26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda blog Halaman 33

Dedi Mulyadi Turun Langsung ke Disdik Jabar: PCMB Bukan Pendaftaran, Orang Tua Diminta Tak Panik

0
Oplus_131072

Wartain.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung layanan Sistem Penerimaan Murid Baru di Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Senin 9/6/2026. Kunjungan itu untuk memastikan aduan masyarakat terkait proses penerimaan murid baru ditangani dengan baik.

Di pusat layanan Disdik Jabar, Gubernur berdialog dengan sejumlah orang tua siswa. Mereka datang menyampaikan kendala dan mencari informasi akurat soal mekanisme SPMB tahun ini.

Dedi Mulyadi meluruskan mispersepsi yang berkembang. Ia menegaskan saat ini yang berjalan adalah Pemetaan Calon Murid Baru, bukan pendaftaran resmi SPMB.

“PCMB merupakan proses pemetaan untuk melihat potensi penerimaan calon murid di sekolah tujuan. Ini bukan pendaftaran. Justru, melalui pemetaan ini berbagai kendala bisa diketahui lebih awal sebelum pelaksanaan SPMB,” ujarnya.

Gubernur mengibaratkan PCMB seperti tahap latihan. Lewat pemetaan, calon murid dan orang tua dapat melihat gambaran peluang diterima di sekolah tujuan sehingga punya waktu menyiapkan alternatif pilihan lain.

Menurutnya, langkah ini untuk mengurangi kepanikan yang sering terjadi saat pengumuman seleksi. Selama ini waktu untuk memilih sekolah lain sangat terbatas setelah hasil keluar.

“Lebih baik kesulitan diketahui sekarang saat masih ada waktu untuk memperbaiki. Daripada persoalan baru muncul setelah proses penerimaan ditutup dan kesempatan melakukan perbaikan sudah tidak ada,” katanya.

Selain meluruskan persepsi, Gubernur menyoroti kendala teknis pada aplikasi layanan. Sebagian besar aduan masyarakat berkaitan dengan sistem yang masih perlu disempurnakan.

Karena itu Dedi meminta evaluasi segera dilakukan terhadap pengelolaan aplikasi. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan tidak menghambat proses.

Meski ada kendala teknis, Gubernur menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir. Pelaksanaan SPMB masih memiliki waktu cukup untuk pembenahan dan perbaikan sistem.

Ia juga menjelaskan perbedaan hasil penilaian yang dipersoalkan umumnya terkait ketentuan regulasi. Penilaian prestasi dan persyaratan tertentu wajib mengacu pada aturan nasional dan daerah.

Dedi mengimbau orang tua tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi belum terverifikasi. Ia mendorong pelaporan jika ada indikasi pelanggaran. “Kalau memang ada, sebutkan siapa pelakunya, siapa gurunya, siapa pejabatnya, dan di mana kejadiannya. Laporkan saja, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pemprov Jabar berkomitmen SPMB berjalan transparan, akuntabel, dan melayani masyarakat dengan baik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Transformasi Digital dan Pengawasan Energi Bersubsidi Mengemuka di Muscab VI Hiswana Migas Sukabumi

0

Wartain.com – Transformasi digital dalam sektor energi menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Hiswana Migas DPC Sukabumi yang digelar di Hotel Horison Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Solidaritas Organisasi dalam Mendukung Transformasi Digital dan Tata Kelola Distribusi Energi Berkelanjutan” tersebut juga menjadi ajang penguatan komitmen bersama dalam menjaga distribusi energi yang tepat sasaran.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Hiswana Migas yang selama ini berperan penting dalam menjaga pasokan energi bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi tinggi terselenggaranya Muscab ke-VI Hiswana Migas DPC Sukabumi ini. Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen mewujudkan Sukabumi yang mandiri, maju, sejahtera, dan profesional. Salah satu kunci kemandirian tersebut adalah kemandirian energi, di mana Hiswana Migas memegang peran krusial dalam memastikan kelancaran pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bobby, tantangan pengelolaan energi ke depan menuntut adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena itu, ia mendorong Hiswana Migas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Bobby menilai pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat pelayanan dan pengawasan sektor energi.

“Pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan edukasi masyarakat, memperkuat sistem informasi, hingga mendukung aspek keamanan dalam pelayanan sektor energi. Transformasi digital harus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain transformasi digital, perhatian juga tertuju pada penguatan tata kelola distribusi energi bersubsidi. Executive General Manager Regional Jawa Bagian Barat Pertamina Patra Niaga, Freddy Anwar, menegaskan bahwa Hiswana Migas merupakan mitra strategis Pertamina dalam memastikan energi dapat tersalurkan kepada masyarakat secara optimal.

Menurut Freddy, transformasi yang dilakukan Pertamina melalui pembentukan subholding bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Dalam proses tersebut, peran Hiswana Migas dinilai sangat penting untuk menjaga distribusi BBM dan LPG bersubsidi agar tepat sasaran, tepat guna, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Freddy menjelaskan, pemerintah saat ini terus mendorong penguatan pengawasan distribusi energi bersubsidi agar manfaatnya benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, dukungan dan keterlibatan aktif Hiswana Migas menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan tersebut.

Melalui Muscab VI ini, Hiswana Migas DPC Sukabumi diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya dalam menghadapi era digital dan tantangan distribusi energi yang semakin kompleks. Di sisi lain, sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pelaku usaha energi diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Disbudpora Kabupaten Sukabumi Lepas Atlet Pelajar Menuju POPWILDA Jabar 2026

0

Wartain.com – Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi secara resmi melepas kontingen atlet pelajar yang akan mewakili daerah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Pendopo Sukabumi, Selasa (9/6/2026).

Para atlet yang diberangkatkan merupakan hasil pembinaan olahraga pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Sukabumi.

Mereka akan bertanding pada POPWILDA yang digelar di Kota Bandung pada 15–19 Juni 2026 dan akan bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari sejumlah daerah di Wilayah I Jawa Barat.

Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Drs. Yudi Mulyadi, M.Si., mengatakan bahwa partisipasi dalam POPWILDA menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan atlet usia pelajar.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet sekaligus menambah pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.

Kontingen Kabupaten Sukabumi akan tampil pada lima cabang olahraga, yakni bola voli putra, bola basket putra, sepak bola, pencak silat, dan sepak takraw. Seluruh atlet diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik serta membawa nama baik daerah selama mengikuti pertandingan.

Menurut Yudi, Disbudpora terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi melalui berbagai program pembinaan yang berkesinambungan. Dukungan tersebut mencakup pembinaan teknis, peningkatan kualitas latihan, hingga fasilitasi keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan.

“Ajang ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental bertanding bagi para pelajar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembinaan atlet sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk menciptakan regenerasi atlet yang berkualitas. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, organisasi olahraga, dan para pelatih, Disbudpora Kabupaten Sukabumi berkomitmen terus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga pelajar guna mencetak generasi atlet yang tangguh dan berdaya saing tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Timnas Indonesia Tantang Mozambik di SUGBK Malam Ini, Garuda Bidik Lanjutkan Tren Positif

0

Wartain.com – Tim Nasional Indonesia kembali melakoni pertandingan internasional dalam rangka FIFA Matchday Juni 2026.

Setelah mencatat hasil positif pada laga sebelumnya, Skuad Garuda kini bersiap menghadapi Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam.

Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempertahankan performa terbaik sekaligus menambah poin yang berpengaruh terhadap posisi tim di peringkat FIFA. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setia di SUGBK, tim Merah Putih diharapkan mampu tampil maksimal dan meraih hasil positif.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diperkirakan akan menurunkan komposisi terbaiknya guna menghadapi perlawanan Mozambik yang datang dengan ambisi memberikan kejutan. Selain menjadi ajang mengukur kekuatan tim, laga ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan perkembangan permainan yang terus meningkat.

Dukungan suporter dipastikan kembali menjadi salah satu faktor penting yang dapat menambah motivasi para pemain. Atmosfer SUGBK yang dikenal bergemuruh diharapkan mampu memberikan tekanan kepada tim tamu sekaligus membakar semangat para pemain Indonesia.

Pertandingan Indonesia melawan Mozambik dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, dengan kick-off pukul 20.00 WIB. Masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di stadion tetap bisa menyaksikan jalannya pertandingan melalui siaran langsung Indosiar.

Laga ini diharapkan menjadi penutup yang manis bagi rangkaian agenda FIFA Matchday Juni 2026 sekaligus memperkuat kepercayaan diri Timnas Indonesia dalam menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kejari Kota Sukabumi Musnahkan Barang Bukti dari 85 Kasus, Didominasi Narkotika

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi memusnahkan berbagai barang bukti hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) di halaman kantor Kejari Kota Sukabumi, Selasa (9/6/2026). Barang bukti tersebut berasal dari 85 perkara yang telah diputus pengadilan selama periode Januari hingga Juni 2026.

Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejari Kota Sukabumi, Eko Hartoyo, mengatakan pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan yang menjadi kewenangan jaksa sebagai eksekutor.

“Jadi periode pemusnahan ini kami laksanakan supaya jelas sesuai dengan putusan pengadilan karena memang kami sebagai jaksa eksekutor. Di samping memasukkan yang bersangkutan ke penjara sesuai dengan putusan, ya ini salah satunya terhadap barang buktinya sesuai putusan dimusnahkan,” ujar Eko.

Dari puluhan perkara tersebut, kasus narkotika menjadi yang paling dominan dengan jumlah mencapai 60 perkara. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 663 gram sabu-sabu, 875 gram ganja, enam butir ekstasi, serta 39 unit timbangan digital yang digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

Untuk memastikan barang bukti tidak dapat digunakan kembali, proses pemusnahan dilakukan dengan berbagai metode. Narkotika jenis sabu dihancurkan menggunakan blender yang dicampur cairan pembersih, sementara barang bukti lainnya dibakar, dipukul hingga rusak, atau dipotong sesuai karakteristik barang.

Selain perkara narkotika, Kejari Kota Sukabumi juga memusnahkan barang bukti dari kasus pelanggaran Undang-Undang Kesehatan. Meski hanya berasal dari 10 perkara, jumlah barang bukti yang dimusnahkan mencapai ratusan ribu butir obat-obatan.

Barang bukti tersebut terdiri atas lebih dari 95 ribu butir Tramadol, sekitar 16 ribu butir Hexymer, 142 butir Riklona, 80 butir Atarax, 70 butir Merlopam, dan 396 butir Alprazolam.

Tak hanya itu, barang bukti dari tindak pidana keamanan umum dan pelanggaran Undang-Undang Darurat juga turut dimusnahkan. Di antaranya berupa satu buah helm, satu bilah senjata tajam, serta satu pucuk senjata mainan berbentuk korek api.

“Kami juga memusnahkan barang bukti dari tindak pidana keamanan umum atau UU Darurat, berupa satu buah helm yang digerinda, satu bilah senjata tajam, serta satu pucuk senjata mainan jenis korek api yang dimusnahkan dengan cara dipotong,” sebutnya.

Sementara itu, barang bukti dari perkara tindak pidana orang dan harta benda (Oharda) berupa pakaian bekas, tas, dokumen, dan barang lain yang tidak memiliki nilai ekonomis turut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Eko menjelaskan, untuk barang bukti yang masih memiliki nilai ekonomis, mekanisme yang ditempuh bukan pemusnahan melainkan pelelangan. Hasil lelang kemudian disetorkan ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau barang bukti ada nilai ekonomisnya, walaupun hanya Rp50.000 atau Rp100.000, pastinya itu dirampas untuk negara, sehingga kami lelang kemudian uangnya kami setorkan ke kas negara,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengingatkan tentang masih tingginya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang kini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi telah menjangkau kawasan pedesaan.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak karena sasaran peredaran gelap narkoba semakin mengkhawatirkan, termasuk menyentuh kalangan anak-anak.

“Ini menjadi PR klasik kita bersama. Di mana pun saya bertugas, masalah ini selalu ada dan sekarang bahkan sudah menyentuh level desa. Yang sangat memprihatinkan, anak-anak usia SD kini jadi sasaran lewat modus permen yang mengandung zat terlarang. Kita semua harus bersinergi untuk memerangi ini,” tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Disdukcapil Sukabumi “Jemput Bola” ke Sekolah, Antisipasi Lonjakan IKD karena SPMB Jabar

0

Wartain.com – Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Provinsi Jawa Barat kembali bergulir. Dinas Pendidikan Jabar membuka pendaftaran SMA, SMK, dan SLB dengan sistem yang mengatur mulai dari pendaftaran, seleksi, pengumuman, hingga daftar ulang.

Salah satu dokumen yang kini banyak dicari calon siswa adalah Identitas Kependudukan Digital. Meski IKD bukan syarat utama SPMB, lonjakan permintaan aktivasi IKD membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi bergerak cepat.

Untuk memastikan pelayanan tidak tersendat, Disdukcapil Sukabumi melakukan monitoring ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas di wilayah. Fokusnya pada kelancaran layanan IKD agar calon siswa dan orang tua tidak terkendala saat mendaftar.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Amir Hamzah turun langsung memimpin tim monitoring ke Kantor UPTD Kecamatan Cicurug, Senin 8/6/2026. Itu hari pertama masuk kerja pasca libur panjang yang biasanya dibarengi lonjakan pemohon.

“Saya bersama tim monitoring pelayanan mengunjungi Kantor UPTD Cicurug untuk melihat pelayanan IKD. Karena hari ini memang hari pertama masuk kerja dan biasanya pelayanan suka banyak, terutama sekarang banyak permintaan aktivasi IKD,” ujar Amir Hamzah, Selasa 9/6/2026.

Ia menegaskan IKD memang bukan syarat utama dalam SPMB. Namun setiap UPTD yang berada di bawah Disdukcapil Kabupaten Sukabumi wajib memberikan pelayanan maksimal agar tidak ada siswa yang terhambat administrasi.

“Kendati IKD bukan menjadi persyaratan utama SPMB tetapi dengan adanya SPMB ini permintaan IKD membludak. Kami khawatir pelayanan kepada masyarakat terutama aktivasi IKD agak terhambat, supaya diperlancar dan kalau bisa jemput bola ke sekolah atau desa-desa,” tegas Amir.

Strategi “jemput bola” dipilih untuk mendekatkan layanan ke calon siswa. Petugas didorong aktif ke sekolah-sekolah dan desa agar proses aktivasi IKD bisa dilakukan massal, tidak menumpuk di kantor UPTD.

Amir juga mengingatkan masyarakat bahwa pelayanan administrasi kependudukan sangat bergantung pada jaringan internet. Jika akses terganggu, petugas diminta menyiapkan jalan alternatif agar pelayanan tetap jalan.

Untuk mengurangi antrean fisik, Disdukcapil mendorong warga memanfaatkan aplikasi Sipelink. Ada fitur antrean online bagi yang datang ke kantor, dan layanan Format COD untuk cetak ulang KTP yang dikirim langsung ke rumah.

“Pelayanan yang lebih mudah tidak langsung datang ke UPTD atau dinas bisa akses aplikasi Sipelink. Ada antrean online dan layanan cetak ulang KTP format COD,” pungkas Amir Hamzah.

Dengan sinergi Disdukcapil dan Disdik Jabar, diharapkan SPMB 2026 berjalan lancar. Siswa cukup fokus menyiapkan berkas akademik, sementara urusan administrasi kependudukan dibantu lewat layanan yang dipercepat dan diperluas jangkauannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

DP3A Kabupaten Sukabumi Tekankan Pentingnya Warisan Alam untuk Generasi Mendatang

0

Wartain.com – Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai daerah yang memiliki garis pantai panjang dan beragam destinasi wisata bahari yang mempesona di pesisir selatan Pulau Jawa.

Keindahan pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia tersebut menjadi salah satu kekayaan alam yang patut dijaga dan dilestarikan bersama.

Melalui pesan edukatif kepada masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian laut dan lingkungan pesisir.

Laut tidak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik, tetapi juga merupakan rumah bagi berbagai ekosistem dan kehidupan bawah laut yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam.

Di balik derasnya ombak Samudera Hindia, tersimpan beragam biota laut yang hidup dan berkembang dalam ekosistem yang saling terhubung. Oleh karena itu, menjaga kebersihan laut, mengurangi pencemaran, serta tidak merusak lingkungan pesisir menjadi tanggung jawab bersama.

DP3A Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa upaya menjaga laut bukan hanya untuk kepentingan saat ini, melainkan juga sebagai bentuk investasi lingkungan bagi generasi mendatang. Dengan laut yang sehat dan terjaga, anak-anak di masa depan akan tetap dapat menikmati keindahan alam sekaligus merasakan manfaat sumber daya laut yang berkelanjutan.

Melalui semangat “Yuk Jaga Laut Kita”, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mendukung kegiatan pelestarian pantai, serta mengedukasi keluarga dan anak-anak tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

Keindahan laut Sukabumi adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jejak Keadilan untuk Anak Surade: Dari Ruang Visum RSUD Palabuhanratu ke Polres Sukabumi

0
Oplus_131072

Anggota DPRD bersama DP3A Kabupaten Sukabumi dampingi Korban

Wartain.com – Senin 8/6/2026 pukul 11.00 WIB, ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Palabuhanratu menjadi titik awal pencarian keadilan. Di sana, anak perempuan 11 tahun asal Kecamatan Surade menjalani visum setelah diduga menjadi korban kekerasan seksual ayah kandungnya sendiri.

Camat Surade Sunarya menyebut visum sebagai langkah hukum wajib. “Korban dan ibu kandungnya mendapat pendampingan dari berbagai pihak. Ini bentuk hadirnya negara,” ujarnya.

Yang berbeda dari kasus ini adalah kompaknya barisan pendamping. Staf Kecamatan Surade, Polres Sukabumi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga anggota DPRD Kabupaten Sukabumi turun langsung mengawal proses.

Pendampingan lintas sektor itu penting. Anak tidak berhadapan sendiri dengan trauma dan birokrasi hukum. DP3A fokus pada pemulihan psikologis, sementara polisi menyiapkan ruang pemeriksaan ramah anak.

Proses visum berlangsung 35 menit, 11.00-11.35 WIB. Dokumen medis dari RSUD Palabuhanratu akan menjadi alat bukti kunci untuk menjerat pelaku yang diduga ayah kandung korban.

Usai visum, rombongan langsung bergerak ke Polres Sukabumi. Korban diperiksa sebagai saksi korban dalam ruang khusus agar tidak retraumatik. Pemeriksaan selesai sekitar pukul 14.10 WIB.

Dugaan kejadian bermula Selasa malam, 26 Mei 2026 di rumah mereka, Kecamatan Surade. Relasi darah yang seharusnya melindungi justru dikhianati, membuat kasus ini memicu kemarahan warga.

Kehadiran anggota DPRD dalam pendampingan mengirim sinyal politik: kasus anak bukan urusan polisi saja. Pengawasan dan advokasi kebijakan perlindungan anak harus dikawal sampai tuntas di parlemen.

Kini bola ada di penyidik Polres Sukabumi. Dengan hasil visum dan keterangan korban, polisi tinggal menguatkan alat bukti lain untuk menetapkan tersangka dan melengkapi berkas perkara.

Kasus ini mengingatkan: kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu terlihat. Ketika keluarga gagal menjadi rumah aman, maka kecamatan, RSUD, DP3A, polisi, dan DPRD harus menjadi “rumah pengganti” yang memulihkan dan menegakkan hukum.***

Catatan: Identitas korban dirahasiakan sesuai UU Perlindungan Anak serta PPRA

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Garuda Tantang Mozambik di SUGBK Malam Ini, Herdman Incar 3 Poin dan Naik Ranking FIFA

0
Oplus_131072

Wartain.com – Timnas Indonesia kembali menjalani laga penting FIFA Matchday saat menghadapi Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 9/6/2026 pukul 20.00 WIB. Duel ini jadi ujian lanjutan bagi skuad asuhan John Herdman.

Tim Garuda datang dengan modal kemenangan meyakinkan atas Oman pada laga sebelumnya. Hasil positif itu membuat kepercayaan diri pemain meningkat jelang menghadapi lawan dari Afrika.

Pengamat sepak bola nasional Weshley Hutagalung menilai laga melawan Mozambik akan memberikan gambaran jelas arah perkembangan Timnas Indonesia. “Laga ini akan banyak bicara soal progres tim,” ujarnya.

Target utama Timnas saat ini tetap meraih kemenangan. Selain menjaga momentum positif, hasil maksimal juga akan berdampak langsung terhadap posisi Indonesia di ranking FIFA.

“Menghadapi Mozambik, tentu kita berharap penampilan Tim Garuda akan tetap memperlihatkan ciri khas yang sudah ditampilkan melawan Oman,” kata pengamat yang biasa disapa Bung Weshley.

Menurutnya, kemenangan sangat penting demi memperbaiki peringkat FIFA. “Salah satu dampaknya akan memudahkan jalan kita ke depan ketika hendak mencari lawan uji coba,” imbuh Bung Weshley.

Kemenangan atas Oman sebelumnya menjadi modal berharga bagi skuad Garuda. Selain mendongkrak mental pemain, hasil tersebut juga memperlihatkan perkembangan pola permainan tim di bawah arahan John Herdman.

Meski demikian, Mozambik diyakini tidak akan mudah ditaklukkan. Tim berjuluk “Os Mambas” itu memiliki pengalaman internasional cukup baik dan pernah menembus babak 16 besar Piala Afrika 2025.

Karakter permainan Mozambik yang cepat dan fisik dinilai akan memberi tantangan berbeda dibanding Oman. Lini tengah dan transisi cepat mereka patut diwaspadai para pemain belakang Indonesia.

Selain hasil pertandingan, perhatian juga tertuju pada potensi rotasi pemain yang akan dilakukan John Herdman. Pelatih asal Kanada itu diprediksi memberi menit bermain lebih banyak kepada pemain pelapis.

Rotasi diperlukan untuk menjaga kebugaran skuad sekaligus melihat kedalaman tim. Beberapa pemain muda berpeluang unjuk gigi di hadapan puluhan ribu pendukung di SUGBK.

Dengan dukungan penuh supporter “Garuda” malam ini, target 3 poin dan tambahan poin FIFA sangat realistis. Kemenangan atas Mozambik akan menjadi langkah penting Indonesia sebelum menatap agenda kualifikasi selanjutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kisah Stand Aska: Setia Hiasi Momentum Hajatan dan Perpisahan Sekolah di Palabuhanratu

0

Wartain.com – Momentum perpisahan dan kenaikan kelas (samenan) sekolah selalu membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM keliling. Salah satunya adalah Stand Aska, usaha jajanan anak yang kedapatan tengah memadati area upacara perpisahan dan kenaikan kelas di Yayasan Pendidikan Islam Banu Ahmadi, Kampung Ciawun, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (9/6/2026).

Kehadiran Stand Aska di tengah kerumunan wali murid dan siswa ini menjadi daya tarik tersendiri. Stand ini konsisten menyajikan beragam menu yang sangat digemari anak-anak, mulai dari sosis bakar dengan aneka saus, kesegaran pop ice, es teh hijau, hingga berbagai varian camilan ringan lainnya yang ramah di kantong.

Usaha kuliner keliling ini memang dikenal jeli dalam memanfaatkan peluang. Stand Aska hampir tidak pernah absen dan selalu bersiap di setiap momentum hajatan warga, acara keagamaan, pesta rakyat, hingga agenda besar tahunan sekolah yang diselenggarakan di seputaran wilayah Palabuhanratu.

Pemilik Stand Aska, Wagiono, mengungkapkan bahwa musim kenaikan kelas seperti sekarang ini merupakan masa panen bagi para pedagang kecil seperti dirinya. Menurutnya, keramaian acara sekolah selalu menjanjikan omzet yang berkali-kali lipat dibanding hari-hari biasa.

“Setiap ada acara besar atau samenan sekolah seperti di Yaspi Banu Ahmadi ini, kami pasti langsung bersiap membuka stand. Alhamdulillah, antusiasme anak-anak dan orang tua sangat tinggi, jajanan seperti sosis bakar dan es teh hijau paling cepat habis diburu pembeli,” ujar Wagiono saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan.

Berkat strategi jemput bola dengan menyisir setiap keramaian di pelosok Palabuhanratu, Stand Aska berhasil menjaga eksistensi usahanya di tengah persaingan yang ketat. Kemeriahan acara perpisahan di Kampung Ciawun ini pun berjalan kondusif, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal secara nyata.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)