26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 318

Masjid Al Ihsaniyah V Gelar Pengajian Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

0
Oplus_131072

Wartain.com || Masjid Al Ihsaniyah V yang berlokasi di RT 03 RW 09 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, menggelar pengajian dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah serta warga sekitar, Jumat (30/01/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah S.W.T Dan Nabi Muhammad SAW, Acara ini dihadiri oleh masyarakat RT 03 RW 09 Desa Sayati, Ujar Ustadz Eman.

Ketua DKM Masjid Al-Ihsaniyah V Ustadz Eman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jamaah untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan antarwarga.

“Peringatan Isra Miraj ini merupakan agenda rutin tahunan Masjid Al Ihsaniyah V yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam serta memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan masyarakat,” ucapnya

Ustadz Eman menyampaikan Terima kasih kepada seluruh masyarakat Rw.09 karena telah hadir di dalam pengajian memperingati Isra Miraj Di Masjid Al Ihsaniyah V.

Acara ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah dan warga Desa Sayati senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, serta keselamatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

( M.Nabil)

Seorang Warga Negara Iran Terbukti Langgar Izin Tinggal, Imigrasi Sukabumi Tegas Lakukan Deportasi

0

‎Wartain.com || Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi kembali menunjukkan ketegasannya dalam melakukan tindakan atas pelanggaran Izin Tinggal Warga Negara Asing (WNA).

‎Kali ini, Imigrasi Sukabumi mendeportasi seorang warga negara Iran berinisial ASM (45) yang terbukti melakukan pelanggaran izin tinggal. ASM tercatat memiliki ITAS yang telah berakhir sejak Maret 2025.

‎Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi, Henki Irawan mengungkap,
‎hal tersebut dilakukan sebagai bukti penguatan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah Sukabumi, Jumat (30/01/2026).

‎Kakanim juga menyampaikan, Izin tinggal WNA tersebut disponsori oleh
‎seorang warga negara Indonesia berinisial ND yang berdomisili di Kecamatan Kebon Pedes,
‎Kabupaten Sukabumi.

‎”Meski demikian, ASM tetap berada di wilayah Indonesia tanpa mengurus
‎perpanjangan izin tinggal. Namun, hingga dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan tetap berada di
‎Indonesia tanpa dokumen izin tinggal yang sah,” papar Henki.

‎Lebih lanjut disampaikannya, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas Imigrasi, yang bersangkutan mengakui telah mengetahui izin tinggalnya berakhir sejak April 2025.

‎”ASM tidak melaporkan diri ke Kantor Imigrasi Sukabumi dan tidak mengajukan perpanjangan izin tinggal dengan alasan keterbatasan kemampuan finansial
‎untuk membayar biaya beban overstay.
‎Atas pelanggaran tersebut,” ujar Kakanim Sukabumi.

‎Henki menambahkan, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi menyatakan ASM melanggar ‎ketentuan Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni
‎melebihi batas waktu izin tinggal yang diberikan lebih dari 60 hari.

‎”Sebagai bagian dari penegakan
‎hukum keimigrasian, pada 19 Januari 2026, ASM dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa keharusan bertempat tinggal di Ruang Detensi Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi,” tandasnya.

‎Kakanim Sukabumi juga menegaskan, penindakan tersebut merupakan hasil dari pengawasan terpadu yang dilaksanakan secara rutin melalui Tim
‎Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) hingga ke tingkat desa.

“Pengawasan orang asing tidak hanya
‎dilakukan di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah permukiman hingga tingkat desa. Tim PORA
‎menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap warga negara asing mematuhi ketentuan
‎keimigrasian selama berada di Indonesia,” ujar Henki.

‎Menurut Henki, penegakan hukum keimigrasian tidak semata-mata bersifat represif, tetapi juga ‎bertujuan menciptakan tertib administrasi serta memberikan kepastian hukum, baik bagi warga negara ‎asing maupun masyarakat setempat.

‎”ASM telah dideportasi pada hari Jumat, 30 Januari 2026, melalui Bandara Internasional SoekarnoHatta dengan pengawalan ketat oleh petugas Imigrasi Sukabumi hingga yang bersangkutan naik ke pesawat. Selain dideportasi, ASM juga telah diusulkan untuk dimasukkan ke dalam daftar penangkalan, sehingga tidak diperkenankan kembali memasuki wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” terang Hengki.

Ia memastikan setiap WNA yang berada di wilayah ‎kerja Imigrasi Sukabumi memiliki izin tinggal yang sah dan sesuai peruntukannya. Pengawasan tersebut
‎penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

‎Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Sukabumi, Torang Pardosi, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung pengawasan orang
asing.

“Partisipasi masyarakat, termasuk pemilik penginapan dan tempat tinggal sementara, sangat ‎membantu dalam mendeteksi keberadaan orang asing. Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi ‎maupun kanal resmi Imigrasi,” ujar Torang.

‎Ditambahkannya, pengawasan orang asing merupakan tanggungjawab bersama yang membutuhkan
‎sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Dengan keterlibatan publik, potensi pelanggaran keimigrasian dapat dideteksi lebih dini, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan ‎sekitar,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Uang Rp191 Juta Digondol Pelaku Modus Kempes Ban di SPBU Cimuncang Sukabumi

0

Wartain.com || Aksi kejahatan dengan modus kempes ban kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, peristiwa pencurian menyasar kendaraan yang tengah berhenti di SPBU Cimuncang, Kecamatan Sukaraja, pada Jumat (30/1/2026) siang sekitar pukul 13.32 WIB. Dalam kejadian tersebut, uang tunai senilai Rp191 juta milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan hilang.

Kejadian ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook. Sejumlah unggahan foto dan video memperlihatkan seorang pria yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Pria itu terlihat mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU dan mengenakan helm full face, sebagaimana dinarasikan dalam unggahan warganet.

Kapolsek Sukaraja Resor Sukabumi Kota, Kompol Aguk Khusaini, membenarkan peristiwa pencurian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan cara mengelabui korban melalui pemberitahuan palsu mengenai kondisi ban kendaraan.

“Benar, telah terjadi tindak pidana pencurian uang dengan modus kempes ban. Nilai kerugian sekitar Rp191 juta,” kata Aguk, Jumat (30/1/2026).

Menurut penjelasan kepolisian, peristiwa bermula saat korban baru saja mengambil uang tunai dari Bank BNI di Kota Sukabumi.
Korban kemudian melanjutkan perjalanan menuju arah Sukaraja–Cireunghas. Di tengah perjalanan, korban dihentikan oleh seorang pengendara sepeda motor yang memberitahukan bahwa ban mobil korban terlihat kempes.

Korban sempat menepi di salah satu pom bensin untuk mengisi angin, lalu kembali melanjutkan perjalanan. Namun, tidak berselang lama, korban kembali dihentikan oleh orang yang sama dengan alasan serupa.

“Setelah dihentikan untuk kedua kalinya, korban kemudian mencari tempat untuk memeriksa kondisi ban dan berhenti di SPBU Cimuncang,” jelas Aguk.

Saat korban memeriksa kondisi kendaraan di area SPBU, pelaku memanfaatkan situasi lengah tersebut. Pelaku diduga membuka pintu mobil korban yang dalam keadaan tidak terkunci dan mengambil uang tunai yang disimpan di jok depan sebelah kiri.

“Ketika korban fokus memeriksa ban, pelaku membuka pintu mobil dan mengambil uang yang ada di dalam kendaraan,” ungkap Aguk.

Berdasarkan hasil penelusuran awal melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di SPBU, pihak kepolisian menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku. Usai melancarkan aksinya, keduanya melarikan diri ke arah Cireunghas.

“Dari hasil pengecekan CCTV, pelaku diduga berjumlah dua orang dan melarikan diri ke arah Cireunghas,” tambahnya.

Aguk juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan awal dari korban, uang ratusan juta rupiah tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar honor atau gaji relawan SPPG di wilayah Cireunghas.

“Uang tersebut menurut keterangan korban akan digunakan untuk pembayaran relawan SPPG,” tuturnya.

Saat ini, laporan korban telah resmi diterima oleh pihak kepolisian. Aparat masih melakukan penyelidikan lanjutan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan pendalaman terhadap rekaman CCTV dan bukti lainnya.

“Laporan sudah kami terima. Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan saksi dan pendalaman kasus untuk mengungkap pelaku,” pungkas Aguk.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Lutung Masuk Permukiman Warga Cisaat Sukabumi, Diduga Lepasan dari Pemeliharaan

0

Wartain.com || Warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dibuat heboh dengan kemunculan seekor lutung yang terlihat berkeliaran di area permukiman pada siang hari. Primata yang termasuk satwa dilindungi tersebut sempat mendekati rumah warga sebelum akhirnya menghilang ke arah areal perkebunan.

Kejadian itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar tengah hari, saat sejumlah warga tengah beraktivitas di sekitar kolam pemandian umum. Kehadiran hewan tersebut awalnya tidak langsung dikenali karena sekilas menyerupai monyet pada umumnya.

Salah seorang warga, Sigit (40), menuturkan bahwa lutung pertama kali terlihat oleh sejumlah ibu-ibu yang sedang mencuci di kolam. Teriakan spontan warga membuat suasana sekitar mendadak ramai.

“Awalnya dikira monyet biasa. Ibu-ibu yang lagi nyuci teriak karena lihat binatang mirip monyet tapi beda. Warga pada datang, setelah diperhatikan ternyata itu lutung,” ujar Sigit saat ditemui, Jumat (30/1/2026).

Menurut warga, lutung tersebut diduga turun ke kawasan permukiman untuk mencari makan, terutama karena kondisi cuaca yang memasuki musim hujan. Hewan itu bahkan sempat mendekati salah satu rumah warga yang sedang kosong.

“Kayaknya lagi cari makan. Dia sempat mau ke kantong sampah di rumah yang kosong. Tapi begitu ada warga lihat, langsung kabur. Sampai sekarang belum tertangkap,” jelasnya.

Warga Cisaat juga mengungkapkan bahwa kemunculan lutung dari arah kawasan hutan bukan kali pertama terjadi. Fenomena serupa kerap muncul pada musim penghujan.

“Kalau dugaan warga, asalnya dari arah Situ Gunung. Biasanya memang kalau musim hujan suka turun, tapi kalau kemarau hampir nggak pernah kelihatan. Informasi terakhir sekarang lutungnya ada di wilayah Cibolang Kidul, Desa Cibatu,” kata Sigit.

Pihak TNGGP Beri Penjelasan

Menanggapi laporan warga, Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Asep Suganda, menyampaikan bahwa kecil kemungkinan lutung tersebut berasal dari populasi liar yang secara alami keluar dari habitatnya.

Ia menduga primata tersebut justru merupakan hasil peliharaan atau berasal dari luar kawasan hutan yang kemudian dilepas begitu saja.

“Bisa jadi itu sebelumnya dipelihara oleh seseorang atau berasal dari tempat lain, lalu dilepaskan,” ujar Asep.

Asep menjelaskan bahwa populasi lutung di kawasan Situ Gunung justru dalam kondisi stabil dan cenderung meningkat, seiring dengan terjaganya kawasan hutan dari aktivitas perburuan.

“Ketersediaan pakan di hutan masih sangat cukup. Selain itu, lutung-lutung di Situ Gunung juga belum terbiasa berinteraksi dengan manusia, sehingga kecil kemungkinan mereka keluar sendiri ke permukiman,” terangnya.

Warga Diimbau Tidak Bertindak Sendiri
Asep menegaskan bahwa lutung merupakan satwa dilindungi yang tidak boleh ditangkap atau dipelihara. Ia meminta masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan manusia maupun hewan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap atau memelihara lutung. Itu satwa dilindungi. Banyak kasus bermula dari orang yang iseng memelihara, lalu dilepas ketika sudah tidak mampu merawatnya,” tegasnya.

Karena lokasi kemunculan lutung berada di luar kawasan kewenangan Taman Nasional, pihak Resort Situ Gunung akan melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk langkah penanganan lebih lanjut.

“Penanganan selanjutnya akan kami koordinasikan dengan BKSDA agar evakuasi bisa dilakukan sesuai prosedur,” pungkas Asep.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

TKW Asal Sukabumi Akhirnya Pulang ke Tanah Air, Kini Dirawat di RSUD R Syamsudin SH

0

Wartain.com || Setelah penantian panjang, Lanti (46), seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, akhirnya kembali ke tanah air. Kepulangannya disambut haru keluarga, meski kondisi fisiknya masih sangat lemah akibat penyakit yang diderita. Saat ini, Lanti tengah menjalani perawatan intensif di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Ibu satu anak tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Keluarga yang telah menunggu sejak Kamis (29/1/2026) pagi akhirnya bisa menjemputnya setelah penerbangan yang ditumpangi Lanti mengalami penundaan.

Keterlambatan tersebut disebabkan cuaca buruk di Shanghai, Cina, sehingga jadwal penerbangan harus ditunda beberapa jam. Usai mendarat, Lanti langsung dibawa menuju Sukabumi dan tiba menjelang subuh. Setibanya di kota kelahirannya, ia langsung dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua RT di tempat Lanti tinggal, Yana Suryana (52), mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan warganya tersebut. Menurutnya, perjalanan Lanti cukup melelahkan karena kondisi fisik yang belum stabil.

“Alhamdulillah Bu Lanti sudah pulang dengan selamat. Memang perjalanan agak lama karena sempat delay akibat cuaca. Keluarga menunggu dari pagi, dan baru subuh sampai Sukabumi. Langsung dibawa ke RSUD dan sekarang sudah ditangani pihak rumah sakit,” ujar Yana saat ditemui di RSUD R Syamsudin SH.

Melihat kondisi Lanti yang masih ringkih dan mengalami keterbatasan gerak, Yana berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya bantuan agar Lanti tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri.

“Mudah-mudahan ke depan ada bantuan, supaya Bu Lanti tidak berangkat lagi ke luar negeri. Kondisinya sekarang belum fit, sementara anaknya masih sekolah. Harapannya ada usaha di sini yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Hal senada disampaikan kakak ipar Lanti, Emis (60). Ia mengungkapkan keluarga sudah menunggu di Bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 09.00 WIB, Kamis kemarin, hingga akhirnya bisa menjemput Lanti pada dini hari.

“Perasaannya tentu bahagia dan lega. Alhamdulillah adik saya bisa pulang dengan selamat. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kepulangan Lanti,” ucap Emis.

Pihak keluarga berharap pemerintah dapat membantu biaya pengobatan sekaligus memberikan dukungan modal usaha agar Lanti tetap bisa produktif tanpa harus mengorbankan kondisi kesehatannya.

“Harapannya ada bantuan ke depannya, supaya dia bisa mencari nafkah di rumah saja, sesuai dengan kondisi fisiknya,” tambahnya.

Kondisi Medis Masih Dalam Pemantauan
Humas RSUD R Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, menjelaskan bahwa Lanti tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi lemas dan pucat.

“Pasien datang dalam kondisi sakit sedang. Tampak lemas dan pucat, namun masih sadar dan dapat berkomunikasi dengan baik. Setelah tiba langsung dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan bidan IGD,” jelas dr. Irfan.

Saat ini, pihak rumah sakit masih berfokus pada upaya stabilisasi kondisi umum pasien. Diagnosis penyakit belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penunjang lainnya.

“Untuk sementara kami lakukan perawatan untuk menstabilkan kondisi fisik pasien. Diagnosis masih belum dapat ditegakkan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan fisik, RSUD R Syamsudin SH juga berencana melakukan evaluasi kondisi psikologis Lanti setelah kondisi kesehatannya membaik.

“Jika kondisi fisik sudah relatif stabil, rencananya pasien juga akan diperiksa kondisi psikisnya oleh psikolog klinis,” tambahnya.

Pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Sukabumi, terkait kondisi Lanti.

“Pemkot sudah mengetahui kondisi pasien dan kami terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” pungkas dr. Irfan.

Diketahui, Lanti telah bekerja sebagai TKW di Cina sejak tahun 2019. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisinya memburuk dengan keluhan perut dan kaki yang membengkak hingga akhirnya meminta pertolongan untuk dipulangkan ke Indonesia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PWI Pusat Gelar Retret 2026, Fokus pada Profesionalitas dan Keamanan Nasional

0
Oplus_131072

Wartain.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Retret PWI Tahun 2026 guna memperkuat peran insan pers dalam menjaga profesionalitas, ketahanan informasi, demokrasi, dan keamanan nasional.

Retret PWI tahun ini mengusung tema Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional.

Kegiatan ini resmi dibuka di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, dijelaskan upacara pembukaan retret dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dengan didampingi oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dan Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.

Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang menjadi perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Dalam siaran pers tersebut, Ketua Umum PWI, Akhmad Munir mengatakan Retret PWI menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam membentuk insan pers secara profesional dan mempunyai kesadaran kebangsaan yang kuat di tengah tantangan disinformasi dan polarisasi publik.

“Dirancang sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi insan pers, agar wartawan Indonesia tidak hanya kuat secara profesional dan etik jurnalistik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh dalam menghadapi tantangan disinformasi, polarisasi, dan dinamika informasi global,” ujar Akhmad Munir.

Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia juga menekankan pentingnya peran pers dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik dalam upaya ketahanan nasional.

“Saya menegaskan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan nasional,” kata dia saat membacakan sambutan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat upacara pembukaan retret tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pers Indonesia bisa menjadi garda terdepan penyaring informasi sekaligus pengawas pemerintah demi yang dapat memperkuat ketahanan nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jumat, Niat dan Wajah Cinta Allah dalam Diri Manusia

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Jumat bukan sekadar penanda hari dalam kalender, melainkan simpul waktu yang sarat makna. Ia datang sebagai pertemuan antara langit dan bumi, antara kehendak Ilahi dan kesadaran manusia. Dalam tradisi Islam, Jumat disebut sebagai sayyidul ayyām—penghulu segala hari—karena pada hari inilah manusia diundang untuk kembali menata niat, membersihkan hati, dan menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Jumat adalah hari cinta, anugerah, dan pengampunan; hari di mana Allah membuka pintu rahmat-Nya lebih luas bagi hamba yang mau hadir dengan kesadaran sejati.

Segala amal dalam Islam bermula dari niat. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa nilai suatu perbuatan tidak ditentukan oleh bentuk lahiriahnya, melainkan oleh niat yang melahirkannya. Niat adalah arah batin, kompas ruhani yang menentukan ke mana langkah manusia akan berujung. Pada hari Jumat, manusia diingatkan kembali: untuk siapa ia hidup, bekerja, beribadah, dan bercita-cita. Apakah semua itu berhenti pada kepentingan diri, ataukah melampaui ego menuju ridha Allah semata.

Dalam kehidupan, manusia mengenal dua bentuk ibadah: ibadah yang tampak sakral seperti shalat, puasa, dan haji; serta ibadah yang tersembunyi dalam keseharian seperti bekerja, memimpin, dan melayani sesama. Jumat menyatukan keduanya. Ketika seseorang melangkah ke masjid untuk shalat Jumat, ia meninggalkan sejenak urusan dunia. Namun sesungguhnya, Allah tidak memerintahkan manusia meninggalkan dunia, melainkan meluruskan niat dalam mengelolanya. Setelah shalat selesai, manusia diperintahkan kembali bertebaran di bumi, mencari karunia Allah dengan kesadaran yang telah dibersihkan.

Di sinilah pertanyaan hakiki muncul: siapakah “aku” yang berniat? Ketika seseorang berkata, “Aku berniat shalat,” atau bahkan “Aku berniat menjadi pemimpin,” aku yang manakah yang sedang berbicara? Apakah aku yang dikuasai nafsu, yang mengejar pujian dan kekuasaan? Ataukah aku yang telah disadarkan oleh hati, yang ingin menjadi jalan bagi keadilan dan kasih sayang Allah di muka bumi?

Islam mengajarkan bahwa diri manusia bukanlah entitas tunggal yang sederhana. Ada aku jasmani, ada aku nafsani, ada aku akal, dan ada aku ruhani. Jumat hadir sebagai momentum untuk menundukkan aku yang rendah, agar aku yang hakiki—sebagai hamba—dapat tampil ke permukaan. Dalam khutbah Jumat, ayat-ayat Allah dibacakan bukan untuk menambah pengetahuan semata, tetapi untuk mengguncang kesadaran: bahwa manusia bukan pemilik apa pun, melainkan pemegang amanah.

Cinta kasih Allah SWT pada hari Jumat tampak dalam undangan-Nya yang lembut namun tegas. Allah memanggil hamba-hamba-Nya tanpa membedakan status, jabatan, atau masa lalu. Raja dan rakyat berdiri sejajar, bersujud di atas lantai yang sama. Di hadapan Allah, yang tersisa hanyalah niat dan kejujuran hati. Inilah wajah keadilan Ilahi yang sejati: bukan persamaan dalam kekuasaan, tetapi kesetaraan dalam kehambaan.

Jumat juga mengajarkan bahwa kekuasaan, jika diniatkan karena Allah, dapat menjadi ibadah yang agung. Menjadi Presiden, Gubernur, pemimpin, atau siapa pun, bukanlah tujuan itu sendiri. Ia hanyalah alat. Ketika niatnya lurus—untuk menegakkan keadilan, menjaga amanah, dan melayani makhluk Allah—maka setiap keputusan, keringat, dan pengorbanan bernilai ibadah. Namun ketika niat menyimpang, kekuasaan berubah menjadi fitnah yang menjerumuskan jiwa.

Pada akhirnya, Jumat adalah cermin. Ia memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya dan ke mana arah hidup kita menuju. Ia mengajarkan bahwa hidup bukan tentang menjadi siapa di mata manusia, tetapi tentang siapa kita di hadapan Allah. Dalam keheningan doa pada hari Jumat, manusia diajak berbisik: “Ya Allah, luruskan niatku, sucikan hatiku, dan jadikan aku jalan bagi cinta-Mu.”

Semoga setiap Jumat menjadi titik balik kesadaran, tempat niat diperbarui, dan cinta kasih Allah mengalir dalam seluruh denyut kehidupan kita.***

BPBD Kabupaten Sukabumi Usulkan 5.360 Unit Rumah Terdampak Bencana ke Pusat

0
Oplus_131072

Wartain.com || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 5.360 unit rumah terdampak bencana alam sepanjang tahun 2024 hingga 2025 setelah melalui proses validasi dan verifikasi ulang.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Ibnu Muksin, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan data final dari rangkaian kejadian bencana besar yang terjadi, salah satunya pada 4 Desember 2024.

“Pada kejadian 4 Desember 2024 itu ada 39 kecamatan terdampak dengan jumlah korban bencana berdasarkan data nominatif mencapai 9.930 rumah. Rumah-rumah tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan,” ujar Ibnu, Jumat (30/1/2026).

Namun demikian, tidak seluruh data awal tersebut langsung diajukan sebagai penerima bantuan. BPBD terlebih dahulu melakukan verifikasi dan validasi lapangan secara bertahap.

Pada Februari 2025, BPBD mengajukan sebanyak 2.146 unit rumah ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyesuaikan dengan data yang telah terverifikasi dan memiliki kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG/PPMBG).

“Hasilnya, pada bulan Juli kami menerima rekap dari BNPB melalui APIP sebanyak 1.158 unit,” jelasnya.

Di tengah proses tersebut, bencana kembali terjadi pada Maret 2025 di tiga kecamatan, yakni Palabuhanratu, Lengkong, dan Simpenan. BPBD pun kembali menetapkan status tanggap darurat selama lebih dari sepekan dan mengajukan data tambahan ke BNPB.

Setelah dilakukan verifikasi ulang secara menyeluruh hingga Agustus 2025, jumlah rumah terdampak yang dinyatakan valid mencapai 5.360 unit. Data ini tetap terbagi dalam tiga kategori kerusakan.

Rumah rusak berat diartikan sebagai rumah yang tidak layak huni, berada di zona merah, atau terancam pergerakan tanah dan longsor, sehingga harus direlokasi.

“Kalau insitu, rumah bisa dibangun kembali di lokasi yang sama karena berada di zona hijau. Sedangkan eksitu itu harus keluar dari lokasi karena masuk zona merah,” katanya.

Penentuan zona merah, kuning, atau hijau bukan dilakukan oleh BPBD, melainkan berdasarkan kajian Badan Geologi atau PPMBG.

Selain itu, relokasi juga dibedakan menjadi relokasi mandiri dan relokasi terpadu. Relokasi mandiri diperuntukkan bagi warga yang masih memiliki lahan aman untuk dibangun kembali, sementara relokasi terpadu ditujukan bagi warga yang tidak memiliki lahan atau tinggal di kawasan rawan.

“Relokasi terpadu jumlahnya memang lebih besar. Untuk lahan, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanahan. BNPB hanya memberikan bantuan rumahnya, bukan tanahnya,” pungkas Ibnu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Sambut Kunker Kepala Staf Presiden, Tinjau TPI Palabuhanratu dan SPPG Polres Sukabumi

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menyambut kedatangan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Muhammad Qodari, dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi, Rabu 29 Januari 3026.

Kunjungan tersebut diisi dengan peninjauan sejumlah lokasi strategis, di antaranya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu dan Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sukabumi.

Di TPI Palabuhanratu, Kepala Staf Presiden meninjau langsung aktivitas pelelangan ikan sekaligus berdialog dengan para nelayan. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan, khususnya di wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan ke SPPG Polres Sukabumi. Program ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak.

Dalam keterangannya, Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari mengapresiasi pelaksanaan program yang telah berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, terima kasih. Ini bisa dicontoh oleh sisi yang lain ya, karena sudah berjalan dengan baik dan sampai hari ini terlihat masih berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap layanan yang telah ada dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya.

“Mudah-mudahan bisa terus melanjutkan layanan dengan sebaik-baiknya bagi anak-anak, supaya kondisi mereka meningkat dan menghilangkan stunting,” tambahnya.

Wakil Bupati Sukabumi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai program di Kabupaten Sukabumi.

Ia berharap kunjungan kerja ini dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan generasi muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Persik Kediri Tundukkan Bali United 3-2 di Stadion Brawijaya

0

Wartain.com || Persik Kediri berhasil menundukkan Bali United dengan skor dramatis 3-2 pada lanjutan kompetisi Liga 1 musim 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat 30/1/2026, berjalan sengit hingga menit akhir.

Kemenangan Persik Kediri, yang dijuluki Macan Putih, ditentukan lewat permainan efektif dan semangat juang tinggi di hadapan pendukung sendiri. Persik mencetak tiga gol melalui Jose Enrique menit ke-29, dan menit ke-40, serta gol penentu kemenangan dari Adrian Nicolas Luna Retamar pada menit 45+, gol persik tercipta dibabak pertama semua.

Sementara itu, Bali United sempat unggul pada babak pertama lewat gol B. Kopitovik pada menit ke-23 dan sempat memperkecil ketertinggalannya lewat gol Joao Ferrari pada menit ke-69 dan tekanan intens di sisa pertandingan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

Sepanjang laga, Bali United tampil dominan dalam penguasaan bola dengan catatan 58 persen, berbanding 42 persen milik Persik Kediri. Tim tamu juga unggul jumlah serangan dengan 84 kali serangan dan 51 di antaranya tergolong berbahaya. Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda dalam laga ini.

Berdasarkan statistik pertandingan, Persik Kediri mencatatkan 14 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Bali United melepaskan 17 tembakan, namun hanya enam yang mengarah ke gawang. Dari sisi tendangan sudut, Bali United unggul dengan lima sepak pojok, sedangkan Persik hanya memperoleh dua.

Laga berlangsung cukup keras dengan kedua tim sama-sama mengoleksi dua kartu kuning. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit dalam pertandingan tersebut.

Kemenangan ini membuat Persik Kediri sukses mengamankan tiga poin penting di kandang, sekaligus mempertegas ketangguhan Macan Putih saat bermain di Stadion Brawijaya. Sementara Bali United harus pulang dengan tangan hampa meski tampil agresif sepanjang pertandingan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)