26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 272

Produksi Aspal Tersendat, Perbaikan Jalan Provinsi di Sukabumi Awal 2026 Belum Maksimal

0

Wartain.com || Sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi masih mengalami kerusakan pada awal 2026. Lubang menganga hingga badan jalan yang amblas masih ditemui di beberapa titik, memicu keluhan pengguna jalan.

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian, mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, keterlambatan perbaikan dipengaruhi belum optimalnya produksi aspal pada awal tahun.

“Kita baru berhenti kalau memang produksi aspal tidak ada. Contoh di awal tahun ini mungkin agak sedikit (perbaikan) karena kita harus mengambil produksi jauh. Jadi terkendala,” ujar Harry, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, pasokan aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP) di Sukabumi biasanya kembali normal sekitar Maret. Situasi ini membuat penanganan jalan rusak di awal tahun berjalan kurang maksimal, meskipun upaya tambal sulam tetap dilakukan.

“Karena biasanya AMP aspal yang ada di Sukabumi ini produksinya biasanya di sekitar bulan Maret mungkin. Tapi kita tetap berjalan untuk penambalan atau penanganan jalan rusak,” jelasnya.

Sepanjang 2025, perbaikan dan pemeliharaan jalan provinsi di Sukabumi telah menjangkau total sekitar 35 kilometer yang tersebar di sejumlah titik. Untuk pekerjaan tersebut, anggaran yang terserap mencapai kurang lebih Rp200 miliar.

“Yang dilaksanakan dengan paket (perbaikan jalan) itu ada 35 kilometer untuk totalnya tersebar di beberapa titik. Kalau anggaran perbaikan di Sukabumi itu kurang lebih habis di angka Rp200 miliar,” katanya.

Selain kendala produksi aspal, faktor alam juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa ruas jalan berada di wilayah dengan kondisi tanah labil dan rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan lebih kompleks.

“Banyak gangguan di kita itu banyak lokasi (jalan) yang rawan tanah bergerak. Yang jelas di semua ruas kita tetap berupaya (melakukan perbaikan dan perawatan),” sebutnya.

Dari total panjang jalan provinsi di Sukabumi yang mencapai sekitar 347 kilometer, tingkat kemantapan jalan saat ini berada di angka 84,86 persen. Harry mengakui capaian tersebut masih tertinggal dibandingkan wilayah UPTD lainnya di Jawa Barat.

“Untuk masalah kemantapan di jalan provinsi ini kurang lebih di 84,86 persen, jadi masih jauh tertinggal dari jalan provinsi lain di wilayah UPTD lain,” pungkasnya.

Dengan produksi aspal yang diproyeksikan kembali normal pada Maret, pemerintah berharap perbaikan jalan provinsi di Sukabumi dapat berjalan lebih optimal dalam beberapa bulan ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jelang Ramadan, Pemkot Sukabumi Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Peduli Lingkungan

0

Wartain.com || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun sinergi demi kehidupan yang lebih baik, terutama menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah.

“Semua harus bersinergi agar hidup kita menjadi lebih baik. Bulan Ramadan sudah di depan mata. Ini menjadi bulan refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah islamiyah,” ujar Bobby saat menghadiri Tabligh Akbar Majelis Taklim Kajian Ahad Pagi (Kahpi), Selasa (17/2/2026), di Masjid Baiturrahim, Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

Kegiatan yang menjadi bagian dari persiapan spiritual menyambut Ramadan itu diikuti ratusan jemaah. Hadir pula Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, yang juga merupakan pembina Kahpi.

Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas konsistensi Majelis Taklim Kahpi dalam menghadirkan ruang-ruang penguatan nilai keislaman di tengah perubahan sosial yang begitu cepat. Ia menilai, di era digital saat ini, tantangan generasi muda semakin kompleks.

“Di era digital ini jangan sampai generasi kita mudah mengeluh di media sosial. Cara mendidik anak harus lugas dan bijak. Boleh mengikuti perkembangan zaman sesuai usianya, tetapi penggunaannya harus dipantau. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Menurut Bobby, majelis taklim memiliki peran strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai agama kepada anak-anak dan remaja, agar pola pikir mereka tidak hanya terfokus pada aspek duniawi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi memang membawa banyak kemudahan, tetapi tanpa bimbingan syariat Islam, dampaknya bisa kurang baik bagi pembentukan mental generasi mendatang.

“Majelis seperti ini penting dalam membentuk karakter umat, memperluas wawasan keislaman, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang menyejukkan. Kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual,” ungkapnya.

Selain itu, Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung kegiatan keagamaan lintas agama. Ia menyebut, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi para tokoh agama untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat 26 indikator pembangunan daerah yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, salah satunya terkait kerukunan umat beragama.

“Alhamdulillah, Kota Sukabumi saat ini menempati peringkat pertama sebagai kota tertoleransi di Provinsi Jawa Barat, dan peringkat keenam secara nasional. Ini patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan berdampak langsung pada terciptanya iklim investasi yang kondusif, terbukanya peluang usaha, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau indikator strategis lain seperti angka pengangguran terbuka, tingkat kemiskinan, dan pendapatan asli daerah.

Dalam kesempatan itu, Bobby turut menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang kini menjadi perhatian serius, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia mengaitkan hal tersebut dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia mengenai larangan membuang sampah ke sungai, danau, dan laut.

“Ramadan bukan hanya membersihkan diri dan pikiran, tetapi juga lingkungan. Saat ini, sampah yang masuk ke TPA Cikundul mencapai 183 hingga 187 ton per hari. Kapasitas TPA Cikundul diperkirakan hanya mampu bertahan satu sampai satu setengah tahun lagi,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik seperti botol plastik dan kardus bisa disalurkan melalui bank sampah.

“Mulai dari rumah masing-masing. Pisahkan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, sementara yang nonorganik bisa dijual ke bank sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bisa bernilai ekonomi,” katanya.

Bobby menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi secara rutin menerima kunjungan anak-anak PAUD dan TK setiap pekan sebagai bagian dari upaya menanamkan karakter dan budaya membuang sampah pada tempatnya sejak usia dini.

Rangkaian tabligh akbar kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Subki Al-Bughuri. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang Ramadan, karena kesehatan merupakan nikmat besar yang harus disyukuri agar ibadah dapat dijalankan secara optimal.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kabar Gembira! PT. Askrindo Buka Layanan Mudik Gratis 2026, Buruan Daftar!

0
Oplus_131072

Wartain.com || PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), berpartisipasi dalam Program Mudik Bersama BUMN dan Danantara 2026 dengan menyediakan 2.150 tiket gratis. Program yang mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan” ini membuka pendaftaran mulai Senin, 23 Februari 2026.

Penyediaan fasilitas mudik gratis ini merupakan inisiatif tahunan perusahaan yang bertujuan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat serta membantu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh perusahaan.

Kuota Tiket dan Jadwal Pendaftaran
Askrindo bersama IFG Group menyiapkan total 45 unit bus untuk melayani para pemudik pada periode Lebaran 1447 H. Pendaftaran peserta akan terus dibuka hingga kuota yang disediakan terpenuhi.

Sekretaris Perusahaan Askrindo, Syafruddin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam memudahkan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Ia mengimbau calon peserta untuk segera melakukan pendaftaran karena keterbatasan kuota.

“Kami menyambut baik program ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan,” ujar Syafruddin.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, keberangkatan armada bus dijadwalkan berlangsung pada 17 dan 18 Maret 2026. Masyarakat diharapkan melengkapi seluruh data dan dokumen yang dibutuhkan guna kelancaran proses pendaftaran dan pelaksanaan perjalanan.

Selain aspek aksesibilitas, penggunaan transportasi umum melalui program ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan di jalan raya. Syafruddin menegaskan komitmen Askrindo dalam mendukung program pemerintah terkait penyediaan akses transportasi bagi masyarakat, khususnya pada momen angkutan Lebaran.

“Bagi masyarakat yang tertarik, kami mengimbau untuk segera mendaftar karena kuota terbatas. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dengan penggunaan transportasi umum,” tambah Syafruddin.

Rincian 13 Rute Mudik Gratis Askrindo
Program Mudik Gratis 2026 ini melayani 13 rute tujuan berbeda dari Jakarta menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Berikut adalah daftar rute yang tersedia:

Jakarta – Cirebon
Jakarta – Tasikmalaya
Jakarta – Pekalongan
Jakarta – Purworejo
Jakarta – Magelang
Jakarta – Kudus
Jakarta – Yogyakarta
Jakarta – Lampung
Jakarta – Wonogiri
Jakarta – Surabaya
Jakarta – Madiun
Jakarta – Palembang
Bus Disabilitas (Jakarta – Yogyakarta)

Melalui halaman media sosial Instagram dari Askrindo, dijelaskan bahwa link pendaftaran akan menyusul dan diumumkan melalui instagram tersebut. Anda bisa cek di instagram.com/askrindo.

Layanan khusus bus disabilitas tersedia dengan rute Jakarta menuju Yogyakarta sebagai bagian dari aksesibilitas transportasi yang inklusif dalam program tahun ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Setahun Menjabat, Kepuasan Publik Terhadap Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tembus 95,5%

0

Wartain.com || Kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam satu tahun terakhir mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Lembaga Indikator Politik Indonesia yang dirilis baru-baru ini, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan KDM mencapai angka fantastis, yakni 95,5%.

Survei yang dilakukan pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026 ini melibatkan 800 responden yang tersebar di pedesaan pada 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan mayoritas warga merasa sangat puas dengan arah pembangunan provinsi di bawah kendali KDM.

Pendiri dan peneliti indikator, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa tingginya angka kepuasan ini tidak lepas dari efektivitas eksekusi kebijakan di lapangan sejak hari pertama menjabat.

“Ini menandakan bahwa gebrakan-gebrakan di awal masa jabatan Dedi Mulyadi pascaplantikan tidak hanya mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari warga Jawa Barat, tapi evaluasi atas pelaksanaannya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi selama hampir satu tahun masa jabatan,” ujar Burhanuddin Senin (16/2/2026).

Salah satu program yang paling disoroti warga adalah kebijakan penghapusan denda dan tunggakan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga secara cerdas menambah basis wajib pajak baru hingga 1,4 juta orang.
Infrastruktur dan Efisiensi Anggaran Selain kebijakan pajak, KDM dinilai berhasil dalam melakukan akselerasi infrastruktur dasar.

Fokus pada perbaikan jalan, penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga program pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu menjadi faktor kunci tingginya kepercayaan publik. Menariknya, prestasi ini dicapai di tengah tantangan ekonomi makro. KDM menerapkan strategi efisiensi anggaran dengan memangkas belanja yang kurang prioritas dan mengalihkannya ke sektor yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Hasilnya pun tercermin dalam angka makro ekonomi.

“Menurut catatan BPS, dalam situasi yang sangat tertekan akibat dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tersebut, Jawa Barat menunjukkan performa perekonomian yang lebih baik dibanding rata-rata nasional di tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%, di atas nasional,” tambah Burhanuddin.

Kesimpulannya Burhanudin menambahkan persepsi warga Jabar terhadap kondisi perekonomian cendrung lebih positif ketimbang apa yang di rasakan warga nasional secara umum.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Kolang-kaling Bah Ajun, Harga Ekonomis Penjualan Laris

0
Oplus_131072

Wartain.com || Setiap bulan Ramadan tiba, kolang kaling kembali menjadi bahan pangan yang paling dicari warga. Di Nagrak khususnya, tingginya kebutuhan itu terasa langsung di sentra produksi Bah Ajun, penjual kolang kaling rumahan yang belakangan justru kewalahan melayani pesanan.

Dengan harga Rp10 ribu perkilogram, kolang kaling yang ia jual laris manis. Angka tersebut terbilang lebih rendah dibanding harga pasar, membuat pembeli berdatangan hampir setiap hari. Dalam sepekan terakhir, stok kolang kaling dalam jumlah besar bahkan bisa habis tanpa sisa.

“Setiap hari selalu ada yang beli. Apalagi seminggu belakangan ini, mereka banyak yang order ke Kami, ujar Bah Ajun saat ditemui di rumahnya, Rabu (18/2/2026).

Lapak kolang kaling ini berada di Ko. Nyangegeng RT 02 RW 06, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Meski lokasinya berada di lingkungan perkampungan yang jauh dari kota, pembelinya datang dari berbagai arah. Tak sedikit yang sengaja membeli untuk persiapan menu berbuka puasa (konsumsi sedniri-red), maupun untuk dijual kembali.

Harga yang terjangkau dan kualitas kolang kaling yang segar membuat lapak ini cepat dikenal dari mulut ke mulut. Bagi sebagian warga, membeli lebih awal menjadi pilihan agar tidak kehabisan saat Ramadhan benar-benar tiba.

“Di tengah naik-turunnya harga bahan pangan jelang bulan puasa, kolang kaling Rp10 ribu perkilo ini menjadi alternatif hemat bagi masyarakat yang ingin tetap menyiapkan hidangan khas Ramadhan tanpa harus merogoh kocek lebih dalam,” tambah Bah Ajun.

Ia berharap, produksi kolang kaling nya terus diminati oleh konsumen. Karena ia meyakini, dengan penawaran harga yang relatif terjangkau, pembeli akan puas dengan barang yang ia tawarkan.

“Saya harap, konsumen akan terus melirik barang yang sudah diproduksi. Saya jamin, kualitas dan harganya bisa memuaskan konsumen,” harap Bah Ajun.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gubernur Jabar Usulkan Libur 14 Hari bagi Sopir Angkot dan Ojek Saat Mudik, KDM: Biar Mereka Tenang “Nyangu” di Rumah

0

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat untuk segera melakukan pemetaan titik rawan macet menjelang musim Mudik Lebaran 2026. Uniknya, dalam persiapan tahun ini, Dedi melemparkan usulan meliburkan moda transportasi lokal seperti angkot, ojek, hingga delman selama dua minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat memberikan sambutan dalam acara pemusnahan barang bukti kejahatan di Polda Jabar, Rabu (18/2/2026). Meski bulan Ramadan belum dimulai, Dedi menegaskan bahwa langkah antisipatif harus dilakukan lebih awal agar koordinasi di lapangan berjalan mulus.

Dedi meminta Dishub mengidentifikasi simpul kemacetan yang kerap disebabkan oleh penumpukan transportasi lokal di pasar tumpah atau persimpangan padat. Berkaca pada tahun lalu, titik krusial masih berpusat di wilayah Garut, Subang, Indramayu, Lembang Bandung Barat, dan Puncak Kabupaten Bogor.

“Beberapa titik akan diakomodir agar sopir angkot, tukang becak, hingga tukang ojek tidak beroperasi seminggu menjelang dan seminggu setelah hari raya,” ujar Dedi.

Dengan skema tersebut, para pekerja sektor transportasi informal ini akan mendapatkan waktu istirahat selama 14 hari. “Tapi mereka di rumahnya nyangu (memasak nasi) dan mereka tenang. Jadi, cutilah mereka 14 hari sehingga nanti kita bisa membuat orang bahagia,” tambahnya.

Langkah yang diusulkan KDM ini menyentuh sisi humanis yang sering terlupakan dalam hiruk-pikuk arus mudik. Selama puluhan tahun, sopir angkot dan tukang ojek sering kali dianggap sebagai penyebab macet di jalur utama. Namun, jarang ada kebijakan yang memikirkan bagaimana cara mengistirahatkan mereka tanpa memutus urat nadi ekonomi keluarganya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Prabowo Tiba di Washington DC, Perkuat Rantai Pasok Ekonomi dan Industri dengan AS

0

Wartain.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (17/2/2026) waktu setempat. Kunjungan kenegaraan ini menandai langkah strategis Jakarta dalam mempererat hubungan ekonomi dan industri dengan salah satu mitra dagang terbesar dunia tersebut.

Pesawat kepresidenan RI-1 tiba disambut langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono, yang telah bersiap di bawah tangga pesawat. Kedatangan Presiden ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan persnya yang dirilis Rabu (18/2), menyatakan bahwa agenda utama Presiden Prabowo adalah melakukan diplomasi langsung guna menggenjot produktivitas domestik.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” tulis Seskab Teddy dalam siaran pers Sekretariat Presiden.

Fokus pembicaraan diprediksi akan mencakup investasi pada sektor teknologi tinggi, energi terbarukan, dan penguatan rantai pasok manufaktur yang menjadi prioritas dalam agenda ekonomi nasional.

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Secara geopolitik dan ekonomi, langkah Presiden Prabowo mencerminkan upaya penyeimbangan kepentingan yang cerdik. Di tengah dinamika global yang berubah ubah, memperat kemitraan dengan Amerika Serikat memberikan sinyal bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang stabil dan terbuka.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Ribuan Buruh PT Muara Tunggal Turun ke Jalan, Desak Pembayaran THR Penuh Sesuai UMK

0

Wartain.com || Gelombang aksi unjuk rasa dilakukan ribuan karyawan PT Muara Tunggal di depan area pabrik yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 126, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/2/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan agar perusahaan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh tanpa pemotongan.

Sejak pagi, massa yang tergabung bersama Serikat Pekerja Nasional memadati pintu masuk perusahaan. Mereka membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui pengeras suara.

Dalam orasinya, para pekerja menegaskan bahwa THR merupakan hak normatif yang wajib dipenuhi perusahaan menjelang hari raya keagamaan.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa tuntutan mereka jelas, yakni pembayaran THR secara penuh mengacu pada Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukabumi sebesar Rp3,8 juta. Para buruh berharap manajemen segera memberikan kepastian dan tidak menunda kewajiban tersebut.

“Kami hanya meminta hak kami dibayarkan penuh sesuai ketentuan. THR adalah kewajiban perusahaan, bukan sesuatu yang bisa dikurangi sepihak,” ujar Parikan, salah seorang karyawan yang ikut dalam aksi tersebut.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban. Meski sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan akibat banyaknya massa yang berkumpul, situasi tetap terpantau kondusif.

Hingga siang hari, belum ada pernyataan resmi dari manajemen PT Muara Tunggal terkait tuntutan tersebut. Para pekerja menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada kepastian pembayaran THR secara penuh sesuai aturan yang berlaku.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai, Komitmen Pemkab Jaga Kenyamanan Fasum

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan Alun-alun Gadobangkong Palabuhanratu, Rabu (18/2/2026). Kegiatan itu melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI dan Polri, swasta, pelajar hingga masyarakat.

Bupati Sukabumi H Asep Japar memimpin langsung aksi tersebut. Ia didampingi Wakil Bupati H Andreas dan Sekretaris Daerah H Ade Suryaman

Bupati mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas publik, khususnya kawasan wisata pantai.

Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan wisata bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban bersama.

“Ini kewajiban kita bersama agar tingkat kesadaran bisa terus ditingkatkan,” Kita harus memberikan rasa nyaman kepada para pengunjung. Jangan sampai tempat wisata dijadikan lokasi perahu mogok,” tegasnya.

Pemkab. Sukabumi, lanjut Bupati, akan melakukan penataan dan pengangkutan perahu-perahu nelayan yang terparkir di kawasan Alun-alun Gadobangkong agar lebih tertib dan tidak mengganggu estetika pantai.

Bupati menambahkan, kawasan Gadobangkong masih memerlukan peningkatan pemeliharaan secara maksimal. Meski saat ini pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, perawatan fasilitas publik tetap harus menjadi prioritas.

“Sayang jika fasilitas publik yang sudah dibangun tidak dirawat secara rutin. Walaupun ada efisiensi, pemeliharaan harus tetap terjaga,” ucapnya.

Melalui aksi bersih-bersih ini, Bupati berharap kawasan Gadobangkong tetap terjaga kebersihannya dan menjadi destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tradisi Munggahan: Sajian Sederhana, Makna Luar Biasa

0

Wartain.com || Tradisi munggahan menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Indonesia menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ajang silaturahmi bersama keluarga, kerabat, dan tetangga sebelum memasuki bulan penuh ibadah. Meski identik dengan kebersamaan, munggahan tidak harus dirayakan dengan hidangan mewah.

Menu munggahan sederhana kini semakin diminati karena lebih praktis, hemat, dan tetap sarat makna. Dengan bahan yang mudah ditemukan serta cara memasak yang tidak rumit, keluarga tetap bisa menyajikan hidangan istimewa tanpa menguras biaya. Yang terpenting bukanlah kemewahan, melainkan kebersamaan dan keikhlasan.

Salah satu menu yang kerap menjadi pilihan adalah nasi liwet. Hidangan khas Nusantara ini dikenal dengan cita rasa gurih dari santan dan rempah, serta bisa disajikan secara lesehan agar suasana kebersamaan semakin terasa. Nasi liwet juga mudah dipadukan dengan berbagai lauk sederhana.

Lauk pendamping seperti ayam goreng, tempe orek, tahu bacem, dan telur balado menjadi pelengkap yang pas. Selain terjangkau, menu ini juga digemari semua kalangan usia. Kombinasi rasa gurih, manis, dan pedas membuat hidangan munggahan terasa lebih lengkap.

Sayur asem atau sayur lodeh juga sering hadir di meja makan munggahan. Kuahnya yang segar membantu menyeimbangkan rasa dari lauk yang digoreng. Kehadiran sayur menjadi simbol keseimbangan dan kesederhanaan dalam menyambut Ramadhan.

Tak ketinggalan, sambal sebagai pelengkap utama. Sambal terasi, sambal bawang, atau sambal tomat dapat dibuat dengan bahan sederhana, namun mampu meningkatkan selera makan. Rasa pedasnya seolah menjadi penanda semangat menyongsong ibadah puasa.

Untuk minuman, es teh manis atau air jeruk segar menjadi pilihan yang praktis. Minuman ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mudah disajikan untuk banyak orang. Kesederhanaan minuman mencerminkan nilai keikhlasan dalam tradisi munggahan.

Sebagai penutup, buah potong seperti semangka, pepaya, atau melon dapat disajikan. Selain menyehatkan, buah-buahan melambangkan kesegaran dan harapan baru menjelang Ramadhan.

Menu penutup ini juga ringan sehingga cocok dinikmati bersama.
Tradisi munggahan dengan menu sederhana membuktikan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal yang mewah. Kebersamaan, doa, dan rasa syukur justru menjadi inti dari perayaan ini. Dalam suasana hangat, setiap hidangan terasa lebih bermakna.

Munggahan juga menjadi momen saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan. Dengan hidangan yang disiapkan penuh keikhlasan, keluarga dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang.

Melalui menu munggahan sederhana, masyarakat diajak untuk kembali pada esensi Ramadhan, yakni kesederhanaan, kebersamaan, dan ketakwaan. Inilah yang membuat tradisi munggahan tetap lestari dan relevan, meski zaman terus berubah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)