Wartain.com || Maraknya kekerasan antar pelajar SMP di Kabupaten Sukabumi yang berujung maut, mendapat tanggapan dan perhatian serius dari berbagai kalangan.
Teranyar, kasus pembacokan terjadi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Perkelahian yang melibatkan dua kelompok pelajar setingkat SMP tersebut, berakhir dengan tewasnya seorang pelajar akibat luka bacokan, Kamis 29/08/2024.
Atas peristiwa tersebut, banyak kalangan yang memberikan tanggapan terkait persoalan yang menimpa. Salahsatunya datang dari mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kepada wartain.com, Vinca Syahwalia mengungkapkan, rasa prihatinnya atas peristiwa yang menimpa pelajar di salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Sukabumi tersebut.
“Kami merasa prihatin atas apa yang sedang menimpa dunia pendidikan di Indonesia. Dunia pendidikan yang notabene untuk mencetak generasi yang berkarakter, ternodai oleh perilaku oknum pelajar yang tidak manusiawi,” ungkap Mahasiswa IPB semester 1 Prodi ekowisata ini.
Vinca menyebut, dalam peristiwa tersebut entah siapa yang salah. Yang jelas semua pihak harus berbenah untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.
“Peristiwa seperti ini sering terulang, artinya ada yang kurang dalam sistem pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu semua organ dan elemen harus berbenah untuk memperbaiki semuanya. Mulai dari pemerintah, sekolah, masyarakat sampai orang tua siswa,” tambah lulusan SMA Negeri 1 Sukaresmi Cianjur itu.

Vinca menekankan, semua pihak untuk serius menangani persoalan tersebut. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali dikemudian hari.
“Memperlakukan anak-anak diusia SMP tentunya perlu strategi yang jitu. Pada usia pancaroba dengan lika liku untuk menemukan jatidiri perlu perhatian ekstra. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk mencegah kejadian serupa dikemudian hari,” imbuh Vinca.
Senada, Ratu Audya Risty juga memberikan tanggapan yang sama. Mahasiswa IPB di jurusan ekowisata tersebut mengungkapkan, hal yang seharusnya tidak perlu terjadi apabila semua pihak dapat mengantisipasinya semenjak dini.
“Kejadian tawuran dan kekerasan antar pelajar ini kan bukan sekali. Terus berulang-ulang, bahkan hampir di setiap daerah terjadi. Ada apa sebenarnya? Berarti ada yang salah,” ungkap mahasiswa semester 1 ini.
“Saya tidak bermaksud menyalahkan siapa-siapa, yang jelas kejadian ini terlanjur sudah memakan korban jiwa. Kedepan jangan sampai terulang lagi,” lanjut lulusan SMA Taruna Andhiga Bogor ini.
Ditanya terkait pengaruh lain diluar sistem pendidikan yang ada, Ratu menyebut, bisa saja itu semua terjadi akibat pergaulan yang terlalu bebas dan pengaruh teknologi yang kurang filter.
“Disini diperlukan atensi dan pengawasan dari semua unsur serta pihak terkait. Pihak sekolah, masyarakat, orangtua dan unsur terkait lainnya, memiliki peranan masing-masing,” pungkas Ratu.***
Foto : wartain.com/Aab
Editor : Aab Abdul Malik
Reporter : Dul
