Wartain.com || Cuaca ekstrem yang melanda Kota Sukabumi mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang di kawasan Makam Eyang Dalem Suryadiningrat Aria Nudatar Sagara Herang atau yang dikenal sebagai Eyang Cikundul. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Merdeka, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 13.03 WIB.
Pohon kiacret (Spathodea campanulata) dengan ketinggian sekitar 30 meter dan diameter kurang lebih 60 sentimeter roboh setelah diguyur hujan deras sejak Sabtu malam. Dahan pohon menimpa jaringan kabel listrik hingga menyebabkan putusnya aliran listrik dan menutup sebagian badan jalan di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan timnya langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan kejadian.
“Pohon tumbang jenis kiacret menutup sebagian akses Jalan Merdeka, tepatnya di samping Kantor Kelurahan Cikundul. Tim BPBD langsung melakukan pengecekan dan penanganan awal di lokasi,” ujarnya.
Selain merusak jaringan kabel, tumbangnya pohon tersebut juga menyebabkan satu tiang listrik bertegangan tinggi patah. Akibatnya, aliran listrik di wilayah Kelurahan Cikundul sempat mengalami pemadaman.
“Dampak lainnya adalah patahnya tiang listrik sehingga terjadi pemadaman listrik di sekitar lokasi,” tambah Yoseph.
Ia menjelaskan, penyebab utama kejadian ini adalah kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama.
“Curah hujan yang terus menerus sejak malam hari membuat kondisi tanah dan pohon tidak stabil hingga akhirnya tumbang,” jelasnya.
Meski menimbulkan kerugian material dan gangguan aktivitas warga, Yoseph memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Manajer PLN Unit Sukaraja, Evi Arum, menyebutkan sekitar 37 pelanggan terdampak akibat putusnya jaringan listrik pada dua penyulang, yakni Baros dan Gegerbitung.
“Robohnya pohon mengenai jaringan listrik sehingga berdampak pada beberapa tiang di penyulang Baros dan Gegerbitung,” kata Evi.
Ia menambahkan, pemadaman listrik berlangsung kurang dari dua jam. Petugas PLN segera melakukan pengamanan dan perbaikan jaringan agar pasokan listrik kembali normal.
“Satu tiang dilaporkan roboh, sementara isolator pada empat tiang lainnya ikut terdampak. Berkat sistem pengaman otomatis dan respons cepat petugas, listrik berhasil dinormalkan kembali,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, PLN bersama pihak kelurahan melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik. Selain itu, tiang listrik yang patah akan segera diganti dengan yang baru.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk melakukan penebangan dan pemangkasan pohon di sepanjang jalur ini. Saat ini proses penggantian tiang listrik yang roboh juga sedang berjalan,” pungkas Evi.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
