26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 284

Kapolsek Warungkiara Gelar Silaturahmi Peringati Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-80

0

Wartain.com || Kapolsek Warungkiara, AKP H Retno Panji Setiaji, menggelar kegiatan silaturahmi dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Acara dihadiri oleh perwakilan PWI Kabupaten Sukabumi, sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Warungkiara, Kapolsek Warungkiara beserta jajaran anggotanya.

Dalam sambutannya, Kapolsek Warungkiara, AKP H Retno Panji Setiaji, menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-80 kepada seluruh insan pers. Ia mengapresiasi peran media yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Atas nama keluarga besar Polsek Warungkiara, kami mengucapkan selamat Hari Pers Nasional dan HUT PWI tahun 2026. Semoga insan pers semakin profesional, independen, dan terus berkontribusi dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, sinergitas antara kepolisian dan wartawan sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. “Media memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif serta informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat,” jelasnya.

Momentum peringatan tersebut juga ditandai dengan pemotongan dan pemberian kue ulang tahun yang bertuliskan “Selamat Hari Pers Nasional 2026”. Suasana penuh keakraban terlihat saat Kapolsek bersama perwakilan PWI Kabupaten Sukabumi dan para wartawan melakukan sesi foto bersama.

Perwakilan PWI Kabupaten Sukabumi, Ruslan Abdul Gandi, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polsek Warungkiara terhadap insan pers. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi kepentingan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers, khususnya di wilayah Warungkiara, dalam mendukung pembangunan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya mewakili PWI Kabupaten Sukabumi, dan rekan-rekan Pers yang bertugas di wilayah Warungkiara mengucapkan terima kasih banyak, atas perhatian serta support dari Kapolsek Warungkiara dan anggota kepada kami. Semoga sinergi ini terus terjalin,” pungkas Ruslan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Andreas Gelar Diskusi Bersama KND, Bahas Pemenuhan Hak Disabilitas 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima audiensi dan melakukan diskusi konstruktif bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, bertempat di Pendopo Sukabumi, Rabu (11/02/2026).

Diawal acara Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI Dr. Rachmita Maun Harahap, ST., MSN. menyampaikan maksud dan tujuan dilaksanakannya audiensi ini untuk mendorong Pemda Kabupaten Sukabumi membentuk Komite Disabilitas Daerah ( KDD) dalam rangka mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kabupaten Sukabumi.

Wakil Bupati menyambut baik masukan dan dorongan dari Komisi Nasional Disabilitas, serta menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk terus memperkuat kebijakan yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, pembentukan Perda P3HAM dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan daerah yang ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal strategis dibahas, khususnya terkait penguatan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Kabupaten Sukabumi. Diskusi meliputi peningkatan aksesibilitas layanan publik, pendidikan inklusif, kesempatan kerja, serta penguatan regulasi dan implementasi kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas.

Turut hadir Kadis Sosial, Kadisbudpora, Sekdis DP3A, Perwakilan Dinas KB dan Kependudukan dan BPBD.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PLN UP3 Sukabumi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Melalui Lomba Ketangkasan Satpam

0

Wartain.com || Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi menggelar Lomba Ketangkasan Satpam sebagai bentuk pembinaan dan penguatan kompetensi petugas keamanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan yang profesional, sigap, dan humanis kepada masyarakat.

Lomba ketangkasan tersebut meliputi berbagai aspek penilaian, di antaranya kedisiplinan, kesiapsiagaan, keterampilan baris-berbaris, penanganan situasi darurat, serta kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Sukabumi tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan teknis, tetapi juga membangun karakter satpam sebagai garda terdepan perusahaan.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa peran satpam sangat strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman sekaligus memberikan kesan pertama yang baik kepada pelanggan.

“Satpam merupakan garda terdepan pelayanan di kantor PLN. Melalui lomba ketangkasan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta kemampuan komunikasi yang baik. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat terus meningkat,” ujar Eka, Rabu 11/02/2026.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi satpam menjadi bagian dari upaya PLN dalam membangun budaya pelayanan prima yang konsisten di seluruh lini.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi inisiatif PLN UP3 Sukabumi dalam memperkuat kapasitas petugas keamanan sebagai bagian dari transformasi pelayanan.

“Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan dan profesionalisme SDM di lapangan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen PLN dalam membentuk petugas keamanan yang tangguh, responsif, dan berintegritas. Dengan SDM yang unggul, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik,” ungkap Sugeng.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap semangat kompetisi yang sehat dapat mendorong peningkatan kualitas diri setiap personel serta memperkuat sinergi tim dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

PLN UP3 Sukabumi berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan pembinaan berkelanjutan demi mendukung terciptanya layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PLN Gelar Apel Bulan K3 Nasional, Teguhkan Komitmen Budaya Keselamatan

0

Wartain.com || PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi menggelar Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional sebagai bentuk peneguhan komitmen dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh insan PLN dan mitra kerja bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.

Apel Bulan K3 Nasional diikuti oleh jajaran manajemen, pegawai, serta mitra kerja dengan penuh khidmat. Dalam kegiatan tersebut ditegaskan kembali pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peningkatan kesadaran terhadap potensi risiko kecelakaan kerja di lapangan.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyampaikan bahwa budaya keselamatan harus menjadi nilai yang melekat dalam setiap individu, bukan hanya sekadar rutinitas.

“Melalui Apel Bulan K3 Nasional ini, kami meneguhkan kembali komitmen untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja. Setiap pekerjaan harus diawali dengan perencanaan yang matang, mitigasi risiko, serta disiplin dalam menerapkan standar K3. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan produktif,” ujar Eka, Kamis 12/02/2026.

Ia menambahkan bahwa konsistensi dan pengawasan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keselamatan seluruh personel di lapangan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa penguatan budaya K3 merupakan bagian dari transformasi PLN dalam menciptakan SDM unggul dan berintegritas.

“Budaya keselamatan tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ini adalah komitmen jangka panjang yang harus diimplementasikan dalam setiap lini pekerjaan. Dengan kesadaran dan disiplin yang tinggi, kita optimistis target zero accident dapat tercapai, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan andal dan aman,” ungkap Sugeng.

Melalui momentum Bulan K3 Nasional, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran, kompetensi, dan kepatuhan terhadap aspek keselamatan kerja, demi mendukung terwujudnya layanan kelistrikan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menyelami Industri Pengiriman Cepat: Antara Logika Pasar, Relasi Sosial, dan Humanisasi Pekerja

0
Oplus_131072

Oleh Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Industri pengiriman cepat (logistik dan kurir) adalah urat nadi peradaban ekonomi modern. Ia bekerja dalam senyap, namun menentukan denyut perdagangan, ritme konsumsi, bahkan pola hidup masyarakat digital. Di balik satu klik “checkout” dan notifikasi “pesanan dalam perjalanan”, terdapat jaringan kompleks: sistem algoritmik, relasi sosial, tenaga kerja lapangan, dan ekspektasi konsumen yang terus meningkat. Tulisan ini mencoba menyelami industri pengiriman cepat dari perspektif sosiologi, kemanusiaan, konstruksi konsumen, serta urgensi humanisasi karyawan.

Perspektif Sosiologi: Logika Kecepatan dan Masyarakat Instan

Dalam sosiologi modern, kita mengenal konsep time-space compression (pemadatan ruang dan waktu). Teknologi digital membuat jarak seolah hilang. Pengiriman yang dulu memakan waktu berminggu-minggu kini dituntut selesai dalam hitungan jam. Kecepatan bukan lagi keunggulan, tetapi standar.

Industri pengiriman cepat lahir dari transformasi masyarakat agraris ke industri, lalu ke masyarakat informasi. Dalam masyarakat digital, nilai tertinggi adalah efisiensi dan responsivitas. Kurir menjadi simbol mobilitas, sedangkan gudang logistik menjadi simpul kekuasaan ekonomi baru.

Namun, percepatan ini menciptakan paradoks sosial:
Konsumen semakin tidak sabar.
Perusahaan semakin kompetitif.
Pekerja semakin tertekan oleh target dan algoritma.

Masyarakat instan membentuk mentalitas instan. Barang harus cepat, murah, aman. Tetapi jarang ada refleksi: siapa yang membayar harga sosial dari kecepatan ini?

Perspektif Kemanusiaan: Manusia di Balik Sistem

Di balik sistem pelacakan digital, terdapat manusia yang bekerja di bawah panas matahari, hujan, kemacetan, dan tekanan waktu. Kurir bukan sekadar “delivery agent”, tetapi manusia dengan keluarga, keterbatasan fisik, dan kebutuhan emosional.

Dalam logika kapitalisme platform, pekerja sering direduksi menjadi:
Data performa
Skor rating
Target pengantaran
Kecepatan respon

Humanisasi menuntut perubahan paradigma: pekerja bukan variabel produksi, melainkan subjek bermartabat.
Pertanyaan moralnya: Apakah sistem dirancang untuk memuliakan manusia, atau sekadar mengoptimalkan keuntungan?

Jika target membuat pekerja mengabaikan keselamatan, maka sistem sedang cacat secara etik. Jika rating konsumen lebih menentukan nasib pekerja dibanding evaluasi adil perusahaan, maka relasi menjadi timpang.

Konstruksi Konsumen: Kuasa, Ekspektasi, dan Empati

Dalam industri pengiriman cepat, konsumen berada pada posisi kuasa. Mereka memiliki:
Hak komplain
Hak memberi rating
Hak menuntut kompensasi

Namun, kekuasaan tanpa empati menciptakan relasi dominatif. Banyak kasus menunjukkan bahwa keterlambatan beberapa menit dapat memicu kemarahan, padahal faktor eksternal (cuaca, kemacetan, volume paket) sering di luar kendali kurir.

Sosiologi konsumsi mengajarkan bahwa konsumen bukan hanya pembeli barang, tetapi aktor sosial yang membentuk budaya. Budaya komplain berlebihan menciptakan tekanan struktural pada pekerja.

Konsumen yang beradab adalah konsumen yang sadar:
Di balik paket ada tenaga manusia.
Di balik keterlambatan ada kemungkinan risiko keselamatan.

Di balik diskon murah ada efisiensi yang mungkin dibebankan pada pekerja.
Humanisasi industri bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab konsumen.

Humanisasi Karyawan: Dari Eksploitasi ke Kolaborasi

Humanisasi bukan sekadar menaikkan upah. Ia mencakup:
Perlindungan Sosial,
Jaminan kesehatan,
Asuransi kecelakaan kerja.
Kepastian kontrak yang adil.
Rasionalisasi Target.
Target realistis
Tidak mendorong pelanggaran keselamatan.
Evaluasi berbasis kualitas, bukan hanya kuantitas.
Partisipasi Pekerja
Forum dialog
Serikat atau perwakilan pekerja
Mekanisme pengaduan yang adil
Desain Sistem Berbasis Etika.
Algoritma yang tidak semata-mata mengejar kecepatan
Penilaian yang mempertimbangkan faktor eksternal
Industri yang berkelanjutan adalah industri yang menyeimbangkan tiga pilar: profit, people, dan purpose.

Refleksi Spiritual dan Moral

Jika dilihat dari perspektif nilai ketauhidan dan kemanusiaan, setiap pekerjaan memiliki kehormatan. Kurir yang mengantarkan paket adalah bagian dari rantai rezeki. Mengabaikan keselamatannya sama dengan merendahkan martabat manusia.
Kecepatan bukan nilai tertinggi. Keadilan dan kemuliaan manusia jauh lebih tinggi.
Peradaban yang matang adalah peradaban yang mampu:
Mengintegrasikan teknologi dengan etika.
Mengharmonikan pasar dengan kemanusiaan.
Menjadikan keuntungan selaras dengan keadilan.
Penutup.

Industri pengiriman cepat adalah cermin zaman: cepat, efisien, kompetitif. Namun ia juga menjadi ujian moral masyarakat modern. Apakah kita akan membiarkan sistem menelan kemanusiaan, atau kita membangun model industri yang berkeadaban?

Ke depan, masa depan logistik bukan hanya tentang drone, AI, dan otomasi. Ia tentang bagaimana manusia tetap menjadi pusat.

Sebab tanpa humanisasi, kecepatan hanyalah perlombaan yang melelahkan. Tetapi dengan humanisasi, industri menjadi jalan pelayanan, bukan sekadar transaksi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

MBG Konsep Prasmanan di SMPN 4 Kota Sukabumi, 930 Siswa Nikmati Pengalaman Makan Lebih Interaktif

0

Wartain.com || Suasana makan siang di SMPN 4 Kota Sukabumi tampak lebih semarak dari biasanya. Sebanyak 930 siswa menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan, menghadirkan pengalaman baru yang berbeda dari pola distribusi sebelumnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungpuyuh Karamat, Didi Ahyadi, menjelaskan bahwa pola prasmanan ini sengaja diterapkan sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara penyelenggara MBG dan pihak sekolah. Selain itu, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana makan yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi para siswa.

“Prasmanan ini bukan hanya soal teknis penyajian. Kami ingin program MBG memberikan kesan positif dan pengalaman yang baik bagi siswa, tanpa mengurangi standar pemenuhan gizi yang sudah ditetapkan,” ujar Didi, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, ini merupakan kali kedua MBG disajikan dengan sistem serupa. Sebelumnya, konsep prasmanan juga telah diterapkan di SMK 2 Kota Sukabumi. Didi menegaskan, pihaknya terbuka terhadap kebutuhan dan masukan dari sekolah terkait metode penyajian.

“Jika sekolah menginginkan sistem prasmanan, kami siap menyesuaikan. Yang utama adalah kandungan gizi tetap sesuai rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN),” tegasnya.

Adapun menu yang disediakan terdiri dari nasi putih, branded chicken sebagai sumber protein, tahu bumbu Padang, tumis brokoli dan wortel, susu pasteurisasi, serta potongan buah semangka dan melon. Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang bagi siswa.

Melalui inovasi penyajian ini, program MBG diharapkan tak sekadar menjadi rutinitas pemberian makanan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan di lingkungan sekolah.

Salah satu siswi, Seril Putri Angraina, mengaku antusias dengan konsep baru tersebut. Ia menilai sistem prasmanan membuat suasana makan lebih nyaman dan pilihan menu yang beragam turut meningkatkan selera makan.

“Senang sekali, apalagi menunya variatif jadi lebih semangat makan. Semoga ke depannya bisa terus seperti ini,” ujarnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Kota Bongkar Puluhan Kasus Kriminal dan Narkoba di Awal 2026, Nilai Sitaan Capai Ratusan Juta

0

Wartain.com || Polres Sukabumi Kota menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka kriminalitas sejak awal 2026. Dalam rentang waktu 1 Januari hingga 10 Februari 2026, aparat kepolisian berhasil membongkar puluhan perkara, mulai dari kejahatan konvensional hingga peredaran narkotika lintas wilayah dengan nilai sitaan yang cukup besar.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, mengungkapkan bahwa selama periode tersebut pihaknya bersama jajaran Polsek mengungkap 18 kasus kejahatan konvensional dan mengamankan 32 orang yang diduga terlibat.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Sentot, Kamis (12/2/2026).

Sejumlah kasus yang menjadi perhatian di antaranya jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di beberapa wilayah seperti Baros, Citamiang, Cibeureum, dan Gunungpuyuh. Polisi juga mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sepeda motor di kawasan Warudoyong dan Lembursitu, serta kasus pencurian onderdil alat berat jenis excavator di Gunungguruh.

Tak hanya itu, jajaran Polres Sukabumi Kota turut menangani perkara sensitif lain, mulai dari kekerasan terhadap anak di Baros dan Cikole, kasus pencabulan di Gunungpuyuh, hingga tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terjadi di Cikole dan Cibeureum.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tujuh unit sepeda motor, delapan unit telepon genggam, kunci letter T, senjata tajam, serta dokumen kendaraan.

Di sektor pemberantasan narkotika, kinerja kepolisian juga terbilang signifikan. Sebanyak 13 lokasi kejadian perkara berhasil diungkap dengan 18 terduga pelaku diamankan. Nilai total barang bukti narkoba yang disita diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Jika dihitung secara estimasi, nilai barang bukti narkotika yang kami amankan mencapai sekitar Rp208.785.000,” jelas AKBP Sentot.

Adapun rincian barang bukti meliputi 67,29 gram sabu, empat batang tanaman ganja, 169 butir psikotropika, serta 9.940 butir obat keras terbatas. Selain itu, polisi turut mengamankan enam timbangan digital dan 19 unit ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi.

Kapolres menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada aparat. Ia pun mengajak warga untuk terus menjaga lingkungan masing-masing dan segera melapor apabila menemukan potensi gangguan keamanan melalui Polsek terdekat atau kanal resmi kepolisian.

Dengan langkah tegas ini, Polres Sukabumi Kota berharap stabilitas kamtibmas di wilayahnya tetap terjaga, khususnya menjelang momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Relawan Program MBG di Sukabumi Ditangkap, Polisi Bongkar Penanaman Ganja dalam Pot

0

Wartain.com || Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Sukabumi Kota mengungkap kasus penanaman ganja dalam pot yang melibatkan seorang relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tersangka berinisial MDS (41), yang diketahui juga bekerja di dapur program tersebut, diamankan setelah polisi menemukan barang bukti tanaman ganja yang ditanam di dalam pot.

Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penanaman tanaman terlarang. Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggelar penindakan pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam operasi tersebut, polisi lebih dulu mengamankan dua orang pria berinisial A (23) dan AH (38) di wilayah Gunungguruh. Dari lokasi penangkapan, petugas menemukan empat pot berisi tanaman yang diduga ganja.

“Kami mengamankan dua orang di Gunungguruh, yakni A dan AH. Di tempat itu ditemukan empat pot berisi tanaman ganja yang ditanam para pelaku,” kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus, peran MDS terungkap. Warga Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong itu disebut sebagai pihak yang menyediakan bibit sekaligus menanam awal tanaman ganja sebelum kemudian dipindahkan dan dirawat oleh dua tersangka lainnya. MDS diketahui bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan hasil pengecekan awal, tanaman ganja tersebut diperkirakan telah berusia sekitar satu bulan. Sampel barang bukti pun telah dikirim ke Laboratorium Forensik untuk memastikan jenis tanaman tersebut.

“Hasil uji laboratorium menyatakan positif ganja. Tanaman itu diperkirakan sudah tumbuh kurang lebih satu bulan,” tambah AKP Tenda.

Saat ini ketiga tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pernikahan Anak di Kota Sukabumi Turun, Namun Masih Terjadi

0

Wartain.com || Fenomena pernikahan anak di Kota Sukabumi belum sepenuhnya hilang. Sepanjang 2025, Pengadilan Agama (PA) Sukabumi mencatat enam permohonan dispensasi nikah yang diajukan oleh orang tua atau wali calon pengantin di bawah usia ketentuan.

Humas PA Sukabumi, Apep Andriana, menyebut jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. “Tahun 2025 ada sekitar enam perkara dispensasi kawin yang masuk. Jika dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar 15 perkara, ini turun lebih dari 50 persen,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Meski menurun, angka tersebut tetap menjadi indikator bahwa praktik pernikahan usia anak masih berlangsung di tengah masyarakat. Dari enam perkara yang diajukan, hanya tiga yang akhirnya dikabulkan majelis hakim setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

Menurut Apep, permohonan yang disetujui umumnya dinilai memenuhi syarat, seperti adanya kondisi mendesak dan kesiapan psikologis calon mempelai. “Kurang lebih separuhnya dikabulkan karena dianggap telah memenuhi ketentuan, baik dari sisi alasan maupun kesiapan mental para pihak,” jelasnya.

Mayoritas kasus melibatkan remaja berusia 17 hingga 18 tahun. Bahkan terdapat calon pengantin yang usianya belum genap 19 tahun. Beberapa di antaranya masih duduk di bangku kelas XII SMA, dengan latar belakang sudah menjalin hubungan layaknya suami istri atau mengalami kehamilan.

“Rentang usia kebanyakan 17–18 tahun, ada juga yang belum genap 19 tahun. Sebagian masih sekolah, terutama yang sudah hamil,” paparnya.

Faktor Pendorong

Apep mengungkapkan, faktor pergaulan menjadi pemicu dominan dalam pengajuan dispensasi nikah. Relasi remaja yang dinilai melampaui batas norma sosial dan agama kerap membuat orang tua mengambil jalan menikahkan anaknya.

Selain kehamilan di luar nikah, persoalan ekonomi juga menjadi alasan lain. Dalam sejumlah kasus, orang tua berharap pernikahan dapat memberikan jaminan finansial yang lebih baik bagi anak perempuan mereka.

“Ada yang karena sudah hamil, ada juga yang didorong faktor ekonomi. Tak sedikit pula orang tua yang merasa khawatir anaknya melanggar norma agama karena hubungan yang sudah terlalu lama,” terangnya.

Risiko yang Mengintai

Di balik keputusan menikahkan anak di usia muda, tersimpan berbagai konsekuensi serius. Dari sisi kesehatan, Apep menegaskan bahwa organ reproduksi remaja yang belum matang berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, termasuk kemungkinan bayi lahir prematur atau risiko kematian ibu dan anak.

Secara sosial, pernikahan dini juga berpotensi menghambat perkembangan psikologis remaja. Mereka harus memikul tanggung jawab rumah tangga saat teman sebayanya masih menempuh pendidikan dan mengejar cita-cita.

“Secara mental dan sosial, mereka belum tentu siap. Masa remaja yang seharusnya diisi dengan belajar dan berkembang justru dihadapkan pada tanggung jawab sebagai pasangan dan orang tua,” katanya.

Aspek ekonomi pun tak kalah krusial. Banyak pasangan muda yang belum memiliki pekerjaan tetap atau penghasilan memadai. Kondisi tersebut rawan memicu konflik rumah tangga hingga berujung perceraian.

“Karena belum mapan secara ekonomi, risiko perceraian cukup besar. Belum lagi soal kesiapan menjadi orang tua. Jika belum siap, pola asuh anak bisa terdampak,” pungkas Apep.

Penurunan angka dispensasi nikah di 2025 memang memberi secercah harapan. Namun, berbagai faktor pemicu dan risiko yang menyertainya menunjukkan bahwa persoalan pernikahan anak masih menjadi pekerjaan rumah bersama.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Prabowo Gencarkan Pembersihan Oknum, Hashim: Denda Besar dan Pencopotan Menanti

0

Wartain.com || Presiden Prabowo akan mengambil langkah tegas, untuk membersihkan pejabat birokrasi dan sektor swasta dari oknum-oknum yang disebut sebagai “telur busuk”, yang mana dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan merugikan masyarakat.

Hal keras ini disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan. Hashim Djojohadikusumo dalam forum China Conference Southeast Asia di St Regis Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam.

Adik kandung Prabowo itu menegaskan, pemerintah tidak akan ragu sedikitpun mengejar oknum elit yang terlibat dalam praktik kriminal hingga perusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia. Menurut Hashim momentum “pembersihan” di lingkup birokrasi ini sudah dimulai.

Hashim melempar sinyal akan ada lebih banyak kepala lembaga yang dicopot sebagai bentuk pertanggungjawaban atas inefisiensi dan dugaan pelanggaran hukum.

“Sekarang, tinggal masalah membersihkan ‘telur-telur busuk’ ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan,” kata Hashim.

Hashim mencontohkan ketegasan Presiden Prabowo dalam menangani kasus kerusakan lingkungan selama kunjungan kerja ke London dua pekan lalu, di mana sebanyak 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dicabut izin operasinya.

Meski beberapa di antaranya diketahui memiliki koneksi dengan kalangan elit, tindakan tegas tetap diambil karena adanya bukti kuat yang menunjukkan dampak buruk terhadap lingkungan yang menyebabkan ribuan nyawa melayang.

“Data yang digunakan sangat akurat, mulai dari fotografi satelit, drone, hingga bukti lapangan. Meskipun beberapa perusahaan ini memiliki koneksi dengan elit yang kuat, Presiden tetap mengambil tindakan tegas,” ujar Hashim.

Menurut Hashim, tindakan tegas ini juga akan menyasar pelaku manipulasi di pasar modal. Hashim menyoroti bagaimana investor ritel dan masyarakat kecil menjadi korban dari praktik goreng saham yang tidak wajar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)