Wartain.com || Duta Besar RI di Muscat, Oman Mohamad Irzan Djohan berkoordinasi dengan Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla di kantor KemenP2MI/BP2MI diskusi tentang kondisi pekerja migran Indonesia non-prosedural di Oman, Senin 30/06/2025.
Dubes Irzan memaparkan kurang lebih 6100 pekerja migran Indonesia yang berada di Oman bekerja di sektor informal seperti Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).
Meskipun ungkapnya, masih ada sektor pekerjaan formal-profesional lain seperti hotel hospitality, sektor minyak, pekerja di bandara, dan lain sebagainya.
Namun, menurut Dubes Irzan, “Banyak diantara pekerja asal Indonesia tersebut berangkat melalui jalur tidak resmi, serta mendapat arahan tertentu dari calo yang memberangkatkan,” ungkapnya.
“Modus mereka yakni memberi keluarga calon korban uang fit sejumlah 4-5 juta, lalu membelikan korban tiket tidak langsung menuju Oman, transit di Asia Tenggara dahulu seperti Singapura atau Kuala Lumpur. Kemudian para calon korban dianjurkan berpakaian mewah agar tidak diidentifikasi seperti pekerja migran,” tambahnya.
Dubes Irzan menyatakan, pekerja migran tersebut ketika sampai di Oman, kaget dengan pekerjaan yang mereka lakukan, karena tidak ada pelatihan atau pembekalan dari Indonesia. Ia ingin Wamen Dzulfikar mengurai masalah ini, karena calo-calo tersebut mulai meresahkan.
Wamen Dzulfikar merespons dengan mengajukan pertukaran data antara KBRI Muscat, dengan KemenP2MI/BP2MI. Ia dan jajaran juga ingin data-data calo yang diduga pemain lama dalam perdagangan manusia di Oman.
Kemudian penyelidikan akan dilakukan, data-data tersebut akan diteruskan dan dilaporkan ke gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
