26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 4, 2026
Beranda blog Halaman 109

Bupati Minta Satpol PP Jalankan Tugas dengan Tegas Namun Humanis 

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi, H Asep Japar, menekankan pentingnya pendekatan tegas namun tetap humanis bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, aparat penegak peraturan daerah harus mampu hadir sebagai pelindung masyarakat tanpa menimbulkan rasa takut.

Pesan tersebut disampaikan H Asep Japar saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Senin (11/5/2026).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran Satpol PP harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia meminta seluruh personel mengedepankan sikap persuasif dan etika pelayanan saat bertugas.

“Satpol PP harus hadir di tengah masyarakat dengan sikap yang membuat warga merasa welcome. Tegas itu penting, tapi tetap harus humanis,” kata Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya pemahaman aturan bagi setiap anggota Satpol PP, terutama terkait penegakan peraturan daerah (Perda) dan operasi lapangan.

Selain itu, Beliau juga menyoroti persoalan bangunan yang belum mengantongi izin dan adanya dugaan peredaran obat terlarang di sejumlah warung. Kendati begitu, Bupati meminta penindakan dilakukan secara tegas sesuai aturan oleh Satpol PP.

“Saya mengapresiasi keberhasilan operasi inspeksi mendadak (sidak) hotel yang dilakukan Satpol PP bersama Wakil Bupati beberapa bulan lalu di wilayah Palabuhanratu. Karena itu, Kegiatan serupa agar terus digencarkan, termasuk menyasar sejumlah wilayah lainnya,” ungkapnya

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan personel ASN Kabupaten Sukabumi yang menghadirkan Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, sebagai narasumber.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bentrokan Usai Laga Persija vs Persib di Cibadak: 3 Bobotoh Luka, Polisi Diminta Usut Tuntas

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tiga suporter Persib Bandung atau Bobotoh jadi korban pengeroyokan usai nonton bareng laga Persija Jakarta vs Persib Bandung. Insiden terjadi di Kampung Bantarmuncang, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu malam (10/5/2026).

Peristiwa bermula saat para korban melintas berboncengan dengan 3–4 sepeda motor. Mereka dihadang puluhan orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 22.00 WIB. Diduga, aksi ini dipicu ketegangan pasca-pertandingan.

“Kita mau ke Cibatu, nongkrong di kedai kopi. Tiba-tiba dicegat. Mereka banyak, sekitar 20 orang,” kata Dede Arif, salah satu korban. Dede mengalami luka robek di kepala bagian kanan dan harus mendapat 7 jahitan.

Menurut Dede, massa menyerang dengan batu, botol kaca, kayu, dan bambu. “Kita lawan buat bela diri. Nggak mungkin diam kalau diserang,” ujarnya. Ia menduga penyerangan terkait hasil laga. “Mungkin karena Persija kalah,” tambahnya.

Korban lain, Mahmudin, mengaku awalnya menghindar. Namun situasi berubah saat bendera yang dibawanya dirampas dan saudaranya dipukuli dekat perlintasan rel kereta. “Saya turun mau misahin. Malah kena pukul benda tumpul. Kepala saya bocor, 5 jahitan,” kata Mahmudin.

Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Sekarwangi. Staf Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, membenarkan pihaknya menangani korban pengeroyokan tersebut.

“Dua orang luka robek di kepala akibat senjata tajam. Satu korban masih observasi karena luka dalam di dada, kena pukulan dan harus di-rontgen,” jelas Irman. Hingga Senin (11/5/2026), kondisi dua korban membaik dan satu sudah diperbolehkan pulang.

Insiden ini menambah daftar kekerasan antar-suporter yang terjadi usai laga panas Persija vs Persib. Warga sekitar berharap polisi segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Sukabumi terkait jumlah pelaku yang diamankan. Desakan agar kasus diusut tuntas menguat guna mencegah aksi balasan dan menjaga kondusivitas di Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Muchtarul Wildan Resmi Dilantik Menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Garut Pada Pelantikan & Rakerwil PAN Jabar

0

Wartain.com – Muchtarul Wildan resmi dilantik sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Garut dalam rangkaian acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PAN Jawa Barat yang digelar di Hotel Sutan Raja, Minggu (10/05/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekertaris Jendral DPP PAN Eko Hendro Purnomo hadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi , Ketua DPW PAN Jabar Ahmad Najib Q, Serta pengurus DPW PAN Jawa Barat, kader PAN dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh Partai Amanat Nasional dan undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi partai di tingkat daerah.

Muchtarul Wildan menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan untuk memimpin DPD PAN Kabupaten Garut. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas kader serta membawa PAN lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami siap bekerja bersama seluruh kader untuk membesarkan PAN di Kabupaten Garut dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah berharap kepengurusan baru DPD PAN Kabupaten Garut mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun organisasi yang lebih aktif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“DPD PAN Kabupaten Garut harus menjadi motor penggerak partai di daerah serta mampu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui program-program nyata,” katanya.

Rakerwil PAN Jawa Barat sendiri menjadi ajang konsolidasi dan penyusunan strategi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan. Selain pelantikan, acara juga diisi dengan pembekalan kader, diskusi organisasi, serta penguatan program kerja partai di tingkat daerah.

Dengan dilantiknya Muchtarul Wildan sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Garut, diharapkan PAN semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat Garut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Le Mans Jadi Titik Balik: Veda Ega Pratama Robek Batas, Sekarang Incar 3 Besar Moto3 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Lap terakhir Sirkuit Bugatti, Minggu (10/5/2026). Veda Ega Pratama nempel ketat di grup kedua. Satu tikungan lagi. Gas dibuka penuh. Garis finis. P4.

Hasil itu terdengar biasa. Tapi dampaknya luar biasa: Veda resmi masuk 5 besar dunia Moto3 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, nama Indonesia nangkring di papan atas klasemen Grand Prix.

“Ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja gila 6 bulan terakhir,” kata salah satu kru tim yang mendampingi Veda di Le Mans. Dari P6, anak Gunungkidul itu naik ke P5 dengan 50 poin, salip Marco Morelli.

Balapan Prancis memang brutal. Angin kencang, suhu trek dingin, dan 8 pebalap dalam 1,2 detik. Veda sempat terlempar ke P7 di lap 6, tapi satu-satu disikat lagi. Manuver di chicane Dunlop lap 14 jadi kunci: ia telat ngerem, masuk dari dalam, dan langsung ambil dua posisi sekaligus.

13 poin dari Le Mans bukan sekadar angka. Itu tiket buat Veda ikut “perang” sesungguhnya. Lihat jaraknya: cuma 2 poin dari Valentin Perrone di P4 dengan 52 poin, dan 3 poin dari Alvaro Carpe di P3 dengan 53 poin. Satu podium di Mugello, Veda bisa lompat ke 3 besar.

Di atas, Maximo Quiles masih jadi monster dengan 115 poin. Adrian Fernandez yang finis P2 di Prancis juga naik ke P2 klasemen dengan 69 poin. Tapi cerita di grup 3-4-5 sekarang yang paling panas. Selisih total cuma 3 poin.

Musim 2026 baru 5 seri, tapi Veda sudah kasih sinyal: dia bukan turis. 4 kali finis 10 besar, 2 kali nyaris podium, dan sekarang 5 besar dunia. “Target kami bukan 5 besar. Targetnya 3 besar sebelum paruh musim,” ucap sumber dekat tim.

Mugello, dua pekan lagi. Trek cepat, slipstream, dan mental baja. Kalau Veda bisa ulang agresivitas Le Mans di Italia, bukan tidak mungkin lagu Indonesia Raya bakal berkumandang di parc fermé.

Klasemen Sementara Moto3 2026 – Top 5:

1. Maximo Quiles – 115

2. Adrian Fernandez – 69

3. Alvaro Carpe – 53

4. Valentin Perrone – 52

5. Veda Ega Pratama – 50 (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Grup Neraka Jadi Alarm: Herdman Tuntut Garuda “Lari” 6 Bulan ke Depan demi Piala Asia 2027

0
Oplus_131072

Wartain.com – Senyum John Herdman tipis saat kertas undian dibuka. Jepang, Qatar, Thailand. Tiga nama itu kini resmi jadi penghadang Timnas Indonesia di Grup F Piala Asia 2027.

“Bangunkan semua orang. Kita tidak punya waktu tidur,” kata Herdman, Minggu (10/5/2026), usai drawing AFC di At-Turaif District, Diriyah, Arab Saudi. Nada bicaranya tenang, tapi pesannya keras: enam bulan ke depan adalah ujian nyata.

Pelatih asal Kanada itu menolak menyebut Grup F sebagai “grup neraka”. Baginya, ini “grup akselerator”. Jepang adalah raja AFC dengan disiplin taktik kelas dunia. Qatar datang sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dengan investasi pemain masif. Thailand? Rival ASEAN yang paling paham cara melukai Garuda.

“Kita mau main di Piala Dunia 2030. Kalau takut sama Jepang dan Qatar sekarang, kapan lagi?” tegas Herdman. Target jangka panjang PSSI jadi alasan ia tak mau Timnas sekadar numpang lewat di Piala Asia 2027.

Masalahnya: waktu. Dari Mei sampai kick-off Januari 2027, Herdman hanya punya dua FIFA Matchday dan satu TC panjang. Artinya, setiap hari harus dihitung. “Langkah kecil tidak cukup. Kami butuh langkah besar dalam enam bulan,” ujarnya.

Langkah besar versi Herdman sudah jelas. Pertama, _match fitness_. Pemain wajib main reguler di klub. Kedua, _uji coba high pressure_. Ia minta PSSI carikan lawan setara Top 20 FIFA sebelum November. “Kami harus rasakan tempo Qatar dan Jepang sebelum ketemu di turnamen,” katanya.

Ketiga, _talent mapping_. Herdman buka pintu lebar untuk pemain diaspora yang siap “berdarah-darah”, tapi syaratnya satu: komitmen penuh. Pemain lokal Liga 1 juga dipantau ketat. “Tidak ada nama besar. Yang ada hanya yang siap bertarung,” tegasnya.

Thailand jadi cerita lain. Herdman menyebut laga kontra Gajah Perang bukan soal teknik, tapi mental. “Rivalitas. Sejarah. Gengsi. Pemain harus paham itu bukan laga biasa,” ucapnya. Ia sudah siapkan sesi khusus psikologi tim untuk laga ini.

PSSI dikabarkan merespons cepat. Direktur Teknik PSSI menyebut tim analis sudah membedah 10 laga terakhir Jepang dan Qatar sejak Sabtu malam. Pemusatan latihan jangka panjang Juli–Agustus juga sedang disiapkan, kemungkinan di Eropa agar adaptasi cuaca dan lawan kuat lebih maksimal.

Bagi Herdman, Piala Asia 2027 bukan tujuan akhir. “Ini checkpoint. Kita lihat di Januari: Garuda sudah lari atau masih jalan di tempat.” Enam bulan ke depan akan menjawabnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Kabupaten Sukabumi, Senin 11 Mei 2026: Cerah Pagi Hari, Siang-Sore Berpotensi Hujan Ringan

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Senin (11/5/2026) cerah pada pagi hari, lalu berawan hingga hujan ringan siang-sore. Suhu udara 20–29°C.

Kondisi Umum Kabupaten Sukabumi

BMKG memprakirakan cuaca Senin 11 Mei 2026 di Kabupaten Sukabumi *Cerah – Hujan Ringan* dengan suhu 20–29°C dan kelembapan 64–97%. Angin bertiup pelan 3–9 km/jam. Matahari terbit 05.54 WIB, terbenam 17.43 WIB.

Prakiraan Beberapa Kecamatan – Senin 11 Mei 2026:  Cuaca, Suhu, dan  Kelembapan

* Caringin Hujan Ringan 20–28°C 70–96%
* Sukabumi Hujan Ringan 20–27°C 70–97%
*Sukaraja Hujan Ringan 20–27°C 70–96%
* Kebonpedes Berawan 20–27°C 68–97%
* Cireunghas Berawan 21–27°C 70–97%
* Cibadak Berawan 20–28°C 69–95%

Prakiraan Umum Per Jam Wilayah Sukabumi

Berdasarkan pola hari sebelumnya, Senin diprediksi:
– Pagi 06.00–09.00 WIB: Cerah Berawan 21–26°C, kelembapan 75–90%. Cocok buat aktivitas luar.
– Siang 10.00–14.00 WIB: Berawan tebal mulai muncul. Potensi hujan ringan 28°C, peluang 30–49%. Waspada UV tinggi 9–10.
– Sore 15.00–18.00 WIB: Hujan Ringan 25–27°C, kelembapan naik 80–95%. Angin 5–8 km/jam.
– Malam 19.00–23.00 WIB: Berawan 23–24°C, peluang hujan turun 13–22%, kelembapan 94–98%.

Imbauan BMKG untuk Senin 11 Mei

1. Pagi cerah: Manfaatkan untuk jemur, olahraga, atau aktivitas luar. UV mulai naik pukul 09.00.
2. Siang hari: Siapkan payung/jas hujan. Caringin, Sukabumi, Sukaraja diprakirakan hujan ringan.
3. Petani & pengendara: Kelembapan tinggi 70–97%. Waspada jalan licin dan jamur pada tanaman.
4. Kualitas udara: Diprakirakan Sedang. Kelompok sensitif kurangi aktivitas fisik berat siang hari.

Sepekan ke Depan

– Selasa 12 Mei: Berawan 20–27°C
– Rabu 13 Mei: Cerah 20–27°C
– Kamis-Jumat 14–15 Mei: Cerah Berawan – Cerah 19–28°C
– Sabtu 16 Mei: Hujan Ringan 20–27°C.(***)

Sumber: BMKG

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi

0
Oplus_131072

Oleh : Sulaeman (Ketua SMSI Sukabumi Raya) dan Aam Abdul Salam (Dewan Penasehat SMSI Sukabumi Raya dan Penasehat PWI Kab.Sukabumi)

Wartain.com – Kabupaten Sukabumi tidak sedang kekurangan alasan untuk bersyukur. Dari hamparan Ciletuh yang purba hingga hijaunya perkebunan di kaki gunung, daerah ini adalah potret nyata karunia Allah yang tumpah ruah. Namun, rasa syukur tak boleh hanya berhenti di lisan.

Di tengah himpitan geopolitik global yang berdampak pada kondisi perekonomian yang sulit dan kebijakan efisiensi anggaran yang merambat dari pusat hingga ke daerah, syukur harus selalu diwujudkan dalam bentuk kerja keras yang strategis dan kolaboratif.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi hari ini dihadapkan pada ujian kepemimpinan yang nyata: bagaimana mengoptimalkan potensi raksasa di tengah dompet anggaran yang kian ketat? Jawabannya terletak pada tiga pilar utama: ekonomi yang tangguh, budaya gotong royong, dan landasan spiritual yang kuat.

Langkah pertama adalah keberanian melakukan bersih-bersih internal. Mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan sekadar menaikkan target, tapi memastikan setiap rupiah yang keluar dari kantong rakyat sampai ke kas daerah.

Sektor parkir, misalnya, seringkali menjadi “lubang hitam” yang rawan menguap. Digitalisasi dan tata kelola kantong parkir yang transparan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar retribusi tidak tercecer di jalanan.

Sektor pariwisata, hotel, dan restoran sebagai tulang punggung Sukabumi harus terus didorong. Namun, kemudahan ini harus dibarengi dengan ketegasan pada sektor perizinan. Izin tidak boleh dipersulit, tapi kepatuhan pajak tidak boleh ditawar. Investasi yang masuk harus menjadi mesin penggerak ekonomi, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

Di tengah ancaman krisis pangan global, Sukabumi memiliki modal besar. Jangan biarkan ada lahan tidur yang tak produktif. Mengoptimalkan lahan kosong dan menjaga lahan pertanian produktif dari alih fungsi adalah bentuk nyata menjaga ketahanan pangan.

Petani kita adalah pahlawan yang harus didukung dengan infrastruktur dan akses pasar, agar Sukabumi tidak hanya memberi makan warganya sendiri, tapi juga menjadi lumbung bagi daerah lain.

Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Situasi sulit ini menuntut gerakan kebersamaan yang masif. Di sinilah aspek budaya gotong royong dan nilai spiritual diuji. Para pelaku usaha dan pengusaha sukses di Sukabumi diharapkan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memupuk kepedulian sosial.

Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya jadi kewajiban administratif, melainkan gerakan moral untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang kurang mampu. Sinergi antara pemda dan pengusaha harus menjadi motor pembangunan yang inklusif. Ketika pengusaha peduli pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya, maka keberkahan usaha pun akan mengikuti.

Menghadapi tantangan ekonomi global bukanlah dengan keluhan, melainkan dengan optimalisasi potensi yang ada.

Dengan tata kelola yang bersih, pemanfaatan lahan yang cerdas, dan sinergi spiritual antara pemerintah, pengusaha, dan rakyat, Sukabumi akan mampu melewati badai.

Inilah saatnya kita membuktikan bahwa rasa syukur atas keindahan alam Sukabumi adalah dengan menjaganya, mengelolanya dengan jujur, dan memastikan kesejahteraannya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Bupati Sukabumi Akan Awasi Langsung Perbaikan Jalan, Kontraktor Asal-asalan Terancam Dicoret

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi, Asep Japar, memastikan akan melakukan pengawasan langsung terhadap proses pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar dan tidak dikerjakan secara sembarangan.

Asep mengatakan dirinya ingin melihat langsung progres pekerjaan di lapangan, baik proyek yang sedang berjalan maupun yang baru akan dimulai. Menurutnya, pengawasan langsung penting agar kualitas pembangunan benar-benar terjaga.

“Saya akan turun langsung memantau pekerjaan yang sedang dikerjakan maupun yang akan dibangun. Jangan sampai ada pekerjaan yang dikerjakan asal-asalan,” ujar Asep, Minggu (10/6/2026).

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan mentoleransi kontraktor yang bekerja tanpa memperhatikan kualitas. Bahkan, pihaknya siap memberikan evaluasi tegas terhadap pelaksana proyek yang dinilai tidak profesional.

“Nanti akan kita nilai. Kalau kualitas pekerjaannya masih seperti itu, tentu tidak akan diberikan pekerjaan lagi,” tegasnya.
Asep juga menyebut pola pengawasan langsung seperti ini bukan hal baru baginya.

Ia mengaku sudah terbiasa turun ke lapangan sejak masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi.

“Memang dari dulu itu sudah menjadi kebiasaan saya. Saat di Dinas PU juga saya sering turun langsung untuk mengecek pekerjaan di lapangan,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan daerah dalam pengawasan pembangunan menjadi salah satu upaya untuk memastikan hasil pekerjaan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

PD GPII Sukabumi Serukan “Jangan Mau Diatur Amerika Serikat”, Ketua: Itu Amanah Konstitusi

0

Wartain.com – Pimpinan Daerah (PD) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kabupaten Sukabumi menebar seruan tegas melalui poster digital: _”Jangan Mau Diatur oleh Amerika Serikat!!”_. Poster berlatar hijau tua dengan motif geometris islami dan logo resmi GPII itu mulai ramai beredar di media sosial sejak akhir pekan ini.

Seruan dengan dua tanda seru tersebut menjadi penegasan sikap GPII terhadap isu kedaulatan. Ketua PD GPII Kabupaten Sukabumi, Upar Suparlan., S.M., menyatakan bahwa menolak diatur-atur oleh Amerika Serikat bukan sekadar sikap politik, melainkan amanah konstitusi yang harus dipegang teguh.

Ia merujuk Pembukaan UUD 1945 alinea pertama. “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Itu prinsip dasar. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa,” kata Upar, Minggu (10/5/2026).

Menurut Upar, Indonesia adalah negara berdaulat penuh sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945. Karena itu, segala bentuk intervensi asing yang berpotensi menggerus kemandirian bangsa harus ditolak.

GPII sendiri bukan organisasi baru. Berdiri sejak 1945, GPII dikenal konsisten menyuarakan isu keumatan, kebangsaan, serta sikap kritis terhadap intervensi asing. Di Sukabumi, PD GPII aktif dalam kaderisasi, kajian rutin, hingga advokasi sosial kemasyarakatan.

Upar menjelaskan, konteks seruan kali ini tak lepas dari dinamika politik global. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memuncak pada awal 2026 menjadi salah satu sorotan.

“Jangan ada keberpihakan pada Amerika Serikat merupakan langkah yang bagus. Indonesia mustinya menjaga hubungan baik dengan berbagai negara dan fokus pada perlindungan kepentingan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Artinya, Indonesia mengecam agresi dan kekerasan dari semua pihak serta mendorong de-eskalasi melalui jalur multilateral seperti OKI dan PBB. Sikap non-blok itu, kata dia, harus dijaga agar Indonesia tidak terseret dalam konflik kepentingan negara adidaya.

Isu Palestina juga menjadi perhatian GPII. Upar menilai dukungan Indonesia terhadap Palestina didasarkan pada solidaritas agama, kemanusiaan, sejarah, serta amanat konstitusi menentang penjajahan. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia seyogianya konsisten membela kemerdekaan Palestina dan mendorong solusi dua negara.

“Fokus kita hari ini adalah kemandirian ekonomi, kedaulatan pangan, serta persatuan dalam keberagaman untuk kesejahteraan. Kalau kita mudah diatur asing, cita-cita itu sulit tercapai,” ujar Upar.

Poster seruan PD GPII Sukabumi kini viral di kalangan aktivis muda Islam dan alumni GPII. Publik dan kader menanti sikap resmi lanjutan: apakah seruan ini merespons kebijakan luar negeri, kerja sama ekonomi, atau isu internasional tertentu. Kejelasan dibutuhkan agar tidak multitafsir.

Upar memastikan GPII Sukabumi akan terus mengawal isu kedaulatan. “Jangan mau diatur-atur oleh Amerika Serikat adalah amanah konstitusi. Kami akan terus bersuara agar bangsa ini tetap berdaulat penuh, bebas menentukan arahnya sendiri tanpa tekanan pihak luar,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Primaya Hospital Sukabumi Jadi Mitra Medis Resmi KONI, Fokus Perkuat Kesehatan Atlet Jelang Porprov 2026

0

Wartain.com – Primaya Hospital Sukabumi resmi menjalin kerja sama dengan KONI Kota Sukabumi sebagai official medical partner pertama. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Minggu (10/5/2026) sebagai langkah memperkuat dukungan layanan kesehatan bagi para atlet.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menunjang kesiapan atlet menghadapi Babak Kualifikasi Porprov XV Jawa Barat 2026, khususnya dalam aspek kesehatan, pencegahan cedera hingga pemulihan kondisi fisik atlet.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, pencapaian prestasi olahraga membutuhkan dukungan yang menyeluruh, termasuk layanan kesehatan yang memadai dan berkelanjutan.

“Prestasi atlet tidak hanya ditentukan dari latihan dan pertandingan, tetapi juga harus ditopang dengan pelayanan kesehatan yang optimal,” ujar Ayep.

Saat ini, KONI Kota Sukabumi membina sekitar 254 atlet dari 50 cabang olahraga. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pendampingan medis dinilai menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga modern.

Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, mengatakan bahwa kondisi fisik dan kesehatan atlet menjadi faktor utama dalam menjaga performa saat bertanding.

“Pembinaan atlet saat ini membutuhkan dukungan kesehatan yang lengkap, mulai dari pencegahan cedera, penanganan medis, rehabilitasi, sampai pemulihan performa,” katanya.

Melalui kerja sama ini, para atlet nantinya akan memperoleh berbagai layanan kesehatan seperti pemeriksaan medis, fisioterapi, rehabilitasi, hingga pendampingan kesehatan saat pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Direktur Primaya Hospital Sukabumi, dr. Hans Widjaja Putra, menegaskan komitmen pihak rumah sakit dalam mendukung perkembangan dunia olahraga di Kota Sukabumi.

“Kami ingin hadir bukan hanya dalam proses pengobatan, tetapi juga mendukung peningkatan performa dan kualitas hidup atlet secara menyeluruh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelayanan yang diberikan akan mencakup aspek preventif, kuratif, hingga rehabilitatif agar atlet dapat bertanding dalam kondisi prima dan lebih aman.

Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan atlet Kota Sukabumi menghadapi Porprov Jawa Barat 2026 sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan olahraga di daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik