Oleh : Ikin Abdurrahman/Direktur Majelis Dzikir Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih
Bagian Ketiga
Wartain.com || Rahmat terdiri dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm. Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf râ’, hâ’, dan mîm memiliki arti dasar ‘kelembutan, kehalusan dan kasih sayang’. Sedangkan menurut al-Ashfihani dalam Mufradât Alfâdzh al-Qur’an, kata rahmat berarti ‘kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi’. Terkadang rahmat hanya khusus berarti ‘kelembutan’. Kadang juga hanya berarti ‘berbuat baik’.
Pada dasarnya rahmat (kasih sayang) itu berasal dari Tuhan Maha Pengasih Penyayang (al-Rahmân al-Rahim). ALLAH SWT adalah sumber rahmat (kasih sayang) yang tersebar di alam semesta ini. ALLAH SWT mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang) QS al-Anʻam [6] : 12. Dalam Shahîh al-Bukhârî melalui jalur Abu Hurairah RA, Nabi Besar Muhammad SAW pernah menyatakan, Pada hari penciptaannya, ALLAH SWT menciptakan seraus (100) rahmat (kasih sayang). Sembilan puluh Sembilan (99) rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh ALLAH SWT untuk disimpan. Hanya satu (1) rahmat saja yang disebarkan oleh ALLAH SWT bagi seluruh makhluknya. Sementara menurut Shahîh Muslim dari Salman al-Farisi, satu (1) rahmat itu disebar di muka bumi sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain. Lalu Sembilan puluh Sembilan (99) rahmat sengaja ditahan oleh ALLAH SWT untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat.
Sebagaimana umumnya sejumlah kata-kata yang termuat al-Quran mempunyai makna lebih dari satu atau sering disebut dalam ilmu tafsir dan ulum al-Quran sebagi musytarak lafdzhî. Dalam al-Quran, kata rahmat disebutkan sebanyak seratus empat puluh lima kali (145x). Kesemuanya mempunyai beragam makna sesuai dengan konteks pembicaraannya. Setidaknya tidak kurang dari empat belas (14) makna bagi rahmat. Diantaranya sebagai berikut :
Pertama, rahmat bermakna agama Islam
Makna ini bisa kita dapati dalam QS al-Insan [76] : 31, QS al-Syura [42] : 8, QS al-Fath [48] : 25, QS al-Baqarah [2] : 105, dan QS Ali Imran [3] : 74. Arti pertama ini secara langsung menyiratkan sebuah pesan bahwa agama Islam itu ada untuk rahmat ‘kasih sayang’ terhadap alam semesta. Sehingga tidaklah heran jika kita sering mendengarkan jargon Islâm Rahmatan lil ʻÂlamîn. Menariknya kata rahmat yang berarti Islam ini pasti bersandar pada kata ganti orang ketiga yang kembali kepada ALLAH SWT, sehingga pasti berarti rahmat-Nya. Jadi agama Islam adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya SWT.
Kedua, rahmat bermakna surga
Salah satu kasih sayang (rahmat) ALLAH SWT adalah surga. Bahkan secara jelas dalam riwayat Ahmad dari Jabir dan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa penduduk surga dapat masuk surga semata-mata hanya karena rahmat-Nya. Kata rahmat dalam al-Quran yang berarti surga bisa kita jumpai dalam QS Ali Imran [3] : 107, QS al-Nisa’ [4] : 175, QS al-Jatsiyah [45] : 30, QS al-Baqarah [2] : 218 dan QS al-ʻAnkabut [29] : 23.
Ketiga, rahmat berarti hujan
Barangkali sering mendengar ungkapan hujan merupakan rahmat Tuhan. Bisa jadi itu benar adanya, sebab dalam berbagai riwayat sangat dianjurkan untuk banyak berdo’a saat hujan turun. Saat turun hujan merupakan salah satu waktu mudah untuk dikabulkannya do’a. Tentu keterkaitan antara rahmat dengan terkabulnya sangatlah erat. Selain itu hujan adalah salah satu bentuk kasih sayang ALLAH SWT bagi sebagian besar makhluknya mulai tanah, manusia, tumbuhan hingga hewan. Keberlangsungan kehidupan mereka semua bergantung pada air yang diturunkan oleh-Nya. Kata rahmat yang berarti hujan dalam al-Quran antara lain : QS al-A’raf [7] : 57, QS al-Furqan [25] : 48, QS al-Syura [42] : 28, QS al-Rum [30] : 50, dan QS al-Rum [30] : 46.
Keempat, rahmat berarti kenabian
Keberadaan seorang nabi menjadi kebutuhan umat manusia dalam lintas masa. Kedatangan nabi menjadi sebuah rahmat bagi alam semesta khususnya manusia untuk keluar dari kegelapan hati dan akal. Ada dua kata rahmat yang berarti nabi yakni QS Shad [38] : 9, QS al-Zukhruf [43] : 32.
Kelima, rahmat bermakna nikmat
Senada dengan keterangan al-Ashfihani, jika rahmat disandarkan pada ALLAH SWT maka berarti nikmat dan karunia-Nya. Sedangkan jika disandarkan pada manusia dan makhluk berarti kelembutan dan kasih sayang. QS Maryam [19] : 2, QS al-Kahf [18] : 65.
Keenam, rahmat berarti al-Quran
Sebagaimana keberadaan nabi membawa rahmat, al-Quran turun membawa rahmat bagi semua terkhusus bagi umat Mukmin yang takwa. Seperti dalam QS al-Isra’ [17] : 82, Kami turunkan dari al-Quran sesuatu yang dapat menyembuhkan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sama halnya dalam QS Yunus [10] : 58, dan QS Yusuf [12] : 111.
Ketujuh, rahmat bermakna rizqi
Seperti dalam QS al-Isra’ [17] : 100, Katakanlah jikalau kalian memiliki simpanan rizqi Tuhanku. Begitu halnya dalam QS Fathir [35] : 2, QS al-Isra’ [17] : 28, QS al-Kahf [18] : 16 dan QS al-Kahf [18] : 10.
Kedelapan, rahmat berarti pertolongan dan kemenangan
Seperti dalam QS al-Ahzab [33] : 17, Katakanlah apakah ada yang mampu menjaga kalian dari ketentuan ALLAH, jika DIA menghendaki keburukan (kekalahan) bagi kalian atau menghendaki rahmat (pertolongan dan kemenangan).
Kesembilan, rahmat bermakna sehat dan afiyat
Seperti dalam QS al-Zumar [39] : 38, Jika ALLAH menghendaki bagiku kesehatan (rahmat) apakah ada yang dapat menghalangi kesehatan (rahmat) dari-Nya.
Kesepuluh, rahmat berarti cinta
Seperti dalam QS al-Hadid [57] : 27, Kami telah menjadikan belas kasih dan cinta (rahmat) dalam hati-hati orang-orang yang mengikutinya. Begitu juga dalam QS al-Fath [48] : 29.
Kesebelas, rahmat bermakna keimanan
Contohnya dalam QS Hud [11] : 28, Dia mendatangkan bagiku keimanan (rahmat) dari sisi-Nya. Sama halnya dalam QS Hud [11] : 63.
Kedua belas, rahmat berarti taufik (pertolongan untuk amal kebaikan)
Seperti dalam QS al-Baqarah [2] : 64, Kalau bukan karena karunia dan rahmat (taufik) ALLAH, kalian akan menjadi orang-orang merugi. Begitu juga dalam QS al-Nisa’ [4] : 83, QS al-Nur [24] : 10, QS al-Nur [24] : 14, QS al-Nur [24] : 20 dan QS al-Nur [24] : 21.
Ketiga belas, rahmat berarti Nabi Isa AS
Ini dalam firman Allah swt QS Maryam [19] : 21, Agar kami menjadi penciptaannya sebagai tanda-tanda bagi manusia dan rahmat dari kami.
Keempat belas, rahmat bermakna Nabi Besar Muhammad SAW.
Seperti firman Allah swt QS al-Anbiya’ [21] : 107, Tidaklah kami mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi semesta alam.
Terma rahmat dengan pendekatan kontekstual, dapat diambil kesimpulan bahwa makna rahmat yang memiliki makna asal atau makna dasar rahmat, karunia, berkah, kemurahan, belas kasihan, kemurahan hati, rasa kasihan, empati, simpati, kelembutan hati, ampunan, lemah lembut, kasih sayang, dan kebaikan. Rahmat memiliki makna kontekstual sebagai berikut :
*1) Ra’fah (kasih sayang)* , memiliki tendensi makna kasih sayang ALLAH terhadap makhluk-Nya di dunia, kasih sayang ALLAH terhadap makhluk-Nya di akhirat, dan kasih sayang kepada sesama makhluk. Makna Rahmat dalam Al-Quran yaitu solusi dari berbagai macam persoalan hidup. Diantaranya surah Al-Baqarah 157. Ada keterkaitan pada ayat 155 dan 156. Dan solusinya ada di ayat 157. Sabarnya pada ayat 156. Maka pada ayat 157 yaitu tentang rahmat-Nya.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah : 155-157)
Rahmat yang pertama adalah solusi berbagai macam masalah kehidupan, seperti kegelisahan, kesulitan dalam rumah tangga, takut akan rasa lapar, kekurangan harta, ditimpa sakit, dan sebagainya. Dalam hidup kita pasti diuji, namun kata ALLAH adalah yang pertama harus dilakukan yaitu sabar dulu. Mohon kepada ALLAH agar diberi kesabaran.
*2) Maghfirah (ampunan)* , memiliki tendensi makna pengampunan ALLAH yang diberikan kepada orang yang melakukan dosa, pengampunan sebagai dispensasi (kemudahan). Makna Rahmat dalam Al-Quran sebagai ampunan dari dosa yang berlebih sebagaimana disebutkan dalam surah Az-Zumar ayat 53.
“Katakanlah : “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Setiap manusia pasti pernah berbuat salah atau dosa. Boleh jadi yang menghambat rizqi itu adalah dosa, yang menghambat perbuatan baik itu dosa. Maka yang terbaik adalah datang ke masjid dan dirikan shalat. Karena itu ALLAH SWT amat mencintai pelaku maksiat yang ingin bertaubat, statusnya naik lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tentang Rahmat ALLAH. Karena itu jika salah, jangan pernah merasa malu untuk kembali meminta kebaikan kepada ALLAH SWT.
*3) Rahmat memiliki tendensi makna nikmat rizqi* , nikmat al-Qur’ân (wahyu), nubuwwah (kenabian) dan petunjuk (hidayah), nikmat iman. Makna Rahmat dalam Al-Quran dengan pengertian kasih sayang yang memudahkan jalan-jalan kehidupan baik dunia hingga akhirat. Semua pasti ingin dapat kemudahan. Kasih ALLAH yang memberikan kemudahan disebut dengan “Ar-Rahman”. Kasih ALLAH yang memberikan kelapangan akhirat disebut dengan “Ar-Rahim”. Itu kita baca setiap hari dalam Bismillaahirrahmaanirrahiim. Maka ketika masuk ke dalam masjid, mintalah kepada ALLAH.”Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat ALLAH. Sesungguhnya, Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya DIA-lah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka, kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya adzab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan.” (QS az-Zumar [39] : 53-54)
Melalui tiga (3) aspek pokok makna rahmat dalam Al-Quran tersebut, kita dapat memahami bahwa rahmat ALLAH melibatkan solusi atas segala permasalahan hidup, ampunan atas dosa yang berlebih dan tentang kasih sayang ALLAH SWT. Menyadari akan rahmat ALLAH SWT ini menginspirasi umat Islam untuk senantiasa bersyukur, bertaqwa, dan menjalani kehidupan dengan penuh rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Rahmat ALLAH adalah cahaya inspiratif yang menerangi hati dan memberikan makna sejati bagi kehidupan umat manusia.
Dalam kehidupan yang serba cepat ini, kita sering kali terlena dan melupakan betapa besar rahmat ALLAH SWT yang melingkupi kita. Kita terjebak dalam rutinitas harian, terfokus pada masalah-masalah kecil, hingga luput dari menyadari bahwa setiap detik yang kita lalui sebenarnya adalah anugerah rahmat dari ALLAH.
Dalam Surah Tāhā ayat 52, ALLAH mengingatkan kita :
قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي فِي كِتَابٍ ۖ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنسَى
“Dia (Musa) berkata : ‘Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, dalam sebuah kitab; Tuhanku tidak akan salah atau lupa.’” (QS. Tāhā : 52)
Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita telah tercatat dalam Lauh Mahfuz, sebuah kitab yang berada di sisi ALLAH. Tidak ada yang terlewatkan, tidak ada yang dilupakan. Ini menunjukkan betapa sempurnanya pengetahuan ALLAH tentang makhluk-Nya, termasuk segala bentuk rahmat yang telah DIA berikan kepada kita.
Rahmat ALLAH adalah manifestasi dari cinta-Nya yang tak terbatas kepada makhluk-Nya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW Bersabda :
لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِي كِتَابٍ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي
“Ketika ALLAH menetapkan penciptaan makhluk, Dia menulis di dalam Kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas Arasy, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang ALLAH selalu lebih besar daripada kemurkaan-Nya. ALLAH senantiasa membuka pintu rahmat-Nya untuk hamba-hamba-Nya, bahkan saat kita berbuat dosa dan kesalahan. Rahmat-Nya tidak mengenal batas, dan Dia selalu siap untuk mengampuni dan memberikan kasih sayang-Nya kepada mereka yang bertaubat.
Namun, sering kali kita melupakan rahmat ALLAH ini. Salah satu alasannya adalah karena kita terlalu fokus pada masalah-masalah duniawi. Ketika menghadapi kesulitan atau cobaan, kita cenderung merasa bahwa ALLAH jauh dari kita. Padahal, di balik setiap ujian, ada rahmat yang tersembunyi. ALLAH tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, bahkan ketika kita merasa terpuruk. Kita hanya perlu membuka hati dan melihat dengan mata iman bahwa setiap cobaan adalah bagian dari rencana ALLAH yang penuh kasih sayang.
Selain itu, kita juga sering kali terbuai oleh kenikmatan dunia yang fana. Ketika kita diberikan nikmat, kita merasa bahwa itu adalah hasil dari usaha kita sendiri, bukan pemberian rahmat dari ALLAH. Padahal, setiap nikmat yang kita terima, sekecil apapun itu, adalah bukti nyata dari rahmat ALLAH. Dalam Al-Qur’an, ALLAH berfirman :
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya ALLAH benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl : 18)
Rahmat ALLAH tidak hanya hadir dalam bentuk kenikmatan, tetapi juga dalam bentuk ujian. Terkadang, ALLAH menguji kita dengan kesulitan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendekatkan kita kepada-Nya. Dalam setiap air mata yang jatuh, dalam setiap cobaan yang kita hadapi, ada rahmat ALLAH yang terselubung, yang bertujuan untuk membersihkan dosa-dosa kita dan meningkatkan derajat kita di hadapan-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan yakin bahwa segala sesuatu yang datang dari ALLAH pasti membawa kebaikan.
Betapa sering kita menerima nikmat ALLAH tanpa mensyukurinya. Setiap pagi kita bangun dari tidur, menikmati udara segar, dan merasakan kesehatan, tetapi seberapa sering kita merenung dan berterima kasih kepada ALLAH atas rahmat-Nya yang tiada henti ? ALLAH SWT berfirman :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim : 7)
Kita perlu merenung sejenak, mengingat bahwa setiap detik hidup kita adalah bukti dari rahmat ALLAH. Mari kita belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan, baik ketika kita menerima nikmat maupun ketika kita menghadapi ujian, karena dalam setiap peristiwa, ALLAH selalu menyertakan rahmat-Nya.
Luasnya rahmat ALLAH tidak pernah berkurang, bahkan saat kita menjauh dari-Nya. ALLAH selalu membuka pintu rahmat-Nya bagi siapa saja yang ingin kembali. Jangan biarkan diri kita terlena oleh godaan dunia hingga melupakan betapa besar kasih sayang-Nya. Setiap kali kita merasa lelah dan putus asa, ingatlah bahwa ALLAH, dengan rahmat-Nya, selalu dekat, menunggu kita untuk kembali dan bersandar kepada-Nya. ALLAH berfirman :
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf : 156)
Marilah kita selalu mengingat dan mensyukuri rahmat ALLAH, karena hanya di bawah naungan rahmat-Nya kita akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan sejati.
*Pelajaran yang dapat kita petik (fawaid) dari dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits tersebut di atas sebagai berikut :*
*1) Rahmat ALLAH adalah Cinta yang Tak Pernah Berkurang* . Kita Tidak Boleh Melupakan Rahmat ALLAH. Rahmat ALLAH Ada dalam Setiap Ujian dan Nikmat. Dengan sedikit renungan tafakur niscaya kita bias menghargai dan mensyukuri Rahmat ALLAH. Rahmat ALLAH berarti kasih sayang atau belas kasih dari ALLAH kepada semua makhluk-Nya. Rahmat ALLAH ini mencakup berbagai bentuk, seperti kasih sayang yang diberikan kepada manusia, anugerah di dunia, dan bahkan pertolongan di akhirat. Rahmat ALLAH adalah bukti keagungan dan kebesaran-Nya, serta menunjukkan bahwa ALLAH adalah Tuhan yang Maha Pengasih (Ar-Rahman) dan Maha Penyayang (Ar-Rahim).
*2) Orang yang mendapatkan rahmat ALLAH memiliki beberapa ciri-ciri yang menonjol* . Beberapa di antaranya adalah memiliki ketaqwaan yang kuat, hati yang tenang, kecintaan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta sikap dermawan. Selain itu, mereka juga cenderung menjauhi maksiat, menjaga hubungan baik dengan sesama, tawakal, syukur, dan konsisten dalam beribadah. Dengan memiliki ciri-ciri tersebut, seseorang diharapkan dapat merasakan rahmat ALLAH dalam kehidupan sehari-hari dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
*3) Rahmat merupakan kata dalam bahasa Arab yang memiliki makna luas dan penting, terutama dalam konteks keagamaan dan spiritual, khususnya dalam Islam.* Rahmat dalam konteks bahasa Indonesia, adalah kata yang mengandung makna kasih sayang dan kebaikan yang melimpah. Cakupan luas pengertian Rahmat dalam Islam (1) Kasih Sayang dan Belas Kasihan Secara umum, rahmat dapat diterjemahkan sebagai kasih sayang atau belas kasihan. Hal ini mencakup rasa sayang dan perhatian ALLAH SWT yang bersifat melimpah kepada ciptaan-Nya. (2) Kebaikan dan Kemurahan. Rahmat juga mencakup ide kebaikan dan kemurahan ALLAH terhadap makhluk-Nya. ALLAH dianggap sebagai Sumber Rahmat yang penuh kasih sayang dan penuh kemurahan. (3) Pengampunan dan Perlindungan. Dalam Islam, rahmat ALLAH melibatkan pengampunan dan perlindungan. ALLAH, yang Maha Pengampun, memberikan rahmat-Nya kepada mereka yang bertobat dan memohon ampun. (4) Panduan dan Petunjuk. Rahmat ALLAH juga terwujud dalam bentuk panduan dan petunjuk yang diberikan kepada manusia. Dalam Al-Qur’an, ALLAH menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi umat manusia. (5) Nikmat-Nikmat Dunia dan Akhirat. Rahmat ALLAH mencakup nikmat-nikmat yang diberikan kepada manusia, baik dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Semua nikmat yang diterima manusia dapat dianggap sebagai ekspresi dari rahmat ALLAH. (6) Sifat ALLAH “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim” adalah dua nama ALLAH yang berasal dari akar kata yang sama dengan “rahmat.” Kedua nama ini sering diterjemahkan sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menggarisbawahi sifat-sifat kasih sayang dan belas kasihan ALLAH. Rahmat ALLAH dianggap sebagai sifat yang sangat penting dan melibatkan segala aspek kehidupan manusia. Misalnya, ketika seseorang mengucapkan frase seperti “Bismillah ar-Rahman ar-Rahim” sebelum memulai suatu tindakan atau membaca Al-Qur’an.
*4) Arti pentingnya berperan aktif menyebarkan dan menyuburkan Rahmat ALLAH dalam Kehidupan sehari-hari :* (1) Empati dan Belas Kasihan. Rahmat juga dapat dimaknai sebagai sikap empati dan belas kasihan terhadap sesama. Ketika seseorang menunjukkan rahmat, mereka mencoba memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. (2) Keteladanan dalam Tindakan Baik. Menjadi pribadi yang penuh rahmat juga mencakup melakukan tindakan-tindakan baik dan membantu sesama. Ketika seseorang memberikan bantuan atau pertolongan, mereka menyebarkan rahmat di sekitarnya. (3) Pemersatu Masyarakat. Menyebarkan rahmat memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat. Ketika individu-individu menerapkan rahmat dalam tindakan dan sikap mereka, tercipta lingkungan yang kondusif penuh kebaikan dan kerjasama. (4) Memberikan Arti pada Hidup. Menerapkan rahmat memberikan arti pada hidup. Melalui tindakan-tindakan rahmat, seseorang dapat merasa memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup orang lain. Dalam menerbar rahmat, kita menemukan konsep faktual yang mengandung kebaikan, kasih sayang, dan pertolongan yang mencakup realitas kehidupan sehari-hari.
*5) Ada tiga (3) cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh rahmat ALLAH SWT :* (1) Menjadikan rahmat sebagai Sifat Diri. Seseorang yang ingin mendapatkan rahmat ALLAH harus mencerminkan sifat kasih sayang dalam kehidupannya. (2) Berusaha Taat kepada ALLAH dan Rasul-Nya. (3) Berusaha Menjadi Orang Baik dalam berbagai lintas pergaulan dan interaksi sosial, berfikir positif dan selalu memulai tegur sapa terhadap orang lain dengan ucapan salam damai Islam, “Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu…dan seterusnya seperti dalam uraian bagian pertama.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)