26.7 C
Jakarta
Senin, Juli 6, 2026
Beranda blog Halaman 141

Desak Audit Izin PT Agri Panen Lestari, Fraksi Rakyat: Jangan Biarkan Pelanggaran Jadi Preseden Buruk

0
Oplus_131072

Wartain.com || Forum Aktivis Sukabumi untuk Rakyat (Fraksi Rakyat) mendesak Pemkab Sukabumi tidak “rabun hukum” menyikapi aktivitas PT Agri Panen Lestari di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi.

Perusahaan itu diduga menjalankan usaha peternakan di luar peruntukan Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang dikantongi. Padahal IUP hanya memuat komoditas perkebunan, bukan ternak.

Ketua Fraksi Rakyat, Rozak Daud, menyebut polemik bermula sejak peralihan pengelolaan dari PT Ackub ke PT Agri Panen Lestari. Perubahan nama itu tidak otomatis mengubah peruntukan izin yang berlaku.

Berdasarkan Keputusan Kepala BPN RI Nomor 39-HGU-BPN RI Tahun 2009, Hak Guna Usaha PT Ackub berlaku hingga 31 Desember 2032. HGU tersebut kini dipakai PT Agri Panen Lestari setelah perubahan entitas.

Namun merujuk Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 5000.6.1/Kep.785/Distan/2023 tertanggal 9 Oktober 2023 dan Nomor 5000.6.27.2/Kep.56-Distan/2024 tertanggal 8 Januari 2024, IUP yang diberikan hanya untuk komoditas perkebunan seperti kopi dan komoditas lain, tidak mencakup peternakan.

Rozak menilai, jika perusahaan menjalankan peternakan di lahan HGU perkebunan, maka ada dugaan pelanggaran izin. Pemda diminta segera turun mengecek kesesuaian izin dengan aktivitas di lapangan.

“Jangan sampai Pemda tutup mata. Kalau IUP-nya perkebunan tapi di lapangan jadi peternakan, itu jelas menyalahi aturan,” tegas Rozak, dalam keterangannya, Minggu, 26/04/2026.

Fraksi Rakyat khawatir pembiaran akan jadi preseden buruk penegakan hukum agraria.

Ia mendesak Dinas Pertanian dan instansi terkait melakukan audit perizinan menyeluruh. Hasilnya harus dibuka ke publik agar tidak muncul spekulasi bahwa ada pembiaran terhadap pelanggaran korporasi besar.

Menurut Fraksi Rakyat, kepastian hukum penting untuk melindungi petani dan warga sekitar. Jika lahan perkebunan beralih fungsi tanpa prosedur, potensi konflik agraria dan dampak lingkungan bisa muncul.

Fraksi Rakyat akan terus mengawal kasus ini. Mereka meminta Bupati Sukabumi bersikap tegas dan tidak ragu menindak jika terbukti ada pelanggaran izin oleh PT Agri Panen Lestari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dishub Jabar Siapkan Sanksi Pidana untuk Truk ODOL di Sukabumi, Pelanggar Terancam Penjara

0

Wartain.com || Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat bersiap mengambil langkah tegas terhadap maraknya pelanggaran angkutan Over Dimension Over Load (ODOL) di wilayah Kabupaten Sukabumi. Perusahaan pemilik kendaraan yang terbukti melanggar tidak hanya akan dikenai sanksi administratif, tetapi juga terancam hukuman pidana penjara hingga satu tahun.

Kebijakan ini mengacu pada Pasal 227 dan Pasal 307 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Penindakan akan dilakukan melalui operasi penimbangan rutin yang difokuskan di ruas Jalan Cikembar–Jampang Tengah, jalur yang kerap dilalui kendaraan pengangkut material tambang.

Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menekan kerusakan infrastruktur jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih.

“Kami akan intensifkan operasi penimbangan. Jika ditemukan kendaraan ODOL, maka pemiliknya akan langsung dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Dishub, sebagian besar truk dump dan tronton yang mengangkut material seperti batu dan serbuk kapur membawa muatan jauh melebihi kapasitas yang diizinkan. Bahkan, muatan yang dibawa disebut mencapai 150 hingga 200 persen dari batas daya dukung kendaraan.

Kendaraan-kendaraan tersebut umumnya digunakan untuk mendistribusikan material ke kawasan industri di wilayah Karawang, Cikarang, hingga Jakarta. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan di jalur Cikembar–Jampang Tengah.

Melalui langkah penegakan hukum ini, Dishub Jabar berharap dapat memberikan efek jera kepada para pelaku usaha angkutan, sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan agar tetap aman dan layak digunakan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wabup Andreas Tegaskan, GICC Adalah Sarana Strategis untuk Membangun Umat, Kerukunan dan Lingkungan Sosial 

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri Acara Tasyakuran dan Penetapan Pengurus Pengelola Gedung Islamic Center Cicurug (GICC) pada Sabtu 25 April 2026.

Wabup menyatakan bahwa pemkab Sukabumi mengapresiasi pembangunan GICC dimana gedung tersebut merupakan wujud nyata cita cita bersama sebagai sarana syiar islam yang refrenstatif.

“Tentunya sejalan dengan visi pembangunan kabupaten sukabumi maju unggul berbudaya dan berkah,” ungkap Wabup.

Terkait dengan Penetapan Pengurus Pengelola GICC, Wabup berharap dapat menjadi mitra strategis dalam membangun umat dan meningkatkan kerukunan.

“Serta menciptalan lingkungan sosial yang religius, harmonis dan produktif,” tambah Wabup.

Ditegaskan juga, penetapan pengurus pengelola GICC merupakan amanah besar bagi pengurus untuk menjalankannya dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab.

“Semoga para pengurus diberi kekuatan untuk menjalankan program yang visioner dan inklusif untuk kemajuan masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD kab sukabumi, Kadis Perkim, kepala KUA, ketua MUI, Ketua IPHI, perwakilan kabag kesra, unsur Forkopimcam dan undangan lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Si Jago Merah Melahap Posyandu dan PAUD di Cibadak, Penyebab Masih Diselidiki

0

Wartain.com || Peristiwa kebakaran terjadi pada sebuah bangunan posyandu yang juga difungsikan sebagai tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kampung Paris, RW 07, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu malam (25/4/2026).

Terpantau bangunan yang berukuran 40 meter persegi itu habis dilalap si jago merah. Material yang tersisa terlihat menghitam seperti kayu dan tembok.

Tidak lama petugas Pemadam Kebakaran turun menuju lokasi setelah menerima laporan. Berupaya sampai api benar-benar padam.

Komandan Pos (Danpos) Posko 5 Cibadak, Iyep Yosepa, mengatakan bahwa penyebab kebakaran belum dapat diketahui dan akan terus dilakukan pendalaman nanti.

“Untuk sumber kebakaran belum diketahui, nanti akan kita sampaikan,” kata Iyep.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena para warga setelah mengetahui adanya kebakaran langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Kerugian sementara ditaksir sekitar 50 Juta.

Kepala Desa Pamuruyan, Sarip Hidayat menyampaikan, menerima laporan dari warga pada pukul 18.30 WIB yang kemudian langsung menghubungi pihak-pihak terkait.

“Posyandu sekaligus PAUD di RW 07 ini habis terbakar. Materialnya sebagian besar kayu dan bambu, jadi api cepat membesar,” ungkapnya.

Ia menambahkan. “Banyak barang plastik dan kayu, dokumen juga ikut terbakar,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, aktivitas posyandu dan PAUD akan dialihkan ke gedung madrasah yang lokasinya berdekatan, sehingga layanan kepada masyarakat tetap dapat berlangsung dengan baik.

Pemerintah desa bersama warga setempat juga berencana melakukan gotong royong untuk membersihkan sisa puing bangunan serta mengupayakan pembangunan kembali fasilitas tersebut, agar kegiatan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak dapat segera berjalan normal seperti sediakala.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Akhir Pekan, Wisata Pondok Halimun Dipadati Pengunjung

0

Wartain.com || Suasana kawasan wisata Pondok Halimun di Salabintana, Kabupaten Sukabumi, dipadati wisatawan pada akhir pekan. Lonjakan pengunjung terlihat sejak pagi hari, didominasi wisatawan lokal dari berbagai daerah di luar kota yang memanfaatkan waktu libur untuk berwisata alam. Minggu, 26 April 2026.

Para pengunjung tampak menikmati berbagai aktivitas di kawasan tersebut. Sebagian wisatawan memilih mandi di aliran sungai yang dikenal memiliki air jernih dan segar, sementara lainnya terlihat mendirikan tenda di pinggir sungai untuk bersantai bersama keluarga.

Selain itu, sejumlah pengunjung juga memanfaatkan momen liburan dengan menggelar makan bersama di alam terbuka. Suasana kebersamaan tampak hangat, dengan keluarga dan rombongan menikmati bekal makanan di bawah rindangnya pepohonan.

Tidak hanya itu, daya tarik air terjun yang berada di kawasan Pondok Halimun juga menjadi tujuan favorit wisatawan. Mereka rela berjalan kaki untuk mencapai lokasi air terjun demi menikmati keindahan alam serta udara yang sejuk.

Salah satu pengunjung asal Indramayu, Evi (22), mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menghabiskan waktu libur. “Tempatnya enak, udaranya sejuk, air sungainya juga segar. Cocok buat refreshing dari aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Kepadatan pengunjung ini menunjukkan bahwa kawasan wisata Pondok Halimun masih menjadi salah satu destinasi unggulan di Sukabumi. Selain menawarkan keindahan alam, lokasi ini dinilai cocok untuk wisata keluarga maupun rombongan yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan menenangkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hangatkan Tubuh di Kaki Gunung Gede, Wedang Jahe Rempah Warung Ibu Restu Jadi Buruan Wisatawan

0

Wartain.com || Kawasan objek wisata Pondok Halimun (PH) di kaki Gunung Gede Pangrango selalu menjadi destinasi favorit warga untuk melepas penat. Di tengah udara dingin yang menusuk tulang, keberadaan Warung Ibu Restu menjadi oase bagi para pelancong yang mencari kehangatan melalui sajian kuliner khas pegunungan. Sabtu 25 April 2026

Warung ini menawarkan berbagai menu sederhana namun menggugah selera, mulai dari mie rebus, jagung bakar, mie tek-tek, hingga paket nasi liwet untuk rombongan. Namun, yang menjadi primadona dan paling dicari adalah Wedang Jahe Rempah racikan khusus.

Berbeda dengan minuman jahe instan, wedang jahe di Warung Ibu Restu menggunakan komposisi rempah alami yang melimpah. Minuman ini diracik dari campuran jahe, kapulaga, sereh, kayu secang, dan cengkeh, serta dipermanis dengan gula merah asli. Perpaduan ini menghasilkan warna kemerahan khas secang dan rasa hangat yang bertahan lama di tenggorokan.

“Minuman ini memang paling laku, apalagi kalau cuaca sedang berkabut atau hujan. Sangat cocok dengan suhu di Pondok Halimun yang dingin karena lokasinya tepat di bawah kaki Gunung Gede,” ujar pengelola warung.

Warung Ibu Restu bukanlah pemain baru di kawasan wisata ini. Kesetiaan pelanggan terjaga berkat konsistensi rasa yang ditawarkan sejak lama.

Sar’i Muchlis (55), atau yang akrab disapa Mang Ace, selaku penjaga sekaligus pengelola warung, mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama puluhan tahun. Meski tidak mengingat secara pasti tahun dimulainya, ia menyebut warung ini sudah ada sejak kawasan tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan.

“Sudah lama sekali saya berjualan di sini, kalau ditanya tahun pastinya saya agak lupa, tapi sudah puluhan tahun. Kami bertahan karena menjaga kualitas bahan, seperti gula merah yang harus asli dan rempahnya yang segar,” ungkap Mang Ace saat ditemui di lokasi.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, Warung Ibu Restu terletak di area strategis Pondok Halimun. Selain harganya yang terjangkau, suasana asri dan aroma jahe rempah yang menyerbak menjadi daya tarik tersendiri yang sulit dilewatkan saat bertandang ke Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kuota Haji Sukabumi 2026 Turun, Hanya 65 Jemaah Siap Berangkat pada 7 Mei 2026

0

Wartain.com || Jumlah kuota jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi pada musim haji 1447 Hijriah/2026 tercatat sebanyak 173 orang. Namun, hingga saat ini baru sebagian kecil yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, menyampaikan bahwa dari total kuota tersebut, baru 66 jemaah yang menyelesaikan pelunasan. Dari jumlah itu, satu orang dipastikan batal berangkat karena mengalami cedera patah tulang akibat terjatuh, sehingga tersisa 65 jemaah yang siap diberangkatkan

“Setelah penyesuaian, kuota Kabupaten Sukabumi menjadi 173 orang termasuk lansia. Dari jumlah itu, yang sudah melunasi 66 orang, namun satu orang tidak bisa berangkat karena sakit, jadi total yang siap berangkat 65 orang,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, penurunan jumlah kuota tahun ini dipengaruhi kebijakan baru yang mengacu pada proporsi daftar tunggu di masing-masing daerah. Hal tersebut berdampak pada perubahan alokasi kuota antar kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Sukabumi yang mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim haji 2025, jumlah jemaah asal Sukabumi yang diberangkatkan mencapai sekitar 1.500 orang.

Untuk keberangkatan tahun ini, jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi akan tergabung dalam Kloter 13 JKS bersama jemaah dari Kota Sukabumi dan Kota Bekasi.

Rencananya, para jemaah akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026 dari Pusbangdai Cikembar setelah salat subuh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Tanah Suci.

“Insya Allah keberangkatan dilakukan dari Pusbangdai pada 7 Mei usai salat subuh,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya memastikan seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa dan persyaratan administratif lainnya, telah rampung. Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima menjelang keberangkatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jalan Rusak Hambat Akses Medis, Pemkab Sukabumi Siapkan Pembangunan Ruas Leuwi Liang–Bojongtipar 

0

Wartain.com || Kondisi memprihatinkan dialami warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Akses jalan yang rusak parah membuat seorang warga yang tengah sakit harus ditandu sejauh kurang lebih satu kilometer karena kendaraan ambulans tidak mampu melintas.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah Jampangtengah memastikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan akan segera direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Ruas jalan Leuwi Liang–Bojongtipar menjadi prioritas penanganan guna mendukung mobilitas masyarakat, termasuk akses layanan kesehatan.

Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Jampangtengah, Robi Ferdian, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua paket pekerjaan yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi jalan di wilayah tersebut. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan akan dimulai dari titik awal yang telah disepakati bersama pemerintah desa dan kecamatan.

“Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap dimulai dari titik nol, agar penanganannya bisa optimal dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Robi menjelaskan, panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup signifikan, mencapai sekitar 10 kilometer. Dengan keterbatasan anggaran daerah, pihaknya berupaya mencari dukungan pendanaan tambahan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Ia menambahkan, usulan pembiayaan akan diajukan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Bantuan Provinsi (Banprov), agar pembangunan jalan tersebut dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Rencana perbaikan ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan aksesibilitas yang selama ini dikeluhkan warga. Selain mempermudah mobilitas sehari-hari, infrastruktur jalan yang layak juga dinilai krusial dalam mendukung penanganan kondisi darurat, khususnya di sektor kesehatan.

Peristiwa warga yang harus ditandu menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, agar masyarakat tidak lagi menghadapi kendala serupa di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KDM Tanggapi Protes Jalan Rusak di Sukabumi, Prioritaskan Penertiban Truk ODOL

0

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya memicu aksi unjuk rasa masyarakat.

Aksi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena ruas jalan berstatus provinsi itu dinilai tak kunjung diperbaiki. Warga juga menyoroti maraknya truk bertonase berlebih atau over dimension over load (ODOL) yang kerap melintas dan mempercepat kerusakan jalan.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa anggaran perbaikan untuk ruas jalan tersebut telah dialihkan ke titik jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi. Ia menargetkan sebagian besar jalan provinsi di daerah tersebut berada dalam kondisi baik setelah proyek berjalan.

“Saya tegaskan, anggaran untuk ruas jalan itu kami alihkan ke jalan provinsi lain di Sukabumi. Tahun ini, setelah proyek berjalan, targetnya 99 persen jalan dalam kondisi baik,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia menilai perbaikan jalan di ruas tersebut akan sia-sia jika persoalan truk ODOL belum ditangani secara serius.

“Ruas itu setiap hari dilintasi truk tronton sumbu tiga dengan muatan berlebih. Kalau dibangun dengan anggaran besar sekalipun, tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Ia bahkan mengibaratkan perbaikan jalan tanpa penertiban kendaraan overload seperti pekerjaan yang tidak memberikan hasil maksimal. Dalam hitungan bulan, jalan berpotensi kembali rusak akibat beban kendaraan yang melampaui kapasitas.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat memilih untuk memprioritaskan penanganan kendaraan ODOL terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan ulang jalan.

“Solusinya kita benahi dulu truk overload-nya, baru setelah itu jalan akan dibangun,” jelasnya.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi mengapresiasi warga yang telah menyampaikan aspirasi mereka. Ia menilai kritik dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan kebijakan.

Ia juga menegaskan komitmennya agar penggunaan anggaran pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

“Kami ingin anggaran negara ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak, bukan hanya oleh pelaku usaha angkutan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Job Fair 2026 di Politeknik Sukabumi, Pemkot Dorong Akses Kerja dan Tekan Pengangguran

0

Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara resmi membuka Sukabumi Job Fair 2026 yang berlangsung di Politeknik Sukabumi pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, di antaranya Politeknik Sukabumi, PT Nusaraya Grup, serta Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

“Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci untuk menyelaraskan kebutuhan pasar kerja dengan potensi tenaga kerja yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan job fair ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata upaya pemerintah dalam membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan melibatkan puluhan perusahaan, tersedia ratusan hingga ribuan lowongan yang bisa langsung diakses para pencari kerja.

Kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat luas, tidak hanya warga Kota Sukabumi. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing.

Wali Kota turut mengingatkan perusahaan peserta agar tidak hanya mengutamakan kemampuan teknis calon pekerja, tetapi juga memperhatikan integritas dan loyalitas. Ia menilai, kualitas sumber daya manusia akan sangat menentukan kemajuan perusahaan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda, ia berpesan agar terus meningkatkan keterampilan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan kerja yang dinamis. “Kepercayaan diri dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama,” katanya.

Selain peluang kerja di dalam negeri, Pemerintah Kota Sukabumi juga membuka akses kerja internasional melalui program BESTARI (Be Star International). Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja secara legal di luar negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Sebelumnya, pada 16 April 2026, Pemerintah Kota Sukabumi telah memberangkatkan 50 calon pekerja migran ke Kuwait dan Turki melalui jalur resmi sebagai bagian dari implementasi program tersebut.

Wali Kota menegaskan bahwa job fair akan dijadikan agenda rutin dan terstruktur. Ia bahkan menargetkan kegiatan serupa digelar hingga empat kali dalam setahun di Politeknik Sukabumi.

“Kita ingin Politeknik Sukabumi menjadi pusat penghubung tenaga kerja, tidak hanya untuk kota, tetapi juga Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan job fair, mengingat jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun. Upaya ini dinilai sebagai strategi sistematis dalam menekan angka pengangguran.

“Angkatan kerja terus bertambah, sehingga kita harus proaktif. Ini bagian dari langkah terencana untuk mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sekitar 20 perusahaan ambil bagian dengan membuka proses rekrutmen langsung di lokasi. Sedikitnya 600 pencari kerja hadir untuk mengikuti seleksi dan wawancara.

Ke depan, skala kegiatan akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, instansi ketenagakerjaan, serta perusahaan penempatan tenaga kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan penurunan angka pengangguran secara signifikan.

“Pengangguran harus bisa ditekan secara drastis. Kita ingin persoalan ini benar-benar terselesaikan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik