26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 14, 2026
Beranda blog Halaman 578

Tiga Orang Pelaku Peredaran Narkotika Berhasil Diamankan Polres Garut

0

Wartain.com || Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu, Tiga orang pelaku berhasil diamankan dalam operasi yang dilakukan di dua lokasi berbeda pada Rabu (21/05/2025).

Kapolres Garut melalui Kasat Narkoba AKP Usep Sudirman, S.H. mengatakan bawah ketiga pelaku yakni TF (42), GW (38), dan RE (42), ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan berdasarkan laporan polisi.

Penangkapan pertama dilakukan sekitar di Jln. Soekarno-Hatta, Desa Gandamekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.

Dari tangan TF (42) dan GW (38), polisi menyita satu paket sabu yang disembunyikan dalam bungkus rokok bekas, handphone, serta bukti percakapan di aplikasi WhatsApp.

Mereka mengaku sebagai kurir yang diperintahkan oleh pelaku utama, RE (42).

Penangkapan selanjutnya dilakukan di Jln. HMS Mintareja, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Polisi menggerebek kediaman RE (42) dan menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk mengemas dan mengkonsumsi narkotika, seperti timbangan digital, alat hisap sabu (bong), plastik klip, pipet kaca pyrex, dan sejumlah barang lainnya.

Dalam hasil interogasi, RE (42) mengakui bahwa sabu yang disita dari kedua rekannya merupakan miliknya.

Ia juga mengaku telah empat kali mendapatkan sabu dari seseorang bernama Abang (DPO) untuk diedarkan kembali.

“Dari aktivitasnya ini, RE (42) mengaku meraup keuntungan hingga Rp2,5 juta untuk setiap 5 gram sabu yang berhasil dijual, Ketiga pelaku juga mengakui mengkonsumsi sabu secara gratis sebagai bentuk imbalan.” Ujar Kasat Narkoba.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

“Saat ini, ketiga tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolres Garut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan terhadap jaringan dan asal-usul narkotika yang diperoleh dari pelaku,” pungkas Kasat Narkoba.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wabup Andreas Hadiri Paripurna DPRD Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mewakili Bupati H Asep Japar menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap nota pengantar Bupati atas Raperda tentang RPJMD kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029. Paripurna berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/5/2025).

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali. Dalam rapat ini seluruh fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum mereka terhadap Raperda secara lisan maupun tertulis.

Penyampaian pandangan umum dimulai oleh Fraksi Partai Golkar, disusul secara berurutan oleh Fraksi Partai Gerindra, PKS, PDIP, PKB, Demokrat, serta PPP. Masing-masing fraksi memberikan masukan, tanggapan, serta saran atas Raperda tersebut.

Selanjutnya, seluruh pandangan umum fraksi akan dijawab secara resmi oleh Bupati dalam agenda Rapat Paripurna selanjutnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sekda Ade Suryaman Buka STQ dan Rekrutmen Potensi Tilawah Al Quran 

0

Wartain.com || Sekda Ade Suryaman membuka Acara Seleksi Tilawatil Quran ( STQ) dan Rekrutmen Potensi Tilawah Al Quran. Acara berlangsung di Ponpes Darul Huffah Al Matin Sukaraja, Kamis, 22 Mei 2025.

Ketua Panitia penyelenggara KH. Maftukhin Ahmad menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan untuk menjaga etika dan moral generasi bangsa melalui ajaran Al-Quran.

“Kegiatan: STQ merupakan seleksi peserta untuk mengikuti lomba tilawah, tahfidz, dan cabang lain dari ajaran Al-Quran., yang akan dilaksanakan di Soreang Bandung dari tanggal 14 S.d 22 Juni 2025,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda mengatakan Adanya kegiatan STQ menunjukkan besarnya komitmen pemkab sukabumi terhadap pembangunan etika moral spiritual sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya generasi muda.

Sekda Ade Suryaman Buka STQ dan Rekrutmen Potensi Tilawah Al Quran  (foto : Istimewa)

”STQ ini setiap dua tahun sekali dan dilaksanakan di Ponpes Darul Hufadh Al Matin Sukaraja dan kegiatan ini sesuai dengan Visi Kabupaten Sukabumi Mubarakah melalui Misi Ke 3 yaitu Membangun Sumberdaya Manusia yang unggul berbudaya Berbasis Iptek dan Imtaq,” ungkapnya.

Menurut Sekda yang paling penting adalah bagaimana mendidik anak supaya mencintai, memahami, dan mengimplementasikan Al Quran.

Sekda meyakini kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk memasyarakatkan nilai-nilai Al Quran ditengah arus modernisasi.

“Saya berharap STQ ke ini berjalan dengan baik, lancar kemudian akan terseleksi peserta sesuai dengan pedoman yang berlaku dan dapat mewakili Kabupaten Sukabumi ke tingkat Jawa Barat,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Salam Damai Indonesia Maju, Majelis Dzikir Merah Putih Menyapa Seluruh Rakyat Indonesia

0

Oleh : Ikin Abdurrahman/Direktur Majelis Dzikir Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih

Bagian Ketiga

Wartain.com || Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm memiliki arti dasar ‘kelembutan, kehalusan dan kasih sayang’. Sedangkan menurut al-Ashfihani dalam Mufradât Alfâdzh al-Qur’an, kata rahmat berarti ‘kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi’. Terkadang rahmat hanya khusus berarti ‘kelembutan’. Kadang juga hanya berarti ‘berbuat baik’.

Pada dasarnya rahmat (kasih sayang) itu berasal dari Tuhan Maha Pengasih Penyayang (al-Rahmân al-Rahim). ALLAH SWT adalah sumber rahmat (kasih sayang) yang tersebar di alam semesta ini. ALLAH SWT mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang) QS al-Anʻam [6] : 12. Dalam Shahîh al-Bukhârî melalui jalur Abu Hurairah RA, Nabi Besar Muhammad SAW pernah menyatakan, Pada hari penciptaannya, ALLAH SWT menciptakan seraus (100) rahmat (kasih sayang). Sembilan puluh Sembilan (99) rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh ALLAH SWT untuk disimpan. Hanya satu (1) rahmat saja yang disebarkan oleh ALLAH SWT bagi seluruh makhluknya. Sementara menurut Shahîh Muslim dari Salman al-Farisi, satu (1) rahmat itu disebar di muka bumi sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain. Lalu Sembilan puluh Sembilan (99) rahmat sengaja ditahan oleh ALLAH SWT untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat.

Sebagaimana umumnya sejumlah kata-kata yang termuat al-Quran mempunyai makna lebih dari satu atau sering disebut dalam ilmu tafsir dan ulum al-Quran sebagi musytarak lafdzhî. Dalam al-Quran, kata rahmat disebutkan sebanyak seratus empat puluh lima kali (145x). Kesemuanya mempunyai beragam makna sesuai dengan konteks pembicaraannya. Setidaknya tidak kurang dari empat belas (14) makna bagi rahmat. Diantaranya sebagai berikut :

Pertama, rahmat bermakna agama Islam

Makna ini bisa kita dapati dalam QS al-Insan [76] : 31, QS al-Syura [42] : 8, QS al-Fath [48] : 25, QS al-Baqarah [2] : 105, dan QS Ali Imran [3] : 74. Arti pertama ini secara langsung menyiratkan sebuah pesan bahwa agama Islam itu ada untuk rahmat ‘kasih sayang’ terhadap alam semesta. Sehingga tidaklah heran jika kita sering mendengarkan jargon Islâm Rahmatan lil ʻÂlamîn. Menariknya kata rahmat yang berarti Islam ini pasti bersandar pada kata ganti orang ketiga yang kembali kepada ALLAH SWT, sehingga pasti berarti rahmat-Nya. Jadi agama Islam adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya SWT.

Kedua, rahmat bermakna surga

Salah satu kasih sayang (rahmat) ALLAH SWT adalah surga. Bahkan secara jelas dalam riwayat Ahmad dari Jabir dan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa penduduk surga dapat masuk surga semata-mata hanya karena rahmat-Nya. Kata rahmat dalam al-Quran yang berarti surga bisa kita jumpai dalam QS Ali Imran [3] : 107, QS al-Nisa’ [4] : 175, QS al-Jatsiyah [45] : 30, QS al-Baqarah [2] : 218 dan QS al-ʻAnkabut [29] : 23.

Ketiga, rahmat berarti hujan

Barangkali sering mendengar ungkapan hujan merupakan rahmat Tuhan. Bisa jadi itu benar adanya, sebab dalam berbagai riwayat sangat dianjurkan untuk banyak berdo’a saat hujan turun. Saat turun hujan merupakan salah satu waktu mudah untuk dikabulkannya do’a. Tentu keterkaitan antara rahmat dengan terkabulnya sangatlah erat. Selain itu hujan adalah salah satu bentuk kasih sayang ALLAH SWT bagi sebagian besar makhluknya mulai tanah, manusia, tumbuhan hingga hewan. Keberlangsungan kehidupan mereka semua bergantung pada air yang diturunkan oleh-Nya. Kata rahmat yang berarti hujan dalam al-Quran antara lain : QS al-A’raf [7] : 57, QS al-Furqan [25] : 48, QS al-Syura [42] : 28, QS al-Rum [30] : 50, dan QS al-Rum [30] : 46.

Keempat, rahmat berarti kenabian

Keberadaan seorang nabi menjadi kebutuhan umat manusia dalam lintas masa. Kedatangan nabi menjadi sebuah rahmat bagi alam semesta khususnya manusia untuk keluar dari kegelapan hati dan akal. Ada dua kata rahmat yang berarti nabi yakni QS Shad [38] : 9, QS al-Zukhruf [43] : 32.

Kelima, rahmat bermakna nikmat

Senada dengan keterangan al-Ashfihani, jika rahmat disandarkan pada ALLAH SWT maka berarti nikmat dan karunia-Nya. Sedangkan jika disandarkan pada manusia dan makhluk berarti kelembutan dan kasih sayang. QS Maryam [19] : 2, QS al-Kahf [18] : 65.

Keenam, rahmat berarti al-Quran

Sebagaimana keberadaan nabi membawa rahmat, al-Quran turun membawa rahmat bagi semua terkhusus bagi umat Mukmin yang takwa. Seperti dalam QS al-Isra’ [17] : 82, Kami turunkan dari al-Quran sesuatu yang dapat menyembuhkan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sama halnya dalam QS Yunus [10] : 58, dan QS Yusuf [12] : 111.

Ketujuh, rahmat bermakna rizqi

Seperti dalam QS al-Isra’ [17] : 100, Katakanlah jikalau kalian memiliki simpanan rizqi Tuhanku. Begitu halnya dalam QS Fathir [35] : 2, QS al-Isra’ [17] : 28, QS al-Kahf [18] : 16 dan QS al-Kahf [18] : 10.

Kedelapan, rahmat berarti pertolongan dan kemenangan

Seperti dalam QS al-Ahzab [33] : 17, Katakanlah apakah ada yang mampu menjaga kalian dari ketentuan ALLAH, jika DIA menghendaki keburukan (kekalahan) bagi kalian atau menghendaki rahmat (pertolongan dan kemenangan).

Kesembilan, rahmat bermakna sehat dan afiyat

Seperti dalam QS al-Zumar [39] : 38, Jika ALLAH menghendaki bagiku kesehatan (rahmat) apakah ada yang dapat menghalangi kesehatan (rahmat) dari-Nya.

Kesepuluh, rahmat berarti cinta

Seperti dalam QS al-Hadid [57] : 27, Kami telah menjadikan belas kasih dan cinta (rahmat) dalam hati-hati orang-orang yang mengikutinya. Begitu juga dalam QS al-Fath [48] : 29.

Kesebelas, rahmat bermakna keimanan

Contohnya dalam QS Hud [11] : 28, Dia mendatangkan bagiku keimanan (rahmat) dari sisi-Nya. Sama halnya dalam QS Hud [11] : 63.

Kedua belas, rahmat berarti taufik (pertolongan untuk amal kebaikan)

Seperti dalam QS al-Baqarah [2] : 64, Kalau bukan karena karunia dan rahmat (taufik) ALLAH, kalian akan menjadi orang-orang merugi. Begitu juga dalam QS al-Nisa’ [4] : 83, QS al-Nur [24] : 10, QS al-Nur [24] : 14, QS al-Nur [24] : 20 dan QS al-Nur [24] : 21.

Ketiga belas, rahmat berarti Nabi Isa AS

Ini dalam firman Allah swt QS Maryam [19] : 21, Agar kami menjadi penciptaannya sebagai tanda-tanda bagi manusia dan rahmat dari kami.

Keempat belas, rahmat bermakna Nabi Besar Muhammad SAW.

Seperti firman Allah swt QS al-Anbiya’ [21] : 107, Tidaklah kami mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.

Terma rahmat dengan pendekatan kontekstual, dapat diambil kesimpulan bahwa makna rahmat yang memiliki makna asal atau makna dasar rahmat, karunia, berkah, kemurahan, belas kasihan, kemurahan hati, rasa kasihan, empati, simpati, kelembutan hati, ampunan, lemah lembut, kasih sayang, dan kebaikan. Rahmat memiliki makna kontekstual sebagai berikut :

*1) Ra’fah (kasih sayang)* , memiliki tendensi makna kasih sayang ALLAH terhadap makhluk-Nya di dunia, kasih sayang ALLAH terhadap makhluk-Nya di akhirat, dan kasih sayang kepada sesama makhluk. Makna Rahmat dalam Al-Quran yaitu solusi dari berbagai macam persoalan hidup. Diantaranya surah Al-Baqarah 157. Ada keterkaitan pada ayat 155 dan 156. Dan solusinya ada di ayat 157. Sabarnya pada ayat 156. Maka pada ayat 157 yaitu tentang rahmat-Nya.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 155-157)

Rahmat yang pertama adalah solusi berbagai macam masalah kehidupan, seperti kegelisahan, kesulitan dalam rumah tangga, takut akan rasa lapar, kekurangan harta, ditimpa sakit, dan sebagainya. Dalam hidup kita pasti diuji, namun kata ALLAH adalah yang pertama harus dilakukan yaitu sabar dulu. Mohon kepada ALLAH agar diberi kesabaran.

*2) Maghfirah (ampunan)* , memiliki tendensi makna pengampunan ALLAH yang diberikan kepada orang yang melakukan dosa, pengampunan sebagai dispensasi (kemudahan). Makna Rahmat dalam Al-Quran sebagai ampunan dari dosa yang berlebih sebagaimana disebutkan dalam surah Az-Zumar ayat 53.
“Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah atau dosa. Boleh jadi yang menghambat rizqi itu adalah dosa, yang menghambat perbuatan baik itu dosa. Maka yang terbaik adalah datang ke masjid dan dirikan shalat. Karena itu ALLAH SWT amat mencintai pelaku maksiat yang ingin bertaubat, statusnya naik lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tentang Rahmat ALLAH. Karena itu jika salah, jangan pernah merasa malu untuk kembali meminta kebaikan kepada ALLAH SWT.

*3) Rahmat memiliki tendensi makna nikmat rizqi* , nikmat al-Qur’ân (wahyu), nubuwwah (kenabian) dan petunjuk (hidayah), nikmat iman. Makna Rahmat dalam Al-Quran dengan pengertian kasih sayang yang memudahkan jalan-jalan kehidupan baik dunia hingga akhirat. Semua pasti ingin dapat kemudahan. Kasih ALLAH yang memberikan kemudahan disebut dengan “Ar-Rahman”. Kasih ALLAH yang memberikan kelapangan akhirat disebut dengan “Ar-Rahim”. Itu kita baca setiap hari dalam Bismillaahirrahmaanirrahiim. Maka ketika masuk ke dalam masjid, mintalah kepada ALLAH.”Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat ALLAH. Sesungguhnya, Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya DIA-lah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka, kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya adzab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan.” (QS az-Zumar [39] : 53-54)

Melalui tiga (3) aspek pokok makna rahmat dalam Al-Quran tersebut, kita dapat memahami bahwa rahmat ALLAH melibatkan solusi atas segala permasalahan hidup, ampunan atas dosa yang berlebih dan tentang kasih sayang ALLAH SWT. Menyadari akan rahmat ALLAH SWT ini menginspirasi umat Islam untuk senantiasa bersyukur, bertaqwa, dan menjalani kehidupan dengan penuh rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Rahmat ALLAH adalah cahaya inspiratif yang menerangi hati dan memberikan makna sejati bagi kehidupan umat manusia.

Dalam kehidupan yang serba cepat ini, kita sering kali terlena dan melupakan betapa besar rahmat ALLAH SWT yang melingkupi kita. Kita terjebak dalam rutinitas harian, terfokus pada masalah-masalah kecil, hingga luput dari menyadari bahwa setiap detik yang kita lalui sebenarnya adalah anugerah rahmat dari ALLAH.
Dalam Surah Tāhā ayat 52, ALLAH mengingatkan kita :

قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي فِي كِتَابٍ ۖ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنسَى

“Dia (Musa) berkata : ‘Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, dalam sebuah kitab; Tuhanku tidak akan salah atau lupa.’” (QS. Tāhā : 52)

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita telah tercatat dalam Lauh Mahfuz, sebuah kitab yang berada di sisi ALLAH. Tidak ada yang terlewatkan, tidak ada yang dilupakan. Ini menunjukkan betapa sempurnanya pengetahuan ALLAH tentang makhluk-Nya, termasuk segala bentuk rahmat yang telah DIA berikan kepada kita.

Rahmat ALLAH adalah manifestasi dari cinta-Nya yang tak terbatas kepada makhluk-Nya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW Bersabda :

لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابٍ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي

“Ketika ALLAH menetapkan penciptaan makhluk, Dia menulis di dalam Kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas Arasy, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang ALLAH selalu lebih besar daripada kemurkaan-Nya. ALLAH senantiasa membuka pintu rahmat-Nya untuk hamba-hamba-Nya, bahkan saat kita berbuat dosa dan kesalahan. Rahmat-Nya tidak mengenal batas, dan Dia selalu siap untuk mengampuni dan memberikan kasih sayang-Nya kepada mereka yang bertaubat.

Namun, sering kali kita melupakan rahmat ALLAH ini. Salah satu alasannya adalah karena kita terlalu fokus pada masalah-masalah duniawi. Ketika menghadapi kesulitan atau cobaan, kita cenderung merasa bahwa ALLAH jauh dari kita. Padahal, di balik setiap ujian, ada rahmat yang tersembunyi. ALLAH tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, bahkan ketika kita merasa terpuruk. Kita hanya perlu membuka hati dan melihat dengan mata iman bahwa setiap cobaan adalah bagian dari rencana ALLAH yang penuh kasih sayang.

Selain itu, kita juga sering kali terbuai oleh kenikmatan dunia yang fana. Ketika kita diberikan nikmat, kita merasa bahwa itu adalah hasil dari usaha kita sendiri, bukan pemberian rahmat dari ALLAH. Padahal, setiap nikmat yang kita terima, sekecil apapun itu, adalah bukti nyata dari rahmat ALLAH. Dalam Al-Qur’an, ALLAH berfirman :

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya ALLAH benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)

Rahmat ALLAH tidak hanya hadir dalam bentuk kenikmatan, tetapi juga dalam bentuk ujian. Terkadang, ALLAH menguji kita dengan kesulitan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Dalam setiap air mata yang jatuh, dalam setiap cobaan yang kita hadapi, ada rahmat ALLAH yang terselubung, yang bertujuan untuk membersihkan dosa-dosa kita dan meningkatkan derajat kita di hadapan-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan yakin bahwa segala sesuatu yang datang dari ALLAH pasti membawa kebaikan.

Betapa sering kita menerima nikmat ALLAH tanpa mensyukurinya. Setiap pagi kita bangun dari tidur, menikmati udara segar, dan merasakan kesehatan, tetapi seberapa sering kita merenung dan berterima kasih kepada ALLAH atas rahmat-Nya yang tiada henti ? ALLAH SWT berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim : 7)

Kita perlu merenung sejenak, mengingat bahwa setiap detik hidup kita adalah bukti dari rahmat ALLAH. Mari kita belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan, baik ketika kita menerima nikmat maupun ketika kita menghadapi ujian, karena dalam setiap peristiwa, ALLAH selalu menyertakan rahmat-Nya.

Luasnya rahmat ALLAH tidak pernah berkurang, bahkan saat kita menjauh dari-Nya. ALLAH selalu membuka pintu rahmat-Nya bagi siapa saja yang ingin kembali. Jangan biarkan diri kita terlena oleh godaan dunia hingga melupakan betapa besar kasih sayang-Nya. Setiap kali kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah bahwa ALLAH, dengan rahmat-Nya, selalu dekat, menunggu kita untuk kembali dan bersandar kepada-Nya. ALLAH berfirman :

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf : 156)

Marilah kita selalu mengingat dan mensyukuri rahmat ALLAH, karena hanya di bawah naungan rahmat-Nya kita akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan sejati.

*Pelajaran yang dapat kita petik (fawaid) dari dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits tersebut di atas sebagai berikut :*
*1) Rahmat ALLAH adalah Cinta yang Tak Pernah Berkurang* . Kita Tidak Boleh Melupakan Rahmat ALLAH. Rahmat ALLAH Ada dalam Setiap Ujian dan Nikmat. Dengan sedikit renungan tafakur niscaya kita bias menghargai dan mensyukuri Rahmat ALLAH. Rahmat ALLAH berarti kasih sayang atau belas kasih dari ALLAH kepada semua makhluk-Nya. Rahmat ALLAH ini mencakup berbagai bentuk, seperti kasih sayang yang diberikan kepada manusia, anugerah di dunia, dan bahkan pertolongan di akhirat. Rahmat ALLAH adalah bukti keagungan dan kebesaran-Nya, serta menunjukkan bahwa ALLAH adalah Tuhan yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) dan Maha Penyayang (Ar-Rahim).
*2) Orang yang mendapatkan rahmat ALLAH memiliki beberapa ciri-ciri yang menonjol* . Beberapa di antaranya adalah memiliki ketaqwaan yang kuat, hati yang tenang, kecintaan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta sikap dermawan. Selain itu, mereka juga cenderung menjauhi maksiat, menjaga hubungan baik dengan sesama, tawakal, syukur, dan konsisten dalam beribadah. Dengan memiliki ciri-ciri tersebut, seseorang diharapkan dapat merasakan rahmat ALLAH dalam kehidupan sehari-hari dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
*3) Rahmat merupakan kata dalam bahasa Arab yang memiliki makna luas dan penting, terutama dalam konteks keagamaan dan spiritual, khususnya dalam Islam.* Rahmat dalam konteks bahasa Indonesia, adalah kata yang mengandung makna kasih sayang dan kebaikan yang melimpah. Cakupan luas pengertian Rahmat dalam Islam (1) Kasih Sayang dan Belas Kasihan Secara umum, rahmat dapat diterjemahkan sebagai kasih sayang atau belas kasihan. Hal ini mencakup rasa sayang dan perhatian ALLAH SWT yang bersifat melimpah kepada ciptaan-Nya. (2) Kebaikan dan Kemurahan. Rahmat juga mencakup ide kebaikan dan kemurahan ALLAH terhadap makhluk-Nya. ALLAH dianggap sebagai Sumber Rahmat yang penuh kasih sayang dan penuh kemurahan. (3) Pengampunan dan Perlindungan. Dalam Islam, rahmat ALLAH melibatkan pengampunan dan perlindungan. ALLAH, yang Maha Pengampun, memberikan rahmat-Nya kepada mereka yang bertobat dan memohon ampun. (4) Panduan dan Petunjuk. Rahmat ALLAH juga terwujud dalam bentuk panduan dan petunjuk yang diberikan kepada manusia. Dalam Al-Qur’an, ALLAH menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi umat manusia. (5) Nikmat-Nikmat Dunia dan Akhirat. Rahmat ALLAH mencakup nikmat-nikmat yang diberikan kepada manusia, baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Semua nikmat yang diterima manusia dapat dianggap sebagai ekspresi dari rahmat ALLAH. (6) Sifat ALLAH “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim” adalah dua nama ALLAH yang berasal dari akar kata yang sama dengan “rahmat.” Kedua nama ini sering diterjemahkan sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menggarisbawahi sifat-sifat kasih sayang dan belas kasihan ALLAH. Rahmat ALLAH dianggap sebagai sifat yang sangat penting dan melibatkan segala aspek kehidupan manusia. Misalnya, ketika seseorang mengucapkan frase seperti “Bismillah ar-Rahman ar-Rahim” sebelum memulai suatu tindakan atau membaca Al-Qur’an.
*4) Arti pentingnya berperan aktif menyebarkan dan menyuburkan Rahmat ALLAH dalam Kehidupan sehari-hari :* (1) Empati dan Belas Kasihan. Rahmat juga dapat dimaknai sebagai sikap empati dan belas kasihan terhadap sesama. Ketika seseorang menunjukkan rahmat, mereka mencoba memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. (2) Keteladanan dalam Tindakan Baik. Menjadi pribadi yang penuh rahmat juga mencakup melakukan tindakan-tindakan baik dan membantu sesama. Ketika seseorang memberikan bantuan atau pertolongan, mereka menyebarkan rahmat di sekitarnya. (3) Pemersatu Masyarakat. Menyebarkan rahmat memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat. Ketika individu-individu menerapkan rahmat dalam tindakan dan sikap mereka, tercipta lingkungan yang kondusif penuh kebaikan dan kerjasama. (4) Memberikan Arti pada Hidup. Menerapkan rahmat memberikan arti pada hidup. Melalui tindakan-tindakan rahmat, seseorang dapat merasa memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup orang lain. Dalam menerbar rahmat, kita menemukan konsep faktual yang mengandung kebaikan, kasih sayang, dan pertolongan yang mencakup realitas kehidupan sehari-hari.

*5) Ada tiga (3) cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh rahmat ALLAH SWT :* (1) Menjadikan rahmat sebagai Sifat Diri. Seseorang yang ingin mendapatkan rahmat ALLAH harus mencerminkan sifat kasih sayang dalam kehidupannya. (2) Berusaha Taat kepada ALLAH dan Rasul-Nya. (3) Berusaha Menjadi Orang Baik dalam berbagai lintas pergaulan dan interaksi sosial, berfikir positif dan selalu memulai tegur sapa terhadap orang lain dengan ucapan salam damai Islam, “Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu…dan seterusnya seperti dalam uraian bagian pertama.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Momen Pelepasan Siswa Pendidikan Karakter Panca Waluya, Dan Rindam III Siliwangi : Lupakan Masa Lalu, Songsong Masa Depan yang Cerah

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ya, motivasi tersebut disampaikan oleh Komandan Rindam (Dan Rindam) III Siliwangi, Kolonel INF Raden Nashurl Fathurrohman kepada seluruh peserta Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya dalam kegiatan Api Semangat Bela Negara di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi Lembang, Kab. Bandung Barat, Selasa (20/5/2025) malam.

Suasana haru pun menyeruak. Di tengah api unggun yang menyala, para siswa satu per satu menciumi sang Merah Putih, diiringi lagu dan untaian kata yang menyentuh hati.

Dan Rindam pun mengajak seluruh peserta untuk betul-betul meresapi, menghayati kegiatan yang dilakukan malam itu.

“Kita sudah melalui hari yang sangat luar biasa. Kalian sudah menjalankan berbagai kegiatan di sini. Untuk itu, mari kita sama-sama menjadikan ini momentum bersejarah dalam hidup kita,” ujarnya.

Ia pun mengimbau para siswa agar tidak terus terbebani bayang-bayang hitam masa lalu. “Yang sudah terjadi jangan sampai terus membayangi masa depan kalian. Harapan kita, hendaknya kalian jauh lebih baik setelah pembinaan di Dodik Rindam III Siliwangi,” pesannya.

Ia juga berharap, setelah kembali ke tempat masing-masing, para siswa membawa semangat baru, harapan yang cerah, dan optimisme tinggi.

“Ingat, apa yang sudah kalian dapatkan di sini adalah sebagai bekal ke depan. Insya Allah, kalian akan menjadi orang-orang yang berhasil di dunia dan akhirat. Yakinilah, optimis kalian akan meraih cita-cita dan menjadi harapan besar orang tua, bangsa, dan negara,” ucapnya.

Tak lupa, Dan Rindam pun mengucapkan terima kasih kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat beserta jajaran.

“Kami sangat terhormat dan bangga bisa menjadi bagian dari masa depan Adik-adik di sini. Saya ingin melihat Adik-adik ini menjadi orang-orang sukses dan berhasil,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Gelar Rakor PPID dan SP4N Lapor 

0

Wartain.com || Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Koordinasi PPID dan Pejabat Penghubung Pengaduan SP4N Lapor yang dihadiri oleh seluruh Sekretaris Dinas dan Perangkat Daerah Kabupaten Sukabumi. Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, 21 Mei 2025.

Maksud dan tujuan dilaksanakannya Rapat Koordinasi PPID dan Pejabat Penghubung Pengaduan SP4N Lapor untuk menyamakan persepsi dan pemahaman seluruh pihak terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Dalam konteks pemerintahan yang semakin terbuka.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Sukabumi, sekaligus PPID Utama, Mubtadi Latip menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan tugas khususnya pada pelayanan informasi publik, tentu tidak dapat bekerja secara optimal tanpa dukungan penuh dari seluruh rekan-rekan di perangkat daerah.

Terlebih saat ini, dinamika media sosial menunjukkan pola komunikasi yang mengharuskan jajaran pemerintah meningkatkan kinerja, membutuhkan kecepatan respon, serta kualitas informasi yang disajikan kepada publik.

“Saya tidak dapat bekerja dengan optimal apabila tidak dibantu dengan rekan-rekan perangkat daerah semua. Saat ini komentar di media sosial cenderung negatif, sehingga kita harus bisa mengoptimalkan kinerja. Karena itu Mari kita sama kan persepsi serta optimalkan peran aktif dari PPID sekalian,” ucapnya.

 

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Gelar Rakor PPID dan SP4N Lapor  (foto : Istimewa)

Ditegaskan bahwa tugas di lembaga publik harus dijalankan dengan tanggung jawab. Terutama di era digital, jajaran birokrasi dituntut peka dalam mengelola informasi, tetap sesuai aturan, dan mampu merespons publik dengan tepat di berbagai media.

“Sesuai dengan arahan pimpinan, pekerjaan di lembaga publik. Di era sekarang, informasi terlebih di media sosial sudah tidak ada batasan, kita harus lebih peka dengan tidak meninggalkan aturan yang ada dalam mengelola informasi, menjawab pertanyaan publik baik di media massa maupun media sosial,” ujarnya.

Mubtadi latip menegaskan bahwa warga negara memiliki hak untuk memperoleh informasi publik sebagai bagian dari keterbukaan dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

“Semua warga negara itu berhak untuk memperoleh informasi publik. Terutama dari kita sebagai Perangkat Daerah,” tegasnya.

Selanjutnya Mubtadi Latip juga mengajak seluruh perangkat daerah Kabupaten Sukabumi untuk terus bersinergi dan samakan persepsi untuk dapat mengelola setiap permohonan informasi atau keberatan yang diajukan oleh masyarakat.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Inilah Lima Kewajiban Rakyat Kepada Pemimpin!

0
Oplus_131072

Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar.

Wartain.com || Dalam Islam, bukan hanya pemimpin saja yang memiliki kewajiban untuk melayani dan mensejahterakan rakyat. Namun rakyat juga memiliki kewajiban yang harus ditunaikan kepada pemimpinnya. Secara umum, ada lima kewajiban yang harus dilakukan oleh rakyat kepada pemimpinnya, sebagaimana berikut:

1. Menta’ati Pemimpin

Mentaati pemimpin termasuk kewajiban bagi seluruh rakyat. Seluruh perintah dan kebijakan pemimpin harus didengar dan ditaati, selama tidak menyuruh maksiat kepada Allah SWT. Dalam QS. An-Nisa’ (4: 59) Allah SWT berfirman yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan ulil amri di antara kamu.” (QS An-Nisa: 59)

Imam Nawawi mengatakan bahwa ketaatan kepada pemimpin adalah wajib, kecuali jika mereka memerintahkan untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah. (Raudlatut Thalibin, 3/233)

2. Memberikan Nasihat

Seorang pemimpin adalah Manusia juga yang mungkin melakukan khilaf atau kekeliruan, Jika hendak menasehati pemimpin karena ada kebijakan yang salah dan merugikan rakyat, maka hendaknya dilakukan dengan menasihatinya dengan cara yang baik, sopan dan bijak. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Agama adalah nasihat.” (HR. Muslim)

Dalam hal ini, Imam Ghazali mengatakan bahwa memberikan nasihat kepada pemimpin adalah kewajiban bagi rakyat, dan harus dilakukan dengan cara yang sopan dan bijak. (Ihya’ Ulumuddin, 2/324)

3. Melakukan Bela negara (Jihad)

Jika Negara dalam keadaan genting terlebih jika ada invasi dari penjajah maka rakyat berkewajiban untuk membantu pemimpin nya dengan melakukan bela negara (jihad).

Allah SWT berfirman yang artinya :
“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS at-taubah : 41)

Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa jihad bersama pemimpin adalah kewajiban bagi rakyat, dan dapat membantu memperkuat kesatuan dan keamanan masyarakat. (Zadul Ma’ad, 3/456)

4. Tidak Membongkar Aib Pemimpin

Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, maka janganlah ia menampakkan aibnya di khalayak umum.” (HR. Ahmad)

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz mengatakan bahwa mempopulerkan aib pemerintah dapat menimbulkan kudeta dan pemberontakan, dan sebaiknya dilakukan secara empat mata dan dengan cara yang sopan. (Majmu’ Fatawa, 8/234)

5. Mendoakan Pemimpin

Rakyat juga wajib mendoakan kebaikan pada pemimpin sekaligus membantunya. Para ulama terdahulu senantiasa mendoakan kebaikan pada pemimpin, Imam Ahmad berkata, ‘Saya selalu mendoakan pemimpin siang dan malam agar diberikan kelurusan dan taufik, karena saya menganggap itu suatu kewajiban (Thabaqat al-Hanabilah ibn abi ya’la)

Dalam QS. Al-Hasyr (59: 10) Allah SWT berfirman yang artinya:
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami.'”

Imam Nawawi mengatakan bahwa mendoakan kebaikan bagi pemimpin adalah bentuk kasih sayang dan dukungan kepada mereka, dan dapat membantu memperkuat kesatuan dan keamanan masyarakat. (Raudlatut Thalibin, 3/233)

Penutup

Sebagai penutup dan merupakan doa tulus dari kami rakyat Indonesia untuk Presiden RI ke- 8 Bapak H Prabowo Subianto:
Bismillahirrahmanirrahim….
Ya Allah yang Maha Segalanya,
1. Anugerahkan kesehatan, keselamatan, panjang umur serta dijauhkan dari marabahaya untuk Pemimpin kami Presiden RI bapak H. Prabowo Subianto.
2. Anugerahkan kelancaran, kesuksesan, dan keberkahan program Asta Cita.
3. Anugerahkan kami negeri Indonesia tercinta ini aman damai dan sejahtera. Negeri yang “Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofur”. (***)

Foto : Ilustrasi

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prabowo dan Kebangkitan Indonesia Baru: Harkitnas Sebagai Momentum Sejarah

0
Oplus_131072

Oleh :  Dzikri Nur/ Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia mengenang Hari Kebangkitan Nasional. Namun sudah terlalu lama kita menjadikannya sebagai sekadar seremoni tahunan—layaknya lembar kalender merah yang tak membekas dalam kesadaran kolektif. Padahal, sejarah menuntut lebih. Jiwa bangsa merindukan lebih.

Kini, tahun 2025, kita berada pada persimpangan yang menentukan: antara melanjutkan jalan lama yang penuh stagnasi, atau memilih arah baru—jalan kebangkitan sejati. Di sinilah peran penting sosok Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan sejarah.

Prabowo bukan presiden biasa. Ia bukan sekadar pemimpin administratif. Dalam jiwa dan orasinya, tergurat kerinduan akan kebangkitan bangsa, bukan hanya secara ekonomi dan militer, tetapi secara nilai, martabat, dan makna.

Buku “Prabowo dan Kebangkitan Indonesia Baru” hadir untuk merekam, merumuskan, dan menyuarakan semangat ini. Ia bukan sekadar biografi atau dokumen politik. Buku ini adalah manifes moral sebuah zaman—zaman di mana Indonesia harus bangkit, bukan hanya berdiri.

Harkitnas: Dari Seremoni ke Kesadaran

Harkitnas sejati bukan tentang mengenang Boedi Oetomo semata. Ia adalah panggilan untuk kembali menemukan ruh Indonesia. Ruh itu tak cukup dibangun dengan beton, APBN, atau indeks ekonomi. Ia harus dibangun dengan kesadaran kolektif: bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan tugas peradaban dunia.

Presiden Prabowo, lewat pidato dan sikapnya, sedang memulai narasi baru ini. Narasi yang tidak lagi terjebak pada masa lalu atau euforia pembangunan fisik, tapi justru menggali kembali kekuatan terdalam bangsa ini: jati diri, spiritualitas, dan keteladanan.

Menuju Indonesia Baru

Indonesia Baru bukan utopia. Ia adalah negeri yang sedang lahir kembali—dari luka kolonialisme, dari kerusakan ekosistem moral, dan dari kelelahan menjadi bangsa konsumen dalam sistem global.
Bersama Prabowo dan rakyat yang sadar, Indonesia Baru sedang merintis jalan:

Dimulai dari pemulihan pendidikan nilai

Penguatan kedaulatan pangan dan budaya

Hingga perumusan diplomasi spiritual sebagai wajah baru Indonesia di mata dunia

Buku ini ditulis untuk menyatukan serpihan harapan. Untuk menjadi suara moral zaman. Dan untuk menyerukan kepada siapa pun yang masih punya cinta kepada negeri ini:

Bangkitlah, Indonesia. Dunia menunggu sinarmu. Dan Presiden mu telah mengetuk pintu kebangkitan itu—dengan keyakinan, keberanian, dan cinta kepada tanah airnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

HCB dan Zulmansyah Islah, Akhir Cerita Konflik Internal di Tubuh PWI Pusat Usai

0

Wartain.com || Angin segar berembus di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setelah dua tokoh sentral, Zulmansyah Sakedang dan Hendry Ch Bangun, sepakat mengakhiri konflik internal dan menyetujui pelaksanaan Kongres Persatuan PWI paling lambat pada 30 Agustus 2025. Kesepakatan ini disambut baik oleh seluruh jajaran PWI daerah.

Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Hilman Hidayat, dalam keterangannya menegaskan bahwa Kongres Persatuan hanya akan diikuti oleh ketua-ketua PWI provinsi hasil konferensi sah, bukan pelaksana tugas (Plt).

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Hanya Ketua PWI hasil konferensi yang berhak menjadi peserta dan memberikan suara dalam Kongres Persatuan. Tidak ada hak suara untuk Plt yang ditunjuk selama masa konflik,” tegas Hilman di sela-sela acara OKK PWI Kabupaten Bogor di Hotel M-One, Bogor, Rabu 21 Mei 2025.

Hilman juga menambahkan, siapapun yang terpilih sebagai Ketua Umum PWI melalui kongres nanti akan menjadi pemimpin yang sah dan wajib dihormati oleh seluruh anggota di seluruh Indonesia.

Kesepakatan yang dicapai pada Jumat, 16 Mei 2025 di Jakarta, yang dikenal sebagai Kesepakatan Jakarta, menjadi simbol dimulainya babak baru bagi PWI yang lebih utuh dan profesional.

Kini, seluruh elemen PWI di daerah diharapkan bersatu mendukung proses Kongres Persatuan dan menjaga integritas organisasi.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Usai Lantik Kepala Sekolah, Bupati Ciamis Apresiasi Atas Kinerja Kepala Sekolah di Tengah Keterbatasan

0

Wartain.com || Sebanyak 184 guru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis pada Rabu (21/5) siang. Dari 184 tersebut meliputi jabatan kepala sekolah dasar (SD), kepala sekolah menengah pertama (SMP), serta jabatan fungsional guru.

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh guru yang baru saja menerima amanah baru. Ia menekankan bahwa guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah memegang peranan penting dalam memajukan pendidikan.

“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang telah dikukuhkan dan dilantik. Ini adalah amanah yang berat karena selain menjadi pendidik, Bapak dan Ibu juga dituntut menjadi pemimpin di lingkungan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti rendahnya tunjangan yang saat ini diterima oleh kepala sekolah, yakni hanya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp550.000 per bulan. Angka ini dianggap tidak sebanding dengan tanggung jawab besar yang diemban.

“Sementara tunjangan pegawai pelaksana tanpa tanggung jawab besar bisa mencapai Rp2 juta. Oleh karena itu, saya minta Kepala BPKD Ciamis untuk segera meninjau dan meningkatkan nominal tunjangan kepala sekolah sebagai bentuk apresiasi,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati Herdiat menyatakan rasa bangganya karena para kepala sekolah tetap mampu menjalankan tugas secara optimal meski menghadapi keterbatasan, termasuk dalam hal waktu bersama keluarga.

“Mudah-mudahan amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, demi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.***

Foto : Ape

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)