26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 156

SDN Sirnagalih Palabuhanratu Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, PGRI Dorong Jadi Percontohan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirnagalih Palabuhanratu secara resmi membuka fasilitas Perpustakaan Ramah Anak sebagai bagian dari komitmen meningkatkan minat baca siswa, Jumat 17 April 2026.

Peresmian yang berlangsung meriah dan hangat ini dihadiri oleh jajaran pendidik, komite sekolah, serta unsur PGRI Kecamatan Palabuhanratu. Secara simbolis, peresmian perpustakaan ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Kecamatan Palabuhanratu.

Fasilitas baru ini dirancang dengan konsep visual yang ceria dan koleksi buku yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Kehadiran perpustakaan ini diharapkan tidak hanya menjadi gudang buku, tetapi juga ruang kreatif yang nyaman bagi siswa untuk mengeksplorasi imajinasi dan ilmu pengetahuan.

Ketua PGRI Kecamatan Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, memberikan apresiasi mendalam atas inovasi yang dilakukan pihak sekolah. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa lingkungan sekolah yang mendukung literasi adalah kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter.

“Kehadiran perpustakaan ramah anak di SDN Sirnagalih adalah langkah konkret dalam mendukung transformasi pendidikan di wilayah kita. Ini bukan sekadar membangun fisik bangunan, tapi membangun peradaban dari bangku sekolah dasar,” ujar Febri Bayu Nugraha.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan bahwa literasi merupakan fondasi dari seluruh mata pelajaran. Ia juga menyoroti pentingnya manajemen perpustakaan yang modern agar siswa tidak cepat bosan.

“Kami di PGRI berharap perpustakaan ini dikelola dengan hati. Harus ada agenda rutin seperti jam mendongeng atau kompetisi literasi internal. Jangan sampai perpustakaan menjadi ruangan yang sepi dan kaku. Buatlah anak-anak merasa bahwa perpustakaan adalah tempat paling menyenangkan di sekolah setelah lapangan bermain,” tambahnya.

Febri juga menegaskan komitmen PGRI Cabang Palabuhanratu untuk menjadikan SDN Sirnagalih sebagai percontohan bagi sekolah lain di wilayah tersebut. PGRI berencana mendorong kolaborasi antar-sekolah untuk saling bertukar ide mengenai pengembangan fasilitas pendukung literasi.

“PGRI akan terus mendorong sekolah-sekolah lain untuk menciptakan fasilitas serupa. Kita ingin memperkuat ekosistem belajar yang menyenangkan,” tegasnya.

Acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung area perpustakaan oleh para tamu undangan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, perpustakaan ini ditargetkan menjadi pusat kegiatan literasi yang berkelanjutan bagi seluruh siswa SDN Sirnagalih.***

Editor : Aab Abdul Malik

(FM)

Banjir Bandang Terjang Jalur Nasional Sukabumi–Cianjur, Dipicu Hujan Deras dan Alih Fungsi Lahan

0

Wartain.com || Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, memicu terjadinya banjir bandang di Kampung Cimangkok, Desa Cimangkok, pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukalarang, Dindin, mengatakan, banjir bandang menerjang Jalan Nasional Sukabumi–Cianjur kilometer 11, yang memang dikenal sebagai titik rawan atau langganan banjir saat hujan deras turun.

“Peristiwa tersebut berdampak langsung terhadap para pengguna jalan yang melintas di jalur utama tersebut. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi, arus lalu lintas sempat terganggu akibat genangan dan material yang terbawa arus,” ucap Dindin.

Dindin menyebut banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam waktu singkat. Selain itu, faktor lingkungan turut memperparah kondisi, di antaranya alih fungsi lahan serta saluran air yang tidak memadai.p

“Selain hujan deras, kondisi saluran air yang kecil serta adanya alih fungsi lahan menjadi pertanian sayuran turut menjadi penyebab meluapnya air ke badan jalan,” demikian keterangan dalam laporan BPBD.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Unsur yang terlibat antara lain P2BK Sukalarang, pihak kecamatan, kepolisian, TNI, Tagana, Satpol PP, hingga Damkar Sukaraja serta perangkat Desa Cimangkok.

Saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan sudah berangsur normal setelah hujan reda dan air surut. Namun demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Sebagai langkah penanganan jangka panjang, BPBD merekomendasikan perbaikan infrastruktur, khususnya penggantian saluran gorong-gorong dengan ukuran yang lebih besar agar mampu menampung debit air saat hujan deras.

Selain itu, laporan kejadian juga akan diteruskan kepada dinas terkait di tingkat provinsi untuk tindak lanjut lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan Aduan PJU Masuk, Dishub Sukabumi Fokus Percepatan Penanganan Meski Terkendala Komponen

0

Wartain.com || Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi mencatat tingginya partisipasi masyarakat dalam melaporkan kerusakan Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang triwulan pertama 2026. Sebanyak 164 aduan diterima, sebagian besar disampaikan melalui kanal media sosial resmi Dishub.

Kepala Bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Perlengkapan Jalan, Yanto Arisdiyanto, menyebutkan bahwa laporan warga menjadi acuan utama dalam menentukan titik-titik prioritas perbaikan. Menurutnya, respons cepat terus diupayakan, termasuk menjalin koordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Barat untuk penanganan PJU di ruas jalan provinsi.

“Untuk PJU di jalan provinsi, kami hanya melaporkan karena penanganannya menjadi kewenangan provinsi sesuai kerja sama yang telah disepakati,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Di tengah upaya percepatan tersebut, Dishub dihadapkan pada kendala teknis berupa keterbatasan komponen. Beberapa titik kerusakan belum dapat ditangani karena stok material yang belum tersedia.

Yanto mengungkapkan, pada Februari terdapat lima titik PJU yang belum diperbaiki, sementara di Maret ada tiga titik yang masih menunggu penanganan. Pihaknya menargetkan kekurangan tersebut dapat diatasi melalui alokasi pada perubahan anggaran parsial.

“Kami upayakan pengadaan komponen bisa masuk di perubahan anggaran agar perbaikan yang tertunda segera dituntaskan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, menegaskan komitmen jajarannya dalam meningkatkan kecepatan layanan. Ia menyebutkan bahwa setiap aduan ditargetkan ditindaklanjuti dalam waktu maksimal 1 x 24 jam.

“Silakan masyarakat melapor, baik melalui media sosial maupun surat resmi. Kami berusaha merespons secepat mungkin,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa penambahan jumlah PJU baru saat ini belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran. Dishub pun terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mencari solusi pemenuhan kebutuhan penerangan jalan di wilayah Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hasil Visum Korban Longsor Sukalarang, Dokter Ungkap Temuan Kekurangan Oksigen Sebelum Kematian

0

Wartain.com || Hasil pemeriksaan visum terhadap korban meninggal dunia akibat longsor di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengungkap bahwa tidak ditemukan luka berat yang secara langsung menjadi penyebab kematian. Meski demikian, tim medis mendapati adanya indikasi kekurangan oksigen pada tubuh korban.

Humas RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr. Irfan Nugraha, menjelaskan bahwa proses visum dilakukan pada Kamis (16/4/2026) malam, setelah pihak rumah sakit menerima permintaan resmi dari penyidik. Ia menyebutkan, pemeriksaan sempat tertunda karena harus menunggu kelengkapan administrasi dari kepolisian dan tim Inafis.

“Kami mulai visum sekitar pukul 8 malam. Korban sebenarnya sudah tiba sekitar pukul 7, tetapi pemeriksaan baru bisa dilakukan setelah surat permintaan visum dari penyidik dan Inafis diterima. Prosesnya selesai sekitar pukul 9 malam,” ujarnya.

Saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi korban sudah tertutup kain. Hal itu dilakukan karena tidak ada pakaian yang melekat di tubuh korban saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Korban datang dalam kondisi basah dan sudah ditutup beberapa lapis kain, seperti bed cover dan sprei, karena berdasarkan informasi memang tidak ada pakaian yang menempel di tubuh korban,” jelasnya.

Dari hasil visum, ditemukan sejumlah luka lecet di beberapa bagian tubuh, terutama di sisi kanan, termasuk pada bagian lengan. Namun, tidak ada luka terbuka yang dinilai fatal.

“Terdapat banyak luka lecet, sebagian kecil hingga cukup lebar, terutama di tubuh bagian kanan dan lengan. Tapi tidak ada luka terbuka signifikan yang bisa menyebabkan kematian,” ungkap Irfan.

Selain itu, tim medis juga tidak menemukan adanya patah tulang akibat benturan keras.
“Kami tidak menemukan tanda-tanda patah tulang. Jadi memang tidak ada indikasi benturan keras yang menyebabkan cedera fatal,” tambahnya.

Kendati demikian, terdapat tanda-tanda yang mengarah pada kondisi kekurangan oksigen. Hal tersebut terlihat dari perubahan warna pada bagian tubuh tertentu.

“Dari wajah terlihat kebiruan keunguan, begitu juga pada ujung jari tangan yang sudah tampak membiru. Ini merupakan tanda-tanda kekurangan oksigen,” terangnya.

Untuk memastikan secara pasti penyebab kematian, menurutnya diperlukan pemeriksaan lanjutan melalui autopsi.

“Untuk memastikan apakah penyebab kematian akibat kekurangan oksigen, tentu harus dilakukan autopsi,” ujarnya.

Ia juga memperkirakan waktu kematian korban tidak berselang lama dari peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

“Estimasi waktu kematian kemungkinan tidak jauh dari waktu kejadian, sekitar pukul setengah enam sore,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa longsor di wilayah Sukalarang menimpa sebuah rumah warga. Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran dari tebing yang berada di belakang rumahnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Lansia di Sukabumi Ditangkap Polisi Usai Diduga Rudapaksa Bocah 13 Tahun Sampai Hamil 7 Bulan

0

Wartain.com || Seorang anak 13 tahun asal Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi mengalami pelecehan pahit usai diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh pria lansia berinisial A (72), hingga hamil 7 bulan.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiaruddin, menjelaskan jika peristiwa tersebut terungkap setelah ayah korban, D (40), merasa ada kejanggalan pada perubahan fisik sang putri yang tak terlihat seperti anak seusianya.

“Awal mulanya ayah korban mencurigai perubahan fisik, tepatnya pada bagian perut korban. Lalu pelapor memeriksakan korban ke bidan dan diketahui korban dalam kondisi hamil,” kata Ade, Jumat (17/4/2026).

Ternyata usia kandungan korban saat ini sudah 7 bulan. Sang ayah pun terkejut atas hasil pemeriksaan bidan tersebut. Korban sendiri akhirnya mengakui pernah digagahi oleh terduga pelaku.

“Dengan adanya keterangan dari bidan tersebut pelapor menanyakan kepada korban siapa yang sudah menghamili. Menurut keterangan korban orang yang menghamili adalah A. Pelapor merasa dirugikan dan melaporkannya ke Polres Sukabumi Kota guna penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan korban, terduga pelaku telah melakukan aksinya hingga tiga kali. Tiap kali melakukannya ia mengiming-imingi korban uang Rp10.000. Korban juga mendapat ancaman untuk tidak melaporkan apa yang dialaminya.

“Pelaku melakukan perbuatan cabul dengan cara awalnya korban diiming-imingi uang Rp10.000. Setelah itu pelaku menyetubuhi korban kurang lebih tiga kali,” ujarnya.

“Setiap kali melakukan perbuatan cabul, pelaku sering memberi uang dan mengancam korban untuk tidak memberitahu orang tuanya,” paparnya.

Setelah orang tua korban melaporkan kejadian tersebut, pelaku akhirnya ditangkap pada Selasa 13 April 2026 pukul 15.00 WIB di Kebonpedes, Kab. Sukabumi.

Barang bukti yang turut diamankan di antaranya dua lembar hasil visum et repertum, 1 setel pakaian korban, 1 akta lahir, dan 1 kartu keluarga.

Tersangka saat ini ditahan di Mapolres Sukabumi Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut guna melengkapi proses penyidikan. Keseharian tersangka diketahui berprofesi sebagai petani.

Pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 17/2016 tentang penetapan PP pengganti UU No. 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Jo Pasal 473 UU No. 1/2023 tentang KUHPidana dan atau Pasal 414 UU No. 1/2023 tentang KUHPidana dan atau 415 huruf b UU No. 1/2023 tentang KUHPidana.***(RAF)

Disclaimer: Berita ini bersifat informatif saja, tidak untuk ditiru!

Editor : Aab Abdul Malik

Sekda Sukabumi Hadiri Forum PPID di Batam, Dorong Perluasan Investasi Daerah

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menghadiri kegiatan Implementasi dan Tindak Lanjut Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) yang berlangsung di Batam, Kamis (17/4/2026).

Dalam agenda tersebut, ia didampingi Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya. Forum yang diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, investor, serta pelaku usaha dari berbagai wilayah ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang investasi baru berbasis potensi unggulan daerah.

Ade Suryaman menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah daerah dalam forum semacam ini guna memperluas akses kerja sama dan menarik minat investor.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Sukabumi kepada investor nasional maupun global. Ini juga peluang untuk kerja sama yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, forum PPID memberikan ruang bagi daerah untuk mempresentasikan potensi sekaligus membangun kepercayaan investor. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sukabumi, Dede Rukaya, menambahkan bahwa peran PPID sangat membantu dalam memperkuat strategi promosi investasi daerah.

“Dengan PPID, kita bisa memperkuat database komoditas unggulan, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kepercayaan investor. Ini langkah strategis untuk menarik minat investasi berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi peningkatan investasi, termasuk penguatan data investor, optimalisasi aset daerah, serta peningkatan konektivitas global. Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap keikutsertaan dalam forum ini dapat mempercepat realisasi investasi, memperluas pasar komoditas unggulan, serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gubernur Jabar Resmikan SMAN 3 Jonggol, Bangun 24 Unit Sekolah Baru di 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, meresmikan unit sekolah baru (USB) SMAN 3 Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (16/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata Pemerintah Provinsi Jabar dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. “Di era sekarang terjadi lonjakan pembangunan di bidang pendidikan, bukan jalan saja,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan, pembangunan tersebut didukung oleh pendapatan daerah, seperti pajak kendaraan bermotor, pajak daerah lainnya, serta hasil efisiensi belanja pemerintah.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto, menambahkan bahwa pada tahun anggaran 2026, Pemprov Jabar merencanakan pembangunan 24 USB di berbagai kabupaten/kota dengan total anggaran Rp112,5 miliar. Langkah ini untuk menjawab kebutuhan ruang belajar yang terus meningkat.

Tak hanya meresmikan, Gubernur juga menyambangi kelas dan mengajar langsung para siswa. Ia membahas fisika terapan, sekaligus mengajak siswa memahami pentingnya mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran USB SMAN 3 Jonggol diharapkan dapat mengurangi kepadatan di sekolah sekitar dan mendekatkan layanan pendidikan ke masyarakat. Para siswa pun menyambut antusias dengan fasilitas baru yang lebih representatif.

Pembangunan terus bergerak dan akses pendidikan terus diperluas demi menciptakan lebih banyak ruang belajar bagi generasi Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sosialisasikan Perlindungan dan Penyelamatan Arsip, Kepala Diarpus: Sumber Informasi Strategis

0

Wartain.com || Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Rustandi membuka Sosialisasi Perlindungan dan Penyelamatan Arsip tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula PSDA pada Kamis 16 April 2026.

Dalam kesempatan itu, H. Dadang menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait fungsi kearsipan bagi kelancaran tata kelola pemerintahan .

“Sejatinya, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen lama, tetapi merupakan memori kolektif, bukti akuntabilitas, dan sumber informasi yang sangat strategis,” tegasnya.

Kadis Diarpus juga menekankan bahwa pengelolaan arsip berdampak langsung pada tercapainya visi Kabupaten Sukabumi dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Tanpa arsip yang tertib dan terkelola dengan baik, maka kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja pemerintah akan sulit tercapai secara optimal,” ungkapnya.

Karenanya, Kepala Diarpus berharap kegiatan ini dapat membawa dampak nyata dan berkelanjutan.

“kegiatan sosialisasi ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran semua, serta memperkuat komitmen bersama dalam penyelamatan dan perlindungan arsip,” tegasnya

Sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip, Elis Siti Aisyah, mengungkapkan bahwa tiga bulan kedepan adanya peningkatan jumlah Perangkat Daerah yang menggunakan Aplikasi Srikandi.

Diketahui, sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli untuk memberikan pemaparan strategis, di antaranya Direktur Informasi Kearsipan ANRI, Rudi Anton, yang hadir secara daring dari Jakarta, serta perwakilan Arsiparis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sosialisasi ini diikuti oleh Para Arsiparis dan Pengelola Kearsipan dari Dinas, Badan, hingga Kecamatan, baik secara daring maupun luring.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Dampingi Penasehat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana

0

Wartain.com || Bupati Sukabumi H Asep Japar bersama Wakil Bupati H Andreas mendampingi kunjungan kerja Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman dalam peresmian hunian tetap (huntap) adaptif bencana di Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026).

Peresmian tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat, Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cisolok, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

H Dudung Abdurachman menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Cisolok meski tidak menimbulkan korban jiwa.

“Sekitar 10 rumah warga hanyut akibat banjir dan longsor. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut H Dudung menyatakan bahwa dirinya turut memberikan bantuan untuk pembangunan sejumlah rumah di lokasi hunian baru, serta berkomitmen menambah 10 unit rumah lagi di Kampung Mubarakah, yang berlokasi di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu.

Beliau juga memberikan motivasi kepada warga agar tetap bangkit pascabencana.

“Saya berharap hunian tetap yang dibangun dapat memberikan rasa aman dan menjadi awal pemulihan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar mengimbau warga agar menjaga dan merawat hunian yang telah dibangun.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan lereng.

Bupati optimis akan segera menindaklanjuti pembangunan infrastruktur pendukung, seperti perbaikan akses jalan dan sistem pipanisasi air bersih guna menunjang kenyamanan warga di lokasi relokasi.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi, KH. Encep Hadiana, mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak dalam pembangunan hunian tersebut. Menurutnya, pembangunan 10 unit rumah merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

“Bantuan ini berasal dari berbagai pihak, mulai dari Pak Dudung, Menteri Muhaimin, KSAD Jenderal Maruli, anggota DPR RI, hingga pemerintah daerah dan Forkopimda,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Matangkan Konferensi 16 Mei, PWI Kabupaten Sukabumi Koordinasi ke PWI Jabar

0
Oplus_131072

Wartain.com || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan persiapan Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 mendatang. Gelaran ini menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan di PWI Kabupaten Sukabumi.

Sebagai langkah awal, pengurus PWI Kabupaten Sukabumi yang dipimpin oleh Plt Ketua Nuruddin Zain Syamsi bersama Organizing Committee (OC) melakukan kunjungan kerja ke kantor PWI Jawa Barat pada Kamis (16/4/2026). Rombongan diterima langsung oleh Plt Ketua PWI Jabar Ahmad Syukri dan Sekretaris Umum Tantan Sulthon.

Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, atau yang akrab disapa Bah Anom, mengatakan bahwa koordinasi ini sangat krusial untuk melaporkan tahapan persiapan yang telah dijalankan.

“Konferensi ini adalah tugas utama kami sebelum masa jabatan Plt berakhir. Mengingat PWI Jawa Barat akan bertindak sebagai Steering Committee (SC), arahan dan nasihat mereka sangat penting demi kelancaran acara yang akan digelar Mei nanti,” ujar Bah Anom.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Pelaksana (OC), Aab Abdul Malik, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun agenda tahapan Konferensi. Mulai dari sosialisasi, pendataan peserta, hingga pendaftaran calon ketua.

“Saat ini pendataan peserta sudah selesai dan masuk tahap Daftar Pemilih Sementara (DPS). Selanjutnya, DPS ini diserahkan ke PWI Jabar untuk diverifikasi hingga ke PWI Pusat guna mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” jelas Aab.

Sementara itu, Plt Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Syukri, memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan pengurus PWI Kabupaten Sukabumi dalam mempersiapkan Konferensi. Ia menilai persiapan yang dilakukan sejauh ini sudah sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Laporan resmi sudah kami terima dan waktu pelaksanaan 16 Mei 2026 telah disepakati. Kami berharap panitia terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait di wilayah agar Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi berjalan lancar, sukses, dan tanpa ekses,” pungkas Ahmad Syukri, yang juga akrab disapa Ari.

Dengan verifikasi DPS yang tengah berjalan ke PWI Pusat, Konferensi PWI Kabupaten Sukabumi diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang solid dan mampu membawa organisasi lebih maju.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)