26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Cuaca Ekstrem Robohkan Atap Kelas MTs Al-Idris Sukabumi

Wartain.com || Cuaca ekstrem kembali berdampak serius terhadap dunia pendidikan. Kali ini, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Idris yang berlokasi di Kampung Cipetir, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan berat setelah atap ruang kelas ambruk akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis malam (22/5/2025).

Bangunan yang berdiri sejak 2004 itu tak mampu lagi menahan derasnya hujan. Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, mengakibatkan runtuhnya atap ruang kelas VII serta sebagian dinding bagian utara.

“Bangunannya memang sudah cukup tua, dan saat hujan turun deras, atap langsung runtuh. Beruntung kejadiannya malam hari, jadi tidak ada korban,” jelas Kepala MTs Al-Idris, Nanang Karim Kasim, Minggu (25/5/2025).

Total dua ruangan terdampak dalam insiden ini, satu mengalami kerusakan parah dan satu lainnya rusak ringan. Namun sebagai langkah antisipasi keselamatan, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke aula dan ruang majelis taklim yang ada di lingkungan sekolah.

“Walau satu ruangan rusaknya ringan, kami tetap evakuasi seluruh aktivitas ke tempat yang lebih aman. Kami khawatir terjadi robohan susulan,” tambah Nanang.

Sekolah dengan jumlah siswa mencapai 85 orang ini kini harus menjalani proses belajar dalam kondisi darurat dan fasilitas seadanya. Untuk itu, pihak sekolah bersama pengurus yayasan tengah melakukan musyawarah internal guna menentukan langkah lanjutan, termasuk opsi mengajukan bantuan dari pemerintah atau pihak lain.

“Kami masih diskusi di internal sekolah, tapi arahnya memang akan ajukan permohonan bantuan. Kondisi ini cukup darurat bagi kelangsungan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Ketua Yayasan Al-Idris, Syaribuono, menyampaikan bahwa laporan kejadian telah disampaikan ke pihak desa dan kecamatan. Rencananya, laporan resmi akan diteruskan ke Kementerian Agama sebagai bentuk permohonan dukungan pemulihan.

“Kami sudah konsultasi dengan pihak kecamatan, dan diarahkan untuk membuat laporan tertulis yang nanti akan difasilitasi pihak desa dan camat. Ini semua demi memastikan anak-anak tidak terhambat mendapatkan hak pendidikannya,” tutur Syaribuono.

Peristiwa ini menambah daftar dampak cuaca ekstrem terhadap fasilitas umum, khususnya sektor pendidikan. Selain perlunya percepatan penanganan, peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peremajaan dan perawatan infrastruktur sekolah secara berkala.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.