Wartain.com || Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke berbagai pelosok daerah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus memastikan negara hadir bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/03/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto senantiasa menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.
Di sektor pendidikan, pemerintah telah membangun sebanyak 218 jembatan gantung yang diselesaikan dalam waktu sekitar 2,5 bulan. Infrastruktur tersebut bertujuan memudahkan akses anak-anak menuju sekolah, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan sarana penyeberangan.
Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan terhadap 16.000 sekolah beserta fasilitas sanitasi yang ada di dalamnya. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi para pelajar.
Pemerintah juga berupaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak melalui penerapan kebijakan PP TUNAS (Tunggu Anak Siap) yang bertujuan melindungi generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital.
Tak hanya itu, penguatan ekonomi daerah juga terus dilakukan melalui berbagai program, di antaranya program gentengisasi serta panen raya udang di lahan seluas 200 hektare yang melibatkan warga binaan di wilayah Nusakambangan dan Kendal.
Dalam aspek sosial dan keagamaan, pemerintah turut memberikan dukungan kepada masyarakat melalui penyaluran 70.000 mushaf Al-Qur’an serta bantuan 3.000 ekor sapi untuk mendukung tradisi Meugang di Aceh.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
