26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 1708

Jaga Kamtibmas, Polres Sukabumi Kota Kembali Amankan Puluhan Kendaraan Berknalpot Brong

0

Foto by : Polres Sukabumi Kota

Wartain.com, Kota Sukabumi || Puluhan sepeda motor dan mobil berknalpot brong, kembali terjaring KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan) Polres Sukabumi Kota, Sabtu 29/07/2023 malam.

Sebanyak 42 unit sepeda motor dan 4 (empat) unit mobil, yang dimodifikasi dengan knalpot bising tersebut diamankan ke kantor Satpas Satlantas Polres Sukabumi Kota.

Tidak hanya itu, puluhan pengendara sepeda motor yang kedapatan melanggar Lalu lintas, juga ditindak petugas gabungan Polres Sukabumi Kota dan Subdenpom Sukabumi dengan Tilang.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasi Humas, Iptu Astuti Setyaningsih menerangkan, KRYD yang digelar Polres Sukabumi Kota tersebut merupakan upaya preventif Kepolisian, untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

“Tentunya KRYD yang setiap hari kami laksanakan ini, merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas, apalagi menjelang libur akhir pekan,” terang Astuti kepada wartawan, Minggu 30/07/2023.

“Alhamdulilah KRYD yang kami laksanakan tadi malam, berhasil mengamankan 42 unit sepeda motor dan 4 (empat) unit mobil, yang telah dimodifikasi pemiliknya dengan knalpot brong, serta menindak sejumlah pengendara sepeda motor lainnya, yang kedapatan melanggar Lalulintas dengan Tilang,” sambungnya.

“Semoga KRYD yang terus kami laksanakan ini, dapat membuat masyarakat bisa lebih merasa nyaman saat beraktifitas dan situasi Kamtibmas tetap kondusif. Bila masyarakat ada yang melihat atau mengetahui adanya gangguan Kamtibmas, bisa menginformasikannya kepada kami, melalui hotline Lapor Pak Polisi-SIAP MAS di nomor 0811654110.” pungkasnya.***

Editor : Raka Azi

(Aab/Rd. Haraqi Siliwangi)

Seorang Perempuan Di Sukabumi Dimankan Polisi Diduga Edarkan Obat Berbahaya

0

Foto by : Humas Polres Sukabumi Kota

Wartain.com, Sukabumi || Seorang Perempuan berinisial RM(19), diamankan Polsek Cireunghas Polres Sukabumi Kota, karena di duga edarkan beragam jenis obat berbahaya. RM berhasil di amankan Polsek Cireunghas di rumahnya di Kampung Babakan, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jumat, 28/07/2023 malam.

Selain menangkap RM, Polsek Cireunghas juga berhasil mengamankan barang bukti ratusan butir obat keras terbatas, yang terdiri dari 213 butir pil Tramadol, 672 butir pil Hexymer, 170 butir pil Dextro, 1 butir pil Alprazolam, 22 butir pil Merlopam 2 dan uang hasil penjualan sebesar 672 Ribu Rupiah.

Kapolsek Cireunghas, Ipda Hendrayana menuturkan, pengungkapan kasus peredaran obat keras terbatas tersebut berhasil dilakukan usai memperoleh informasi dari masyarakat.

“Alhamdulilah, atas informasi dari masyarakat, kami berhasil mengungkap dan menangkap terduga pelaku penyalahgunaan obat berbahaya yaitu RM,” tutur Hendrayana, Sabtu 29/07/2023.

Seorang Perempuan di Sukabumi Dimankan Polisi Diduga Edarkan Obat Berbahaya (foto by : humas polres Sukabumi kota)

“Kami juga berhasil mengamankan ratusan butir obat keras terbatas tanpa ijin edar berbagai jenis, seperti Tramadol, Hexymer, Alprazolam, Dextro dan Merlopam dari rumah terduga pelaku,” bebernya.

Hendra juga mengungkapkan ratusan butir yang ditemukan di rumah terduga pelaku merupakan kiriman dari orang tua terduga pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, terduga pelaku ini mengaku bahwa dirinya mendapatkan kiriman paket berisikan obat keras terbatas dari Jakarta, yang dikirimkan oleh orang tuanya,” ungkap Hendra.

“Maka dari itu, kasus ini kami limpahkan ke Sat Narkoba untuk dilakukan upaya penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Hingga saat ini, RM masih diamankan di Mapolres Sukabumi Kota, guna kepentingan penyidikan. RM terancam pasal 197 Jo pasal 106 ayat 1 subsider pasal 196 Jo pasal 98 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.***

Editor : Raka Azi

(Aab/Ruswandi)

Polres Sukabumi Kota Gelar Minggu Kasih Berikan Kenyamanan Beribadah Umat Kristiani

0

Foto by : Humas Polres Sukabumi Kota

Wartain.com, Kota Sukabumi  || Sejumlah personel Polres Sukabumi Kota, yang tengah melakukan pengamanan kebaktian rutin umat Kristiani, di beberapa gereja bertegur sapa dengan para jemaat.

Aksi humanis yang diperlihatkan personel Polri tersebut, merupakan implementasi program Minggu Kasih, untuk mempererat jalinan komunikasi antara Polri dan masyarakat.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasi Humas, Iptu Astuti Setyaningsih mengatakan, program Minggu Kasih merupakan kegiatan inovasi Polri yang dilakukan di setiap akhir pekan.

Polres Sukabumi Kota Gelar Minggu Kasih Berikan Kenyamanan Beribadah Umat Kristiani

“Jadi hari ini, para personel yang memang telah rutin melakukan pengamanan kegiatan kebaktian rutin di gereja-gereja, turut mengimplementasikan program Minggu Kasih dengan bertegur sapa, baik dengan penjaga internal gereja maupun para jemaat, yang akan melakukan kegiatan ibadah,” kata Astuti kepada wartawan, Minggu, 30/07/2023.

“Tentunya hal ini dilakukan, untuk memperat jalinan komunikasi antara Polri dan masyarakat, menyerap informasi, saran dan masukan dari masyarakat untuk mendukung terciptanya kondusifitas Kamtibmas,” sambungnya.

“Kami berharap beberapa program inovasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, Polri dan masyarakat bisa terus bersinergi untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang kondusif.” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Azi/Godam)

Pakarang Adat Nusantara Siap Kerahkan Ribuan Jawara Kawal Monumentasi Bung Karno

0

Wartain.com, Bandung || Diskusi “Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Energi Spiritual Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, kembali menggema di Kota Bandung, tepatnya di Roemah Bersama Alumni, Jalan Imam Bonjol, Kota Bandung, Rabu 27/07/2023. Sebelumnya kegiatan yang sama telah di gelar di tempat tersebut pada 12 Juli dan di Kota Bogor pada 20 Juli lalu.

Diskusi yang dihadiri sejumlah elemen masyarakat nasionalis Jawa Barat, seperti; Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI), Barikade 98, Gerakan Pemuda Marhaenis, Jaga Lembur, Pakarang Adat Nusantara, Komunitas Jabar Sejati (KJS), Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN) Jabar, Barusan Olot Masyarakat Adat (BOMA), Pemuda Demokrat, Alumni GMNI dan sejumlah elemen yang lainnya, merupakan sikap tegas dari adanya upaya penolakan pembangungan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Kota Bandung oleh Aliansi Pergerakan Islam (API).

Turut hadir dan memberikan keterangan kepada awak media, Ketua Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) Jabar, Syarif Bastaman menyampaikan, perkumpulan pada hari in, menyikapi tentang adanya pihak yang menolak di bangunnya Monumen Plaza Ir. Soekarno di Kota Bandung.

“Kita kumpul- kumpul, dalam rangka menyikapi sekelompok orang yang menentang di bangunnya patung proklamator kita Bung Karno, itulah intinya pertemuan ini,” cakapnya.

Bumikan Trisakti Menggema Di Jawa Barat, Laksanakan Amanah Bung Karno
Turut memberikan keterangan kepada awak media, Ketua Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA) Eka Santosa mengatakan, ada beberapa point penting dari hasil diskusi ini yang nantinya akan di sampaikan kepada Gubernur Jabar, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar hingga Kejati.

“Hal yang substansi saya kira yang pertama, adalah sebuah kewajaran bahkan keharusan kita sebagai bangsa, memberikan sebuah penghormatan. Dalam peradaban kita bahwa pengabadian Bung Karno di Bandung dengan sejarahnya, mulai Bung Karno muda, tentang Marhaenisme, Indonesia Menggugat, tentang dihantarkannya Indonesia ke kemerdekaan, itu semua di Bandung. Oleh karena itu merupakan hal wajar tentang adanya pembangunan Monumen Plaza Ir. Soekarno di Kota Bandung,” tuturnya.

Eka menuturkan akan melakukan perlawan terhadap hal yang bersifat menghina Presiden Soekarno. Ia berharap agar Jawa Barat terbebas dari segala bentuk radikalisme.

“Yang kedua kita keberatan dan bereaksi, akan melakukan perlawanan terhadap bentuk apapun yang melakukan penghinaan terhadap Bung Karno, ini penting saya kira terkait adanya penolakan dari beberapa pihak salah satunya API,” tegasnya.

“Oleh karena itu tuntutan kami ketiga, Jawa Barat bebaskan dari segala bentuk intoleransi dan radikalisme, kembalikan kepada marwah Repeh, Rapih, Gemah Ripah Loh Jinawi. Saya kira itu merupakan tiga poin penting, dan ini adalah hal yang akan kita lakukan, akan datang kepada Gubernur (Jawa Barat), Kapolda, Pangdam, hingga Kejati. Kalau ada indikasi bentuk yang bisa di pidanakan akan kami pidanakan,” tegasnya.

Dewan Pakar Alumni GMNI, Dr. Andi Talman menambahkan perihal pentingnya monumentasi Bung Karno, sebagai bentuk implementasi atas nilai- nilai ajaran dari Bung Karno.

“Kita mengininginkan monumentasi Bung Karno ini, untuk mengejawantahkan nilai- nilai Bung Karno, Identitas kebangsaan dan ajaran Bung Karno agar generasi milenial memahami ajaran Bung Karno,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjen Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSi) Aab Abdul Malik menyoroti, selain persoalan diatas, sebagai penerus bangsa kita juga harus benar-benar menjaga serta melaksanakan amanah dari gagasan dan ajaran Bung Karno.

“Ajaran Trisakti bisa juga di fahami oleh kita semua, misalnya dengan menjaga situs-situs Bung Karno, mengamalkan ajaran Trisakti, membangun Monumen Plaza Ir. Soekarno, merubah status Universitas Trisakti menjadi PTNBH, dan lain-lain,” kata Aab.

Selanjutnya, ditanya terkait kisruhnya Universitas Trisakti, Sekjen FDSI ini juga menjelaskan, negara wajib hadir untuk menyelesaikan kekisruhan ini, agar tidak terus berlarut dalam situasi pertengkaran.

“Negara wajib hadir, segera ambil alih status Universitas Trisakti, dari tangan swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri, karena disini ada amanat besar bung Karno, ketika merubah nama yang dulu respublika menjadi Trisakti, tidak ada alasan lagi bagi negara untuk tidak peduli,” pungkasnya.

Terakhir Boboy dari Pakarang Adat menyampaikan dengan tegas, siap mengerahkan ribuan para jawaranya dari berbagai penjuru nusantara untuk mengawal dan menjaga setiap gagasan membangun monumentasi Bung Karno dari rongrongan kelompok intoleran dan radikal.

“Selama ini kami kaum adat dan budaya bersabar diri melihat prilaku kelompok intoleran ini, tapi sekarang kami tidak bisa berdiam diri lagi melihat penistaan yang luar biasa kepada proklamator, bapak bangsa Bung Karno,” pungkasnya.***

Editor : Raka Azi

(Tim)

Gabungan Alumni Jabar (GAJ) Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis Di Desa Ciemas Kabupaten Sukabumi

0

Wartain.com, Sukabumi || Sejumlah organ relawan Alumni antar Perguruan Tinggi di Jawa Barat, yang tergabung dalam Gabungan Alumni Jawa Barat (GAJ), melakukan kegiatan Bakti Sosial berupa Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kp.Mekarasih, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 29/07/2023.

Gabungan Alumni Jawa Barat (GAJ) sendiri, merupakan kolaborasi bersama sejumlah organ relawan berbasis alumni ini terdiri dari, AIS GP (Alumni ITB), PARA GP (Alumni Unpar), AUBGP (Alumni Unpad), FA UPN GP (Alumni UPN), FA IU GP (Alumni UI), FA Maranatha (Alumni Maranatha), dan FAM IPB (alumni IPB).

Gabungan Alumni ini di fokuskan untuk sosialisasi, dan memenangkan suara Ganjar Pranowo, yang berkomitmen merebut suara di wilayah Jawa Barat, dan fokus dimulai di wilayah terjauh dan terpencil.

Menurut ketua kegiatan Ammar Rasjad (AIS GP) menjelaskan, ini sangat disambut dengan baik oleh masyarakat setempat, sebanyak 157 orang waga tercatat menjadi peserta pengobatan gratis. Pengobatan langsung ditangani oleh Tim Dokter GAJ, berikut obat-obatan yang disediakan bagi warga secara cuma-cuma.

“Kegiatan Pengobatan Gratis sangat sejalan dengan visi misi GAJ, untuk mendukung kelanjutan visi pemerintah Joko Widodo, dalam program “Sehatkan dan Cerdaskan Bangsa” sesuai dengan amanat dan cita-cita negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD ’45,” katanya.

Lebih lanjut, Ammar Rasjadpun menyatakan, Bakti Sosial Pengobatan Gratis dilakukan pada hari ini, oleh Gabungan Alumni Jawa Barat (GAJ), sebagai bentuk pernyataan sikap dari organ-organ yang terlibat untuk mendukung penuh Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI pada Pemilu 2024 nanti.

“Untuk itu, kami harus membangun semangat kebersamaan dan kepedulian alumni, terhadap masyarakat di Jawa Barat bagian Selatan, yang butuh perhatian kalangan terdidik, dimana menurut banyak survey lokal, wilayah ini sangat jauh tertinggal untuk suara Ganjar Pranowo dalam masa Pilpres mendatang, jika tidak segera direbut suaranya melalui program-program kampanye yang edukatif dan menyentuh masyarakat langsung, maka suara Ganjar Pranowo di Jawa Barat akan kalah, sebagaimana pada masa Pilpres 2019 lalu,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang wakil dari organ relawan PARA GP, Lukman Nurhakim, mengatakan, GAJ akan terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya warga Ciemas dan sekitarnya, untuk memanfaatkan hak suara mereka pada Pilpres 2024 nanti, pembangunan yang sudah ditempuh oleh Pemerintahan Joko Widodo, sejauh ini telah dirasakan oleh masyarakat sekitar.

 

“Buktinya, banyak jalan sudah sangat bagus, setiap desa telah memiliki BUMDES masing-masing, kondisi ini harus dapat dilanjutkan oleh Presiden 2024 mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, pembangunan di daerah pesisir Selatan yang kaya akan sumber daya alam mineral dan hasil bumi ini, harus dilanjutkan kembali oleh pemimpin yang tepat baik di tingkat lokal dan nasional yang sejalan dengan visi pembangunan Jokowi.

“Program ini harus dilanjutkan, pembangunan dan visi Jokowi harus berlanjut,” sambung Lukman.

Disamping kegiatan pengobatan gratis, acara diisi dengan bentuk sharing informasi dan diskusi, tentang kesehatan keluarga pencegahan dan penyuluhan stunting, serta penanggulangan malaria atau demam berdarah, oleh dokter dan tenaga kesehatan, yang merupakan alumni-alumni dari berbagai organ yang tergabung dalam GAJ.

Salah seorang peserta kegiatan, Yanti mengatakan, sangat mendukung dengan adanya kegiatan ini, karena sangat besar manfaatnya untuk dirinya dan masyarakat lain.

“Luar biasa bermanfaat bagi saya dan warga sekitar, dengan adanya pengobatan gratis ini, karena selain dekat dari rumah, anak-anaknya juga bisa sekalian diajak check up dan konsultasi perkembangan kesehatan dengan pak Dokter,” kata ibu muda ini.

Selanjutnya dia berharap, kegiatan ini dapat dilakukan dengan rutin di wilayah lainnya di Kabupaten Sukabumi, karena di wilayah ini banyak ditemukan persoalan stunting, banyak warga kurang memperhatikan masalah ini sejak dini, padahal pertumbuhan kesehatan anak, akan berdampak pada kecerdasannya di kemudian hari nanti.

Ada yang menarik dalam kesempatan tersebut, seorang pemuda warga Kecamatan Ciemas yang ikut hadir, rupanya adalah seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Unpad, ikut membantu terlibat GAJ. Iya adalah Febri mahasiswa semester 6 (enam).

Gabungan Alumni Jabar (GAJ) Gelar Bakti Sosial Pengobatan Gratis Di Desa Ciemas Kabupaten Sukabumi

“Saya tergerak untuk membantu, setelah melihat flyer kegiatan Pengobatan Gratis ini di media sosial, dan langsung datang kesini,” bebernya.

Mahasiswa Unpad ini berharap, dia bisa memotivasi generasi muda di Kampung Mekarsari, dan sekitarnya di Ciemas, untuk percaya diri dan mampu bisa kuliah di perguruan tinggi di kota, banyak generasi Millennial & generasi Z setempat, perlu digali potensinya dan diapresiasi gagasannya, untuk perkembangan Kabupaten Sukabumi.

“Saya harap acara ini bisa memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, dan akan membuka hubungan yang tak terputus dengan rekan-rekan alumni, untuk membuka peluang sebesar- besarnya bagi mereka, untuk berkarya dan menyalurkan kreatifitas,” pungkas Febri.

Harapan anak muda yang di katergorikan generasi Z ini, tentunya disambut dengan baik oleh Gabungan Alumni Jawa Barat, dan akan menjadi pendukung utama, agar gagasan-gagasan mereka tersebut dapat terlaksana nanti.

Sementara itu anggota Panitia yang lain dari AIS ITB, Rona menuturkan, kegiatan seperti ini, akan dijadikan rutinitas dalam memberikan hal yang terbaik buat masyarakat pesisir, khususnya di Jawa Barat.

“Keberhasilan kegiatan pengobatan gratis ini, akan menjadi kegiatan utama dan rutin GAJ selanjutnya, dan tentunya akan berkolaborasi dengan masyarakat pesisir, untuk membuat program-program kegiatan serupa,” tuturnya.

Agenda selanjutnya, dalam waktu dekat ini di Garut Selatan, tentunya akan melibatkan langsung warga, dengan tujuan memberikan penyuluhan kesehatan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat, dalam rangka menciptakan generasi yang cerdas dan sehat utamanya.

Kegiatan Pengobatan Gratis ini, ditutup setelah shalat dzuhur bersama, makan ala botram (makan bersma-red) di daun pisang, dimulai dengan doa’ bersama panitia, tokoh masyarakat setempat dan warga tentunya, tepat pada pukul 14.00 WIB.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Jamaah Haji Asal Sukabumi Kloter 64, Kembali Tiba Di Tanah Air

0

Wartain.com,  Sukabumi || Sebanyak 52 Jamaah Haji Asal Sukabumi dari kloter 64, telah tiba di Gelanggang Olahraga, Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu malam  29/07/2023,  sekira pukul 23.30 WIB.

Ketua PPIHD Kabupaten Sukabumi H. Agus Santosa mengatakan, jumlah jemaah haji yang tiba dari kloter 64 sudah lengkap, dan tidak ada kendala apapun dalam proses pemulangan.

“Alhamdulillah, untuk jamaah semuanya lengkap tidak ada kekurangan, kita do’akan sampai rumahnya masing- masing dalam keadaan aman, nyaman, dan selamat. Insya Allah tidak ada kendala dan semuanya lengkap,” ucapnya.

Meskipun pada saat keberangkatannya sempat tertunda, namun pada akhirnya para jamaah bisa melaksanakan berbagai rangkaian peribadatan haji. Pihaknya berkomitmen untuk melayani jamaah sampai di terima kembali oleh pihak keluarga.

“Awalnya ada 45 orang yang keberangkatannya tertunda, Alhamdulillah sekarang sudah selesai melaksanakan peribadatannya, sudah memenuhi rukun dan wajib hajinya. Kita sebagai panitia tentunya berkewajiban untuk melayani dan menjamin keselamatan kepulangan jemaahi haji,” tambahnya.

Pada kepulangan jamaah haji kali ini ada hal berbeda, untuk kepulangan haji sebelumnya, jamaah di kumpulkan di Pusbangdai Kabupaten Sukabumi, namun untuk kepulangan jamaah haji kali ini bertempat di Gelanggang Olahraga Cisaat. Menurut H. Agus, hal tersebut di karenakan jumlah jamaah yang relatif lebih sedikit.

Jamaah Haji Asal Sukabumi Kloter 64, Kembali Tiba Di Tanah Air

“Iya biasanya di Pusbangdai, tapi kali ini demi terciptanya efektifitas dan efisiensi, jadi kepulangannya disini (Gelanggang Olahraga Cisaat-red), karena jumlah jamaah juga relatif lebih sedikit”, tuturnya.

“Yang kedua gedung ini cukup representatif untuk menampung 50 orang, disamping itu untuk rombongan yang sekarang mayoritas tergabung dalam 1 (satu) KBIH, jadi supaya lebih efektif. Selain itu juga karena di Pusbangdai tempat nya cukup luas, jadi kita takutkan nantinya malah tidak terkontrol karena jamaah yang sekarang lebih sedikit,” ucap H. Agus kepada wartawan.

Dirinya menambahkan, nantinya untuk kepulangan rombongan jamaah haji dengan jumlah yang sedikit, kedatangannya akan di pindahkan ke Gelanggang Olahraga Cisaat.

“Untuk Selanjutnya yang kloter kecil, akan kedatangannya akan disini, tidak di Pusbangdai,” pungkasnya.

Sementara itu, ditemui terpisah, salah seorang keluarga jemaah haji Susi mengatakan, rasa syukur yang tak terhingga, setelah melihat langsung kedatangan kedua orangtuanya, tiba di tanah air dengan selamat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT, semuanya sehat dan selamat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu, atas lancarnya pelaksanaan ibadah haji, terutama bagi kedua orang tua kami,” ungkap Susi, dari keluarga H. Nasrudin dan Hj. Habibah, jemaah asal KP. Ciherang, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten kepada wartain.com.

Susi berharap, semua jamaah yang sudah selesai  menunaikan ibadah haji, mendapatkan gelar mabrur dan mabruroh, semuanya diterima oleh Allah SWT,  yang sudah sampai disini selamat sampai rumah dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga, dan yang masih ada di tanah suci bisa kembali ke tanah air dengan selamat pula.***

Editor : Raka Azi

(Aab )

Pasca Kepsek SMP Ditetapkan Tersangka, PGRI Berikan Bantuan Hukum

0

Foto : ilustrasi/tribunjabar.id

Wartain.com, Sukabumi || Pasca ditetapkannya kepala SMPN 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, yang berinisial (K) jadi tersangka, oleh Polres Sukabumi pada Kamis, 27/07/2023. Hal ini mendapat perhatian khusus dari Organisasi Profesi Guru (PGRI) Kabupaten Sukabumi.

Sebagai bentuk perhatian organisasi, kepada anggotanya yang sedang menghadapi proses hukum, organisasi profesi guru tersebut akan menerjunkan tim pendampingan hukum terhadap tersangka.

Dikutip dari TribunJabar.id, ketua PGRI Kabupaten Sukabumi Tubagus Wahid Ansor mengatakan, merasa perihatin atas kejadian yang menimpa anggotanya, yaitu kepsek yang berinisial (K). Juga berbela sungkawa, atas meninggalnya seorang siswa pada masa MPLS di sekolah tersebut.

“Kejadian ini adalah musibah dalam dunia pendidikan. Mungkin juga, peristiwa tersebut akibat adanya kesalahan dan  kurang pengawasan dari pihak sekolah,” katanya.

Selanjutnya beliau mengungkapkan, PGRI sangat menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Polres Sukabumi, walau demikian pihaknya akan tetap memberikan bantuan hukum dalam proses kasus yang menimpa K.

“Sebagai langkah pembelaan terhadap K, PGRI sudah memberikan pendampingan hukum bagi tersangka,” tambahnya.

Selain dari organisasi PGRI, bantuan hukum juga di berikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai yang sedang tersandung (mengalami-red) masalah hukum.***

Sumber : TribunJabar.id

Editor : Aab Abdul Malik

(Tim)

Paguyuban Padjajaran Anyar Sukabumi Gelar Milangkala Kelima, Hadirkan Atraksi Seni Budaya

0

Foto by : gilangramdani499

Wartain.com, Sukabumi || Paguyuban Padjadjaran Anyar Sukabumi, menggelar milangkala ke- Lima di lapang Cangehegar Jl. Jend Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu, 29/07/2023.

Kegiatan dihadiri puluhan paguyuban dari berbagai daerah; Seperti Garut, Bandung, Bogor, Cianjur, Banten, Purwakarta dan Cirebon, bahkan dari Banyumas dan Ikatan Seni Betawi.

“Milangkala Paguyuban Padjadjaran Anyar ke- lima ini, mengundang dari berbagai daerah diantaranya dari Banyumas, Banten, Bandung, Cianjur tiap daerah ada perwakilannya,” ujar Ketua Paguyuban Padjadjaran Anyar, Firman Bustomi, kepada awak media.

Firman Bustomi berharap, acara milangkala ini kedepannya skalanya menjadi lebih besar, dirinya juga meminta semua pihak untuk peduli terhadap tradisi budaya yang ada khususnya di Palabuhanratu.

Paguyuban Padjajaran Anyar Sukabumi Gelar Milangkala Kelima, Hadirkan Atraksi Seni Budaya ( Foto by : gilangramdani499)

Ditempat yang sama Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi menyampaikan, apresiasi atas berlangsungnya acara yang diadakan oleh Paguyuban Padjadjaran Anyar.

“Kami sampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya, untuk abah Firman yang sudah bisa melaksanakan milangkala ke- 5 (lima) dari paguyuban Padjajaran Anyar. Dengan adanya kegiatan ini, kolaborasi dan sinergitas perlu ditingkatkan untuk menjaga budaya dan tradisi,” ujarnya

Dampak positifnya, lanjut Sigit, bisa mendorong UMKM dan perkonomian masyarakat

“Hal ini bisa dilihat dari adanya stand ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.

Masih dikatakan Sigit, tentu acara seperti ini sangat potensial untuk dijadikan Event, yang bisa dilaksanakan setiap tahun, sehingga potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi, juga bisa di promosikan kepada khalayak yang lebih luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ruswandi/RDN)

DKM Masjid Al-Kholiliyah Kampung Kadudampit Gelar Gebyar Muharram

0

Wartain.com, Sukabumi || Gebyar Muharram 1445 H, digelar oleh DKM Masjid Al-Kholiliyah Kp. Kadudampit, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat-Sabtu, 28-29 Juli 2023.

Gelaran tersebut dihelat, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1445 H. Acaranya sendiri meliputi, Tablighul Islamiyyah malam Sabtu, santunan 40 anak yatim hari Sabtu pagi , khitanan massal 10 anak Sabtu pagi dan pawai obor Sabtu malam.

Ketua pelaksana Gebyar Muharram Ujang Beni Juanda mengatakan, kegiatan ini dihelat untuk memperingati Tahun Baru Islam sekaligus mempererat tali silaturrahim antar jemaah Masjid Al-Kholiliyah dengan masyarakat umum.

“Ini sangat positif bagi keutuhan, persatuan dan kesatuan jamaah. Kepedulian seperti ini sangat dapat dirasakan, terutama bagi masyarakat  yang membutuhkan, di lingkungan sekitar masjid,” kata ketua RW 03 ini.

Selanjutnya Beni menyampaikan harapan, kegiatan seperti ini harus jadi rutinitas DKM Al-Kholiliyah, karena ini akan menjadi bumbu keberagamaan jamaah.

DKM Masjid Al-Kholiliyah Kampung Kadudampit Gelar Gebyar Muharram

“Mudah-mudahan di bulan Muharam tahun yang akan datang, acaranya bisa lebih meriah, dan pesertanya bisa lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Sementara itu ketua DKM Al-Kholiliyah Ade Sobari menyampaikan, sangat menyambut acara yang dilaksanakan oleh panitia, karena hal ini sesuai dengan fungsi masjid sebagai tempat kegiatan berbasis keumatan.

“Sangat bagus, dan harus terus ditingkatkan, masyarakat banyak yang butuh uluran tangan kita,” jelasnya.

Pantauan koresponden, acara yang digagas panitia tersebut , banyak melibatkan unsur, diantaranya; para donatur, tim medis dari RSI As-Syifa, keluarga besar Al-Kholiliyah, Alumni SMP Necis serta unsur lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

Kontributor : Yana Damara/ Raika

Masyarakat Adat Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal Gelar Upacara Seren Taun Dan Gebyar Muharram 1445 H

0
Masyarakat Adat Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal Gelar Upacara Seren Taun Dan Gebyar Muharram 1445 H

Foto by : gilangramdani499

Wartain.com, Sukabumi || SerenTaun Akbar dan Gema Muharam 1445 H, masyarakat Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, digelar di Halaman Balai Desa Pulosari,  serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 29/07/2023.

Perhelatan tersebut bertujuan, untuk mensyukuri hasil panen bumi yang melimpah ruah, salah satu kemeriahan acara adalahi para petani membawa hasil panennya, dan diberikan kepada masyarakat setempat, bukan hanya itu beberapa atraksi dan seni budaya juga ditampilkan.

Masyarakat Adat Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal Gelar Upacara Seren Taun Dan Gebyar Muharram 1445 H (Foto by : gilangramdani499)

Dalam sambutannya Sekda Ade Suryaman mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1445 H dan seren taun yang ke-5 bagi masyarakat Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal

“Selamat memeriahkan seren taun akbar dan gema muharam Desa Pulosari Kecamatan Kalapanunggal, dengan di meriahkannya acara ini, kita menyadari bahwa melestarikan budaya dengan membumikan budaya daerah sendiri supaya lebih dikenal, kepedulian terhadap budaya dan adat istiadat adalah aset yang sangat berharga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sekda berharap, kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga kelestarian adat dan budaya leluhur.

“Seren taun yang membudaya kepada warga masyarakat di 42 RT dan 10 RW Desa Pulosari, yang secara rutin melaksanakan pawai hasil bumi harus dikuatkan sebagai wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya warga Desa Pulosari, Kecamatan  Kalapanunggal,” pungkasnya.

Editor : Aab Abdul Malik

(Azi/Ruswandi)