26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Elang Jawa “Raja Dirgantara” Dilepasliarkan di TNGGP Sukabumi

Wartain.com || Kementerian Kehutanan bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melepasliarkan seekor Elang Jawa jantan bernama Raja Dirgantara di kawasan Danau Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Pelepasliaran dilakukan setelah satwa endemik Pulau Jawa tersebut dinyatakan layak kembali ke habitat alaminya.

Lokasi pelepasliaran dipilih berdasarkan hasil kajian habitat yang mencakup ketersediaan pakan, kondisi lingkungan, serta minimnya satwa kompetitor. Kawasan perbukitan di sekitar Danau Situ Gunung dinilai sesuai dengan karakter jelajah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan, Raja Dirgantara telah dipasangi perangkat GPS telemetry untuk memantau pergerakan dan wilayah jelajahnya setelah dilepasliarkan. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung penguatan konservasi berbasis data.

“Melalui GPS telemetry, kami dapat memantau pergerakan elang, wilayah jelajah, hingga lokasi bersarang dan mencari pakan. Penggunaan teknologi ini tetap memperhatikan aspek kesejahteraan satwa,” ujar Rohmat.

Raja Dirgantara sebelumnya menjalani rehabilitasi selama 1 tahun 3 bulan di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa (PPKEJ) Cimungkad, Sukabumi. Elang tersebut merupakan satwa serahan masyarakat dari Kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur, pada September 2024 dalam kondisi belum mandiri dan belum mampu memangsa pakan hidup.

Selama masa rehabilitasi, tim PPKEJ Cimungkad melakukan pemulihan perilaku melalui program enrichment dan pemberian pakan alami. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan penilaian perilaku, Raja Dirgantara memperoleh skor 405 poin, melebihi ambang batas kelayakan pelepasliaran.

PPKEJ Cimungkad merupakan pusat pendidikan dan rehabilitasi Elang Jawa yang berdiri sejak 2020 di kawasan TNGGP. Selain berfungsi sebagai tempat rehabilitasi, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik melalui Museum Bartels.

Rohmat Marzuki menyampaikan, populasi Elang Jawa di Pulau Jawa saat ini diperkirakan sekitar 511 pasang dan menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Ia menambahkan, penggunaan teknologi pemantauan akan diperluas ke sejumlah kantong habitat Elang Jawa lainnya di Pulau Jawa.

“Ini menjadi uji coba di kawasan Gunung Gede Pangrango. Ke depan, teknologi serupa akan diterapkan secara bertahap di 74 kantong habitat Elang Jawa,” katanya.

Selain pendekatan teknologi, Kementerian Kehutanan juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar. Upaya konservasi dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat yang aktif menjaga habitat Elang Jawa.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.