26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 18, 2026

Latest Posts

Soal KJA Unpad di Pangandaran, Mamay Solihin GP : Piraku Eleh Ku Vietnam?

Nama Satria Kamal, putra ketiga almarhum Letjen TNI (Purn.) Solihin GP, bukan sekadar pewaris sosok fenomenal Gubernur Jawa Barat 1970–1975. Pria yang akrab disapa Mamay dikenal di kalangan akademisi dan pegiat kelautan sebagai figur yang konsisten memperhatikan isu perikanan.

Meski selama ini jarang muncul di hadapan media, Mamay sesungguhnya aktif mengikuti dinamika kebijakan laut, terutama yang berkaitan dengan nelayan kecil. Kesediaannya buka suara pada Agustus 2025 menjadi hal istimewa.

Di tengah riuh polemik Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran, Mamay menerima redaksi di sebuah kafe di kawasan Cisitu, Kota Bandung.

Dengan nada bicara hati-hati, ia mengurai pengalaman, pandangan, serta warisan gagasan yang ia rawat dari sang ayah. Hadir di FPIK Unpad Beberapa hari sebelumnya (20/8/2025), Mamay hadir dalam forum diskusi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad Jatinangor.

Pertemuan itu dihadiri mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, serta sejumlah akademisi. “Tatkala rombongan datang ke kampus, saya ikut hadir. Tujuannya sederhana: ingin memahami masalah dan mencari jalan tengah. Jangan sampai polemik ini melebar menjadi konflik yang merugikan banyak pihak,” ujar Mamay.

Keterlibatan Mamay tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang hubungan keluarga Solihin GP dengan FPIK Unpad. Menurutnya, almarhum sang ayah bersama Unpad menjadi salah satu inisiator awal uji coba pembesaran benih bening lobster (BBL) di Pangandaran.

Gagasan itu muncul ketika Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014–2019, Susi Pudjiastuti, menetapkan larangan ekspor BBL. “Semua tahu, Vietnam menikmati benur kita. Mereka punya teknologi pembesaran. Di saat itu Bapak (Solihin GP) memanggil Dekan FPIK Unpad, Prof. Yudi Nurul Ihsan, sambil bilang: piraku eleh ku Vietnam? Masa ada fakultas perikanan kalau tidak bisa membesarkan benur jadi lobster bernilai ekonomis?” kenang Mamay.

Dari dorongan itulah lahir KJA di Pantai Timur Pangandaran. Bagi Mamay, KJA bukan semata urusan bisnis, melainkan laboratorium hidup: wadah eksperimen agar teknologi pembesaran lobster bisa diadopsi nelayan.

Kisah Mamay juga tak bisa dipisahkan dari kedekatan keluarganya dengan keluarga Susi Pudjiastuti, pengusaha sekaligus mantan Menteri KKP yang berasal dari Pangandaran.

“Hubungan kami sudah seperti keluarga besar. Sejak dulu sama-sama peduli pada nelayan. Tujuannya satu: meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Mamay.

Susi sendiri dikenal sebagai menteri yang berani mengambil keputusan keras, termasuk pelarangan ekspor benur. Kebijakan itu sempat menuai pro-kontra, namun bagi Mamay, langkah Susi justru sejalan dengan semangat menjaga kelestarian laut sekaligus mendorong nilai tambah di dalam negeri.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.