Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh kecamatan pada Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini diawali dengan zoom meeting bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertanian, sebelum dilanjutkan dengan pelaksanaan bazar pangan murah di setiap titik lokasi.
Di Kota Sukabumi, pelaksanaan GPM dipusatkan di Kecamatan Citamiang dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama Camat Citamiang dan para lurah. Dalam kesempatan itu, Perum Bulog menyalurkan tujuh ton beras di tiap kecamatan. Beras medium tersebut dijual dengan harga Rp60.000 per pack, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET), sebagai upaya membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menuturkan bahwa GPM merupakan program nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Ia menyebut, momentum akhir Agustus dipilih karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sehingga diharapkan semangat kebersamaan dapat lebih terasa.
“Gerakan pangan murah ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memperkuat ekosistem pangan yang sehat, matang, dan berkelanjutan,” kata Bobby.
Ia juga menyinggung arahan Presiden terkait 17 Instruksi Presiden (Inpres) di bidang pangan sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor strategis tersebut.
Bobby menambahkan, sepanjang tahun 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras, dengan cadangan stok nasional mencapai empat juta ton. Menurutnya, capaian ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau tahun 2024 stoknya sekitar tiga juta ton, sekarang empat juta ton. Artinya, belum ada impor, dan ini capaian yang baik,” jelasnya.
Ia menegaskan, kehadiran beras medium Bulog dalam bazar murah sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Harapannya, program ini bisa berjalan maksimal dan terus melibatkan kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Bobby menyampaikan cita-cita pemerintah pusat agar Indonesia dapat menjadi eksportir pangan pada 2026.
“Semoga target ini tercapai dan kita bisa bersama-sama mendukung demi kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Gerakan pangan murah di Kota Sukabumi disambut antusias warga. Kehadiran program ini tidak hanya membantu menstabilkan harga bahan pokok, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
