26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 271

Keajaiban di Aspmyra, Bodo/Glimt Hancurkan Raksasa Italia Inter Milan 3-1

0

Wartain.com || Kejutan besar mengguncang panggung Liga Champions saat wakil Norwegia, Bodo/Glimt, berhasil menjinakkan raksasa Serie A, Inter Milan, dalam laga babak play-off pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Bertanding di Stadion Aspmyra yang dingin, tuan rumah tampil perkasa dengan melumat Nerazzurri lewat skor meyakinkan 3-1.

Dominasi Tuan Rumah Sejak Awal Sejak peluit pertama dibunyikan, Bodo/Glimt menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi nama besar Inter. Kepercayaan diri tinggi anak asuh Kjetil Knutsen membuahkan hasil pada menit ke-20. Sondre Brunstad Fet sukses membuka keran gol setelah menyelesaikan kerja sama apik dengan Kasper Høgh, mengubah skor menjadi 1-0.

Inter Milan sempat memberikan perlawanan sengit untuk mencari gol penyeimbang. Matteo Darmian nyaris mencetak gol di menit ke-26, namun bola membentur tiang gawang. Tekanan berlanjut melalui Nicolo Barella, tetapi sepakannya masih terlalu lemah bagi kiper tuan rumah.

Harapan Inter sempat membuncah pada menit ke-30. Francesco Pio Esposito berhasil memanfaatkan kemelut di muka gawang Glimt dan menyambar bola liar untuk mengubah skor menjadi 1-1. Skor imbang ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, Inter gagal memanfaatkan peluang tendangan bebas Carlos Augusto di menit ke-47 yang meluncur lemah. Justru Bodo/Glimt yang tampil lebih klinis. Pada menit ke-61, Jens Petter Hauge kembali membawa Glimt unggul 2-1 setelah menerima umpan terukur dari Kasper Høgh.

Puncak kehancuran Inter terjadi melalui skema serangan balik cepat. Kasper Høgh, yang menjadi bintang lapangan malam itu, memastikan kemenangan tuan rumah setelah menerima umpan matang dari Blomberg. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai, sekaligus memberikan modal berharga bagi wakil Norwegia tersebut untuk menatap leg kedua.

Kemenangan atas Inter Milan adalah pesan tegas bahwa Bodo/Glimt memiliki sistem permainan yang solid dan keberanian mental yang luar biasa. Menghadapi finalis Liga Champions dengan modal kepercayaan diri penuh adalah kunci utama mereka malam ini.

Dengan kemenangan ini, Bodo/Glimt menatap leg kedua di Giuseppe Meazza dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara bagi Inter Milan, hasil ini merupakan pekerjaan rumah besar yang menuntut evaluasi total jika tidak ingin tersingkir prematur dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Jam Kerja ASN di Sukabumi Berubah Selama Ramadhan 1447 H, Layanan Pengaduan DP3A Tetap 24 Jam

0

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sukabumi Nomor 800.1.11/6996/BKPSDM/2025 tentang perubahan jam kerja selama bulan Ramadhan.

Penyesuaian ini berlaku bagi seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sukabumi, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi beserta Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di wilayah Sukabumi dan Palabuhanratu.

Meski terdapat perubahan jam kerja, DP3A memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, khususnya untuk layanan pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Layanan hotline pengaduan tetap siaga selama 24 jam penuh tanpa terpengaruh penyesuaian jam kerja Ramadhan.

Masyarakat yang membutuhkan pendampingan atau ingin melaporkan kasus dapat menghubungi:

UPTD PPA Wilayah Sukabumi: 0815-6333-5575
UPTD PPA Wilayah Palabuhanratu: 0858-6088-1911

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk tetap aktif melaporkan setiap bentuk kekerasan atau pelanggaran hak perempuan dan anak.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan perlindungan terhadap kelompok rentan dapat semakin optimal, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Arsenal Sia-siakan Keunggulan, Gelar Juara Kembali Terancam

0

Wartain.com || Arsenal harus pulang dengan kepala tertunduk meski sempat memimpin dua gol saat bertamu ke markas Wolverhampton Wanderers di Molineux Stadium, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Hasil imbang 2-2 ini menjadi tamparan keras bagi skuad asuhan Mikel Arteta dalam perburuan gelar Premier League, jika di Minggu nanti City mampu menang lawan Newcastle berarti jarak point nya akan menjadi 2.

The Gunners memulai laga dengan intensitas tinggi. Baru lima menit laga berjalan, Bukayo Saka sukses mengonversi umpan silang akurat Declan Rice melalui sundulan tajam yang menaklukkan Jose Sa. Arsenal terus menekan, termasuk peluang emas Noni Madueke di menit ke-16 yang masih bisa ditepis.

Keunggulan tim tamu sempat mengganda di babak kedua, tepatnya menit ke-56. Bek Piero Hincapie mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan umpan terukur Gabriel Magalhaes. Skor 2-0 seharusnya menjadi zona nyaman bagi calon juara.

Kelalaian Arsenal dalam menjaga ritme permainan mulai terlihat setelah menit ke-60. Memanfaatkan sikap defensif Arsenal yang terlalu dini, Hugo Bueno melepaskan tendangan melengkung indah ke pojok gawang David Raya di menit ke-61.

Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Pada menit ke-90+4, petaka datang lewat gol bunuh diri Riccardo Calafiori. Upaya sapuan yang tidak sempurna justru bersarang di gawang sendiri, memastikan laga berakhir imbang dan Arsenal kehilangan dua poin krusial.

Arsenal tampil dominan secara statistik, secara keseluruhan Arsenal unggul dalam penguasaan bola 58% berbanding 42% milik wolf, dari total tembak mereka juga unggul dengan total melakukan 10 tembak 5 dianya on target. namun secara mental, mereka terlihat rapuh di bawah tekanan pengejaran poin. Jika tidak segera berbenah, predikat “hampir juara” akan kembali melekat pada Meriam London musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Kalian Mau Mudik? Buruan Daftar Mudik Gratis Bersama Jasa Marga!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, jutaan masyarakat Indonesia kembali bersiap melakukan tradisi tahunan yang telah mengakar kuat dalam budaya bangsa: mudik. Setiap tahun, lonjakan pemudik di jalur darat, laut, dan udara menjadi fenomena besar yang memerlukan koordinasi lintas instansi. Di tengah kebutuhan tersebut, program mudik gratis yang diselenggarakan oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus merogoh kocek dalam.

Salah satu nama yang kerap disebut dalam program ini adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memiliki peran strategis dalam kelancaran arus mudik setiap tahunnya. Meski perlu digarisbawahi bahwa program mudik gratis utama dikoordinasikan oleh PT Jasa Raharja, Jasa Marga turut berpartisipasi aktif sebagai bagian dari 98 BUMN yang tergabung dalam program Mudik Bersama BUMN 2026.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, program mudik gratis menyediakan puluhan ribu kuota untuk berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api hingga bus antarkota. Sebanyak 37 rangkaian kereta api dan 136 unit bus disiapkan untuk melayani rute-rute populer ke berbagai provinsi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kuota ini tersebar untuk tujuan Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Selatan.

Mengingat tingginya animo masyarakat dan terbatasnya kuota yang tersedia, mendaftar lebih awal menjadi langkah krusial agar tidak kehabisan tempat. Pendaftaran resmi untuk program Mudik Bersama BUMN 2026 telah dibuka sejak 12 Februari 2026, dan setiap tahun kuota selalu habis dalam hitungan hari. Artikel ini menyajikan panduan lengkap mengenai cara pendaftaran, syarat, ketentuan, hingga tips agar peluang lolos seleksi semakin besar.

Apa Itu Program Mudik Gratis Jasa Marga?

Sejarah Singkat Program

Program mudik gratis BUMN pertama kali digagas sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pelat merah terhadap masyarakat Indonesia. Inisiatif ini mulai diselenggarakan secara masif sejak pertengahan dekade 2010-an, dengan melibatkan berbagai BUMN lintas sektor. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta dan cakupan rute terus mengalami peningkatan signifikan seiring dengan bertambahnya perusahaan BUMN yang turut berpartisipasi.

PT Jasa Marga, sebagai operator jalan tol nasional, telah menjadi bagian integral dari program ini sejak awal penyelenggaraannya. Kontribusi Jasa Marga tidak hanya dalam bentuk penyediaan armada transportasi, tetapi juga melalui pengelolaan infrastruktur tol yang menjadi tulang punggung mobilitas mudik darat. Pada tahun 2026, keterlibatan Jasa Marga semakin diperluas dengan pembukaan ruas tol fungsional gratis dan kolaborasi teknologi informasi lalu lintas.

Tujuan Program

Tujuan utama program mudik gratis adalah mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur-jalur utama mudik, terutama jalur tol Trans Jawa dan jalur nasional Pantai Utara. Dengan menyediakan transportasi massal gratis, diharapkan jumlah kendaraan pribadi yang memadati jalan raya dapat berkurang secara signifikan, sehingga risiko kemacetan parah dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Selain itu, program ini bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, dan kelompok rentan lainnya yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau kemampuan finansial untuk membeli tiket transportasi komersial. Dengan adanya program mudik gratis, hak setiap warga negara untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman dapat terfasilitasi dengan baik.

Program ini juga menjadi instrumen penting dalam menekan angka kecelakaan selama periode mudik. Bus dan kereta api yang digunakan telah memenuhi standar keselamatan dan dioperasikan oleh pengemudi profesional yang berpengalaman, sehingga tingkat keamanan perjalanan jauh lebih terjamin dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi dalam kondisi lelah dan jalanan padat.

Jadwal Pendaftaran Mudik Gratis 2026

Berikut adalah jadwal penting yang perlu dicatat terkait program Mudik Bersama BUMN 2026 yang dikoordinasikan oleh Jasa Raharja dengan dukungan Jasa Marga dan puluhan BUMN lainnya.

Kegiatan Waktu Keterangan

Pembukaan Pendaftaran 12 Februari 2026 Melalui situs mudik.jasaraharja.co.id
Batas Akhir Pendaftaran Hingga kuota terpenuhi Kuota terbatas, sistem first come first served

Kode Booking Tersedia H-7 keberangkatan Cek berkala di akun masing-masing
E-Ticket Dapat Diunduh H-3 keberangkatan Unduh dan cetak sebagai bukti perjalanan
Keberangkatan Kereta Api 16-17 Maret 2026 Dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta
Keberangkatan Bus Menyesuaikan rute 136 unit bus ke berbagai kota tujuan
Perlu diperhatikan bahwa jadwal di atas dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyelenggara. Masyarakat disarankan untuk memantau informasi terbaru melalui situs resmi dan akun media sosial resmi Jasa Raharja maupun Jasa Marga secara berkala.

Syarat dan Ketentuan Peserta

Syarat Umum

Calon peserta program mudik gratis wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. Persyaratan kewarganegaraan ini berlaku tanpa terkecuali sebagai bagian dari komitmen program untuk melayani masyarakat Indonesia. Peserta juga harus dalam kondisi sehat dan mampu menempuh perjalanan darat dalam waktu yang cukup lama, mengingat sebagian rute memerlukan waktu tempuh belasan hingga puluhan jam.

Bagi ibu hamil, terdapat ketentuan khusus yang membatasi keikutsertaan pada usia kandungan tertentu demi keselamatan ibu dan janin. Peserta yang memiliki kondisi kesehatan khusus disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mendaftar, mengingat perjalanan jarak jauh dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu.

Syarat Dokumen

Dokumen menjadi komponen penting dalam proses pendaftaran. Berikut adalah daftar dokumen yang wajib disiapkan oleh calon peserta.

Dokumen Keterangan

KTP (Kartu Tanda Penduduk) Wajib, masih berlaku, digunakan untuk verifikasi NIK
KK (Kartu Keluarga) Wajib, 1 KK untuk maksimal 4-5 anggota keluarga
SIM C Wajib aktif, nomor SIM C diinput saat pendaftaran
STNK Motor Wajib aktif, sebagai bukti kepemilikan kendaraan

Akun JRku Terverifikasi Diperlukan untuk login dan melakukan pendaftaran
Seluruh dokumen harus dalam kondisi asli dan masih berlaku. Data yang dimasukkan saat pendaftaran online harus sesuai dengan data pada dokumen fisik. Ketidaksesuaian data dapat menyebabkan pembatalan pendaftaran secara otomatis oleh sistem.

Ketentuan Khusus

Program mudik gratis memberikan prioritas kepada pekerja sektor informal dan masyarakat berpenghasilan rendah yang berdomisili di wilayah Jabodetabek serta kota-kota besar lainnya. Kebijakan prioritas ini diterapkan agar manfaat program benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Setiap Kartu Keluarga hanya dapat mendaftarkan maksimal 4 hingga 5 anggota keluarga. Pembatasan ini berlaku untuk memastikan pemerataan kuota bagi seluruh pendaftar. Selain itu, peserta wajib mengikuti akun media sosial resmi @pt_jasaraharja sebagai salah satu syarat administratif pendaftaran.

Terdapat pula ketentuan mengenai barang bawaan. Setiap peserta hanya diperbolehkan membawa barang dengan berat dan ukuran tertentu sesuai ketentuan moda transportasi yang dipilih. Barang-barang berbahaya, mudah terbakar, atau melanggar hukum dilarang keras untuk dibawa selama perjalanan.

Rute dan Kota Tujuan yang Tersedia

Rute Populer

Program Mudik Bersama BUMN 2026 menyediakan beragam rute yang mencakup kota-kota tujuan mudik terpopuler di Indonesia. Untuk moda kereta api, rute berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta dengan tujuan utama meliputi Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Blitar, Jombang, dan Kutoarjo. Sementara itu, armada bus melayani rute yang lebih luas hingga ke luar Pulau Jawa.

Berikut sebaran rute berdasarkan moda transportasi yang tersedia pada tahun 2026.

Kereta Api (37 rangkaian): Jakarta menuju Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Blitar, Jombang, Kutoarjo, dan kota-kota lain di Jawa Tengah serta Jawa Timur.

Bus (136 unit): Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Titik Keberangkatan dan Drop-off

Untuk keberangkatan kereta api, seluruh peserta diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat. Stasiun ini dipilih karena aksesibilitasnya yang tinggi dan kapasitasnya yang memadai untuk menampung ribuan pemudik. Peserta wajib hadir di stasiun sesuai jadwal yang tertera pada e-ticket, dengan disarankan tiba minimal dua jam sebelum keberangkatan untuk proses verifikasi dan boarding.

Untuk keberangkatan bus, titik kumpul tersebar di beberapa lokasi strategis di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Informasi detail mengenai lokasi titik kumpul bus akan disampaikan melalui notifikasi di aplikasi JRku dan SMS setelah peserta mendapatkan konfirmasi keberangkatan. Di kota tujuan, titik penurunan penumpang ditetapkan di terminal bus atau lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh keluarga penjemput.

Cara Daftar Mudik Gratis 2026

Pendaftaran Online

Pendaftaran program mudik gratis 2026 dilakukan secara online melalui situs resmi mudik.jasaraharja.co.id. Berikut adalah langkah-langkah lengkap proses pendaftaran yang perlu diikuti.

Buka situs mudik.jasaraharja.co.id menggunakan browser Google Chrome untuk hasil terbaik.

Klik tombol “Daftar” pada halaman utama, kemudian isi data dasar berupa nama lengkap, nomor handphone aktif, alamat email, dan kata sandi.

Lakukan verifikasi akun dengan memasukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS ke nomor handphone yang didaftarkan.

Lengkapi data diri sesuai KTP, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat lengkap.

Masukkan data anggota keluarga yang akan ikut serta dalam program mudik gratis, sesuai dengan data pada Kartu Keluarga.

Login ke akun yang sudah terverifikasi, lalu pilih moda transportasi yang diinginkan, yaitu kereta api atau bus.

Pilih rute perjalanan dan tanggal keberangkatan yang tersedia sesuai preferensi.

Input Nomor SIM C dan plat nomor kendaraan motor yang terdaftar di STNK.

Pilih ukuran kaos yang disediakan panitia, centang kotak persetujuan syarat dan ketentuan, lalu simpan kode booking yang muncul.

Unduh e-ticket yang tersedia mulai H-3 sebelum tanggal keberangkatan sebagai bukti resmi perjalanan.

Seluruh proses pendaftaran bersifat gratis tanpa dipungut biaya apapun. Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati terhadap pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan program ini untuk memungut biaya atau menjual kuota pendaftaran.

Pendaftaran Offline

Selain pendaftaran online, pada tahun-tahun sebelumnya tersedia pula opsi pendaftaran offline melalui posko-posko yang didirikan di lokasi tertentu. Calon peserta dapat mendatangi kantor cabang Jasa Raharja atau posko pendaftaran yang telah ditentukan dengan membawa seluruh dokumen asli dan fotokopinya. Di lokasi pendaftaran, petugas akan membantu proses pengisian formulir dan verifikasi dokumen secara langsung.

Namun, perlu dicatat bahwa seiring dengan digitalisasi layanan, penyelenggara semakin mengarahkan pendaftaran ke jalur online. Masyarakat disarankan untuk mengutamakan pendaftaran melalui situs resmi guna menghindari antrean panjang dan memastikan proses yang lebih cepat serta efisien.

Tips Agar Lolos Seleksi

Persaingan untuk mendapatkan kuota mudik gratis sangat ketat setiap tahunnya. Berikut beberapa strategi yang dapat meningkatkan peluang keberhasilan pendaftaran.

Daftar di hari pertama pembukaan. Kuota bersifat terbatas dan menggunakan sistem siapa cepat dia dapat. Mengakses situs pendaftaran pada hari pertama, bahkan jam pertama, memberikan keuntungan signifikan.

Siapkan seluruh dokumen sebelum pendaftaran dibuka. Pastikan KTP, KK, SIM C, dan STNK sudah dalam kondisi aktif dan data-datanya siap diinput tanpa kesalahan.
Gunakan koneksi internet yang stabil. Lonjakan akses pada hari pembukaan dapat menyebabkan situs lambat. Koneksi internet yang kuat akan membantu proses pendaftaran berjalan lancar.

Pantau informasi resmi secara berkala. Ikuti akun media sosial resmi Jasa Raharja dan Jasa Marga untuk mendapatkan informasi terkini mengenai jadwal, perubahan kebijakan, atau penambahan kuota.

Fasilitas yang Didapatkan Peserta

Peserta program mudik gratis 2026 akan mendapatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan oleh penyelenggara untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan. Fasilitas ini menjadi salah satu keunggulan program dibandingkan menggunakan transportasi informal yang seringkali tidak memenuhi standar keselamatan.

Bus pariwisata ber-AC yang telah lolos uji kelaikan jalan dan memenuhi standar keselamatan transportasi darat.
Kereta api dengan rangkaian yang nyaman dan kapasitas tempat duduk yang memadai.

Makanan dan minuman selama perjalanan, disediakan oleh panitia di setiap titik keberangkatan dan rest area.

Asuransi perjalanan yang meng-cover seluruh peserta dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

Kaos dan merchandise resmi program sebagai kenang-kenangan dan identitas peserta selama perjalanan.

Posko kesehatan di titik keberangkatan dan rest area yang dilengkapi tenaga medis untuk menangani kondisi darurat.

Rest area dan titik istirahat terjadwal di sepanjang rute perjalanan bus untuk menjaga kondisi pengemudi dan kenyamanan penumpang.

Peran Khusus Jasa Marga dalam Mudik 2026

Meskipun program pendaftaran mudik gratis dikoordinasikan oleh Jasa Raharja, peran Jasa Marga dalam mendukung kelancaran arus mudik 2026 sangat besar dan tidak dapat diabaikan. Sebagai pengelola infrastruktur jalan tol nasional, Jasa Marga mengambil sejumlah langkah strategis yang secara langsung berdampak pada kenyamanan dan keamanan seluruh pemudik.

Pertama, Jasa Marga membuka 4 ruas tol fungsional secara gratis selama periode arus mudik dan arus balik. Keempat ruas tersebut meliputi ruas Prambanan-Purwomartani, Probolinggo-Besuki, Japek 2 Selatan, dan Bawen-Exit Tol Ambarawa. Pembukaan ruas tol fungsional ini bertujuan mengurai kemacetan di titik-titik rawan dan memberikan alternatif jalur bagi pemudik tanpa biaya tambahan.

Kedua, Jasa Marga menjalin kolaborasi dengan Korlantas Polri dan Google Maps untuk mengintegrasikan informasi lalu lintas secara real-time. Kerja sama ini memungkinkan pemudik mendapatkan data terkini mengenai kondisi jalan, titik kemacetan, dan rekomendasi rute alternatif langsung melalui aplikasi navigasi yang banyak digunakan masyarakat.

Ketiga, Jasa Marga meluncurkan aplikasi Travoy yang menyediakan berbagai fitur digital untuk mendukung perjalanan mudik. Melalui aplikasi ini, pemudik dapat mengakses tayangan CCTV secara real-time di berbagai titik jalan tol, informasi rest area terdekat beserta fasilitasnya, serta layanan digital lainnya yang memudahkan perencanaan dan pelaksanaan perjalanan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berangkat

Setelah berhasil mendapatkan e-ticket, peserta masih perlu melakukan sejumlah persiapan penting sebelum hari keberangkatan tiba. Persiapan yang matang akan memastikan perjalanan berlangsung lancar dan nyaman dari awal hingga akhir.

Lakukan konfirmasi ulang keberangkatan pada H-3 atau H-2 melalui situs resmi atau aplikasi JRku. Konfirmasi ini penting untuk memastikan jadwal tidak mengalami perubahan dan kursi tetap terjaga.
Datang ke titik kumpul lebih awal dari jadwal yang tertera di e-ticket, minimal 2 jam sebelum keberangkatan. Waktu tambahan ini diperlukan untuk proses verifikasi identitas, pengecekan dokumen, dan boarding.

Bawa obat-obatan pribadi dan perlengkapan perjalanan secukupnya. Meskipun tersedia posko kesehatan, obat-obatan khusus yang rutin dikonsumsi tetap harus disiapkan secara mandiri.

Simpan nomor darurat panitia dan nomor call center Jasa Raharja serta Jasa Marga di ponsel. Nomor-nomor ini akan sangat berguna apabila terjadi situasi darurat atau dibutuhkan informasi mendadak selama perjalanan.

Pastikan ponsel dalam kondisi terisi penuh dan bawa power bank sebagai cadangan. Ponsel diperlukan untuk menunjukkan e-ticket digital dan berkomunikasi selama perjalanan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Pertama Puasa Ramadhan, Momentum Penuh Berkah dan Ampunan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Hari pertama puasa Ramadhan adalah saat yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari ini, Allah SWT memberikan pahala yang sangat besar bagi mereka yang menjalankan puasa dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.

Menurut hadis dan ajaran Islam, pada hari pertama puasa Ramadhan, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa yang tersembunyi maupun terang-terangan. Tidak hanya itu, Allah juga akan meninggikan beribu-ribu derajat bagi mereka yang berpuasa dan membangunkan lima puluh ribu kota di surga.

Awal Ramadhan juga merupakan fase diturunkannya rahmat, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Ini adalah kesempatan emas bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memohon ampun atas dosa-dosa mereka.

Keutamaan khusus hari pertama puasa Ramadhan antara lain:

– Ampunan Dosa: Allah SWT melihat hamba-Nya yang berpuasa dan mengampuni dosa-dosa mereka.
– Peningkatan Derajat: Allah mengangkat derajat orang yang berpuasa.
– Ganjaran Surga: Allah menjanjikan membangunkan kota-kota di surga bagi yang menjalankan puasa hari pertama.
– Rahmat Allah: Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah masa turunnya rahmat dan kasih sayang Allah SWT.

Hari pertama puasa Ramadhan merupakan momentum pembuka untuk memotivasi umat Muslim agar konsisten beribadah hingga akhir Ramadhan. Oleh karena itu, mari kita maksimalkan pahala ini dengan menjalankan puasa dengan ikhlas, berdoa, dan melakukan amal kebajikan lainnya.

Semoga kita semua dapat meraih berkah dan ampunan Allah SWT pada hari pertama puasa Ramadhan ini dan seterusnya.

Dalam menjalankan puasa hari pertama, kita juga perlu memperhatikan beberapa hal, seperti menjaga niat yang ikhlas, menjalankan puasa dengan benar, dan melakukan amal kebajikan lainnya. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan memohon ampun atas dosa-dosa kita.

Kita juga perlu memanfaatkan waktu Ramadhan ini untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, seperti memperbanyak membaca Al-Quran, melakukan shalat sunnah, dan berdzikir. Semoga dengan demikian, kita dapat meraih berkah dan ampunan Allah SWT.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Persib Menang 1-0 atas Ratchaburi, Namun Tersingkir dari AFC Champions League Two

0

Wartain.com || Persib Bandung harus mengakhiri langkahnya di ajang AFC Champions League Two meski meraih kemenangan 1-0 atas wakil Thailand, Ratchaburi FC, pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026).

Kemenangan tersebut tidak cukup membawa Maung Bandung lolos ke perempat final. Pasalnya, Persib kalah agregat 1-3 setelah pada leg pertama di kandang Ratchaburi menelan kekalahan telak 0-3.

Gol semata wayang Persib dicetak oleh Andrew Jung pada menit ke-39. Penyerang andalan itu sukses memanfaatkan peluang di depan gawang dan membobol pertahanan tim tamu, sekaligus membangkitkan asa tuan rumah untuk mengejar defisit agregat.

Sebelumnya, pada awal babak pertama, Persib sempat mencetak gol cepat. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena pemain berada dalam posisi offside setelah melalui pengecekan asisten wasit.

Petaka bagi Persib datang menjelang akhir babak pertama. Wiliam Barros diganjar kartu merah langsung usai melakukan tekel keras terhadap pemain Ratchaburi. Keputusan tersebut membuat Persib harus bermain dengan 10 orang hingga laga usai.

Memasuki babak kedua, Persib tetap berupaya menekan demi menambah gol. Namun, solidnya pertahanan Ratchaburi dan keterbatasan jumlah pemain membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Persib tetap bertahan.

Dengan hasil ini, Persib Bandung harus puas terhenti di babak 16 besar AFC Champions League Two. Sementara itu, Ratchaburi melangkah ke fase berikutnya berkat keunggulan agregat 3-1.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Investasi Rp296,8 Triliun, PHK 18.815 Orang: BADKO HMI Jabar Desak Transparansi dan Reformulasi Kebijakan Ketenagakerjaan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Realisasi investasi Jawa Barat tahun 2025 yang mencapai Rp296,8 triliun dipandang sebagai capaian strategis pemerintah provinsi. Namun, pada saat yang sama, sebanyak 18.815 pekerja tercatat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa investasi dan PHK merupakan dua variabel berbeda: investasi mencerminkan penciptaan peluang kerja baru, sementara PHK berkaitan dengan kondisi operasional perusahaan yang telah berjalan.

Secara teoritis, argumentasi tersebut tidak keliru. Dalam ekonomi modern, investasi baru memang tidak selalu berkorelasi langsung dengan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama jika modal yang masuk bersifat padat teknologi. Namun, bagi kalangan masyarakat sipil, pemisahan konseptual tersebut tidak cukup menjawab keresahan publik.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan BADKO HMI Jawa Barat, M. Imam Maulana, menilai pemerintah tidak boleh berhenti pada logika statistik.

“Pemerintah tidak bisa hanya menyampaikan bahwa ini dua variabel berbeda. Publik butuh jawaban konkret: berapa lapangan kerja bersih yang benar-benar tercipta? Jika investasi ratusan triliun tetapi PHK tetap tinggi, maka ada yang perlu dievaluasi dari kualitas investasi itu sendiri,” tegasnya.

Menurut Imam, ukuran keberhasilan investasi seharusnya tidak hanya bertumpu pada nilai rupiah, melainkan pada *employment elasticity*, seberapa besar investasi tersebut mampu menciptakan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Ia mengingatkan bahwa Jawa Barat sebagai basis industri manufaktur menghadapi tekanan global berupa otomatisasi, relokasi industri, dan transformasi digital. Tanpa kebijakan transisi yang kuat, pekerja akan menjadi korban dari perubahan struktur ekonomi.

Imam mengajukan sejumlah gagasan strategis:

1. Audit Kualitas Investasi

Pemerintah perlu membuka data sektoral: investasi masuk ke sektor apa, padat karya atau padat modal, serta berapa tenaga kerja yang terserap.

2. Skema Insentif Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Insentif fiskal dan kemudahan perizinan harus diprioritaskan bagi industri yang menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.

3. Program Reskilling Terintegrasi

Balai latihan kerja harus dihubungkan langsung dengan kebutuhan industri baru, bukan sekadar pelatihan administratif tanpa kepastian penempatan.

4. Early Warning System PHK

Pemerintah provinsi perlu membangun sistem deteksi dini terhadap potensi PHK massal agar mitigasi dapat dilakukan sebelum krisis membesar.

“Kalau investasi hanya besar secara angka tetapi tidak inklusif, maka ketimpangan akan melebar. Pemerintah harus memastikan bahwa transformasi industri tidak meninggalkan pekerja,” tambah Imam.

Nada serupa disampaikan Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk oposisi politik, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial.

“Investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi. Tapi pertumbuhan tanpa pemerataan hanya akan melahirkan angka-angka yang indah di laporan, sementara masyarakat menghadapi ketidakpastian kerja. Pemerintah harus berani mengevaluasi apakah arah pembangunan sudah benar-benar berpihak pada tenaga kerja,” ujar Siti.

Menurutnya, tata kelola investasi perlu diarahkan pada prinsip **good governance**: transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Ia juga menekankan pentingnya dialog tripartit yang aktif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.

“Jangan sampai narasi ‘investasi tinggi’ menjadi tameng untuk mengabaikan keresahan buruh. Justru momentum investasi besar ini harus dijadikan peluang untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan berkeadilan,” tegasnya.

Secara hukum dan administratif, investasi dan PHK memang berada dalam domain regulasi yang berbeda. Namun secara kebijakan publik, masyarakat menilai keduanya dalam satu bingkai kesejahteraan. Ketika investasi meningkat tetapi PHK tetap tinggi, publik menuntut bukti bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar menghasilkan manfaat nyata.

Diskursus ini pada akhirnya bukan soal membantah atau membenarkan pernyataan gubernur. Persoalan utamanya adalah bagaimana memastikan bahwa Rp296,8 triliun investasi tersebut tidak hanya memperkuat struktur modal, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, dan memperkuat stabilitas sosial di Jawa Barat.

Bagi BADKO HMI Jawa Barat, investasi adalah instrumen pembangunan. Namun tujuan akhirnya tetap satu: kesejahteraan rakyat. Tanpa keberpihakan yang jelas pada pekerja, pertumbuhan ekonomi berisiko kehilangan legitimasi sosialnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Target Indeks Pendidikan 80, Wali Kota Tantang Kepala Sekolah Baru Tancap Gas

0

Wartain.com || Sebanyak 86 kepala sekolah resmi dilantik Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Gedung Juang ’45, Rabu (18/2/2026). Mereka terdiri dari 11 Kepala SMP, 74 Kepala SD, dan satu Kepala Taman Kanak-kanak. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Dalam arahannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan di Kota Sukabumi.

Ia menargetkan indeks pendidikan daerah harus menembus angka 80, sebagaimana salah satu dari 26 indikator kinerja utama pemerintah daerah yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Indeks pendidikan nilainya harus 80 ke atas. Seluruh (pihak) yang terkait dengan pendidikan di Kota Sukabumi, harus paham indikator ini. Saya minta secepatnya kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kirim roadmap atau langkah dan rencana kerja, untuk mencapai indeks pendidikan tersebut,” tegasnya.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Ayep memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas. Ia meminta seluruh kepala sekolah yang baru dilantik bekerja cepat, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Selain capaian akademik, Ayep juga menaruh perhatian serius pada kebersihan lingkungan sekolah. Ia bahkan secara khusus menyoroti kondisi toilet sebagai indikator dasar manajemen sekolah.

“Saya akan lihat toilet sekolah. Kalau kotor, tidak ada air, dan tidak bersih, maka saya akan meminta BKPSDM atau Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan sanksi,” ujarnya.

Menurutnya, kebersihan sekolah mencerminkan kedisiplinan dan budaya kerja yang dibangun oleh kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan.

Ayep menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi berbasis manajemen talenta yang diterapkan Pemerintah Kota Sukabumi. Dengan sistem tersebut, promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja.

Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan sekaligus membangun lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan berdaya saing.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Urgensi Pendirian Perguruan Tinggi Negeri di Sukabumi, Pemerataan dan Kemajuan Regional 

0

Oleh : Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta

Wartain.com || Di tengah hiruk pikuk pembangunan Jawa Barat, Sukabumi kerap dipandang sebagai wilayah penyangga yang bersandar pada keindahan alam dan potensi sumber dayanya. Namun, dibalik panorama pegunungan dan hamparan sawah yang hijau, tersimpan ironi yang tak kunjung usai. Wilayah yang luas mencapai 4.164,15 km², merupakan terbesar di Jawa barat ini, masih bergulat dengan persoalan fundamental, yaitu akses pendidikan tinggi yang terbatas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Tingkat pengangguran terbuka (TPT) kabupaten Sukabumi berada di angka 7,11persen, sementara persentase penduduk miskin pada tahun 2025 tercatat 6,26 persen. Angka ini bukan sekedar statistik, melainkan cerminan dari tantangan struktural yang berakar pada kesenjangan investasi sumber daya manusia. Ketika Bandung dan Bogor telah lama menjadi magnet Pendidikan dengan universitas negeri ternama (di Bandung : ITB, UNPAD, UPI, UIN SGD; di bogor IPB), Sukabumi dengan populasi sekitar 3,2 juta (Kabupaten : 2.889.139 dan Kota Sukabumi 373.189) jiwa masih menjadi “penonton” yang setiap tahunnya mengirim putra-putri terbaiknya merantau ke luar daerah.

Geliat pendidikan tinggi di Sukabumi sejatinya tidak mati, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Universitas Nusa Putra, serta Universitas Linggabuana PGRI yang baru diresmikan pada tahun 2023, demikian juga berbagai institut agama Islam, antara lain IMC, Institut agama Islam Almasturiyah, Institut KH Ahmad Sanusi menunjukkan bahwa sektor swasta telah bergerak menjawab kebutuhan Masyarakat. Namun kehadiran perguruan tinggi swasta (PTS) tidak serta merta menghapus kebutuhan mendesak akan hadirnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Mengapa demikian? Karena PTN memiliki mandat konstitusional yang berbeda, menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau, menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menjadi lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kepentingan publik.

Tulisan ini berusaha menguraikan alasan mengapa pendirian PTN di Sukabumi (Kota dan kabupaten) bukan hanya berhenti di wacana, tetapi sebuah urgensi yang didasari oleh analisis geografis, demografis, sosial dan ekonomi. Lebih dari itu tulisan ini akan memaparkan benefit strategis yang akan lahir dari keberadaan universitas negeri; baik bagi Masyarakat Sukabumi maupun bagi pencapaian target Pembangunan nasional.

Analisis geografis: luas wilayah dan ketimpangan akses

Kabupaten Sukabumi memiliki luas wilayah 4.164,15 km² atau setara dengan 11, 24 persen dari total luas provinsi Jawa Barat. Angka ini menjadikan Kabupaten Sukabumi terluas di provinsi Jawa Barat, berjalan lebih dari beberapa provinsi di Indonesia Timur. Secara administratif wilayah ini terbagi menjadi 47 kecamatan, 381 desa dan hanya 5 kelurahan. Kondisi geografisnya bervariasi; dataran tinggi di Kawasan Utara yang berbatasan dengan Bogor dan CIanjur dan Kawasan Selatan yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia.

Luasnya wilayah ini seharusnya menjadi berkah, tetapi tanpa infrastruktur pendidikan yang memadai, justru menjadi beban aksesibilitas. Bayangkan seorang lulusan SMA dari kecamatan Tegal Buleud atau kecamatan Cikakak harus menemukan perjalanan berjam-jam jika ingin mengunjungi kampus di Kota Sukabumi atau Cibadak apalagi jika ingin melanjutkan pendidikan ke PTN yang ada di Bandung atau di Bogor.

Pola pertumbuhan yang timpang

Studi tentang identifikasi pertumbuhan di wilayah calon Kabupaten Sukabumi Utara mengungkapkan baha hierarki fasilitas tertinggi hanya terkonsentrasi di empat kecamatan, yaitu Cicurug, Sukaraja, Cisaat dan Cibadak. Keempat wilayah ini menjadi pusat layanan karena kelengkapan infrastruktur dan aksesibilitasnya. Sementara 43 kecamatan lainnya, terutama di wilayah Selatan dan Tengah berada dalam posisi hinterland yang bergantung pada pusat-pusat tersebut.

Dalam konteks pendidikan tinggi, konsentrasi ini menciptakan ketimpangan spasial yang kronis. Kecamatan-kecamatan seperti CIkakak, Gegerbitung atau wilayah-wilayah pesisir Selatan praktis tidak memiliki akses terhadap Pendidikan tinggi. Penduduk di wilayah tersebut harus melakukan mobilitas ke pusat kecamatan atau ke Kota Sukabumi yang bisa memakan waktu 4-5 jam perjalanan darat.

Pendirian PTN di lokasi strategis, misalnya di wilayah Tengah atau Selatan Sukabumi akan menciptakan pusat pertumbuhan baru yang mendekatkan layanan Pendidikan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan teori Growth Pole yang dikemukakan oleh Francois Perroux, bahwa Pembangunan dapat dimulai dari pusat-pusat pertumbuhan yang kemudian menyebar ke wilayah sekitarnya (spread effect). Universitas negeri tidak hanya akan menjadi institusi Pendidikan, tetapi juga menjadi simpul aktivitas ekonomi dan sosial yang menggerakkan wilayah sekitarnya.

Analisis Demografis : Bonus demografi yang terancam terlewat

Dengan populasi yang mencapai 3,2 juta jiwa, Sukabumi (kota dan Kabupaten) merupakan salah satu wilayah terpadat di Jawa Barat. Komposisi penduduknya didominasi oleh usia muda, sebuah bonus demografi yang juga dikelola dengan baik akan menjadi lokomotif Pembangunan. Namun data menunjukkan adanya masalah serius pada daya tampung pendidikan tinggi.

Angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Kota Sukabumi tercatat 31, 25 lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bogor. Meskipun data spesifik untuk Kabupaten Sukabumi tidak tersedia dalam publikasi terbaru, indikator seperti persentase penduduk miskin (6,25 %) dan Tingkat pengangguran (7,11 %) mengindikasikan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi masih menjadi tantangan besar.

Ketua PB PGRI, Unifah Rosyidi pernah menyatakan bahwa daya serap mahasiswa di perguruan tinggi Sukabumi berkisar antara 25 – 30 persen. Artinya dari setiap 100 lulusan SMA/sederajat, hanya ada 25-30 orang yang dapat melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi. Sisanya? Mereka harus memilih antara bekerja dengan bekal pendidikan menengah, atau tidak bekerja sama sekali, ini sebuah kondisi yang kontributif terhadap angka pengangguran.

Fenomena “Migrasi Pendidikan”

Ketiadaan PTN di Sukabumi memicu fenomena migrasi pendidikan besar-besaran. Setiap tahun ribuan lulusan SMA terbaik dari Sukabumi berbondong-bondong meninggalkan daerahnya untuk kuliah di Bandung, Bogor, Jakarta atau Yogyakarta. Fenomena ini di satu sisi menunjukkan tingginya motivasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, namun di sisi lain menimbulkan biaya sosial ekonomi yang tidak sedikit.

Bagi keluarga menengah ke bawah, ongkos migrasi ini sangat memberatkan. Biaya hidup di kota perantauan, sewa kos, transportasi dan uang kuliah menjadi beban yang memiskinkan. Tidak jarang, potensi anak-anak terpaksa tidak berkembang karena keterbatasan biaya untuk merantau. Jika di Sukabumi terdapat PTN, biaya Pendidikan akan jauh sangat murah karena mahasiswa dapat tinggal bersama orang tua atau setidaknya tidak perlu mengeluarkan biaya hidup sebesar di kota besar.

Analisis sosial : Pendidikan sebagai mobilitas vertikal

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukabumi berdasarkan data dari BPS berada di angkat 67,05 pada tahun 2022, menempatkannya di peringkat 24 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Ini adalah peringkat yang memprihatinkan untuk yang wilayah yang secara geografis dengan dengan Jakarta. Rendahnya IPM ini tidak terlepas dari komponen Pendidikan yang menjadi salah satu indikator penyusunannya.

Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mobilitas vertikal Masyarakat. Seseorang yang menyelesaikan Pendidikan tinggi memiliki peluang lebih untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak, keluar dari garis kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya. Ketika akses Pendidikan tinggi terbatas, maka siklus kemiskinan antargenerasi sulit terputus.

Peran perguruan tinggi dalam pembentukan karakter bangsa

Di luar aspek ekonomi, perguruan tinggi juga berfungsi sebagai agent of social change. Mahasiswa dididik untuk berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, dan berkontribusi pada pemecahan masalah dalam Masyarakat. Kehadiran PTN di Sukabumi akan menciptakan ekosistem intelektual yang saat ini masih sangat terbatas.

Universitas-universitas swasta yang ada, seperti UMMI, Nusa Putra dan LInggabuana telah berupaya menjalankan fungsi ini dengan baik. Namun, mereka memiliki keterbatasan dalam pendanaan riset, pengembangan program studi langka dan akses terhadap kebijakan pemerintah pusat. PTN hadir dengan mandat publik yang lebih kuat : ini tidak hanya melayani mereka yang mampu membayar, tetapi juga untuk mereka yang tidak mampu, dapat melalui jalur afirmasi seperti KIP kuliah dan bidik misi.

Lebih jauh lagi, PTN dapat menjadi ruang dialog dan perumusan solusi atas problematika sosial yang dihadapi Masyarakat Sukabumi, mulai dari kemiskinan, stunting, degradasi lingkungan, hingga konflik sosial. Dengan tradisi akademik yang mapan, PTN dapat menjembatani antara pengetahuan teoritis dengan kebutuhan riil Masyarakat.

Analisis ekonomi : Biaya, manfaat dan multiplayer Effect

Kontribusi ekonomi yang masih minim

Dalam perspektif ekonomi makro, kontribusi Kabupaten Sukabumi terhadap produk domestic Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat hanya sekitar 3,16 persen. Angka ini kecil jika dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduknya. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi pada triwulan III 2025 tercatat 3,98 persen, sementara data tahunan 2023 menunjukkan angkat 5,48 persen.

Struktur ekonomi Sukabumi masih didominasi oleh sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan diikuti oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Sukabumi belum bertransformasi menuju sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi yang membutuhkan tenaga kerja terdidik.

Kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan kualitas SDM

Dunia usaha dan industri di Sukabumi yang terus berkembang terutama di Kawasan utara, seperti Cibadak dan Cicurug, membutuhkan tenaga keja denga kualifikasi tertentu. Namun, karena terbatasnya akses Pendidikan tinggi, banyak perusahaan yang terpaksa mendatangkan tanaga kerja dari luar daerah atau merekrut lulusan SMA yang kemudian harus dilatih ulang dengan biaya besar.

Pendirian PTN akan menjembatani kesenjangan ini. Dengan program studi yang dirancang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal, misalnya Teknik industri untuk manufaktur, Agribisnis untuk sektor pertanian atau pariwisata bahari untuk wilayah Selatan. PTN dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja sesuai dengan permintaan pasar. Ini akan meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi daerah.

Multiplier effect keberadaan kampus

Keberadaan universitas negeri tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Sebuah studi tentang rencana penegerian Universitas Samawa (Unsa) di Sumbawa menunjukkan bahwa kehadiran PTN akan mendorong tumbuhnya ekonomi lokal, mulai dari sektor properti (perumahan dan kost) transportasi, rumah makan, percetakan hingga industri kreatif lainnya. Tentu juga kita bisa lihat bagaimana Depok berkembang sangat pesat setelah UI pindah domisili dari Jakarta ke Depok, serta jatinangor sebuah kecamatan kecil di Sumedang berkembang setelah UNPAD, ITB, IPDN hadir di sana.

Gambaran sederhananya, ribuan mahasiswa yang datang dari berbagai kecamatan akan membutuhkan tempat tinggal, makanan, transportasi dan kebutuhan kuliah lainnya. Ini merupakan pasar potensial yang akan menggerakkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sekitar kampus. Belum lagi belanja operasional kampus, gaji dosen dan tenaga kependidikan serta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan warga sekitar.

Benefit strategis pendirian PTN di Sukabumi

Setelah menganalisis kondisi geografis, demografis, sosial dan ekonomi, dapat disimpulkan bahwa pendirian PTN di Sukabumi akan memberikan setidaknya lima benefit (keuntungan) strategis, yaitu :

1. Perluasan akses dan keadilan pendidikan

Benefit paling mendasar adalah perluasan akses bagi Masyarakat sukabumi untuk menikmati pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya terjangkau. PTN memiliki mekanisme subsidi silang melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT) berlapis, di mana mahasiswa dari keluarga mampu membayar lebih mahal untuk mensubsidi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ditambah dengan kuota khusus melalui jalur afirmasi (KIP Kuliah, afirmasi daerah tertinggal, afirmasi penyandang disabilitas), PTN menjadi instrument paling efektif untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

2. Mendorong pertumbuhan ekonomi Kawasan

Sebagaimana diilustrasikan dalam analisis ekonomi, keberadaan kampus akan menciptakan aktivitas ekonomi baru. Studi tentang rencana penegerian Unsa di Sumbawa menegaskan bahwa dampak PTN akan berlapis : dari tumbuhnya ekonomi lokal, meningkatnya riset berbasis potensi daerah hingga tersedianya lapangan kerja baru bagi akademisi, tenaga Pendidikan. Kondisi serupa akan dapat dirasakan oleh Sukabumi.
Kawasan sekitar kampus akan berkembang menjadi pertumbuhan ekonomi baru. Harga tanah akan meningkat, investasi properti akan menggeliat dan sektor jasa akan tumbuh pesat. Ini akan menciptakan lapangan kerja tidak hanya bagi lulusan universitas tetapi juga bagi masyarakat umum.

3. Pengembangan Riset unggulan berbasis potensi lokal

Sukabumi memiliki sumber daya alam yang sangat luar bisa : sektor pertanian yang kuat, perikanan tangkap dan budidaya di Selatan, potensi geothermal, kehutanan serta pariwisata alam dan bahari. Selama ini, potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal kerena minimnya riset dan inovasi.

PTN dapat menjadi pusat riset dan inovasi yang mengembangkan komoditas unggulan daerah. Seperti halnya Unsa yang memiliki keunggulan riset di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan di Sumbawa, PTN di Sukabumi bisa menjadi center of excellent bagi pengembangan komoditas seperti padi, palawija, perikanan tangkap, atau pariwisata berkelanjutan. Riset-riset tidak hanya akan dipublikasikan, tetapi juga diimplementasikan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

4. Pemerataan Pembangunan dan pengurangan ketimpangan wilayah

Dalam perspektif tata ruang, pendirian PTN di lokasi yang tepat, misalnya wilayah Tengah atau Selatan Sukabumi akan menjadi katalis pemerataan pembangunan. Selama ini pembangunan terkonsentrasi di utara (Cibadak dan Cicurug) dan sekitar kota Sukabumi. Wilayah Selatan yang memiliki potensi besar justru tertinggal.
Dengan adanya PTN, pemerintah dapat mengarahkan investasi infrastruktur pendukung ke wilayah tersebut. Jalan diperbaiki, jaringan Listrik dan internet ditingkatkan dan fasilitas publik dibangun. Ini akan mengurangi ketimpangan antar wilayah yang selama ini menjadi masalah struktural.

5. Menekan laju urbanisasi ke kota-kota besar

Fenomena migrasi pendidikan yang disebutkan sebelumnya berkontribusi pada laju urbanisasi yang tidak terkendali. Bandung dan Jakarta terus dibanjiri pendatang dari berbagai daerah, termasuk Sukabumi, yang menyebabkan berbagai masalah perkotaan seperti kemacetan, kepadatan pemukiman kumuh dan persaingan kerja yang semakin ketat.
Dengan adanya PTN di Sukabumi, sebagian besar lulusan SMA dapat melanjutkan studi di daerahnya sendiri. Ini akan menekan laju urbanisasi dan memungkinkan mereka untuk tetap berkontribusi pada pembangunan daerah asalnya. Setelah lulus, mereka lebih mungkin untuk bekerja dan membangun karier di Sukabumi, sehingga talenta lokal terbaik tidak terus menerus terkuras ke luar daerah.

Penutup : Momentum yang tepat untuk bertindak

Pendirian perguruan tinggi (universitas) negeri di Sukabumi sepatutnya bukan sekedar wacana populis, tetapi kebutuhan mendesak yang didasari oleh data dan analisis komprehensif. Secara geografis, luas wilayah dan ketimpangan akses menuntut hadirnya simpul-simpul layanan Pendidikan baru. Secara demografis, bonus demografi 3,2 juta jiwa harus dikelola melalui investasi Pendidikan yang memadai. Secara sosial, PTN menjadi instrumen mobilitas vertikal dan pembentukan masyarakat kritis. Secara ekonomi, ini akan menciptakan multiplier effect dan menjawab kebutuhan dunia usaha.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten/kota Sukabumi perlu bergerak cepat. Pengalaman di daerah lain, seperti perjuangan penegerian Unsa di Sumbawa yang telah berlangsung 15 tahun, menunjukkan bahwa proses ini membutuhkan waktu, konsistensi, dan sinergi antarpemangku kepentingan. Pemerintah daerah harus mulai mempersiapkan berbagai prasyarat : Lahan, sumber daya dosen, dan dukungan regulasi.

Dukungan Masyarakat dan dunia usia juga sangat diperlukan. Kesadaran bahwa Pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang, bukan beban anggaran, harus terus disosialisasikan. Apabila semua elemen bergerak bersama, bukan tidak mungkin dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, Sukabumi akan memiliki universitas kebanggaan masyarakat Bumi Marhamah.

Pada akhirnya, mendirikan PTN di Sukabumi berarti membangun peradaban, seperti halnya universitas-universitas negeri di berbagai daerah yang telah melahirkan pemimpin, innovator dan penggerak perubahan. Sukabumi pun berhak atas mimpi yang sama, Kini saatnya mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Daftar Pustaka
1. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi. (2025). Kabupaten Sukabumi Dalam Angka 2025. Sukabumi: BPS.
2. Parhan, A. (2025, 19 Juli). Sukabumi Menjadi Magnet Baru Pendidikan Tinggi, Kampus Swasta Berkembang Pesat. Pikiran Rakyat Tasikmalaya.
3. ANTARA News. (2025, 30 Oktober). Keadilan di kampus timur. ANTARA News Megapolitan.
4. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi. (2025). Sukabumi Regency in Figures 2025. Sukabumi: BPS.
5. Fatimah, S. (2023, 9 Maret). Kota Sukabumi Punya Universitas Baru, Cek Jurusannya di Sini! detikJabar.
6. Radar Sukabumi. (2023, 7 Maret). Pemerintah Kota Sukabumi Dukung Dilaunchingnya Universitas Linggabuana PGRI. Radar Sukabumi.
7. Warislohner, F. (2025, 12 November). Identifying Growth Centers in the Prospective North Sukabumi Regency. LinkedIn.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Produksi Aspal Tersendat, Perbaikan Jalan Provinsi di Sukabumi Awal 2026 Belum Maksimal

0

Wartain.com || Sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi masih mengalami kerusakan pada awal 2026. Lubang menganga hingga badan jalan yang amblas masih ditemui di beberapa titik, memicu keluhan pengguna jalan.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, keterlambatan perbaikan dipengaruhi belum optimalnya produksi aspal pada awal tahun.

“Kita baru berhenti kalau memang produksi aspal tidak ada. Contoh di awal tahun ini mungkin agak sedikit (perbaikan) karena kita harus mengambil produksi jauh. Jadi terkendala,” ujar Harry, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, pasokan aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP) di Sukabumi biasanya kembali normal sekitar Maret. Situasi ini membuat penanganan jalan rusak di awal tahun berjalan kurang maksimal, meskipun upaya tambal sulam tetap dilakukan.

“Karena biasanya AMP aspal yang ada di Sukabumi ini produksinya biasanya di sekitar bulan Maret mungkin. Tapi kita tetap berjalan untuk penambalan atau penanganan jalan rusak,” jelasnya.

Sepanjang 2025, perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi di Sukabumi telah menjangkau total sekitar 35 kilometer yang tersebar di sejumlah titik. Untuk pekerjaan tersebut, anggaran yang terserap mencapai kurang lebih Rp200 miliar.

“Yang dilaksanakan dengan paket (perbaikan jalan) itu ada 35 kilometer untuk totalnya tersebar di beberapa titik. Kalau anggaran perbaikan di Sukabumi itu kurang lebih habis di angka Rp200 miliar,” katanya.

Selain kendala produksi aspal, faktor alam juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa ruas jalan berada di wilayah dengan kondisi tanah labil dan rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan lebih kompleks.

“Banyak gangguan di kita itu banyak lokasi (jalan) yang rawan tanah bergerak. Yang jelas di semua ruas kita tetap berupaya (melakukan perbaikan dan perawatan),” sebutnya.

Dari total panjang jalan provinsi di Sukabumi yang mencapai sekitar 347 kilometer, tingkat kemantapan jalan saat ini berada di angka 84,86 persen. Harry mengakui capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan wilayah UPTD lainnya di Jawa Barat.

“Untuk masalah kemantapan di jalan provinsi ini kurang lebih di 84,86 persen, jadi masih jauh tertinggal dari jalan provinsi lain di wilayah UPTD lain,” pungkasnya.

Dengan produksi aspal yang diproyeksikan kembali normal pada Maret, pemerintah berharap perbaikan jalan provinsi di Sukabumi dapat berjalan lebih optimal dalam beberapa bulan ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik