26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Rangkaian Bencana Ungkap Masalah Drainase Kota Sukabumi, Pemkot Dorong Perbaikan Infrastruktur dan Kesiapsiagaan Warga

Wartain.com || Selama tiga hari berturut-turut, Kota Sukabumi diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Rentetan kejadian sejak Rabu (3/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025) ini tidak hanya menghadirkan banjir limpasan, tetapi juga tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah warga yang rusak.

Puncaknya terjadi pada Jumat petang, ketika 19 titik wilayah di 11 kelurahan terdampak banjir limpasan akibat meluapnya saluran air. Kondisi tersebut memperlihatkan persoalan klasik yang kembali muncul: alur drainase yang tidak mampu menampung volume air saat hujan lebat.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menilai bahwa frekuensi banjir akhir-akhir ini bukan hanya disebabkan curah hujan ekstrem, tetapi juga karena beberapa saluran air mengalami penyempitan atau tidak berfungsi optimal.

“Di Gang Holil, Kelurahan Selabatu, misalnya. Sungainya sedang diperbaiki, namun penahan airnya terlalu panjang sehingga terjadi penyempitan. Ditambah hujan tinggi, air akhirnya meluap,” kata Bobby, Minggu (7/12/2025).

Ia menyebut persoalan drainase ini harus menjadi perhatian serius. Selain perbaikan struktural, Bobby menekankan pentingnya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Setiap kali hujan deras, sampah ikut terbawa dan menyumbat aliran sungai. Ketika aliran tersumbat, banjir pasti tidak terhindarkan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Sukabumi memastikan seluruh perangkat daerah teknis bergerak menangani lokasi terdampak sekaligus meningkatkan pemantauan. Dengan prakiraan BMKG yang menyebut curah hujan masih tinggi, kewaspadaan harus ditingkatkan.

Bobby juga menyoroti peran Kelurahan Siaga Bencana sebagai ujung tombak pemantauan di wilayah. Ia meminta setiap kelurahan menyiapkan cadangan anggaran kebencanaan mengingat kondisi fiskal pemerintah daerah yang terbatas.

“Mitigasi harus jadi langkah awal. Setiap wilayah perlu mengetahui potensi bencana dan bergerak cepat jika ada peningkatan risiko,” ujarnya.

Dari kejadian bencana pada Jumat, wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Cikole, Citamiang, Warudoyong, Gunungpuyuh, dan Baros. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat berupa alat tidur, sembako, hygiene kit, serta pemasangan terpal untuk mencegah air kembali masuk ke rumah warga saat hujan turun.

Melihat kondisi cuaca yang belum stabil, Pemkot Sukabumi menilai perbaikan drainase dan kesiapsiagaan warga menjadi langkah kunci dalam menekan risiko bencana susulan.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.