26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 14, 2026
Beranda blog Halaman 577

PLN Teken Kerja Sama Pemanfaatan Gas Domestik di IPA Convex 2025, Disaksikan Presiden Prabowo

0

Wartain.com || PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas domestik. Dalam ajang _The 49th Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex)_ 2025 di ICE BSD, Tangerang, PLN Group menandatangani 5 (lima) kerja sama strategis bersama para pelaku industri minyak dan gas (Migas) baik nasional mau pun internasional.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menyaksikan penandatanganan ini menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya gas yang cukup besar. Potensi ini perlu dioptimalkan untuk mewujudkan swasembada energi dan memperkuat agenda transisi energi nasional.

Presiden pun optimistis dengan pengelolaan optimal potensi Migas domestik, Indonesia dapat menekan pengeluaran negara yang terus membebani selama ini.

“Kalau kita tergantung dari impor terus, sumber daya kita sangat besar, dan kita keluarkan hampir 40 miliar dolar tiap tahun yang hal ini bisa sebenarnya dan seharusnya digunakan untuk membantu rakyat kita di bidang-bidang strategis, pendidikan, kesehatan, untuk mengurangi dan menghilangkan kemiskinan. Ini potensi yang bisa kita gunakan,” kata Prabowo ketika membuka _The 49th Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex)_ 2025 di ICE BSD, Tangerang pada Rabu (22/5).

Senada, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan _lifting_ minyak nasional hanya 580 ribu barel per hari dengan konsumsi 1,6 juta barel per hari, sehingga Indonesia mesti melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Impor setiap tahun untuk _oil and gas_ menghabiskan kurang lebih sekitar US$ 35 miliar sampai dengan US$ 40 miliar,” kata Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam mempercepat terwujudnya swasembada energi nasional yang berkelanjutan.

“PLN terus berupaya mewujudkan visi swasembada energi, salah satunya dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar berbasis impor dan memaksimalkan penggunaan gas domestik untuk operasional pembangkit listrik. Langkah ini tidak hanya meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem energi yang efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Transisi energi bukan sekadar mengganti sumber energi, tapi membangun ekosistem yang tangguh dan berdaya saing. Kolaborasi dalam teknologi, investasi, dan regulasi akan menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya swasembada energi di Tanah Air,” tutup Darmawan.

Pada The 49th IPA Convention & Exhibition di ICE BSD, Tangerang, PLN menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama Kontraktor Masela PSC – (INPEX Masela Ltd., PT Pertamina Hulu Energi Masela, dan Petronas Masela Sdn. Bhd) dalam rencana pemanfaatan Liquid Natural Gas (LNG) dari proyek Abadi LNG.

Kemudian, empat penandatanganan lainnya dilakukan oleh subholding PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terkait Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan berbagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di industri hulu migas Indonesia.

Di antaranya adalah pasokan gas sebesar 12 MMSCFD dari PT Pertamina EP yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar. Lalu amandemen dan novasi perjanjian dengan Pertamina EP untuk memastikan pasokan sebesar 5 MMSCFD bagi PLTGU Tanjung Batu.

PLN EPI juga menjalin kesepakatan dengan Pertamina East Kalimantan untuk menyediakan pasokan gas sebesar 36 BBTUD yang akan dialokasikan ke pembangkit listrik di wilayah Tanjung Batu dan Bontang. Terakhir pasokan gas sebesar 0,4 BBTUD dari PT Imbang Tata Alam akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di wilayah Riau.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kepala BGN Sebut Mulai Bulan Depan akan ada Sertifikasi SPPG

0
Oplus_131072

Wartain.com || Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyusun skema sertifikasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum dalam rangka meningkatkan mutu dan keamanan pangan pada program Menu Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa proses ini dilakukan bersama Komite Akreditasi Nasional (KAN). “Kami sedang menyusun koridor sertifikasi untuk SPPG, bekerja sama dengan KAN, termasuk sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP),” ujar Dadan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (21/5/2025).

Sertifikasi ini ditujukan untuk memastikan bahwa setiap SPPG memenuhi standar kelayakan pengolahan makanan yang higienis dan aman.

Rencananya, implementasi awal sertifikasi akan dimulai pada Juni atau Juli 2025. “Ini adalah sertifikasi yang kami rancang, dan mudah-mudahan bisa diimplementasikan Juni atau Juli,” ujar dia.

Dadan mengatakan, setiap SPPG nanti akan dinilai, apakah layak atau tidak. Bahkan, bisa keluar akreditasinya: unggul, baik sekali, atau baik.

“Sehingga nanti setiap SPPG akan tersertifikasi apakah layak atau tidak, bahkan mungkin keluar akreditasinya apakah unggul, baik sekali, atau baik,” tambah dia.

Dadan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kualitas program MBG. Ia secara khusus menyoroti peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang selama ini intens melakukan pengawasan di lapangan.

“Namun, mengingat target penambahan SPPG mencapai 30.000 unit pada akhir tahun ini, saya pikir pengawasan perlu didukung anggaran yang memadai,” lanjut dia.

“Saya merekomendasikan agar anggaran BPOM ditingkatkan agar mereka dapat menginspeksi lebih banyak SPPG atau berkolaborasi dengan kami,” tegasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Komandan Dodik Bela Negara Sampaikan Pesan Mendalam bagi Siswa Pendidikan Karakter Panca Waluya

0
Oplus_131072

Wartain.com || “Hari ini bukanlah menjadi penanda berakhirnya sebuah proses pendidikan, melainkan menjadi tonggak awal dari perjalanan panjang pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara.”

Pesan tersebut disampaikan oleh Komandan Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Letkol INF Ustadi Rahmad saat Apel Pelepasan Peserta Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya di di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Lembang, Kab. Bandung Barat, Rabu (21/5/2025).

Letkol INF Ustadi mengatakan, Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan karakter membentuk pribadi yang berintegritas, tangguh, mandiri, dan cinta tanah air.

Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh dedikasi, semangat, dan kedisiplinan.

“Kalian adalah generasi unggul yang membawa semangat panca waluya, 5 kekuatan jiwa yang menjadi fondasi moral untuk Jawa Barat yang lebih istimewa,” tegasnya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat pun mengaku bangga, sekaligus terharu sedih melihat para siswa sekarang sudah menyatakan siap akan kembali menjadi warga negara yang baik, sayang kepada orang tuanya, keluarga, sekolah, dan dirinya. “Sehingga, dia akan sayang pada masa depannya. Itu yang paling penting,” ungkap Plt. Kadisdik.

Usai melaksanakan apel, rasa haru kembali menyelimuti. Berderai air mata di tengah rintik hujan, para peserta berpelukan, seakan berat berpisah setelah 18 hari menjalani hari bersama.

Ingat pesan Letkol INF Ustadi, “Pendidikan boleh berakhir, tapi pengabdian tidak mengenal batas!***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Barongsai Jadi Simbol Toleransi dan Identitas Kota Sukabumi, Ayep Zaki Kukuhkan Kepengurusan Baru FOBI

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keberagaman dan toleransi melalui jalur budaya dan olahraga. Hal ini tercermin dalam pembukaan Musyawarah Olahraga Kota (MUSORKOT) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Sukabumi yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, pada Kamis (22/5/2025) di Aula 5 Perkumpulan Tionghoa, Komplek Danalaga Square.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan FOBI bukan sekadar organisasi olahraga, tetapi juga simbol kohesi sosial di tengah kemajemukan masyarakat Sukabumi. Ia menilai barongsai sebagai ekspresi budaya yang mampu menyatukan berbagai latar belakang melalui semangat sportivitas dan kolaborasi.

“Barongsai adalah bagian dari kekayaan budaya kita, sekaligus simbol hidupnya toleransi di Kota Sukabumi. Ini bukan soal perbedaan, melainkan soal persatuan,” ujar Ayep Zaki.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas masuknya Sukabumi dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia. Dalam konteks tersebut, kegiatan olahraga seperti barongsai menjadi ruang strategis untuk merawat kebhinekaan sekaligus mencetak prestasi.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak dari unsur pemerintah, TNI-Polri, KONI, hingga komunitas Tionghoa. Kehadiran mereka menjadi penanda kuatnya sinergi lintas sektor dalam membangun iklim sosial yang inklusif dan produktif.

Momentum MUSORKOT juga dimanfaatkan sebagai ajang transisi kepemimpinan. Dalam kesempatan tersebut, Benardi resmi dikukuhkan sebagai Ketua FOBI Kota Sukabumi periode 2025–2029. Ia berkomitmen mendorong pembinaan atlet sejak usia dini serta menargetkan Sukabumi masuk jajaran 10 besar nasional dalam olahraga barongsai.

Sementara itu, Ketua Panitia, Tan Wijaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan MUSORKOT ini merupakan amanat dari organisasi tingkat provinsi dan nasional. Ia menegaskan pentingnya kesinambungan program agar barongsai di Sukabumi terus berkembang sebagai cabang olahraga yang berdaya saing sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai budaya.

Tak hanya seremoni, pembukaan MUSORKOT juga ditandai dengan pemukulan tambur barongsai oleh Wali Kota bersama pengurus baru—simbol dimulainya babak baru dalam perjalanan FOBI Kota Sukabumi.

Dengan pelaksanaan MUSORKOT ini, Sukabumi meneguhkan posisinya sebagai kota yang tidak hanya menjunjung tinggi prestasi olahraga, tetapi juga merawat harmoni sosial melalui penghargaan terhadap warisan budaya dan kebhinekaan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Rusaknya Irigasi Jentreng Lumpuhkan Pertanian, Petani di Jampangtengah Rugi Miliaran Rupiah

0

Wartain.com || Selama lima tahun terakhir, para petani di Kedusunan Leuwipendeuy dan Kedusunan Padabeunghar, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, harus menanggung kerugian besar akibat terputusnya pasokan air ke lahan pertanian. Saluran Irigasi Jentreng, yang menjadi sumber utama pengairan bagi sawah-sawah warga, rusak parah setelah diterjang banjir bandang Sungai Cimandiri pada lima tahun silam.

Akibat kerusakan tersebut, sekitar 50 hektare sawah kini tidak lagi produktif, menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar.

“Irigasi ini sangat vital. Sejak rusak karena banjir, aktivitas pertanian terhenti total. Tidak ada lagi musim tanam, lahan dibiarkan terbengkalai,” ujar Asep Kamho (52), tokoh masyarakat setempat, Kamis (22/5/2025).

Menurutnya, kerugian tersebut dihitung berdasarkan potensi hasil panen yang hilang selama lima tahun. Dalam kondisi normal, sawah-sawah di wilayah itu mampu menghasilkan sekitar 4.687,5 ton gabah setiap tahunnya, dengan asumsi tiga kali musim panen. Namun, tanpa aliran irigasi, seluruh potensi itu menguap.

“Kami bukan hanya kehilangan hasil panen, tapi juga mata pencaharian. Ini menyangkut kelangsungan hidup banyak keluarga petani,” tambah Asep.

Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani dan warga desa yang kini menuntut tindakan cepat dari pemerintah. Mereka berharap adanya langkah nyata dari pihak berwenang untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak agar sektor pertanian bisa kembali pulih.

“Lima tahun bukan waktu yang singkat. Jika terus dibiarkan, bukan hanya ekonomi lokal yang terdampak, tetapi juga ketahanan pangan daerah. Kami berharap pemerintah, baik dari tingkat kabupaten hingga pusat, segera mengambil tindakan,” tegas Asep.

Hingga kini, saluran Irigasi Jentreng belum mendapat perbaikan permanen. Warga berharap persoalan ini tidak terus diabaikan, mengingat pentingnya peran irigasi dalam menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sukabumi Economic Summit 2025: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci UMKM Tembus Pasar Global

0

Wartain.com || Kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama dalam upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sukabumi menembus pasar internasional. Hal ini mengemuka dalam gelaran Sukabumi Economic Summit 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Kampus Sukabumi, dengan mengusung tema “Sustainable Export Strategy: Penetrating Global Market with Local Innovation and Excellence.”

Acara ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas dalam satu visi: mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global dengan mengedepankan inovasi dan keberlanjutan.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir membuka acara, menegaskan pentingnya membangun sinergi kuat antar sektor untuk mewujudkan UMKM yang kompetitif. Menurutnya, pertumbuhan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan pelaku usaha semata, namun butuh dukungan menyeluruh dari semua pihak.

“Kolaborasi seperti inilah yang menjadi fondasi dalam membentuk ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Pemerintah memiliki peran dalam mendorong rebranding UMKM agar bisa tampil profesional di pasar internasional,” ujar Bobby, Kamis (22/5/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam strategi ekspor UMKM. Digitalisasi, menurutnya, tidak hanya soal teknologi, melainkan akses langsung ke konsumen global.

Dalam upaya konkret, Pemerintah Kota Sukabumi melalui dinas terkait akan melakukan proses kurasi terhadap UMKM potensial, terutama di sektor kuliner. Produk-produk terpilih akan didukung promosi secara digital melalui pembuatan video profil usaha yang akan dipublikasikan di kanal resmi media sosial Pemkot Sukabumi.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranti Rachmatillah, menggarisbawahi pentingnya nilai sosial dan keberlanjutan dalam setiap produk yang diusung untuk ekspor.

“UMKM tidak hanya dituntut memproduksi barang, tetapi juga menghadirkan nilai. Produk kita harus mampu menjadi solusi global, tanpa kehilangan identitas lokal,” kata Ranti.

Kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber nasional dari Kementerian Perdagangan, International Chamber of Commerce (ICC) Indonesia, pelaku ekspor, hingga akademisi yang membahas tema-tema krusial seperti sertifikasi ekspor, riset pasar internasional, dan strategi branding melalui media sosial.

Melalui forum ini, BSI bersama mitra lintas sektor berharap dapat membuka jalan menuju strategi ekspor yang lebih sistematis dan berkelanjutan, menjadikan UMKM Sukabumi bagian dari kekuatan ekonomi nasional yang berbasis lokal namun berorientasi global.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sekolah di Sukabumi Dibobol Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta

0

Wartain.com || Aksi pencurian kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pertanian Sukaraja yang berlokasi di Jalan Baru Sukaraja, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, menjadi sasaran pencurian pada Sabtu (17/5/2025) dini hari.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Ketua Program Keahlian Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMKN 1 Pertanian Sukaraja, Irman Suherman, menyebutkan bahwa pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perangkat teknologi dan uang tunai dari dua ruangan berbeda.

“Sebanyak sembilan unit PC All-in-One dari berbagai merek seperti One, Lenovo, dan Advan di ruang Teknik Komputer dan Jaringan raib digondol pelaku. Selain itu, satu laptop serta uang tunai antara Rp1,2 juta hingga Rp2 juta milik siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura juga ikut hilang,” jelas Irman, Kamis (22/5/2025)

Ia mengungkapkan bahwa kejadian ini sangat berdampak pada kegiatan belajar-mengajar, terutama karena saat ini siswa sedang menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Penilaian Akhir Semester. Dengan berkurangnya jumlah perangkat, pihak sekolah kini menerapkan sistem bergiliran bagi siswa yang membutuhkan komputer.

“Fasilitas ini sangat vital, khususnya bagi siswa yang tidak memiliki perangkat pribadi. Kondisi ini jelas menghambat proses pembelajaran,” tambahnya.

Diduga, pelaku memiliki pengetahuan cukup mengenai lingkungan sekolah dan mengetahui celah keamanan yang ada. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga masuk melalui jendela yang dicongkel dan bagian teralis yang dirusak. Sementara untuk ruang ATPH, pintu dirusak menggunakan alat congkel.

Sekolah seluas 2,4 hektare ini diketahui memiliki sisi pagar yang belum permanen di bagian selatan, yang diduga menjadi titik akses pelaku. Penjaga malam terakhir melakukan patroli pukul 02.00 WIB, namun saat memeriksa kembali pukul 05.00 WIB, lampu depan sudah padam dan ruang laboratorium komputer telah dibobol.

“Kami yakin pelaku sudah mengetahui titik-titik rawan dan waktu lengah penjagaan. Sebelumnya juga, barang bukti pernah ditemukan berserakan di area sawah dekat jalan raya,” tutur Irman.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Irman berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga lingkungan sekolah, terutama menjelang masa ujian.

Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukaraja, AKP Hendra Gunawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku masuk dari belakang dengan memanjat pagar kawat sebelum membobol ruang laboratorium.

“Barang yang dicuri antara lain satu laptop, lima unit PC All-in-One merek HP, dan empat unit komputer merek Advance. Selain itu, dari ruang Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, pelaku juga mengambil satu laptop merek Acer, satu proyektor, dan uang tunai sekitar Rp2,7 juta,” ungkap AKP Hendra.

Diperkirakan total kerugian mencapai Rp130 juta. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dan telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk petugas keamanan sekolah.

Sayangnya, upaya identifikasi pelaku mengalami kendala karena seluruh kamera pengawas (CCTV) di lingkungan sekolah tidak berfungsi setelah tersambar petir beberapa waktu lalu.

“Kami menduga pelaku lebih dari satu orang, kemungkinan merupakan komplotan spesialis pencurian di sekolah. Barang-barang yang dicuri juga bukan barang umum, melainkan perangkat khusus untuk keperluan pendidikan, sehingga tidak mudah dijual bebas,” pungkasnya.

Pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan Tim Resmob Polres Sukabumi Kota dan Satreskrim guna mengejar pelaku. Kasus ini menjadi kali kedua SMKN Pertanian 1 Sukaraja mengalami pencurian setelah kejadian serupa pada tahun 2022 lalu.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sat Polairud Polres Garut Periksa Kapal Batubara yang Lego Jangkar

0

Wartain.com || Sebuah kapal tongkang bermuatan batubara dengan nama Premium Bahari dilaporkan lego jangkar di perairan Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah perairan selatan Jawa Barat. Rabu (21/05/2025).

Kapal yang dioperasikan oleh PT. Pelayaran Nasional Bina Buana Raya ini bertolak dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung pada 17 Mei 2025 pukul 20.23 WIB dengan tujuan akhir PLTU Pelabuhan Cilacap.

Namun, saat memasuki wilayah perairan selatan Tasikmalaya pada Selasa, 20 Mei 2025, kapal mengalami kondisi cuaca buruk yang membahayakan keselamatan pelayaran.

Berdasarkan pertimbangan keselamatan, nakhoda kapal, Dani Herdiana (45), memutuskan untuk memutar haluan ke arah barat dan berlindung di Teluk Cilautereun, Garut Selatan.

Kapal akhirnya lego jangkar di titik koordinat -7°651’889” S 107°679’840” E atau sekitar 0,7 mil laut dari bibir pantai Santolo pada Rabu, 21 Mei 2025 pukul 09.45 WIB.

Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut segera melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut.

Kegiatan pengecekan melibatkan lima personel Satpolairud, satu petugas dari Dinas Perikanan Kabupaten Garut, satu petugas dari SDKPWS, serta satu petugas dari Dinas Perhubungan Laut Kabupaten Garut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa kapal Premium Bahari memiliki tonase 1.059 GT dan membawa muatan batubara seberat 10.059,010 metrik ton.

Kapal diawaki oleh 19 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan seluruh dokumen pelayaran seperti Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan surat laut dinyatakan lengkap dan sah.

“Tidak ditemukan pelanggaran dalam pemeriksaan. Kapal hanya berlindung sementara akibat cuaca ekstrem,” ujar Kasat Polairud Polres Garut.

Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa mereka telah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan dan tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal selama berada di perairan Garut.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tiga Orang Pelaku Peredaran Narkotika Berhasil Diamankan Polres Garut

0

Wartain.com || Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu, Tiga orang pelaku berhasil diamankan dalam operasi yang dilakukan di dua lokasi berbeda pada Rabu (21/05/2025).

Kapolres Garut melalui Kasat Narkoba AKP Usep Sudirman, S.H. mengatakan bawah ketiga pelaku yakni TF (42), GW (38), dan RE (42), ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan berdasarkan laporan polisi.

Penangkapan pertama dilakukan sekitar di Jln. Soekarno-Hatta, Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.

Dari tangan TF (42) dan GW (38), polisi menyita satu paket sabu yang disembunyikan dalam bungkus rokok bekas, handphone, serta bukti percakapan di aplikasi WhatsApp.

Mereka mengaku sebagai kurir yang diperintahkan oleh pelaku utama, RE (42).

Penangkapan selanjutnya dilakukan di Jln. HMS Mintareja, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Polisi menggerebek kediaman RE (42) dan menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk mengemas dan mengkonsumsi narkotika, seperti timbangan digital, alat hisap sabu (bong), plastik klip, pipet kaca pyrex, dan sejumlah barang lainnya.

Dalam hasil interogasi, RE (42) mengakui bahwa sabu yang disita dari kedua rekannya merupakan miliknya.

Ia juga mengaku telah empat kali mendapatkan sabu dari seseorang bernama Abang (DPO) untuk diedarkan kembali.

“Dari aktivitasnya ini, RE (42) mengaku meraup keuntungan hingga Rp2,5 juta untuk setiap 5 gram sabu yang berhasil dijual, Ketiga pelaku juga mengakui mengkonsumsi sabu secara gratis sebagai bentuk imbalan.” Ujar Kasat Narkoba.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

“Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan terhadap jaringan dan asal-usul narkotika yang diperoleh dari pelaku,” pungkas Kasat Narkoba.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wabup Andreas Hadiri Paripurna DPRD Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mewakili Bupati H Asep Japar menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap nota pengantar Bupati atas Raperda tentang RPJMD kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029. Paripurna berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/5/2025).

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali. Dalam rapat ini seluruh fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum mereka terhadap Raperda secara lisan maupun tertulis.

Penyampaian pandangan umum dimulai oleh Fraksi Partai Golkar, disusul secara berurutan oleh Fraksi Partai Gerindra, PKS, PDIP, PKB, Demokrat, serta PPP. Masing-masing fraksi memberikan masukan, tanggapan, serta saran atas Raperda tersebut.

Selanjutnya, seluruh pandangan umum fraksi akan dijawab secara resmi oleh Bupati dalam agenda Rapat Paripurna selanjutnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)