26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 317

Kawasan Teluk Memanas! Kapal AS Sudah Siap di Pelabuhan Eilat Israel

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kapal perusak militer Amerika Serikat USS Delbert D. Black telah berlabuh di pelabuhan Eilat, Israel selatan, pada hari Jumat, menurut media Israel. Militer Israel mengatakan kunjungan itu telah direncanakan sebelumnya dan merupakan bagian dari koordinasi berkelanjutan antara pasukan Israel dan AS.

Mereka menggambarkan kapal berlabuh tersebut sebagai kerja sama militer rutin di tengah meningkatnya ketegangan regional. Seorang reporter dari The Times of Israel membagikan foto di X yang menunjukkan kapal perusak tersebut berada tidak jauh dari garis pantai dekat Eilat.

Kehadiran kapal perang tersebut terjadi ketika ketegangan terus meningkat antara Washington dan Teheran serta seiring keputusan Uni Eropa untuk menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran sebagai “organisasi teroris.” Langkah ini terjadi setelah penyiar publik Israel KAN melaporkan pada hari Kamis bahwa satu kapal militer AS sedang bersiap berlabuh di dekat pelabuhan Eilat selatan sebagai bagian dari peningkatan koordinasi militer AS-Israel di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran.

KAN mengatakan langkah tersebut mencakup penguatan pengerahan angkatan laut dan peningkatan kesiapan pertahanan karena badan-badan keamanan Israel memantau dengan cermat pergerakan militer AS.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington dalam beberapa pekan terakhir menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa “armada besar” sedang bergerak menuju Iran, bersamaan dengan seruannya agar Teheran “datang ke meja perundingan”.

Para pejabat Iran telah memperingatkan setiap serangan AS akan memicu respons “cepat dan komprehensif” sambil menegaskan kembali bahwa Teheran tetap terbuka untuk pembicaraan hanya dengan apa yang digambarkannya sebagai “syarat yang adil, seimbang, dan tidak memaksa.” (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tantangan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis: Visi vs Realitas

0
Oplus_131072

Oleh : Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah Putih

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto kini memasuki tahap krusial. Sebagai kebijakan strategis nasional yang dimulai masif pada 2025, program ini bertujuan menyediakan asupan gizi seimbang bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui guna menekan angka stunting dan memperkuat ekonomi lokal.

Berdasarkan Perpres No. 83 Tahun 2024, program ini dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pelaksanaannya di tingkat akar rumput bertumpu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

SPPG bermitra dengan berbagai entitas mulai dari BUMDes, koperasi, UMKM, hingga yayasan berbadan hukum sebagai mitra operasional dapur umum.

Secara struktural, operasional dapur dipimpin oleh Kepala SPPG yang mayoritas berasal dari personel Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka bertanggung jawab penuh atas kendali mutu (Quality Control), distribusi, hingga edukasi keamanan pangan yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Meski sistem telah dirancang dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ketat, realita di lapangan menunjukkan celah yang fatal. Salah satu insiden menonjol terjadi di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 28 Januari 2026.

Sejumlah penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG Anugrah Ratu Alam 1.

Berdasarkan laporan warga, tanda-tanda kegagalan operasional sebenarnya telah terdeteksi jauh sebelum insiden. Masyarakat mengeluhkan porsi yang tidak standar hingga kualitas bahan pangan yang dinilai kurang layak dikonsumsi.

Muncul dugaan kuat adanya praktik kolusi antara oknum pengelola dapur dengan mitra penyedia (yayasan/pihak ketiga) demi mengejar keuntungan pribadi dengan menekan biaya produksi. .

Idealnya, setiap unit dapur wajib didampingi oleh tenaga profesional yang terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, Akuntan, dan Juru Masak terlatih. Namun, adanya oknum Kepala SPPG yang lebih patuh pada perintah mitra ketimbang regulasi negara menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi.

Badan Gizi Nasional dituntut melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola dapur di seluruh daerah. Tanpa pengawasan ketat dan sanksi tegas terhadap penyalahgunaan wewenang, visi besar Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045 terancam terhambat oleh masalah teknis dan integritas di tingkat lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Timnas Futsal Indonesia Siap Kandaskan Perlawanan Irak Pada Laga Terakhir

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto ingin membuat Irak menderita di laga penentuan juara Grup A AFC Futsal 2026.

Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Irak pada laga terakhir Grup A AFC Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (31/1) malam.

Kedua tim sudah memastikan diri lolos ke perempat final. Namun, laga ini akan menjadi pertarungan untuk perebutan status juara Grup A.

Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto mengatakan ingin membuat Irak menderita di laga terakhir Grup A.

“Irak lebih ke gaya futsal Barat. Mereka cepat, mereka bermain sangat terampil. Mereka selalu dekat untuk mencetak gol dalam situasi individual. Jadi kami harus waspada terhadap kemampuan individu dan mencoba untuk sedikit lebih banyak menguasai bola dibandingkan hari ini [lawan Kirgistan],” ucap Hector Souto usai lawan Kirgistan.

“Hari ini [lawan Kirgistan] kami tidak bermain baik dalam menyerang. Di pertandingan berikutnya [lawan Irak], kami harus membuat mereka menderita dalam hal itu,” kata Hector Souto menambahkan.

Indonesia kini memimpin klasemen sementara Grup A dengan torehan enam poin dari dua pertandingan yang dijalani.

Sedangkan Irak berada di peringkat kedua dengan mengemas enam poin dari dua laga yang telah dilakoni.

Berbicara kekuatan kedua tim, Indonesia memiliki rapor yang lebih baik dari segi hasil di AFC Futsal 2026 ini.

Timnas Futsal Indonesia yang dilatih Hector Souto tampil sangat tajam dengan selalu mencetak lima gol dalam dua pertandingan yang sudah dijalaninya.

Pada laga pertama Grup A Indonesia sukses membantai Korea Selatan 5-0. Kemudian, Mochammad Iqbal dan kawan-kawan sukses melumat Kirgistan 5-3 di laga kedua.

Dari sisi pertahanan, Indonesia juga baru kebobolan dua gol dan mencatatkan satu clean sheet dalam dua pertandingan yang sudah dijalani. Sedangkan Irak dalam dua pertandingan mereka telah mencetak tujuh gol dengan empat kali kebobolan.

Dalam laga ini Indonesia juga sedikit diuntungkan karena para pendukung Tim Merah Putih dipastikan bakal ‘memerahkan’ Indonesia Arena menyusul penjualan tiket yang sudah sold out.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Peringatan Satu Abad NU Tingkat Kabupaten Sukabumi, Kuatkan Sinergi Menjadi Garda Terdepan Pembangunan 

0

Wartain.com || Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi KH. E.S Mubarok menegaskan organisasi yang dipimpinnya akan terus bersinergi dengan pemerintah. Bahkan menjadi garda terdepan dalam menyukseskan visi-misi dan program pemerintah.

“NU akan terus bersinergi dengan pemerintah serta mengawal dan mendukung visi Kabupaten Sukabumi,” ujarnya dalam peringatan satu abad Nahdlatul Ulama yang dihadiri pula Bupati Sukabumi H. Asep Japar beserta Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas di Sekretariat PCNU Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 31 Januari 2026.

Apalagi, KH. E.S Mubarok bersyukur memiliki pemimpin daerah di Kabupaten Sukabumi yang mencintai rakyatnya. Terutama mencintai warga Nahdlatul Ulama.

“Kita punya pemimpin yang selalu hadir dan Cinta terhadap NU,” ucapnya.

Sementara berkaitan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama, PCNU Kabupaten Sukabumi berencana menggelar acara besar di Palabuhanratu. Bahkan acara tersebut rencananya akan menghadirkan ribuan kader NU se Kabupaten Sukabumi.

“Lebih dari seribu kader NU akan hadir di acara Harlah satu abad Nahdlatul Ulama di Palabuhanratu,” tegasnya.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, peran PCNU dan ulama sangatlah krusial di Kabupaten Sukabumi. Bahkan NU telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusifitas wilayah, membangun mental spiritual masyarakat, hingga mendorong pendidikan berbasis pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pula penyerahan santunan untuk puluhan anak yatim.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disdukcapil Sukabumi Terapkan Syarat Wajib Rekam KTP-el untuk Pengurusan KK dan Pindah Penduduk

0

Wartain.com || Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi memberlakukan ketentuan baru dalam pelayanan administrasi kependudukan, khususnya terkait penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan layanan pindah penduduk.

Dalam aturan terbaru tersebut, pengurusan dokumen tidak dapat diproses apabila masih terdapat anggota keluarga berusia 17 tahun lebih 14 hari yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi, Amir Hamzah, menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku menyeluruh untuk seluruh jenis layanan, baik pencetakan KK baru maupun perubahan data akibat mutasi penduduk, baik di dalam wilayah Kabupaten Sukabumi maupun ke luar daerah.

Menurutnya, penerapan aturan ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan data kependudukan yang valid, akurat, dan tertib administrasi, sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kami tidak dapat memproses pencetakan KK maupun layanan pindah apabila masih ada anggota keluarga yang sudah wajib rekam KTP-el tetapi belum melaksanakannya,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Disdukcapil pun mengimbau masyarakat agar tidak menunda perekaman KTP-el setelah memasuki usia wajib. Masyarakat diminta segera mendatangi kantor Disdukcapil atau unit layanan kependudukan terdekat guna melakukan perekaman.

Dengan terpenuhinya kewajiban perekaman KTP-el, Amir berharap seluruh layanan administrasi kependudukan dapat berjalan lebih cepat, lancar, dan tanpa kendala.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Masyarakat Mekarjaya dan Ciemas Ajukan Tujuh Tuntutan Tegas Kepada Perusahaan Tambang

0

Wartain.com || Masyarakat Desa Mekarjaya dan Ciemas,  Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, secara resmi menyampaikan tujuh poin tuntutan tegas kepada perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah mereka. Tuntutan ini disampaikan sebagai bentuk keresahan dan upaya perlindungan keselamatan lingkungan, infrastruktur, serta hak-hak masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.

Tuntutan tersebut muncul menyusul kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan, ancaman keselamatan, serta kerusakan fasilitas umum dan pertanian yang dinilai belum ditangani secara serius oleh pihak perusahaan.

Tujuh Tuntutan Utama Masyarakat

1. Realisasi Pengaspalan Jalan

Masyarakat menuntut realisasi pembangunan pengaspalan jalan dari TPU hingga Pasir Manggu yang selama ini menjadi akses vital warga dan jalur aktivitas perusahaan tambang.

2. Pembangunan Permanen Dua Tailing Dam

Warga mendesak pembangunan permanen dua Tailing Dam yang berada di Pasir Manggu dan Cibuluh sesuai SOP pertambangan. Fasilitas ini dinilai krusial demi menjamin rasa aman, kenyamanan, dan keselamatan lingkungan masyarakat sekitar.

3. Jaminan Tanggung Jawab Mutlak Perusahaan

Masyarakat meminta dibuatkan surat pernyataan bermaterai dan berkekuatan hukum, yang menyatakan bahwa apabila terjadi musibah akibat kelalaian kegiatan pertambangan—berdasarkan kajian dan keputusan ahli berwenang—maka seluruh kerugian yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab penuh perusahaan.

Surat ini wajib ditandatangani:
* Pemilik IUP OP PT. Wilton Wahana Indonesia
* Pemilik IUJP PT. Bagas Bumi Perkasa
serta dibuat di hadapan Notaris.

4. Transparansi Kualitas Air

Masyarakat menuntut agar hasil kajian dari dinas atau lembaga berwenang terkait kualitas air limbah yang dialirkan kembali ke sungai dipublikasikan secara terbuka, guna memastikan air tersebut steril dan tidak mengandung zat berbahaya.

5. Normalisasi Sungai Cikanteh dan Sungai Ciemas

Warga meminta segera dilakukan pengerukan Sungai Cikanteh (Desa Ciwaru) dan Sungai Ciemas yang saat ini mengalami pendangkalan parah dan mengancam pemukiman warga serta areal persawahan milik masyarakat.

6. Kesanggupan Pengerukan Sungai Secara Berkala

Perusahaan diminta membuat surat kesanggupan untuk melakukan pengerukan sungai secara berkala sesuai kebutuhan, mengingat pendangkalan sungai terjadi hampir setiap tahun.

7. Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan

Lingkungan Masyarakat menuntut realisasi pemeliharaan dan pembangunan jalan lingkungan/jalan desa di Kampung Cimarinjung dan Kampung Cibuluh, Desa Ciemas, yang selama ini digunakan sebagai akses operasional perusahaan tambang.

Pernyataan Warga

Masyarakat menegaskan bahwa tuntutan ini bukan untuk menghambat investasi, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan warga, lingkungan hidup, dan keberlanjutan pertanian.

Warga berharap pihak perusahaan dan pemerintah terkait dapat segera menindaklanjuti tuntutan tersebut secara konkret dan transparan.

“Apabila tuntutan ini tidak direspons dengan serius, masyarakat menyatakan siap menempuh langkah-langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucap salah seorang perwakilan warga, Sabtu 31/01/2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(PIK)

Akhir Bulan Januari 2026, Waspada Hujan Ringan Hingga Lebat Masih Dominasi Wilayah Jawa Barat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan hingga hujan berpotensi dialami banyak daerah di Jawa Barat (Jabar) pada Sabtu (31/01/2026) pagi.

Pada siang hari, sebagian besar wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat disertai petir.

Cuaca di Kota Sukabumi berawan di pagi hari dan hujan dari siang hingga malam harinya, lalu dilanjutkan berawan pada di dini hari.

Sementara Kabupaten Sukabumi potensi berawan di pagi hari, lalu hujan di siang hari, malam hari hingga dini hari.

Sebelum beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya cek dulu prakiraan cuaca hari ini di wilayah Jawa Barat dari BMKG.

Pagi (07.00 – 13.00 WIB)

Daerah berpotensi cerah:-

Daerah berpotensi cerah berawan:-

Daerah berpotensi berawan: Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka.

Daerah berpotensi hujan: Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran.

Siang & Sore (13.00 – 19.00 WIB)

Daerah berpotensi cerah:-

Daerah berpotensi cerah berawan:-

Daerah berpotensi berawan:-

Daerah berpotensi hujan: Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran.

Malam (19.00 – 01.00 WIB)

Daerah berpotensi cerah:-

Daerah berpotensi cerah berawan:-

Daerah berpotensi berawan:-

Daerah berpotensi hujan: Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran.

Dini Hari (01.00 – 07.00 WIB)

Daerah berpotensi cerah:-

Daerah berpotensi cerah berawan:-

Daerah berpotensi berawan: Kota Sukabumi.

Daerah berpotensi hujan: Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkab Sukabumi Resmi Buka Seleksi Terbuka JPT Pratama Tahun 2026

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi secara resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) Tahun 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, Sabtu (31/1/2026).

Seleksi terbuka ini dilaksanakan secara transparan, objektif, kompetitif, dan berbasis sistem merit, sebagai upaya menjaring figur pimpinan perangkat daerah yang profesional, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Melalui seleksi ini, diharapkan terpilih pemimpin yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendukung terwujudnya birokrasi yang efektif, akuntabel, dan berdaya saing.

Informasi lengkap terkait formasi jabatan yang dibuka, persyaratan administrasi, mekanisme pendaftaran, serta tahapan seleksi dapat diakses melalui laman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi atau dengan memindai QR Code yang telah disediakan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak ASN yang memenuhi kualifikasi untuk berpartisipasi aktif dan mengambil peran strategis dalam membangun birokrasi yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Alun-alun Desa Cibenda: Ruang Publik Favorit Warga untuk Berolahraga

0

Wartain.com || Alun-alun Desa Cibenda telah menjadi pusat aktivitas warga setiap sore hari. Puluhan masyarakat, mulai dari remaja hingga orang dewasa, tampak memadati area taman untuk berolahraga, khususnya bermain bola voli dan sepak bola.

“Alun-alun ini sudah menjadi rutinitas harian warga Desa Cibenda. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga,” ujar Gunawan Novaris, Ketua Karang Taruna Desa Cibenda, Sabtu 31/01/2026.

Suasana alun-alun pun terlihat hidup dan penuh semangat dengan suara-suara riang orang berolahraga. Keberadaan alun-alun Desa Cibenda sebagai ruang terbuka publik memberikan dampak positif bagi masyarakat. Warga tidak hanya memanfaatkan taman sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan olahraga dan gaya hidup sehat.

“Kami berharap aktivitas positif ini terus berkembang dan mampu melahirkan bibit-bibit atlet muda yang berprestasi,” tambah Gunawan.

Alun-alun Desa Cibenda memang patut menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan positif. Dengan semangat dan kerja sama yang baik, Desa Cibenda dapat menjadi lebih maju dan sejahtera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Opik)

Viral Sopir Terikat di Mobil Pick Up di Sukabumi, Polisi Pastikan Pembegalan Hanya Rekayasa

0

Wartain.com || Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria ditemukan dalam kondisi terikat di dalam mobil pick up sempat menghebohkan media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, pria tersebut mengaku menjadi korban pembegalan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Namun, hasil penyelidikan kepolisian justru mengungkap fakta sebaliknya. Peristiwa yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Desa Cibolang, Kecamatan Cisaat, pada Jumat (30/1/2026) itu dipastikan hanya sebuah rekayasa.

Pria berinisial N (39), yang diketahui bekerja sebagai sopir pengangkut sayuran, sengaja menciptakan skenario seolah-olah dirinya menjadi korban kejahatan jalanan. Dalam video viral tersebut, N terlihat dengan tangan dan kaki terikat tali tambang di dalam mobilnya.

Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto mengatakan, pihaknya bersama tim Jatanras Polres Sukabumi Kota langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan terkait video tersebut.

“Hasil pemeriksaan memastikan kejadian pembegalan itu tidak pernah terjadi. Yang bersangkutan sengaja merekayasa peristiwa tersebut untuk kepentingan pribadi,” ujar Yanto saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Polisi juga memastikan tidak ada satu pun barang berharga yang hilang. Uang dan telepon genggam yang sebelumnya diklaim dirampas pelaku, ternyata masih dikuasai N.

“Uang dan HP masih ada. Jadi tidak ada unsur pembegalan,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan, N akhirnya mengakui alasan di balik aksinya. Ia mengaku tengah terdesak masalah ekonomi dan terlilit utang sehingga membutuhkan uang dalam waktu singkat.

“Pengakuannya, yang bersangkutan membutuhkan uang karena terlilit utang,” ungkap Yanto.

Lebih lanjut, polisi memastikan N mengikat dirinya sendiri untuk memperkuat cerita seolah menjadi korban tindak kriminal. Ia mengaku mulai mengikat diri sekitar pukul 04.00 WIB dan baru ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB.

Meski sempat menyita perhatian publik, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum. Hal ini karena pemilik uang atau pihak yang merasa dirugikan tidak membuat laporan resmi ke kepolisian.

“Karena tidak ada laporan dari pemilik uang, maka peristiwa ini tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya,” jelas Yanto.

Polisi pun menegaskan bahwa informasi pembegalan yang ramai beredar di media sosial tersebut tidak benar dan meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik