaikan yang terus mengalir,” tambahnya.

Selain itu, peristiwa ini juga menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi umum di Indonesia. Diperlukan perhatian serius dari seluruh pihak terkait, baik pemerintah maupun operator, untuk memastikan standar keamanan yang lebih baik, perawatan fasilitas yang optimal, serta pengawasan yang ketat demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama mendoakan para korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Diharapkan, kejadian ini juga menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar ke depan keselamatan transportasi dapat lebih ditingkatkan.

Semoga duka ini segera berlalu, para korban yang luka-luka segera pulih dan mendapatkan perawatan terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.***

Penulis : M. Nabil/Biro Bandung

Editor : Aab Abdul Malik

Kejari Sukabumi Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Kredit Bank Plat Merah, Rugikan Negara Rp2,6 Miliar

0

Wartain.com || Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menetapkan delapan tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang penyaluran kredit di bank plat merah, Selasa (28/4/2026).

Penetapan dilakukan di Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi. Delapan tersangka terdiri dari satu kepala cabang pembantu dan tujuh tenaga pemasar. Mereka adalah DDA selaku Kepala Cabang Pembantu, serta LAD, RI, NAP, DS, ER, AH, dan HH sebagai tenaga pemasar.

Penyidikan kasus ini dimulai sejak Januari 2026. Hasil penyidikan mengungkap praktik korupsi dilakukan secara terstruktur oleh pimpinan cabang pembantu bersama para tenaga pemasar.

Modusnya, para tersangka merekayasa pinjaman melalui pihak ketiga dan membuat kredit fiktif. Dokumen dan data debitur dipalsukan tanpa melalui proses survei dan verifikasi sesuai SOP perbankan.

Tak hanya itu, para tersangka juga menggunakan identitas pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Mereka menerapkan metode pengulangan data untuk menutupi kredit bermasalah agar tetap terlihat lancar di sistem.

Dana hasil pencairan kredit fiktif tersebut kemudian dikuasai oknum, disertai pemberian fee kepada pihak-pihak tertentu. Tujuannya untuk memenuhi target penyaluran kredit dan meraih keuntungan pribadi.

Akibat perbuatan para tersangka, negara dirugikan. Berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Finansial Bank Akibat Perbuatan Fraud Bidang Kredit, nilai kerugian mencapai Rp2.664.259.466.

“Keuntungan dipakai untuk kebutuhan pribadi, dan kasus ini masih kami kembangkan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Sukabumi.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain atau aliran dana ke pihak di luar delapan nama tersebut,” tambahnya.

Usai ditetapkan tersangka, kedelapannya langsung ditahan di Lapas Warungkiara. Penahanan dilakukan sejak 28 April 2026 hingga 18 Mei 2026 untuk 20 hari pertama masa penahanan.

Kejari menegaskan komitmen menuntaskan kasus ini. Penegakan hukum dilakukan untuk memberi efek jera sekaligus memulihkan kerugian keuangan negara akibat fraud perbankan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tak Terbendung! Malut United Hancurkan PSBS Biak Tujuh Gol Tanpa Ampun

0

Wartain.com || Malut United tampil luar biasa dan tidak terbendung saat menghadapi tuan rumah PSBS Biak dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tim berjuluk Laskar Kie Raha tersebut berhasil meraih kemenangan telak dengan skor mencolok 7-0. Kemenangan ini mempertegas dominasi tim tamu atas PSBS Biak yang kini semakin terpuruk di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Selasa, 28 April 2026.

Dominasi Malut United sudah terlihat sejak awal laga, di mana mereka menguasai 66% penguasaan bola dan melepaskan total 34 tembakan. David Da Silva menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-51 dan ke-78. Selain Da Silva, David Maulana juga menyumbangkan dua gol (menit 57 dan 90+8), diikuti oleh gol dari Yakob Sayuri (60’), Tyronne del Pino (69’), dan ditutup oleh aksi Frets Butuan pada menit ke-90.

PSBS Biak yang bertindak sebagai tuan rumah benar-benar dibuat tidak berdaya sepanjang 90 menit pertandingan. Tim asuhan pelatih PSBS hanya mampu mencatatkan 34% penguasaan bola dan hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran ke gawang lawan. Lini pertahanan PSBS Biak terus digempur tanpa henti, terbukti dengan statistik 77 sentuhan di kotak penalti yang dilakukan oleh para pemain Malut United berbanding terbalik dengan hanya 15 sentuhan milik tuan rumah.

Faktor utama kekalahan memalukan ini adalah rapuhnya koordinasi lini belakang dan rendahnya akurasi operan PSBS Biak yang hanya mencapai 78%. Sebaliknya, Malut United bermain sangat klinis dengan akurasi operan 86% dan menciptakan 19 peluang emas sepanjang laga. Perbedaan kualitas individu dan kolektivitas tim terlihat sangat jomplang, membuat jalannya pertandingan berlangsung searah sejak peluit pertama dibunyikan.

Hasil pertandingan ini membawa dampak signifikan bagi posisi kedua tim di tabel klasemen sementara. Malut United kini kokoh bertengger di posisi ke-3 klasemen, menjaga persaingan di papan atas untuk memperebutkan gelar juara. Sementara itu, kekalahan tragis ini membuat PSBS Biak semakin terbenam di posisi ke-18 atau dasar klasemen, yang membuat ancaman degradasi semakin nyata bagi tim asal Papua tersebut.

Meski digelar tanpa kehadiran penonton dari kedua belah pihak di tribun, atmosfer kompetitif tetap terasa kental di atas lapangan hingga peluit panjang dibunyikan. Bagi Malut United, raihan poin penuh ini menjadi modal berharga untuk menatap laga selanjutnya, sementara bagi PSBS Biak, kekalahan di stadion yang sunyi ini menjadi alarm keras untuk segera melakukan evaluasi total demi beranjak dari zona merah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)