Wartain.com || Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Subang, mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Selasa 04/05/2024.
Sejauh ini perkembangan kasus DBD tersebut terus meningkat. Bahkan, bisa dibilang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Berdasarkan data yang dirilis Dinkes Kabupaten Subang, selama 5 bulan terakhir pada tahun 2024, sudah terdata sebanyak 1.500 kasus DBD yang sudah dan sedang ditangani.
Kepada wartawan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi S.H, M.H.Kes mengungkapkan, atas meningkatnya kasus DBD tersebut, Dinkes Subang terus berupaya melakukan penanggulangan agar peningkatannya tidak terlalu masif.
“Saat ini kita memasuki siklus 5 tahunan, dimana pada tahun 2023 kasus DBD hanya terdeteksi sebanyak 618 kasus, sementara tahun ini baru 5 bulan saja sudah ada 1.500 kasus,” ungkap Kadinkes.
Menurut Maxi, banyak faktor yang menyebabkan peningkatan kasus DBD di Kabupaten Subang tersebut, diantaranya :
1. Adanya faktor El Nino, dimana Suhu Muka Laut (SML) meningkat 2 derajat, sehingga nyamuk lebih nyaman untuk berkembangbiak.
2. Kebiasaan masyarakat yang tidak care terhadap dengan tempat perkembangbiakan nyamuk.
3. Adanya perantara virus dengue. Dimana, virus tersebut tidak ada obatnya, dia akan mati sendiri selama 7 hari.
“Pencegahannya yang paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), membersihkan lingkungan dan utamakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tambahnya.
“Disamping itu perlu dicatat, penularan DBD biasanya ada ditempat umum, seperti sekolah dan tempat ibadah. Maka, fokus pencegahannya disitu,” tegas Maxi.
Selain pemberantasan sarang nyamuk dan PHBS, ada upaya pencegahan lainnya, yaitu dengan melakukan Fogging. Tentunya Fogging ini dilakukan ditempat-tempat yang tepat.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Rozali/Biro Subang)
